Minggu, 10 Februari 2019

Kisah Sukses : Ada Raksasa Dalam Diri Kita

Sahabat, pernahkah Anda berfikir bahwa apa bergotong-royong yang meyebabkan sukses dan gagal? Dari beberapa buku dan pengalaman hidup yang memang belum seberapa ini, ternyata ada satu yang selalu kita abaikan dan tidak dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dengan hati. Sesuatu yang besar dan bisa jadi sangat besar ibarat layaknya raksasa ternyata memang telah ada dalam diri setiap manusia. Raksasa dalam diri kita itu ternyata sanggup menyebabkan kita ibarat apa yang kita inginkan.

Lalu mungkin sobat bertanya apakah raksasa itu, sampai dikatakan bisa menjadi ibarat yang kita inginkan?

Raksasa itu tiada lain yaitu sebuah keyakinan. Dalam istilah saya keyakinan lebih tinggi nilainya dari pada kepercayaan. Keyakinan itu meyeluruh mencakup hati dan jiwa kita. Kayakinan sanggup memindahkan gunung yang tinggi, menembus batas pikiran kita yang memang sering membatasi. Keyakinan yang bukan hanya diucapkan secar lisan saja.

Sebenarnya keyakinanlah yang harus kita bangunkan dari tidurnya, mengapa demikian? sebab ternyata tidak semua orang bisa membangkitkanya, dengan kata lain kita tidak bisa menciptakan sebuah keyakinan itu begitu teguh terpatri dalam jiwa dan raga kita. Kadang kata keyakinan begitu mudahnya di ucapkan, misalnya seringkali kita apabila ditanya apakah Anda yakin dengan apa yang anda lakukan atau apakah anda yakin bahwa anda bisa kaya? dan aneka macam pertanyaan lain wacana keyakinan, kita menjawab dimulut kita YAKIN seolah tanpa keraguan, tetapi bergotong-royong jauh dilubuk hati terdalam, Anda merasa ragu dan tidak yakin 100%. Sulit sekali menciptakan hati kita begitu mantap tanpa keraguan untuk meyakini sesuatu. Walhasil seringkali kita tidak sanggup ,mencapai apa yang kita yakini tersebut sebab sebenarnya kita sendiri tidak yakin.

Itulah mengapa kita selalu saja gagal dan sulit mecapai suatu cita-cita.

Saya memiliki pengalaman dengan dongeng mengenai keyakinan ini.
pada ketika pengembaraan ku disebuah kampung di pesisir pantai selatan yang ternyata masih banyak masyarakatnya mempercayai hal-hal berbau magis, saya bertemu dengan seorang renta sederhana yang dikenal memiliki ilmu kanuragan tinggi. Katanya konon dari dongeng masyarakat yang mengenalnya dia bisa menaklukan api, sebab pada waktu ada sebuah rumah yang kebakaran, dengan berani dia masuk dalam kobaran rumah yang terbakar untuk medamkan api dan ajaibnya tanpa bekas terbakar sedikitpun. Dia juga kebal segala jenis benda tajam dan kalaupun terluka cukup berendam di sungai dan kembali tanpa luka sedikitpun, nyaris tidak ada bekasnya.

Mendengar dongeng tersebut, saya yang memang ingin tau dan bergotong-royong kurang mempercayai dengan hal-hal ibarat itu menjadi ingin tau dan memberanikan diri berkunjung kerumahnya dngan niat hanya ingin tahu kebenaran dongeng tersebut dari ia langsung. Saat berbincang dirumahnya yang sederhana, ia menceritakan pengalaman hidupnya sampai keyakinannya akan ilmu warisan leluhurnya yang masih tetap ia jaga dan mungkin dialah satu-satunya orang yang masih memiliki ilmu kanuragan tingkat tinggi di kampung itu. Dari seluruh dongeng dan pengalam ia dalam menuntut ilmu kanuragan, ia menyampaikan bahwa yang paling utama yaitu keyakinan diri supaya ilmu tersebut sanggup menyerap dan sanggup diterima oleh tubuh. Jika tidak yakin tidak akan berhasil katanya.

