Berbagi Cerita - Kisah Sukses

Asalamualaikum Wr, Wb. Hidup hanya sekali dan tidak akan berulang untuk ke duakalinya di bumi yang sama ini, Lalu apa tujuan hidup Kita? bagaimana kita menghadapinya untuk bisa mencapai cita-cita kita? dan jalan apa yang harus kita tempuh untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. Disini saya mencari artikel-artikel tentang kisah orang-orang yang telah sukses meniti karirnya dibidanganya masing-masing. Semoga ini bisa menjadi Inspirasi untuk kita semua dalam menjalani hidup didunia ini. Walaupun terkadang banyak sekali rintangan yang kita hadapi tetapi hendaklah kita bersabar untuk menjalaninya agar hidup kita menjadi lebih baik dan dari hari-hari sebelumnya, (baca dan resapi kisah perjuanganya, kemudian lakukan yang terbaik dalam hidup anda)Salam kenal dari Saya
Tampilkan postingan dengan label Agrobisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agrobisnis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juli 2019

Kisah Sukses : Potensi Wirausaha Gula Merah Sumatra Menjanjikan

Profil Pengusaha Heri Susanto


 Ternyata potensi wirausaha gula merah Sumatra sangat menjanjikan Kisah Sukses :  Potensi Wirausaha Gula Merah Sumatra Menjanjikan

Ternyata potensi wirausaha gula merah Sumatra sangat menjanjikan. Pengusaha gula merah Sumatra ini aslinya Lampung Timur sukses menjadi produsen sekaligus distributor. Dia memasok kebutuhan gula merah di Provinsi Lampung dan Palembang, Sumatra Selatan.

Pengusaha Heri Susanto mempunyai lebih dari 250 orang petani penderes gula merah dan 25 biro gula merah, Heri bisa memasarkan sekitar 20 ton gula merah per minggu. Total omzet usahanya dalam sebulan mencapai Rp 500 juta–Rp 600 juta, dengan keuntungan higienis sekitar 30%.

Tapi, sukses tersebut bukanlah hal gampang di awalnya. 

Pria asal Banyuwangi, Jawa Timur ini harus merantau dan bekerja keras berbisnis dari nol. Sebelum menjadi pengepul gula merah, ia pernah mengerjakan tempe. Bisnis yang ditekuni hingga mempunyai istri dan anak di 1998.

Suatu hari, ketika Heri berjalan keliling pasar di Lampung Timur, ia melihat seorang biro gula merah yang mendistribusikan barang dagangannya di pasar. Kebetulan, undangan gula merah di Lampung dan kawasan sekitarnya cukup besar.

Pengusaha Gula Merah Sumatra


Prospeknya cukup cantik pikirnya. Dia melihat bisnis ini menarik dan masih sedikit pengepul gula merah. Makara ia tertarik menekuni, dan menentukan meninggalkan bisnis sebelumnya. Dari tahun 2000, Heri mulai berkeliling Lampung Timur untuk mengumpulkan gula merah petani alias para penderes. 

"Saat itu saya bisa mengumpulkan hingga 70  kilogram per hari," ujarnya.

Perlu diketahui, harga gula merah ketika itu masih sekitar Rp 2.000 per kg. Maka dalam sehari, ia bisa mengumpulkan omzet Rp 100.000–Rp 140.000. Adapun keuntungan yang diperoleh hanya Rp 200–Rp 300 per kg. Dia pun terus terpacu untuk meningkatkan skala usahanya, perluasan bahasa kerennya.

Pengusaha gula merah Sumatra ini mulai dengan segera meningkatkan kualitas barang. Dia tak segan menggadaikan sepeda motor. Maklum, jikalau ia ingin mengumpulkan lebih banyak gula, maka modalnya juga harus semakin banyak. 

Agar para penderes barunya itu tidak lari ke pengepul lain, ia kadang membayar di muka. Dengan sistem itu, ia berhasil menggaet lima orang penderes yang rutin memasok gula merah. Setiap minggu, para penderes memasok 3 ton–4 ton gula merah.

Seiring meningkatnya jumlah gula merah yang ia jual, Heri pun mulai mempunyai biro gula merah, sehingga tak perlu bersusah payah mengumpulkan gula merah sendiri. Untuk bertahan dari bisnisnya ini, Heri tak mau hanya setengah- setengah, ia harus menjadi pengepul besar.

Dia harus menjaring lebih banyak biro dan penderes gula merah. Namun, itu butuh modal yang lebih besar untuk berhubungan dengan lebih banyak agen. Sampai akhirnya, ia diajak temannya mengajukan dukungan ke PT Sarana Ventura Lampung (SLV).

Wirausaha Gula Merah Sumatra Menjanjikan


Wirausaha gula merah Sumatra menjanjikan. Sayangnya hambatan utama ialah keterbatasan modal. Bahwasanya semakin besar bisnis semakin butuh modal. Modal ini dipakai untuk merangkul lebih banyak biro dan penderes gula merah yang ikut bekerja sama.

Permasalahannya, mencari modal suplemen itu bisa sangat sulit. "Bisnis saya ketika itu tidak terlihat menarik di mata perbankan," ungkapnya kepada pewarta. Untunglah seorang sobat ikut membantunya menghimpun pinjaman. Permohonan kreditnya dikabulkan sesudah melalui negosiasi.

Pencairan dukungan dilakukan secara sedikit demi sedikit tidak langsung. Mula- mula Heri menerima dana Rp 300 juta pada 2007, hingga secara sedikit demi sedikit naik menjadi Rp 500 juta di tahun 2013. Adapun untuk nilai bunga dukungan berkisar mulai 12% hingga 13% per tahun.

Suntikan modal itu lah pemacu semangat membesarkan bisnis. Uang dukungan eksklusif ia salurkan lagi sebagai modal bagi  para biro dan penderes gula merah. Kendati telah mempunyai modal cukup tetap ada penderes lain yang menentukan menjual kepada pengepul lain.

"Modalnya dipakai untuk kebutuhan biaya hidup penderes, ada pula yang saya belikan kendaraan beroda empat semoga para biro dan penderes bisa loyal," ujarnya.

Pria 43 tahun ini tetap hening menentukan mengedepankan proses kekeluargaan. Pengusaha gula merah Sumatra ini tetap merangku mereka, dan lebih menentukan mencoba mengetahui hambatan yang mereka lalui. "Jika masih sulit dan nakal, mau tidak mau saya putus kekerabatan kerja," ujarnya.

Hingga ketika ini, Heri telah mempunyai sekitar 25 agensi gula merah, yang tersebar di Lampung Timur. Itu antara lain di kawasan Taman Sari, Simpang Agung, Way Jepara, Wono Sari, Braja Sakti, Braja Selebah, dan Sidomulyo.

Setiap biro rata- rata mempunyai 10 penderes gula merah. Satu minggu, ia berhasil mengumpulkan 20 ton gula merah. Total omzet diperoleh dalam sebulannya mencapai Rp 500 juta hingga Rp 600 juta, dengan keuntungan higienis 30%.

Hampir seluruh pasar induk di Lampung Timur dan juga sebagian wilayah di Palembang menampung gula merah dagangan Heri. Ia juga memasok gula merah untuk salah satu pabrik kecap nasional. Sekarang Heri Susanto benar- benar menjadi juragan gula merah dari Lampung.

Pengusaha Wirausaha Mandiri


Saat ini, Heri memang gres memasarkan gula merah di wilayah Lampung Timur dan juga sebagian wilayah Sumatra Selatan. Heri sengaja tidak membidik Pulau Jawa alasannya produk gula merah asal Lampung masih kalah kualitas ketimbang gula merah jawa.

"Saya pernah mencoba ke pasar Jawa. Tapi kualitas gula lampung masih di bawah gula jawa, sehingga kalah bersaing," katanya.

