Berbagi Cerita - Kisah Sukses

Asalamualaikum Wr, Wb. Hidup hanya sekali dan tidak akan berulang untuk ke duakalinya di bumi yang sama ini, Lalu apa tujuan hidup Kita? bagaimana kita menghadapinya untuk bisa mencapai cita-cita kita? dan jalan apa yang harus kita tempuh untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. Disini saya mencari artikel-artikel tentang kisah orang-orang yang telah sukses meniti karirnya dibidanganya masing-masing. Semoga ini bisa menjadi Inspirasi untuk kita semua dalam menjalani hidup didunia ini. Walaupun terkadang banyak sekali rintangan yang kita hadapi tetapi hendaklah kita bersabar untuk menjalaninya agar hidup kita menjadi lebih baik dan dari hari-hari sebelumnya, (baca dan resapi kisah perjuanganya, kemudian lakukan yang terbaik dalam hidup anda)Salam kenal dari Saya
Tampilkan postingan dengan label Pengusaha wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengusaha wanita. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Agustus 2019

Kisah Sukses : Bisnis Daur Ulang Kain Goni Dokter Gigi Jadi Pengusaha

Profil Pengusaha Madya P. Andang


 Kisah dokter gigi jadi pengusaha UKM maju Kisah Sukses :  Bisnis Daur Ulang Kain Goni Dokter Gigi Makara Pengusaha

Kisah dokter gigi jadi pengusaha UKM maju. Inilah cerita perempuan berjulukan Madya P. Andang. Yang mana tidak takut jadi pengusaha. Untung puluhan juga bermodal uang Rp.1 juta. Tanpa perlu melepas status bisnis daur ulang kain goni inspiratif.

Bermodal satu juta menghasilkan barang daur ulang. Harga jual produk Madya hingga ratusan ribu. Ini berkat ketrampilan mengolah limbah. Doketer gigi jadi pengusaha sukses siapa takut. Ia meraup rupiah dengan daur ulang kain goni menjadi aneka macam bentuk kerjianan, salah satunya tas.

Bisnis daur ulang CV. Regi's Indonesia, cukup mengambil konsep ramah lingkungan. Sesuai dengan jadwal Go Green pemerintah, menyerupai yang dijelaskannya kepada pewarta VIVAnews di bazar Jakcraft 2013.

Ia menuturkan bahwa karung goni memang dipandang sebelah mata.  Kain ini biasa dipakai orang untuk karung buah, karung beras, bahkan menjadi bantalan kaki. Oleh alasannya yaitu itu, Madya pun berinisiatif menciptakan karya seni dari limbah ini.

Cara Pengusaha Daur Ulang Kain Goni


"Saya ingin mengangkat kain goni menjadi suatu produk yang unik. Kain goni ini tidak banyak menjadi perhatian," ungkapnya.

Pada tahun 2011 lah, ia memulai bisnis ini dengan sekala rumahan saja. Dia mengaku modalnya tidak besar. Tidak perlu mengeluarkan kocek dalam- dalam. Bahan baku kain goni murah seharga Rp6.000 hingga Rp10.000 per- lembar.

Ditambah dengan alat- alat produksi berupa jarum jahit, benang, dan lem tembak. Ada juga materi tambahan, yaitu kain perca menyerupai kain jins. Berinvestasi hanya pada alat- alat spesifik tidak hingga Rp.1 juta. Fokus dokter gigi jadi pengusaha ini menciptakan produk ramah lingkungan.

Modal itu dipakai berupa kerajinan tas, gantungan jilbab, bantalan kaki, bros, dan tempat tisu. Harganya pun bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. "Kalau bros, harganya Rp10.000. Kalau tas, ada yang harganya Rp50.000 hingga Rp500.000," paparnya.

Dia berhasil meraup untung hingga puluhan juta per- bulan dari bisnis barunya ini. Omzet per- bulannya ada mencapai Rp8 juta hingga Rp25 juta.

Tutorial Daur Ulang Kain Goni

Madya menjelaskan mula- mula kain goni dibersihkan, direndam semalaman, kemudian dicuci. Kemudian direbus dengan api kecil.

"Lalu, diberi cairan desinfektan untuk menghilangkan bakteri," ujarnya.