Saya tidak tertarik dengan ilmu kenuragan semacam itu dan sejenisnya. Tapi sanggup ditarik kesimpulan bahwa ada kekuatan dalam badan insan yang bisa dibangkitkan dengan sebuah kunci yang disebut KEYAKINAN.

Terlepas dari dongeng wacana ilmu kanuragan tersebut, dalam beberapa buku yang pernah saya baca wacana pengembangan diri , motivasi dan tujuan hidup dalam menggapai kesuksesan, bahwa peranan sebuah keyakinan memegang peranan penting dalam keberhasilan seseorang. Kita sering mendengar ungkapan bahwa "jika kita yakin bisa, maka kita niscaya bisa". Ungkapan itu memang benar adanya. Entah kebetulan atau tidak, hal ini pernah juga saya alami ketika ketika masih bekerja dulu. Sudah menjadi rutinitas setiap bulan bila seorang marketing menghadapi sasaran yang telah ditentukan perusahaan untuk dicapai dalam setiap bulannya. Saya yang pada ketika itu berposisi menjadi manager marketing tentu memiliki sasaran penjualan perunit yang harus dicapai oleh unit saya pada ketika itu. Target unit tersebut saya bagi kepada beberapa orang marketing saya. Dan ajaibnya sasaran tersebut sanggup dicapai setiap bulannya. Dengan tanpa mengesampingkan peranan dan kehebatan marketing saya dalam melaksanakan penjualan, ada satu kata kunci yang sering saya ungkapkan pada mereka bahwa kita semua harus yakin bahwa kita bisa mencapainya, tentu juga harus disertai dengan taktik yang benar dan menjalankan langkah-langkahnya dengan fokus. Hasilnya unit saya setiap bulan selalu menjadi unit terbaik dengan pencapaian penjualan yang tinggi. Penghargaan dan aneka macam macam bonus pun menjadi langganan unit saya setiap bulannya.

Saya hanya memotivasi mereka untuk berhasil dan selalu yakin bahwa sasaran itu bisa dicapai. Namun ada satu lagi kunci sukses yang lainya yaitu sesudah kita meyakini bahwa kita bisa mencapainya, saya menyarankan pada mereka untuk melepaskan keterikatan pada tujuan. Hal ini yaitu untuk menghindari rasa cemas dan ketakutan kita yang sanggup menciptakan kita menjadi stress jawaban selalu memikirkan sasaran supaya dan supaya kita sanggup menjalaninya dengan ketenangan. Dan mujarab sekali sebab sesulit apapun tantangannya dan selelah apapun kita bekerja, kita akan selalu merasa enjoy menikmatinya.

Jika ditarik benang merah (kayak di OVJ aja ya…he he) dari dongeng diatas, ada satu kesamaan wacana sebuah kekuatan besar yang bisa menggerakan dan memuculkan potensi terpendam kita yaitu sebuah keyakinan. Keyakinan yaitu raksasa yang tertidur dalam diri kita. Makara jangan biarkan keyakinan yang salah menghancurkan diri kita, buanglah segala keraguan-raguan yang menjadi racun dalam diri kita. Setelah itu jalanilah dengan kegembiraan. Jangan lekatkan semua pikiran kita pada tujuan. Hal ini kelihatan bertolak belakang dengan keyakinan kita. Maksudnya begini, sesudah kita yakin kemudian menjalankannya dan fokus pada langkah yang harus kita jalani, maka jalani saja dengan kegembiraan. Istilahnya melepaskan atau mengikhlaskan diri menjalaninya. Jangan pikirkan nanti hasilnya ibarat apa. Biarkan pikiran dan hati kita lepas bebas. Anda akan lihat keajaiban pada hasil karenanya nanti, tanpa kita sadari kita ternyata telah mencapainya.

0 Kometar:

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan kalian semua.
Silahkan tinggalkan komentar anda dengan baik dan sopan.
Silahkan berikan saran dan kritik untuk membangun blog ini jauh lebih baik.
terimakasih

Baca Juga

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
close
Banner iklan   disini