Heri berujar lagi potensi  pasar Sumatra memang masih sangat luas, dan masih bisa ditopang oleh Lampung sebagai sumbernya.

Untuk menjangkau luas di penjuru Sumatra, tentu butuh pasokan gula merah lebih besar dari apa yang telah diusahakan. Kini, Heri memasarkan sekitar 20 ton gula merah per minggunya. Gula merah itu diperoleh dari 25 biro gula merah hasil binaannya.

Setiap biro membawahi rata-rata 10 penderes gula merah di Lampung Timur. 20 ton gula merah itu kemudian dipasok ke pasar induk di Lampung Timur hingga sebagian kawasan Sumatra Selatan, ibarat Prabumulih, Baturaja, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu.

"Saya sangat bergantung pada biro dan penderes," ungkapnya kepada pewarta Kontan.com
Menurutnya ada saja duduk kasus yang tak bisa dihindari. Misalnya, ketika biro atau penderes sedang sakit, kondisi itu akan menciptakan pasokan gula merah menjadi berkurang. Ada juga para penderes bandel yang menjual gula merah ke pengepul lain.

Memang sekarang perasaingan antar pengepul gula merah sangatlah ketat. "Jika mereka nakal, saya coba menasihati dan tetap berkomunikasi," ujarnya. Menurut Heri, penting menjaga kekerabatan baik dengan biro dan penderes.

Di samping mendistribusikan gula merah ke pasar-pasar, Heri juga memenuhi pasokan gula untuk produsen kecap mereka ABC.

"Sekitar 50% untuk pasar, dan 50% lagi untuk pabrik kecap," ujarnya. 

Namun, langkah memasok gula ke pabrik kecap ini gotong royong hanya untuk cadangan bila undangan gula merah di pasar sedang turun. Selain bisnis gula merah, Heri juga mulai merambah distribusi kerupuk emping melinjo semenjak 2013 lalu.

"Omzet dan profitnya lebih tinggi dari gula merah," sebutnya.

Harga 1 kilogram (kg) emping bisa mencapai Rp 32.000. Dalam seminggu, ia bisa memasok 200 kg dengan profit Rp 2.000–Rp 3.000 per kg. Menurutnya, pasokan emping melinjo belum tinggi alasannya materi baku melinjo masih terbatas.

Saat ini, pengusaha menggandeng lima perajin emping melinjo di Kota Panjang, Bandar Lampung. Setiap perajin sanggup memasok 30 kg–40 kg per tiga hari. Emping melinjo ini distribusikan ke Kota Palembang.

Senin, 01 Juli 2019

Kisah Sukses : Pensiunan Pns Ini Menjadi Pengusaha Budidaya Alpukat Miki

Profil Pengusaha PNS Suharno


 Orang bilang jadi PNS yummy punya penghasilan tanpa kerja nanti Kisah Sukses :  Pensiunan PNS ini Menjadi Pengusaha Budidaya Alpukat Miki
 
Orang bilang jadi PNS yummy punya penghasilan tanpa kerja nanti. Sosok pensiunan PNS ini menjadi pengusaha budidaya Alpukat Miki. Padahal Suharno mendapat jatah bulanan penghasilan. Alasan menentukan wirausaha alasannya yaitu ingin tetap produksi di masa senja.

Mantan Pejabat Lingkungan Pemkab Banjarnegara, Jawa Tengah. Jabatan terakhirnya yaitu Asisten 1 Sekertaris Banjarnegara. Kini disibukan pekerjaan barunya menjadi pengusaha. Dia membudidaya alpukat miki, melalui tanah miliknya di tempat Komplek Perum Limbangan Baru.

Pensiunan PNS ini menjadi pengusaha selepas 2012 silam. Sibuk menggeluti usahanya alasannya yaitu sangat senang. Dia cendekia menentukan bibit- bibit tanaman unggul Salah satunya ya alpukat mini miliknya yang populer laris.

"Saya menyukai bercocok tanam semenjak SMP," ia menambahkan. Dan lingkungan Suharno S.Sos yang menawarkan dukungan. Keluarga memang bahagia dengan tanaman menghijaukan. Jika dulunya beliau hanya lakukan untuk hobi, kini diseriusi sebagai usaha.

Menjadi Pengusaha Budidaya Alpukat Miki

Sebagai catatan bahwa budidaya alpukat miki laris. Pasarnya tidak hanya dijual dalam negeri tetapi dijual ke luar negeri. Pasar ekspor- impor sudah ada ditangan pensiunan PNS ini. Suharno kini menjabat sebagai ketua harian HKTI Banjarnegara.

Alpukat Miki merupakan bibit varietas unggulan dataran rendah. Bibit ini dikembangkan oleh pihak Pusat Kajian Buah- Buahan Tropika ITB. Peneliti ITB Dr. Sobir berserta tim peneliti menghasilkan bibit alpukat yang sifatnya besar dan lembut.

Berat alpukat Miki mencapai 400- 600 gram dan produksi di usia tanaman 2- 3 tahun. Usia generatif tanaman ini pada usianya 5 tahunan. Sifatnya genjah sehingga unggul dibanding alpukat lain. Rasa dihasilkan alpukat pulen dan bagus enak.

Umumnya berbuah satu kali dalam setahunan saja. Sedangkan alpukat Miki menghasilkan buah tiap tahunnya. Alpukat hijau ini menghasilkan domplan yakni rindah dan lebat buahnya. Alpukatnya juga mengkilat lebat diujungnya jadi menyenangkan.

Buahnya tebal berwarna kuning cerah ketika dibuka. Walaupun buahnya bagus tanpa getir dan tahan hama. Buah alpukat ini sangat kuat bila digigit ulat buah. Kulitnya kuat tebal tidak gampang untuk sanggup ditembus.

Pohon ulat juga dimangsa ulat utamanya jenis Cricula Trisfenestrata. Daun alpukat juga tidak cocok buat penceranaan ulat. Hati- hati alasannya yaitu ini juga kuat kepada binatang sapi atau kambing. Ini sering disebut alpukat mentega sangat direkomendasikan untuk dibudidaya oleh masyarakat.

Cocok buat budidaya dataran rendah berkualitas prima. Produksi banyak meskipun usia masih muda. Ini merupakan kesempatan bagi pensiunan PNS juga.

Pensiunan PNS Tetap Produktif

Apakah syarat menanam alpukat Miki, yaitu dataran tinggi setinggi maksimal 1.500 meter di atas permukaan laut. Cocok ditanam pada wilayah tropis maupun sub- tropis. Tidak dilema ditanam di tanah remah maupun tanah berlempung.

Kondisi penanaman tidak butuh cahaya matahari intens. Budidaya alpukat mentega memang mudah. Suharno menambahkan beliau mendapat bibit lewat okulasi. Menurutnya ini merupakan cara terbaik mendapat bibit.

Bagi kau yang berminat budidaya alpukat Miki. Jangan segan tiba ke tempat Suharno untuk belajar. Juga menawarkan layanan bibit unggulan untuk ditanam. "Kami akan menyebarkan ilmu, bagi yang ingin mudah saja kami menyediakan bibit siap tanam," ujarnya.

Teknik dipakai untuk menanam alpukat Miki. Adalah teknik okulasi yakni melekat batang ke pohon alpukat lain. Penyambungan dilakukan ketika usia benih dua bulan dan tinggi 60 cm. Kenapa pensiunan PNS ini menjadi pengusaha budidaya alpukat.

Dia menjawab acara bercocok tanam menekuni hobi. Selain itu acara ini akan menghindarkan beliau dari pikun. Memberikan imbas faktual bagi kesehatan orang tua. Untuk teknik okulasi sendiri sangat membantu semoga rasa tidak berubah.