Setelah itu kain tersebut dijemur hingga kering, disetrika, kemudian dipotong sesuai rujukan diinginkan. Prosesnya itu cukup memakan waktu cuma dua hari. Dari mengerjakan semua sendiri, kini, ia meminta kain goni eksklusif dibersihkan oleh suplier dari Jember.

Meskipun begitu ia tetap mencucinya kembali supaya bersih. Sekali produksi, lanjut ibu beranak dua ini, setidaknya membutuhkan sepuluh lembar kain goni. Dari sepuluh lembar itu, sanggup tercipta lah sekitar empat puluh item.

Seluruh proses dikerjakan di kediamananya di tempat Tanjung Barat, Jakarta. Madya tidak sendirian, dibantu oleh tujuh orang karyawan tuna rungu. Sebenarnya tidak ada hambatan berarti. Tentang komunikasi dengan karyawan cukup dengan arahan tangan.

Wanita lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga ini, mengungkapkan masih membutuhkan kemudahan untuk bisnisnya utamanya dalam memasarkan produknya. Kesulitan dari bisnisnya yaitu ia belum mempunyai galeri sendiri.

Dia berharap ada yang mau meminjamkan galeri seni. "Saya belum punya galeri. Show room ada di rumah," ia menambahkan.

Usaha CV. Regi's Indonesia telah menembus pasar luar negeri. Akhir- simpulan ini, produknya telah dipromosikan hingga ke China dan Dubai oleh Dinas Perdagangan DKI Jakarta. Ia juga mendapatkan pesanan kerajinan tangan, baik untuk pribadi maupun suvenir.

Jika berminat, pembaca sanggup berkunjung ke show room-nya yang berada di Tanjung Barat Selatan Kav. 16 A No. 12 A, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, atau sanggup mengontaknya eksklusif lewat andangp6@gmail.com.

"Kalau bros, minimal pesan 300 item. Tas mukena minimal dua kodi. Ya, tetapi, bekerjsama tergantung item sih, asalkan ongkos kirim ditanggung pembeli," kata dia.

Selasa, 11 Juni 2019

Kisah Sukses : Entrepreneur Cilik Leanna Archer Minyak Rambut Miliaram

Profil Pengusaha Leanna Archer


 Siapa sangka gadis ini entrepreneur cilik bernilai miliaran Kisah Sukses :  Entrepreneur Cilik Leanna Archer Minyak Rambut Miliaram

Siapa sangka gadis ini entrepreneur cilik bernilai miliaran. Wajah polos Leanna Archer tidak akan menciptakan kita menduga. Bahwa ia sudah menjalankan entrepreneurship sejati. Jangan salah, semua ihwal menilai orang dari cover tidak berpengaruh, alasannya yaitu kini ia orang termuda di Nasdaq.

Sebuah buku tak lagi terlihat menyerupai sampulnya sekarang. Sebuah keyakinan ada pada diri sendiri. Leanna berani membuka perusahaan sendiri hingga hingga ke bursa saham NASDAQ. Bagaimana ia memulai?

Dia hanya memulai dari rambutnya sendiri. Leanna yang masih terlihat menyerupai gadis pada umumnya, sangat bahagia bermain dengan anak seumurnya. Tetapi, ada yang berbeda dengan dirinya, di umur 15 tahun sudah berhasil mengerti bagaimana sebuah bisnis berjalan.

Dia memulai bisnis bermodal sebuah resep diam-diam rambut milik neneknya. Leanna sudah sering memakainya, bahkan iseng menjualnya ke orang lain, di lingkungan sekitarnya. Adalah sebuah krim perwatan rambut sehat.

Karir Entrepreneur Cilik

 

Entrepreneur cilik ingin membuktikan, bahwa produk itu sangat ampuh melalui rambutnya sendiri. Rambutnya telah mendapat banyak kebanggaan secara pribadi oleh beberapa orang terdekatnya. Oleh alasannya yaitu itu pula rasa percaya diri Leanna meningkat.

Dia mulai menjual produk bermodal resep diam-diam tersebut. Hingga hasilnya sebuah perusahaan lahir dari tangan kecilnya. Selalu begini, sebuah perusahaan akan selalu berjalan baiik, kalau satu ruang lingkup terkecil keluarga mendukung, para pakar simpulkan saat melihat kesuksesan Leanna.

Entrepreneur dan krim rambut membuatnya berbeda. Adalah berbeda dengan semua produk- produk kecantikan di pasaran. Dia menjual kepada teman, merambat ke kenalannya, hingga kini menjualnya untuk setiap orang secara online.

Mereka ingin mendapat rambut yang indah, maka krim Leanna solusi. Leanna kini berubah secara drastis dari seorang gadis polos menjadi seorang CEO termuda di perusahaanya sendiri, Leanna.Inc. Apa itu Leanna.Inc? Ini sebuah perusahaan bermodal resep keluarga.

Perusahaan tersebut menjual aneka produk kecantikan alami. Mereka menjual dari perawatan rambut hingga perawatan kulit dari resep rahasia. Leanna.Inc oleh entrepreneur cilik, bisa berkembang jauh melebihi impian sebuah krim rambut.

Perusahaan terus menunjukkan variasi produk terbaiknya beserta sebuah exclusivitas sebagai produk alami. Mereka juga tidak berhenti berinovasi. Ini tidak menyerupai membeli celana jean yang bisa dibentuk siapa saja dari model hingga bahan.

Ya, kita hanya akan menemukan produk Leanna di tempat- daerah tertentu serta via online. Testimoni bukti culup tiba dari Leanna sendiri dan keluarga. Berapa besar bisa didapatksn oleh seorang gadis berumur 15 tahun, kita mungkin akan terkejut dengan nilai bisnis ini.

Leanna bisa menjual produk larisnya mencapai pendapatan $100.000 pertahun. Jika dirupiahkan, Leanna akan mendapat nilai Rp.900.000.000 per- tahun. Ini sebuah pendapatan yang super besar bagi seorang anak 15 tahun. Yang menarik saat penulis berkunjung ke toko onlinenya.

Itu sangatlah sederhana. Dan, coba tebak, seluruh keluarga aktif dalam bisnis termasuk jadi model produk. Meski sukses berbisnis sendiri, ia tak lantas lupa menyebarkan bagi sesamanya.

Sebagai bentuk kasih sayang khas anak seumuran. Hati seorang anak yang penuh tulus dari dalam. Sesuatu jarang dilakukan oleh entrepreneur Indonesia tanpa adanya imbalan apapun bahkan seorang entrepreneur tua.

Mana mungkin gadis 15 tahun mengambil laba dari acara sosial, kan? Disini murni kepedulian saja terperinci kami.

Leanna juga aktif membantu anak- anak di Haitian, untuk mereka membangun sekolahnya sendiri. Melalui Leanna Archer Education Foundation, ia selalu memastikan setiap anak bisa bersekolah dengan baik dan hasilnya dari setiap penjualan produk.

Seperti orang bilang kebaikan akan dibalas dengan kebaikan. Dan kebaikan merupakan kesuksesan yang terus berlanjut. Apa didapat oleh produk menjadi bernilai lebih kalau dikembangkan. Untuk satu produk ekslusip, inilah mengapa Kolonel Sander getol mencari resep terbaik untuk ayamnya. 

Orang bahagia membeli produk premium tetapi lebih menarik produk eklusip. Inilah kekuatan resep keluarga Leanna dimana pembuktianya telah dibuktikan sendiri.

Minggu, 09 Juni 2019

Kisah Sukses : Toko Online Sepatu Perempuan Mimpi Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Resty Lestari


 Mimpi pengusaha muda ini ingin mempunyai merk sendiri Kisah Sukses :  Toko Online Sepatu Wanita Mimpi Pengusaha Muda
 
Mimpi pengusaha muda ini ingin mempunyai merk sendiri. Sebuah toko online sepatu perempuan yang menjual produk bikinan sendiri. Resty Lestari sudah memulai usahanya semenjak 2009 silam. Dimana ia mulai dari menjual produk ke teman- temannya sendiri di Kampus.

Prospek bisnis fashion tumbuh berkat sosmed. Munculnya influencer fashion menambah prospek. Tak ayal perjuangan Resty berkembang pesat mengikuti arus. Brand berjulukan Real Inc bisa bertahan, bahkan berkembang berkat tumbuhnya sosmed, yang sangat diperhitungkan.

Bayangkan sebulan ia bisa mengantongi omzet ratusan juta. Pasalnya bagi perempuan satu pasang sepatu saja tidak cukup. Sekali posting bisa melekat aneka produk, tidak terkecuali sepatu yang kemudian ditarget merk Real Inc.