Di usia senja kini 50 pohon saja sudah cukup jadi jaminan. Ayah dari dua putra dan dua cucu ini juga membudidaya pisang rajalawe. Pisang kondang dari Banjarnegara, buahnya panjang dan bagus cocok dijadikan tanaman buah.

Dari jenis Euclyptus cocok untuk dataran tinggi ibarat Dieng. Suharno juga membudidaya buah lain yakni jeruk keprok. Dia juga mengembangkan buah jambu air Deli Hijau. Segmen pasar yang beliau sasaran yaitu gampang dijual, dan menghasilkan untung dibanding buah umum.

Selasa, 02 April 2019

Kisah Sukses : Pacaran Sambil Perjuangan Jualan Kerupuk Rajungan Crabby

Biografi Pengusaha Hella Ayu Setyaninda


 Biografi Pengusaha Hella Ayu Setyaninda  Kisah Sukses :  Pacaran Sambil Usaha Jualan Kerupuk Rajungan Crabby
 
Inovasi bisnis harus dilakukan pengusaha muda kita. Pacaran sambil perjuangan jualan kerupuk rajungan. Nyatanya Hella dan Dani bisa membuktikan. Bahwa pacaran tidak selamanya merusak hidup kita di masa depan. Jalani gaya pacaran kau dengan kegiatan lebih baik ibarat perjuangan jualan kerupuk.

Pacaran sambil perjuangan jualan kerupuk. Kedua sejoli asal Semarang ini sudah dilakukan semenjak SMA. Sejak 24 Agustus 2014 silam, sudah bertahun- tahun merintis perjuangan tetapi belum menemukan titik suksesnya. Apakah keduanya menyerah, justru mereka menikmati setiap perjuangan dijalankan.

Ide bisnis perjuangan jualan kerupuk rajungan alasannya yaitu kesempatan. Bahwa Semarang termasuk daerah yang menghasilkan rajungan. Sebagian besar tidak diolah melainkan di ekspor langsung.

Pengusaha Muda Sejak SMA

Keduanya berpacaran semenjak Sekolah Menengan Atas sudah berwirausaha. Kedua pengusaha muda ini mengambil para rajungan kecil. Pasalnya mereka tidak layak ekspor dan dibuang nelayan. Mereka juga mengingat seorang importir asal Amerika pernah berkata, "jangan cuma mengirim rajungan mentah saja, tapi perlu diolah juga."

Kerupuk mereka komposisinya tidak cuma daging, juga cangkang. Diolah sedemikian rupa hingga menjadi kerupuk. Sumber rajungan dari nelayan asal Mangkang Wetan, Semarang. Daging dan kulit bisa mereka olah hingga menjadi kerupuk.

Mendapatkan materi baku termasuk gampang. Cara marketing mereka memanfaatkan sistem reseller. Mereka menarget ibu rumah tangga yang butuh tambahan. Kerupuk rajungan mereka hingga kini sudah berproduksi hingga lebih dari 200- 300 kg per- bulan.

Untuk awal mereka hanya beromzet 10 juta keatas. Tetapi belum beromzet hingga 50 juta. Produknya ada dua macam mentah dan matang. Ukuran produk mentah 250 gram, 500 gram, dan 1000 gram. Lalu produk kerupuk rajungan matang antara 80 gram hingga 100 gram.

Mereka memakai pasir untuk menggoreng. Tujuannya mengurangi koleterol pada kepiting.Di tahun 2016 jumlah reseller mencapai 100 orang. Mereka ingin mencoba ekspor tetapi ada hambatan produksi. Kan kalau ekspor membutuhkan ribuan kilogram untuk diekspor ke luar negeri.

Kerupuk yang kemudian diberi nama Crabby dipasarkan ke banyak sekali daerah. Mereka menjual dari Jawa, Sumatra, dan Papua. Untuk reseller kabanyakan dari Jawa Tengah. Pasangan pengusaha muda ini mengikuti banyak sekali ajang wirausaha muda, ibarat Wirausaha Muda Mandiri.

Merintis Wirausaha Jualan Kerupuk Rajungan

Lantas bagaimana wirausaha muda ini melanjutkan usahanya. Proses dilalui Hella Ayu Setyaninda memang tidak menghianati hasil. Gadis 21 tahun asal Kendal yang yakin bahwa kunci sukses satu perjuangan ialah keuangan. Kesehatan keuangan akan mendorong perusahaan berkembang dan bertahan.

Hella hanyalah gadis kelahiran Kaliwungu, Kendal, 10 April 1994 ini. Adalah mahasiswa Semester 7 Universitas PGRI Semarang. Yang mana peduli akan keadaan lingkungan tempat Mangkang. Dia bersama beberapa teman bermodal cuma Rp.5 jutaan saja.

Sebenernya beliau sudah berbisnis kerupuk rajungan semenjak lama. Awalnya keprihatian orang bau tanah teman yang membuang rajungan kecil. Ia lantas memutar otak bagaimana caranya ya. Dia tidak mau tinggal diam. Akhirnya Hella memutuskan menimbulkan itu kerupuk rajungan saja.

Awalnya kerupuk dibentuk terlalu tebal potongannya. Akhirnya beliau mengkonsumsi sendiri deh kerupuk tersebut. "Tapi saya terus penasaran, alasannya yaitu kerupuk rajungan masih langka," tuturnya. Sulung dari tiga bersaudara ini kemudian melanjutkan perjuangan jualan kerupuk rajungan.

Butuh waktu hingga beliau mencapai titik sukses sekarang. Banyak pengembangan Hella lakukan supaya sesuai trend. Butuh waktu hingga masyarakat sadar bahwa ini bukan kerupuk biasa. Harga jual dari kerupuk rajungan memang diatas rata- rata.

Agak mahal jadi membutuhkan waktu memasarkan. Ukuran 100 gram saja dijual tidak mengecewakan mahal yakni Rp.55 ribuan. Usahanya dijalankan di tempat Mangkang, Semarang. Perbulan Hella bisa memproduksi 100 kantung dan terjual habis.

Respon konsumen elok dijual hingga Batam, Bali, dan Kalimantan. Dia termasuk wirausaha yang super mandiri. Pasalnya Hella tetap bertahan tanpa meminjam ke Bank. Sebenarnya sudah banyak Bank yang tiba menawari. Melihat perkembangan bisnsi kerupuk Crabby, ia optimis bisa tanpa hutang.

"Saya semenjak awal enggan berhutang ke Bank, meski banyak yang menawari," ujar Hella.

Kemampuan menjaga kesehatan keuangan dibutuhkan. Memutar uang menjadi modal kembali tanpa menghentikan pertumbuhan. Ia menyampaikan bahwa "Tidak apa- apa kalau harus ngirit dulu, saya yakin kesannya segera menyusul."

Dari honor pegawai, pengadaan, dan biaya oprasional dibentuk sedemikian rupa. Yang dinilai bukanlah laba dan modal, tetapi kemampuan mengoprasikan keuangan. "Sebagai pengusaha pemula saya bisa mengurus keuangan tanpa masalah."

Kamis, 21 Maret 2019

Kisah Sukses : Bisnis Ekspor Tepung Singkong Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Annisa Pratiwi


 tahun tetapi sudah mempunyai bisnis ekspor Kisah Sukses :  Bisnis Ekspor Tepung Singkong Pengusaha Muda
 
Umurnya gres 28 tahun tetapi sudah mempunyai bisnis ekspor. Pengusaha muda ekpor tepung singkong ke banyak sekali negara. Lalu bagaimana sih caranya Annisa Pratiwi memulai. Bukan hanya tepung dia sebenernya mengolah banyak sekali produk berbahan utama tepung.