Mimpi Toko Online Sepatu Wanita


Bagi seorang fashionista keseharian merupakan pilihan. Tidak boleh monoton dari ujung kepalanya hingga ujung kuku. Dari bisnis hijab hingga sepatu Resty berjalan maju. Berapa banyak sepatu yang dimiliki seorang fashionista.

Kemudian berapa banyak pasang sepatu seorang influencer. Pastilah mereka membutuhkan lebih dari satu sepatu. Untuk OOTD artinya Outfit of The Day, maka merk Real Inc menunjukkan produk lokal, kelebihan perusahaan milik Resty yakni dibentuk menurut pesanan.

"Pertama kali saya memasarkan jasa ini kepada teman- sahabat kampus saya melalui buku katalog yang dibagikan," kenang Resty.

Mahasiswi sebuah Universitas Swasta di Jakarta, yang menunjukkan layanan jasa pembuatan sepatu dengan custom. Ada banyak sekali model jadi jangalah khawatir buat pembeli. Karena custom maka toko online sepatu perempuan ini mengatakan bermacam ukuran sepatu.

Sejak 2012 ia mulai menyiarkan produknya melalui BBM. Dari broadcast BBM lah toko online sepatu perempuan miliknya berkembang. Awal ia menjajakan ke para teman, keluarga, dan siapapun yang terdekat.

Pesan berantai ini kemudian menjadi viral dan menyebar pesat. Darisana Resty kebanjiran orderan untuk custom sepatu. Mampu menggaet lebih banyak pelanggan online dari sini. Ketika sosmed mulai ramai kembali, dengan munculnya Twitter maka Resty punya pandangan gres menciptakan merk sendiri.

Inilah awal mula Real Inc "Saya beri nama (brand sendiri) dan nama Real Inc lah yang saya pilih," ia menambahkan. Pengusaha muda ini memasarkan melalui Twitter produk miliknya. Modal toko online sepatu perempuan miliknya hanyalah Rp.3 juta saja.

Pengusaha Muda Membangun Brand


Apakah modal segitu besar, ternyata alhasil berpuluh kali lipat dibanding harapan. Dia bisa mengantungi Rp.70 juta dari transaksi. Omzet perbulan Real Inch semakin pertanda perbaikan. Rata- rata mengantungi omzet Rp.20- 30 jutaan, dan naik tajam saat Ramadhan atau tahun baru.

Omzetnya mencapai Rp.60- 70 jutaan dari penjualan sepatu. Menurut Resty problem utama bisnis ini ialah proses pembuatan. Ya sebab dibentuk custom dan handmade, diharapkan waktu tertentu hingga satu produk jadi.

Sekitar 12 pengrajin membantu Resty menjalankan Real Inc. Ia tinggal mengontrol, dan menganalisa kepuasan konsumen. Hasilnya anggun sebab kualitas selalu terkontrol olehnya. Pembuatan sepatu itu mulai dari pola, pengaplikasian materi baku, jahit, pengeleman, mecentak dan penyelesaian.

Proses dilakukan dengan baik tanpa mengeluh. Pengusaha muda ini juga menyediakan produk yang sudah siap pakai. Siap kirim dan siap pakai oleh konsumen tanpa menunggu dulu. Meskipun sudah dikenal ia mengakui masih banyak perlu dikembangkan ke depan.

Pemasaran kini melalui Twitter dan Instagram. Ia juga menciptakan webstore atau toko onlinenya sendiri. Kedepan ia ingin membangun toko offline, dimana orang sanggup mencoba dan membeli itu pribadi tanpa lewat koneksi.

Senin, 03 Juni 2019

Kisah Sukses : Perempuan Berbisnis Tas Motif Aceh Menembus Pasar Ekspor

Profil Pengusaha Nailatul Amal


 Siapa sangka tas motif Aceh nya menembus pasar ekspor Kisah Sukses :  Wanita Berbisnis Tas Motif Aceh Menembus Pasar Ekspor
 
Siapa sangka tas motif Aceh nya menembus pasar ekspor. Dulu Nailatul Amal hanya memproduksi sedikit. Bisnis tas memang tidak gampang apalagi banyak pemain. Ia ingat betul bagaiman sukarnya, mengatakan tas produksinya kepada masyarakat.

Meskipun sukar tidak menyurutkan warga Desa Rayeuk, Kec. Nisam, Aceh Utara ini. Sekarang tidak hanya dipasarkan di Aceh, tetapi Sumatera, Jawa, dan luar negeri. Nailatul mengeskpor ke Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura.

Ke depan bahkan menyasar ke Norwegia, Spanyol, dan Denmark. Awal mula, tahun 2006, Nailatul sudah mulai  berbisnis namun tidak mudah. Pasang surut ia menjalankan bisnis tas motif Aceh, ia sama sekali tidak takut menghadapi persaingan produk yang sama.

"Saat itu saya hanya menciptakan manik- manik untuk jilbab yang biasa digunakan dan disukai konsumen," kenang pengusaha ini, yang tetap bekerja sambil berwirausaha.

Wirausaha tas merupakan satu bentuk passion baginya. Tidak gampang tetapi ia bertekad menjalankan, apapun resikonya sambil tetap bekerja.Tahun 2009 produknya mulai dilirik banyak pembeli. Waktu itu ia mengirim ke Medan, Sumatra Utara.

Pengusaha Wanita Berbisnis Tas Motif Aceh

Bisnis tanpa nama kawasan produksi tas milik Nailatul. Kini, nama Syirkatunnisa menjadi produk khas ekspor, ia memulai memproduksi dari sudut rumahnya. Dari mengerjakan semua sendiri, pengusaha perempuan ini bisa mempekerjakan sekitar 30 orang pegawai, memproduksi ratusan tas untuk dijual.

Ia juga pernah mencicipi rugi sebelum laku. Nailatul ingat bagaimana tidak lakunya tasnya ini. Mungkin sebab tas motif Aceh masih awam. Dibanding tas- tas bermotif batik yang sudah di pasaran. Namun, kini, ia berbangga hati sebab tas nya hingga ke Amerik Serikat.

Pasar menyukai tas etnik bermotif khas Aceh tersebut. Perusahaan kecil miliknya memproduksi tidak kurang 3000 buah. Pasarnya dijual baik di dalam negeri maupun luar negeri. Untuk kini ini ia menambahkan justru pesanan terbanyak tiba dari Amerik Serikat.

Pasar Amerika meminati produk tas besar dan dompet. Amerika mengatakan prospek besar baginya sekarang. "Alhamdulillah, undangan besar. Bu Iriana Jokowi juga pernah beli tas dan kain di sini tahun lalu," gembira pengusaha ini kepada pewarta Detik.com.

Disini di rumah tanpa plang nama mempekerjaka ibu rumah tangga. Produksi bukan sekala dalam negeri, tetapi sudah pangsa pasar ekspor. Omzet perbulan menyentuh Rp.250 juta hingga Rp.400 juta. Paling ramai jika masuk tahun baru, natal, valentin, dan paskah.

Wanita yang dekat dipanggil Mi Cut ini, menjelaskan apa itu motif Aceh. Menurutnya tas ini berbasis materi bordir. Motifnya khas mengandung perpaduan Arab dan India. Produknya bermacam- macam tas dari kecil hingga besar, dari tas keong hingga koper, diproduksi oleh Mi Cut.

Dia memafasilitasi masyarakat lokal. Harganya dari 10 ribu hingga 350 ribuan dinamis. Ia berharap pihak pemerintah memperhatikan UKM menyerupai dirinya. Karena kita tau UKM mengatakan efek yang besar. UKM mengurangi pengangguran dan mengurangi kriminalitas di jalanan Aceh.

Suksesnya Mi Cut ternyata memili dongeng lain. Soal marketing ia menambahkan tidak spesifik dalam promosi. Intinya mengutamakan kualitas desain dan pelayanan. Mengikuti program pameran menjadi satu cara ia menjalankan bisnisnya, itupun tidak memaksa harus menjual banyak.

Baginya produk sanggup tampil menarik perhatian orang. Lewat pameran internasional akan membuka celah ekspor. Disamping itu menjalankan perbaikan- perbaikan lagi. Sambil nanti akan menyiapkan kapasitas produk.

Senin, 11 Maret 2019

Kisah Sukses : Membangun Ukm Gado- Gado Eksport Hingga Tiongkok

Profil Pengusaha Chrsant Candra Putra


 Definisi pengusaha muda menempel Chrsant Candra Puspa Kisah Sukses :  Membangun UKM Gado- Gado Eksport Sampai Tiongkok
 
Definisi pengusaha muda menempel Chrsant Candra Puspa. Wanita yang membangun UKM gado- gado export hingga Tingkok. Dulunya beliau memulai perjuangan UKM kerajinan eceng gondok. Kaprikornus bagaimana kisahnya bermula. Beberapa tahun yang kemudian beliau sama tidak menyangka akan menjadi pengusaha.