Tidak cuma materi singkong, Annisa juga menciptakan aneka olahan mie dari sayuran dan lain- lain. Dibutuhkan riset yang tidak mengecewakan usang hingga sekarang. Dia mengaku butuh waktu hingga menemukan dosis yang pas.

Pengusaha muda 28 tahun lulusan Universitas Airlangga. Asal Pasuruan, dia dan suami mendirikan pabrik pengolahan tepung berjulukan Ladang Lima di 2012. Produk sehat yang bisa menjadi alternatif kebutuhan karbohidrat. Tepung singkong cocok dijadikan aneka camilan cantik ataupun mie pengganti gandum.

Dia memasarkan produk Rp.25.000 per- kg. Omzetnya dalam tiga tahun sudah mencapai Rp.80 juta dan Rp.100 juta. Produk tepung singkong Annisa sudah tersebar di seluruh Indonesia. Mereka juga sudah mengeskpor hingga Singapura, Hong Kong dan Amerika Serikat.

Bisnis Eksport Tepung Singkong

Taukah kau bahwa tepung gandum dan terigu itu berat. Pencernaan akan bekerja tiga kali biar bisa mencerna. Hasilnya tubuh akan menyimpan menjadi berat badan. Inilah yang kita sebut gluten atau zat pengikat. Agar terhindar dari kegemukan diharapkan gluten- free, nah apakah solusi untuk itu?

Tepung singkong mempunyai sifat gluten free. Tetapi juga mempunyai sifat menyerupai tepung terigu ataupun gandum. Jadinya kita bisa mengolahnya menjadi mie ataupun roti. Awal bisnis Annisa tidak gampang sebab awam. Dia meriset sendiri apasih tepung gluten free sanggup dikembangkan di Indonesia.

Terus bagaimana cara mengolah singkong. Nisa berburu singkong hingga ke pelosok desa. Sekalinya bisa menciptakan tepung dia harus memikirkan penjualan. Dipakainya pameran bisnis di Surabaya, dan akibatnya menggaet konsumen besar, yakni ibu- ibu beranak kebutuhan khusus.

Mereka butuh tepung buatan Nisa tersebut. Menurut ibu tersebut, dia harus siap membeli hingga ke Australia sebab di Indonesia susah. "Saya sangat bahagia kerena kini ia membeli tepung buatan saya," ujar pengusaha muda ini.

Pengusaha Muda Berkreasi


Inovasi produk mencakup produk turunan dikembangkan. Agar tidak jenuh dibentuk variasi rasa yang bisa dipilih. Ada kuman dan garlic, coffee, ginger atau jahe, cheese, dan green tea. "Rasanya enak, tapi tetap sehat," ia menjelaskan. Konsumen terbanyak malah berasal dari luar Surabaya dan Pasuruan.

Ia menjelaskan lebih gampang menjual keluar. Tidak perlu mengedukasi sebab masyarakat sudah tau. Ia bisa menjual lebih banyak. Tetapi tersebar sebab pesaing lebih banyak juga loh. Ongkos kirim yang mahal menjadi kendala. Biaya kirim masing- masing memberatkan dia dan konsumen sendiri.

Sekarang dia memproduksi tepung gluten 20 ton perhari. Dia tidak menjual eceran. Dijualnya ke pasar swalayan dan toko pemasok di Surabaya, Jakarta, dan Bali. Dalam perkembangannya dia juga punya reseller di luar negeri. Bisnis ekspor tepung Singkong banyak order di luar negeri tidak lokal.

Gimana biar jualan laris diterima konsumen. Nisa mengembangkan kemasan sendiri. Agar bisa bikin orang tertarik setiap kemasan ada resep. Dia juga memasarkan melalui brosur dan media sosial. Dia dan Ladang Lima juga mengeduksi konsumen perihal tepung gluten.

Dia mengedukasi menyerupai menceritakan pengalaman konsumen. Seorang anak yang terlambat bicara, semenjak konsumsi tepung ini anaknya sudah mulai bicara. Ada anak yang alergi tepung gluten, dan saat mengkonsumsi tepung gluten free ini, tidak lagi mengeluarkan cairan dari hidunya.

Terget mendatang yaitu akta ISO internasional. Dimaksud untuk makin mempermudah ekspor ke luar negeri. "Saya ingin menjadi salah satu produksen yang ekspor tepung orisinil Indonesia rutin," ia menjelaskan.

Ia bekerja bersama suaminya, Raka, dan membuatkan kiprah bisnis. Nisa bertugas dalam hal pemasaran ke konsumen. Sedangkan Raka bertugas dalam hal produksi produk. "Sering beda pendapat. Tetapi selalu dipecahkan dan tidak hingga terbawa urusan keluarga," ia menambahkan.

Senin, 11 Maret 2019

Kisah Sukses : Membangun Ukm Gado- Gado Eksport Hingga Tiongkok

Profil Pengusaha Chrsant Candra Putra


 Definisi pengusaha muda menempel Chrsant Candra Puspa Kisah Sukses :  Membangun UKM Gado- Gado Eksport Sampai Tiongkok
 
Definisi pengusaha muda menempel Chrsant Candra Puspa. Wanita yang membangun UKM gado- gado export hingga Tingkok. Dulunya beliau memulai perjuangan UKM kerajinan eceng gondok. Kaprikornus bagaimana kisahnya bermula. Beberapa tahun yang kemudian beliau sama tidak menyangka akan menjadi pengusaha.

Bayangan menjadi pengusaha muda tidak terlintas. Awalnya Chrysant bekerja sebagai pegawai biasa di perusahaan, Surabaya. Iseng- iseng beliau mengikuti training menciptakan kerajinan eceng gondok. Tepatnya di Gunung Anyar bersama kelompok tani setempat. Tidak ada perasaan enggan dikala perempuan ini memulai berguru berwirausaha.

Chrsant beberapa kali mengikuti training tersebut. Kemudian pengusaha muda ini mempraktikan itu sendiri di rumah. Satu tahun memperdalam pengetahuan akan kerajinan eceng gondok. Barulah beliau berani memasarkan kerajinan buatannya sendiri.

Kapan beliau membangun UKM gado- gado export hingga Tingkok. Perjalanan Chrsant masih berlanjut dengan eceng gondok. Pengusaha muda asal Surabaya ini mulai memasarkan produknya. Yang mana mencakup aneka vas bunga, kawasan sampah, tas, hingga wadah antaran untuk pernikahan.

Pengusaha Muda Gado- Gado

Chrsant orangnya tidak pernah puas akan pencapaian. Alhasil beliau kembali mengikuti aneka training kembali. Produk buatanya kini sangat dikenal masyarakat luas. Pelatihan juga menjadi caranya untuk memasarkan. Bahkan sesekali turis Jepang tiba untuk membawa produknya pulang.

Mereka tiba ke rumah sekaligus workshopnya "Dana Diana", di Rungkut Manunggal, Surabaya. Ia mengaku usahanya mempunyai omzet mencapai Rp.25 juta. Uang tersebut lebih besar dibanding yang didapatkan dikala bekerja. Bahkan bisa memberdayakan tujuh ibu rumah tangga sebagai pegawai.

Menjalani wirausaha memang bukan masalah mudah. Tetapi menyenangkan bila anda sudah berani mendalami. Sekalinya anda sukses maka bisa berlanjut perjuangan lainnya. Chrsant tidak sendiri dikala menentukan berusaha kembali. Dia membuka perjuangan gres yakni UKM gado- gado yang laku manis.

Bermula dari kesukaanya akan masakan tradisional. Seperti gado- gado yang rasanya enak, tatapi itu belum dieksplor lebih lanjut. Kebetulan perempuan 32 tahun ini memang andal memasak termasuk sambal gado- gado. Itulah kenapa beliau menciptakan perjuangan gado- gado yang dikemas siap diantar.