Bayangan menjadi pengusaha muda tidak terlintas. Awalnya Chrysant bekerja sebagai pegawai biasa di perusahaan, Surabaya. Iseng- iseng beliau mengikuti training menciptakan kerajinan eceng gondok. Tepatnya di Gunung Anyar bersama kelompok tani setempat. Tidak ada perasaan enggan dikala perempuan ini memulai berguru berwirausaha.

Chrsant beberapa kali mengikuti training tersebut. Kemudian pengusaha muda ini mempraktikan itu sendiri di rumah. Satu tahun memperdalam pengetahuan akan kerajinan eceng gondok. Barulah beliau berani memasarkan kerajinan buatannya sendiri.

Kapan beliau membangun UKM gado- gado export hingga Tingkok. Perjalanan Chrsant masih berlanjut dengan eceng gondok. Pengusaha muda asal Surabaya ini mulai memasarkan produknya. Yang mana mencakup aneka vas bunga, kawasan sampah, tas, hingga wadah antaran untuk pernikahan.

Pengusaha Muda Gado- Gado

Chrsant orangnya tidak pernah puas akan pencapaian. Alhasil beliau kembali mengikuti aneka training kembali. Produk buatanya kini sangat dikenal masyarakat luas. Pelatihan juga menjadi caranya untuk memasarkan. Bahkan sesekali turis Jepang tiba untuk membawa produknya pulang.

Mereka tiba ke rumah sekaligus workshopnya "Dana Diana", di Rungkut Manunggal, Surabaya. Ia mengaku usahanya mempunyai omzet mencapai Rp.25 juta. Uang tersebut lebih besar dibanding yang didapatkan dikala bekerja. Bahkan bisa memberdayakan tujuh ibu rumah tangga sebagai pegawai.

Menjalani wirausaha memang bukan masalah mudah. Tetapi menyenangkan bila anda sudah berani mendalami. Sekalinya anda sukses maka bisa berlanjut perjuangan lainnya. Chrsant tidak sendiri dikala menentukan berusaha kembali. Dia membuka perjuangan gres yakni UKM gado- gado yang laku manis.

Bermula dari kesukaanya akan masakan tradisional. Seperti gado- gado yang rasanya enak, tatapi itu belum dieksplor lebih lanjut. Kebetulan perempuan 32 tahun ini memang andal memasak termasuk sambal gado- gado. Itulah kenapa beliau menciptakan perjuangan gado- gado yang dikemas siap diantar.

"Saya kan punya warung gado- gado di rumah. Ternyata banyak orang yang bisa bumbu yang saya buat enak," ia menjelaskan alasannya.

UKM gado- gado yang kemudian diberi nama Gutde. Yang dipasarkan di Surabaya sampia ke luar kota. Pengalaman pertama mengemas ini bukan masalah gampang. Percobaan pertama beliau menggunakan kemasan plastik biasa. Tetapi usang kelamaan rasa bumbunya malah berubah ibarat rasa kemasan itu.

"Saya bungkus plastik ternyata gagal," terangnya, rasa bumbu malah tercampur dengan rasa kemasan itu.

Ibu dua anak ini terus mencoba mengutak- atik kemasan. Aneka cara dilakukan hingga menemukan satu kemasan yakni alumunium foil. Istri dari Sholeh, kemudian mengemas bumbu gado- gadanya dengan alumunium foil, yang kemudian dikemas lagi dengan kerta karton.

Hasilnya bumbu gado- gadonya tetap yummy meski disimpan lama. Untuk pemasaran cukup lewat media internat, dari sosial media Facebook dan Instagram, dan juga melalui chat lewat BBM dan WA. Produknya tidak hanya dijual di Surabaya, juga dikirim ke Malang, Kediri, Bogor, dan Jakarta.

Pernah mendapat pesanan dari Tiongkok tetapi belum jadi. Kenadala utama ya perijinan daripada gagal mending tidak perlu. Untuk sementara memperluas pasar dalam negeri melalui Facebook. Satu catatan bahwa beliau kini sibuk menjadi pembicara dan masih berjualan kerajinan eceng gondok.