"Saya kan punya warung gado- gado di rumah. Ternyata banyak orang yang bisa bumbu yang saya buat enak," ia menjelaskan alasannya.

UKM gado- gado yang kemudian diberi nama Gutde. Yang dipasarkan di Surabaya sampia ke luar kota. Pengalaman pertama mengemas ini bukan masalah gampang. Percobaan pertama beliau menggunakan kemasan plastik biasa. Tetapi usang kelamaan rasa bumbunya malah berubah ibarat rasa kemasan itu.

"Saya bungkus plastik ternyata gagal," terangnya, rasa bumbu malah tercampur dengan rasa kemasan itu.

Ibu dua anak ini terus mencoba mengutak- atik kemasan. Aneka cara dilakukan hingga menemukan satu kemasan yakni alumunium foil. Istri dari Sholeh, kemudian mengemas bumbu gado- gadanya dengan alumunium foil, yang kemudian dikemas lagi dengan kerta karton.

Hasilnya bumbu gado- gadonya tetap yummy meski disimpan lama. Untuk pemasaran cukup lewat media internat, dari sosial media Facebook dan Instagram, dan juga melalui chat lewat BBM dan WA. Produknya tidak hanya dijual di Surabaya, juga dikirim ke Malang, Kediri, Bogor, dan Jakarta.

Pernah mendapat pesanan dari Tiongkok tetapi belum jadi. Kenadala utama ya perijinan daripada gagal mending tidak perlu. Untuk sementara memperluas pasar dalam negeri melalui Facebook. Satu catatan bahwa beliau kini sibuk menjadi pembicara dan masih berjualan kerajinan eceng gondok.

Sabtu, 09 Maret 2019

Kisah Sukses : Jualan Lintah Berbagi Ukm Tidak Biasa

Profil Pengusaha Salim


 Baginya jualan lintah itu menghasilkan uang Kisah Sukses :  Jualan Lintah Mengembangkan UKM Tidak Biasa

Siapa sangka Salim, 60 tahun, bisa membuatkan UKM tidak biasa. Baginya jualan lintah itu menghasilkan uang. Hewan yang mengisap darah itu dikenal mempunyai manfaat lain. Apasih manfaat yang dimiliki oleh hewan berlendir ini.

Salim yang bermodal sedikit bisa menghasilkan jutaan rupiah. Usaha jualan lintah sudah digeluti olehnya enam tahun. Yang berawal dari jualan makanan, malah banting stir budidaya lintah. Salim bisa membuatkan UKM tidak biasa.

Dia berhasil menjadi pioner di perjuangan budidaya hewan berlendir ini. Berawal dari perjuangan pembesaran lintah saja. Dia bermula dari membeli bibit untuk dibesarkan. Anak lintah dibeli dari Parung dan Rumpion, Bogor, yang seharga Rp.200 untuk 5000 pertama.

Itupun dulu saat orang belum sadar manfaat lintah. "Sekarang harga anakan (lintah) sudah mahal harganya bisa 1000 -an," ia menjelaskan.

Berjalan waktu dari pembesaran menjelma budidaya. Dia bisa mengawinkan dan juga membesarkan anakan. Dia bisa membuatkan penetasan, dan pembesar lintah sendiri di dalam kolam. Dua bak ikan kecil bisa menghasilkan 20 ribu ekor anakan.

Cara Usaha Lintah yang Benar

Dijelaskan Salim bahwa perjuangan lintah susah- susah gampang. Untuk penetasan saja dibutuhkan waktu setahun. Agar tetap menghasilkan Salim harus memutar otak. Caranya ialah dengan membeli bibit lintah dari petani lain.

"Makaanya selain melaksanakan penetasan aku juga beli yang anakan dari pertenak lainnya," jelasnya kepada bisnisukm.com

Binatang lintah menghasilkan kepompong anakan. Yang setiapnya menghasilkan 3- 10 ekor anakan lintah. Anakan dibesarkan setahun akan dijual perbuah Rp.1000. Pemesannya dari Cirebon, Bandung, Surabaya, dan Malang.

Biasanya hewan ini dipakai sebagai alat terapi. Di jual dengan minimal pembelian 1000 ekor. Kalau di Bandung tidak dijual ecer. Salim sudah mempunyai pemesan khusus untuk kawasan Bandung. Omzet yang bisa direguknya antara 15- 20 jutaan perbulan.

Jika dulu Salim menjadi satu- satunya yang jualan lintah. Sekarang mulai banyak orang yang ikutan membuatkan UKM ini. Tidak biasa memang alasannya ialah prospeknya menggiurkan. Orang- orang rela menangani hewan yang dikenal menjijikan ini.

"Dulu aku satu- satunya peternak lintah di Depok," ia berkata.

Sekarang dibawahnya sudah ada 10 peternak binaan. Dalam satu naungan peternak lintah, yang diberinya nama BLBI, diperlukan produksi menjadi lebih baik dan efesien.

Salim sendiri yang ditemui pewarta Bisnisukm.com, setengah bercanda menyebut itu kepanjangan dari Bisnis Lintah Beneran Indonesia. Memang ada yang tidak beneran ya Pak Salim? Memang sih untung yang diperlukan menggiurkan, tetapi tidak sedikit berhenti di tengah jalan merintis ini.

Ditambah biaya pakan yang relatif murah, untuk ribuan lintah dibutuhkan 5 kilogram belut untuk beliau masukan. Pada ekspresi dominan panas lintah akan bertelur banyak. Berbeda dengan budidaya lainnya untuk lintah tahan penyakit. Binatang ini tidak mempunyai penyakit khusus, dan mempunyai daya tahan tinggi.

Kegunaan lintah sendiri di China bahkan dijadikan materi kosmetik. Di Indonesia sendiri masih pada tataran terapi. Yakni terapi stroke, asam urat, darah tinggi, dan koleterol. Lintah juga bisa dipakai untuk penyakit kulit eksim. Orang biasa merubahnya menjadi minyak oles dengan cara digoreng.

Kamis, 07 Maret 2019

Kisah Sukses : Astra International Orang Terkaya Tujuh Turunan

Biografi Pengusaha Theodore Rachmat

 
 Namanya dikenal salah satu yang terbaik di Astra Internasional Kisah Sukses :  Astra International Orang Terkaya Tujuh Turunan

Biografi Theodore Rachmat, atau Theodore Permadi Rachmat. Namanya dikenal salah satu yang terbaik di Astra Internasional. Pengusaha kelahiran tahun 1943, yang merupakan lulusan dari Institut Teknologi Bandung, jurusan teknik mesin yang karirnya moncer di Group Astra.

Dia itu masih satu angkatan dengan sesama jajaran eksekutif Astra International, menyerupai nama  Benny Subianto dan Subagio Wiryoatmodjo secara langsung. Biografi Theodore Rachmat yang merupakan salah satu keponakan William Soeryadjaya, CEO Astra International.

Awalnya dia lebih menentukan berbisnis tanpa pinjaman pamannya sama sekali. Yakni pada tahun 1970, yang mana Theodore bersama Benecditus Rahmat, kakaknya, membangun perusahaan konstruksi di bawah bendera PT. Porta Nigra, yang menjadi pijakan nanti dikala masuk Group Astra.

Perusahaan tersebut cukup berkembang dibawah menejemen dua orang. Tetapi akhirnya, dia harus berurusan dengan Group Astra, dan melalui Allis Chalmers Astra, bekerja sebagai selesman alat- alat berat, atau bisa dibilang dia memulai dari nol besar.

Jajaran Orang Terkaya Indonesia


Berkat kerja kerasnya, dia pun terpilih sebagai president eksekutif PT. Astra International dari tahun 1972- 1998, walaupun keluarga William Soeryadjaya sendiri tidak lagi aktif, bersyukur berkat kemampuannya Astra Group masih ada. Di tahun 1998, ia masih menjadi jajaran direksi sepeninggal keluarga William Soeryadjaya tak lagi aktif.

Dia sempat beristirahat hingga dua tahun dari Astrat, dan harus kembali ke PT. Astra International menjadi pucuk pimpinan kembali. Catatan bahwa dia sendiri cuma mempunyai bab kecil dari Group Astra sekitar 5%, dan ini bukan alasannya yaitu faktor keluarga tetapi kemampuanya mengembangkan anak usaha.

Perlu kau ketahui pula, bahwa semua komisaris di Astra, menyerupai Benny Subianto, Hugianto Kumal, Subagio Wiryoatmodjo juga mendapatkan bab yang saham untuk Group Astra International, dengan nilai 1-5%. So, tidak ada pilih kasih di antara mereka.

Meski anaknya, keponakan dan menantu terlibat di dalam bisnis Theodore; mereka tidak pribadi bekerja di tempatnya. Inilah ketegasan pertama seorang Theodore Rachmat, "Saya tidak ingin anak- anak saya lulus pribadi kerja disini," ucapnya.

Theodore atau dipanggil bersahabat Teddy mempunyai tiga orang anak, anak pertama dan kedua mengikuti jejaknya menjadi pengusaha. Sementara si sulung, sekaligus putri satu- satunya, menentukan menjadi ibu rumah tangga. Menantunya sendiri, suami dari putrinya, menentukan membangun perusahaan sendiri.

Memang di usianya yang ke 63 tahun, dia telah mempunyai generasi penerus sebagai pengusaha ulung dari hulu- hilir. Kedua putranya, si sulung Christian Aryano Rachmat, diserahi bisnis watu bara. Anak keduanya yang berjulukan Arif Patrick Rachmat, diserahi bisnis perkebunan PT.Triputro Agro Persada.

Sementara si bungsu, Ayu Patricia Rachmat menjadi ibu rumah sesekali menjadi wedding organizer. Sedangkan sang menantu, memegang keuangan Triputro dan menjadi pendiri perusahaan PT. North Star.

 "Anak- anak saya dan keponakan saya memang diberi kesempatan di sini. Namun, nilai-nilai yang saya tanamkan kepada mereka sama saja: jangan serakah dan jangan hanya memikirkan diri sendiri," Teddy menegaskan.

Ia tidak mau menspesialkan salah seorang anak menjadi catatan tersendiri. Dia meyakinkan semua anaknya berawal dari bawah dan masing- masing anak telah dibagi sesuai dengan bidangnya. Penempatan Arif dan Aryano sudah di jalur benar, keduanya harus memulai sangat awal.

Sebagai contoh, dia mencontohkan si sulung bekerja di Toyota dahulu, kemudian Arif bekerja di Amerika selama 7 tahun. Hingga Arif dan Aryo bisa mendapatkan tanggung jawab dari ayahnya. Mereka saling terbuka, bahkan berkompetisi, Aryano menjabat komisari Triputro dan Arif menjadi eksekutif Triputro.

"Kalau kami tidak kompeten dan tidak bisa memberi pola yang baik, sama juga malu-maluin," kata Arif.

Pada April 2005, selama dua bulan Arif bahkan diminta membantu kakaknya di PT. Adaro Indonesia. Dalam satu-dua tahun pertama, tugasnya lebih mencari lahan dan benchmark ke perkebunan lain. Arif memang dikenal nyambi perjuangan microfinance dan komisaris PT. Daya Adira.

Keduanya dikenal saling mengevaluasi satu sama lain. Kalau sang ayah berperan dalam nilai- nilai duniawi (usaha), ibunya menekankan spiritual meski keduanya pengusaha tulen. Teddy dan istrinya akan menyebarkan peran, dimana Teddy selalu mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi tiap keluarga.

Jika menyelidiki latar belakang kariernya, kompetensi Arif cukup mumpuni di industri perkebunan. Selama 7 tahun Arif berkarier di General Electric (GE), yang mana lima tahun sebagai manajer plant. "Di situ saya benar-benar mencar ilmu efisiensi produksi,"  tutur Arif kepada para pewarta.

Selain disiplin dalam mengajarkan nilai-nilai bisnis pada generasi penerusnya, Teddy juga punya janji tinggi menerapkannya di urusan keluarga. Kesederhanaan dan kerendahan hati menjadi nilai-nilai yang diajarkan Teddy kepada anak-anaknya.

"Bapak selalu bilang, kami harus jaga nama baik," tutur Arif sembari menyebutkan kejujuran juga diprioritaskan.

Cara Menjadi Orang Terkaya


"Saya selalu ingat pesan beliau, 'kalau kau mau jadi pelukis saya tidak akan mendikte warna apa yang harus kau pakai atau jenis lukisan apa. Tapi yang saya inginkan hasilkanlah karya masterpiece. Di samping itu, jadi orang harus humble'," kata Arif menirukan hikmah sang ayah.
Melalui pola saham kecil, setidaknya dari tahun 1972, Theodore telah mempunyai 1% dari PT. Surya Semesta Internusa. Tbk. Setahun kemudian, ia mendirikan perusahaan investasi PT. Windu Nusantara yang kemudian mendirikan lima anak perusahaan dibawahnya. (PT Mutiara Samudera Lines, PT Kayaba Indonesia, PT Traktor Nusantara, PT Sinar Abadi Cemerlang dan PT Cipta Piranti Tehnik)

Dia juga ikut andil 2% di pada PT.Sunrise Garden, sebagai pengembang perumahan Sunrise Garden Jakarta Barat. Dia juga mempunyai 1,5 % HPH PT. Emporium Lumber. Yang nantinya perusahaan Emporium dimerger ke dalam PT. Sumalindo Lestari Jaya Tbk, yang dimiliki selama 17 tahun semenjak 1980 hingga 1997.

Dan, juga tercatat sabagai pendiri PT. Inter Delta Tbk, yang dibangun bersama ketiga pamannya yakni William Soeryadjaya, almarhum Tjia Kian Tie dan Benyamin Arman Suriadjaya dan almarhum Masagung.

Konsep bisnisnya sederhana melalui perusahaan indukan dan pribadi. Perusahaan induknya yaitu PT.Triple A Jaya didirikan bersama istrinya Rani Imanto tahun 1979. Mereka kemudian membangun induk perjuangan lain, yaitu PT.Trikirana Investindo Prima.

Sedangkan dua lainnya, mereka menjadi investasi pribadi milik mereka berdua. PT. Triple A Jaya semula bertujuan mewakili kepemilikan khusus untuk unit- unti perjuangan Astra Group. Ini menyangkut akuisis 17 perusahaan dan pendirian dua perusahaan baru.

Strategi Bisnis Saham Kecil


Beberapa diantaranya perusahaan investasi, menyerupai PT. Pandu Dian Pertiwi yang kemudian dilepas di tahun 1996, PT. Kelana Bina Persada (5%),  PT Suryaraya Serasi (2,5 %), PT Mitracorp Pacific Nusantara yang masih mempunyai 7 anak perusahahaan.

PT. Mitracorp Pacific Nusantara kemudian dimergerkan ke dalam PT Astra Graphia Tbk dan dibubarkan tahun 2003. Adapula PT Suryaraya Idaman yang merupakan induk tiga  perusahaan perhotelan di Yogyakarta, dan terakhir PT Astra Otoparts Tbk.

PT Triple A Jaya juga mempunyai bab PT Aneka Komkar Utama, pabrik sarung tangan karet di Tangerang,  PT Suryaraya Wahana, pabrik pulp di Kalimantan Timur, PT Concretindo Rejeki, pabrik readymix concrete di Cirebon, PT Inkoasku, pabrik wheel rim di Jakarta, dan lain-lain.

PT Triple A Jaya mempunyai anak dan cucu perusahaan; 19 perusahaan anak dan 21 perusahaan cucu. Perusahaan tersebut tidak semua karenanya eksis dan dimilikinya hingga sekarang, beberapa perusahaan telah berpindah kepemilikan walaupun masih berjalan.

Cuma 10 perusahaan tercatat telah didivestasi lagi, 3 perusahaan dimergerkan dan 8 perusahaan dilikuidasi. Dilihat jumlahnya, perusahaan induk mempunyai kekuatan menyokong dirirnya. Itu juga bisa disimpulkan sulitnya mengatur semua.

Bahkan, dikala itu, istrinya juga ikut ambil bab dari perjuangan pribadinya. Istrinya, Rani Imanto, tercatat mempunyai inevstasi pribadi di PT. Delta Exim dimana setahun kemudian mendirikan perusahaan kontruksi PT. Delta Sarana Indonesia.

Tercatat seluruhnya ada 14 perusahaan yang pendirian dan penyertaan awalnya terkait dengannya. Tujuh perusahaan perkebunan kelapa sawit menjadi bab perusahaan pribadi istrinya; mencakup PT.Tunggal Perkasa Plantations, PT Sari Aditya Loka, PT Karya Tanah Subur, PT Sari Lembah Subur, PT Sankawangi, PT Sukses Tani Nusasubur dan PT Suryaraya Bahtera.

Perusahaan terkahir telah dilepas ke PT Astra Agro Lestari Tbk. Akhirnya, cuma ada  4 perusahaan masih aktif hingga sekarang, yaitu PT Catur Reksadaya (dagang), PT Djambi Waras (perkebunan karet), PT Purna Carmatama (sepatu olahraga) dan PT Brahma Binabakti (crumb rubber).

Porsi setiap perusahaan relatif kecil, atau sekitar beberapa persen dari aset tidak menyurutkan laba dari Theodore. Hal ini justru sangat menguntungkan, dan pribadi merubahnya menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia. Dia kini bukan hanya seorang entrepreneur tetapi juga investor.

Dengan minoritas kepemilikan, dikala krisis datang, ia sanggup menyelamatkan keuangannya dari krisis. Teddy dan keluarga juga mendapatkan laba besar dari tumbuhnya perusahaan. Apa lagi, Teddy mempunyai kemampuan menejarial serta kepemimpian yang menjadikannya orang terkaya.

Minggu, 03 Maret 2019

Kisah Sukses : Jualan Door To Door Menggapai Mimpi Perjuangan Camilan

Biografi Pengusaha Nur Fadilah


wgVzTKQozJURjUXUvnnLjjyYfeZzwyejgCLcBGAs Kisah Sukses :  Jualan Door to Door Menggapai Mimpi Usaha Camilan

Wirausaha Nur Fadilah berjualan door to door menggapai mimpi. Siapa sangka perjuangan kudapan bisa hingga ke New Zeland. Produsen aneka macam kudapan mulai dari kacang goreng, mete, kerupuk, keripik, dan lain- lain. Tiga puluh tahun sudah dirinya merintis perjuangan aneka kudapan berjulukan Syafrida.

Usahanya bahkan mancapai supermarket besar di Surabaya. Nama supermarket HERO sudah jadi tempatnya berjualan. Bayangkan omzetnya mencapai Rp.500 juta perbulan. Dengan omzet segitu ia mempekerjakan 26 orang, membangun kerajaan bisnisnya dari hanya camilan.

Siapa sangka hasilan miliaran dari jualan door to door saja. Usaha kudapan milik Fadilah kini bermetamorfosis kerajaan bisnis. Kunci suksesnya tinggal tekun bekerja menjajakan. Asal tekun mencari pasa digali dalam- dalam, maka keberhasilan mengalir deras.

"Asalkan giat menggali pasar, rupiah pun mengalir dari mana- mana," tuturnya kepada pihak pewarta.

Memang butuh waktu 25 tahun untuk hingga dititik sekarang. "Saya jualan kudapan semenjak tahun 1984 door to door ke tetangga sekitar rumah," terang pengusaha perempuan ini. Usaha kudapan pertama ialah berjualan aneka kerupuk dan makanan ringan.

Kala itu modalnya Rp.1000 jualan alasannya ialah kebutuhan hidup. Pokoknya mencari cara biar asap dapur terus mengepul. Seorang perempuan yang sendirian membesarkan tiga anak. Di tahun 1987 barulah ia berjualan dari toko ke toko sendirian.

Wirausaha Mandiri Aneka Camilan


Sejak muda Fadilah memang dikenal gemar berdagang. Ia mengenang masa Sekolah Menengah nya, dimana ia berjualan aneka kerupuk bikinan orang tuanya. Ketika itu tahun 1991, Fadilah gampang mempunyai insting bisnis yang bagus, hasilnya ia mulai menciptakan aneka kudapan setelahnya.

Fadilah mengisahkan bagaimana ia selama 25 tahun berjualan. Metode tradisional dijalankan hingga dirinya dipercaya. Ia dipercaya untuk memasok jajanan untuk tok- toko. Waktu itu usahanya cuma berjalan ala kadarnya. Bermodal Rp.1000 dikala itu, ia menciptakan kerupuk dan kudapan tanpa merek.

Wirausaha dapat berdiri diatas kaki sendiri kelahiran Kelahiran Surabaya, 4 Juni 1953. Fadilah yang terhimpit ekonomi yang semakin sulit. Sementara ia harus membesarkan tiga orang anak. Respon tetangga cukup baik, gres tahun 1987, ia memasukan ke toko- toko, alasannya ialah waktu itu belum marak supermarket.

Fadilah berpikir lewat jualan toko- toko jualanya semakin dikenal. Prinsipnya menjangkau lebih banyak orang dari jualannya. Untuk jualan camilannya telah merambah ke luar negeri. Khusus jualan kudapan kacang mete hingga ke Selandia Baru.

Dia memproduksi juga kerupuk ikan, bidaran manis rasa, sus kering, bidaran keju, keripik jagung dan berondong jagu aneka rasa. Beberapa produk merupakan buatan orang lain, sementara dirinya cukup membantu kemasan. Ada pula aneka kerupuk terung, tripang, ebi, dan produk- produk lain.

"Saya kolaborasi dengan UKM dari Kenjeran," tuturnya.

Dia membeli dari mereka, kemudian di kemas di rumah. Harga produknya bermacam- cama hingga Rp.7000 -an. Terkait modal untuk satu ini dirinya merogoh kocek sendiri. Sebagai wirausaha dapat berdiri diatas kaki sendiri dirinya juga mendapat proteksi dari Bank.

Namun ia selalu menerapkan prinsip dihentikan lama- lama. Hutang modal segera dikembalikan dari perputaran uang. Tetapi Fadilah tidak menyarankan meminjam uang di Bank. Apalagi kala itu bunganya masih diatas rata- rata sekarang.

Berjalan waktu pihak Pemda mulai memperhatikan. Fadhilah ditawari mengikuti aneka ekspo oleh Disperindag Surabaya. Ia sering diajak ekspo ke luar pulau, dari situlah pesanan tiba mengalir terus. Dia pernah mendapat pesanan terjauh dari Aceh hingga ke Papua.

Walaupun berhasil menjual hingga ke penjuru Indonesia. Fadilah tidak berencana menciptakan outlet untuk jualan. Penjualan produknya fokus menjual di minimarket, supermarket, dan hypermarket. Dari berjualan tersebut memang tidak mudah. Setiap corong marketing selalu mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Dia menyebut menyerupai pihak supermarket atau hyper market bayar tunda. Makasudnya ia hanya akan dibayar jikalau penjualan laku. Keuntungan merk awareness bagi Fadhilah untuk semakin laku manis. Dia menyampaikan brandnya semakin dikenal, gampang dijual ke tempat- daerah lain diluar jangkauan.

Fadilah menyampaikan penjualannya dibantu ketiga anaknya, dan 27 karyawan yang juga termasuk adik- adiknya. Di tahun 2011 jangkauannya mencapai ke Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Untuk orderan paling ramai yakni ketika lebaran, dalam 10 hari menghasilkan Rp.100- 200 juta.

Produknya dibernama Syafrida diambil dari singkatan  ketiga anaknya. Untuk kacang mete mejadi kudapan paling laris, tidak hanya habis di lokal tetapi juga terjual hingga Selandia Baru. Saban harinya ia mengolah tidak kurang 1 kuintal, yang bahan- bahannya dipasok oleh petani lokal.

Tidak berhenti di kudapan kacang atau kerupuk. Wanita 66 tahun ini masih aktif berkreasi mencipta olahan baru. Sebut saja rangginan bikinannya yang menjadi oleh- oleh wajib. Dikemas lebih modern pengusaha perempuan ini yakin bisa mengikuti jaman.

Untuk mendungkung bisnis ke depan dibukalah satu toko. Dia membuka toko yang terletak di Jalan Ngegel Surabaya. Ia pun tidak berhenti hingga rangginan buatanya dikenal masyarakat. Walaupun tidak gampang hasilnya mengakibatkan rangginan produk nasional.

"Saya dulu berdiri dan hingga kini mengelola ini sendiri. Karena, mulai dari dulu saya membangun, tidak ada kemudahan menyerupai kini ini," tuturnya.
Ia mengakui usahanya tidak selalu mulus menyerupai ini. Masalah utamanya ialah tidak gampang mencari sumber daya manusia. Tidak gampang pula selalu menyediakan materi baku sesuai pesanan. Berkat usahanya ini ia bisa menguliahkan anak- anaknya.

Ke depan perempuan berkerudung ini hanya ingin mewariskan. Bukan berbentuk uang, tetapi perjuangan dan semangat wirausaha bagi anak dan cucunya kelak. Ia menambahkan bahwa perjuangan harus membangun keluarga kita. Selain itu juga yang bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain ke depan.

Kamis, 21 Februari 2019

Kisah Sukses : Memulai Perjuangan Sayuran Crispy Mantan Bankir Sukses

Profil Pengusaha Irvan Wijaya


 Ide bisnis tiba kapan saja dimana saja Kisah Sukses :  Memulai Usaha Sayuran Crispy Mantan Bankir Sukses

Ide bisnis tiba kapan saja dimana saja. Inilah yang membuatnya memuilai perjuangan sayuran crispy. Mantan bankir sukses melebihi ekspetasinya sebagai karyawan. Menjadi pengusaha tentu bukanlah pilihan Irvan Wijaya. Dia lebih cocok menjadi seorang bankir dengan setelan dan jas necis.

Menjadi pengusaha tidak pernah terpikirkan olehnya. Apalagi memulai perjuangan sayuran crispy. Tentu mantan bankir ini tidak akan berpikir seksuses ini. Awalnya beliau bercerita bermula dari kesehariaanya sebagai pegawai. Bekerja sebagai commercial banker di sebuah bank di Jakarta, beliau sangat suka namanya sayuran.

Tidak menyerupai temannya yang menentukan daging ketimbang sayuran. Irvan menentukan satu porsi sayuran khusus. Padahal beliau waktu itu tengan menyantap masakan bakmi. Yang biasanya orang lebih suka yang banyak diginya. Alhasil laki-laki berkacamata ini ditertawakan teman- temannya yang melihat.

"Saya ingat saya makan bersama sobat saya, saya memasan bakmi dan satu porsi sayur untuk saya santap," kenangnya, yang disusul candaan teman- temannya, "sebegitunya, ya harus makan sayur?" kenangnya kembali kepada pewarta Tabloid Bintang.

Memulai Usaha Sayuran Crispy Menguntungkan

Ide bisnis sederhana semoga bisa makan sayur enak. Tujuannya mengajak orang lain untuk sama- sama menikmati. Ia ingin membangun gambaran makan sayura itu praktis. Pentingnya sayuran terkadang orang tolak alasannya yaitu ribet. Apalagi jikalau potongannya besar- besar jadi malas makannya.

Orang- orang ingin sesuatu yang gampang dimakan. Akhirnya Irvan mencari tau cara semoga bisa makan sayur praktis. Awal tahun 2015 dimulailah perjuangan Irvan berbisnis keripik sayur. Untuk modal pertama ia membeli vacuum frayer. Teknik yang dikembangkannya memakai suhu rendah dibawah 100 derajat.

Bulan Mei 2015 dimulailah penelitian cara menciptakan keripik. Ia menyebabkan garasi rumahnya menjadi sentra produksi. Penggunaan suhu kurang dari 100 derajat, dimaksudkan semoga mengurangi kerusakan dan berubahnya kandungan mineral.

Memang kandungannya berkurang dibanding sayuran aslinya. Tetapi Irvan berusaha sekuat mungkin untuk mencegah. Tidak berjalan mulus juga alasannya yaitu butuh waktu hingga yakin. Serangkaian uji coba dilakukannya semoga berhasil. Ia juga memilih- milih sayuran apa yang cocok dikeringkan di vacuum.

Irvan juga harus memastikan rasanya tidak berubah. Uji cobanya bermodal Rp.50 juta tetapi belum termasuk biaya percobaan. Produk pertama diluncurkan pada September 2015, yang awalnya beliau cuma berjualan brokoli dan kentang.

Bahkan untuk brokoli saja, diharapkan waktu setahun, yang menghabiskan hingga satu ton brokoli. Tujuannya semoga tidak sekedar berjualan melainkan pengusaha. Biaya dikeluarkan hanya untuk brokoli saja sudah hingga Rp.30 jutaan. Belum juga untuk materi baku lain, dan beliau sekarang punya 7 varian Crispy Salad.

Mantan Bankir Sukses Tidak Takut Gagal

Mantan Bankir ini sukses tidak takut gagal bisnis. Menjadi pengusaha membutuhkan bukan sekedar berjualan. Seperti penelitian yang dilakukannya selama ini menguras tenaga. Selain menguras isi kantung Crispy Salad tetap meluncur.

Bahkan dikala beliau sudah berhasil menghasilkan produk olahan. Gonta- ganti kemasan juga menjadi bayangan pengusaha ini. Tujuannya untuk menjaga daya tahan sayuran, apalagi produknya tidak lah dibentuk benar- benar kering 100%. Tidak pula memakai materi pengawet apalagi MSG untuk perasa.

Kemasan harus dibentuk sedemikian mungkin semoga daya tahan naik. Awalnya beliau pernah memakai kemasan kripik. Hasilnya Crispy Salad cuma bisa bertahan satu hari saja. Sekitar setahunan Irvan cari- cari kemasan plastik yang cocok.

Hasilnya beliau bisa menciptakan produknya bertahan 3 bulanan. Walaupun tanpa MSG tetap rasanya gurih dikala dimakan. Alasannya beliau memakai garam Himalaya dan cabe untuk perasa. Kenapa memakai garam Himalaya alasannya yaitu lebih kaya mineral.

Hasilnya Crispy Salad digandrungi masyarakat berkat inovasi. Dibantu lima karyawannya beliau bisa berproduksi 150 kemasan perhari. Bahkan seruan meningkat hingga melebihi produksinya. Dia pun memasok produknya ke pengecer dan distributor, juga marketplace menyerupai juga di Tokopedia dan Shopee.

Pemasarannya juga termasuk memakai sosial media. Jika kau berminat silahkan kunjungi saja di @crispy_salad, untuk lebih jelasnya.

Baca Juga

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
close
Banner iklan   disini