Minggu, 03 Maret 2019

Kisah Sukses : Jualan Door To Door Menggapai Mimpi Perjuangan Camilan

Biografi Pengusaha Nur Fadilah


wgVzTKQozJURjUXUvnnLjjyYfeZzwyejgCLcBGAs Kisah Sukses :  Jualan Door to Door Menggapai Mimpi Usaha Camilan

Wirausaha Nur Fadilah berjualan door to door menggapai mimpi. Siapa sangka perjuangan kudapan bisa hingga ke New Zeland. Produsen aneka macam kudapan mulai dari kacang goreng, mete, kerupuk, keripik, dan lain- lain. Tiga puluh tahun sudah dirinya merintis perjuangan aneka kudapan berjulukan Syafrida.

Usahanya bahkan mancapai supermarket besar di Surabaya. Nama supermarket HERO sudah jadi tempatnya berjualan. Bayangkan omzetnya mencapai Rp.500 juta perbulan. Dengan omzet segitu ia mempekerjakan 26 orang, membangun kerajaan bisnisnya dari hanya camilan.

Siapa sangka hasilan miliaran dari jualan door to door saja. Usaha kudapan milik Fadilah kini bermetamorfosis kerajaan bisnis. Kunci suksesnya tinggal tekun bekerja menjajakan. Asal tekun mencari pasa digali dalam- dalam, maka keberhasilan mengalir deras.

"Asalkan giat menggali pasar, rupiah pun mengalir dari mana- mana," tuturnya kepada pihak pewarta.

Memang butuh waktu 25 tahun untuk hingga dititik sekarang. "Saya jualan kudapan semenjak tahun 1984 door to door ke tetangga sekitar rumah," terang pengusaha perempuan ini. Usaha kudapan pertama ialah berjualan aneka kerupuk dan makanan ringan.

Kala itu modalnya Rp.1000 jualan alasannya ialah kebutuhan hidup. Pokoknya mencari cara biar asap dapur terus mengepul. Seorang perempuan yang sendirian membesarkan tiga anak. Di tahun 1987 barulah ia berjualan dari toko ke toko sendirian.

Wirausaha Mandiri Aneka Camilan


Sejak muda Fadilah memang dikenal gemar berdagang. Ia mengenang masa Sekolah Menengah nya, dimana ia berjualan aneka kerupuk bikinan orang tuanya. Ketika itu tahun 1991, Fadilah gampang mempunyai insting bisnis yang bagus, hasilnya ia mulai menciptakan aneka kudapan setelahnya.

Fadilah mengisahkan bagaimana ia selama 25 tahun berjualan. Metode tradisional dijalankan hingga dirinya dipercaya. Ia dipercaya untuk memasok jajanan untuk tok- toko. Waktu itu usahanya cuma berjalan ala kadarnya. Bermodal Rp.1000 dikala itu, ia menciptakan kerupuk dan kudapan tanpa merek.

Wirausaha dapat berdiri diatas kaki sendiri kelahiran Kelahiran Surabaya, 4 Juni 1953. Fadilah yang terhimpit ekonomi yang semakin sulit. Sementara ia harus membesarkan tiga orang anak. Respon tetangga cukup baik, gres tahun 1987, ia memasukan ke toko- toko, alasannya ialah waktu itu belum marak supermarket.

Fadilah berpikir lewat jualan toko- toko jualanya semakin dikenal. Prinsipnya menjangkau lebih banyak orang dari jualannya. Untuk jualan camilannya telah merambah ke luar negeri. Khusus jualan kudapan kacang mete hingga ke Selandia Baru.

Dia memproduksi juga kerupuk ikan, bidaran manis rasa, sus kering, bidaran keju, keripik jagung dan berondong jagu aneka rasa. Beberapa produk merupakan buatan orang lain, sementara dirinya cukup membantu kemasan. Ada pula aneka kerupuk terung, tripang, ebi, dan produk- produk lain.

"Saya kolaborasi dengan UKM dari Kenjeran," tuturnya.

Dia membeli dari mereka, kemudian di kemas di rumah. Harga produknya bermacam- cama hingga Rp.7000 -an. Terkait modal untuk satu ini dirinya merogoh kocek sendiri. Sebagai wirausaha dapat berdiri diatas kaki sendiri dirinya juga mendapat proteksi dari Bank.

Namun ia selalu menerapkan prinsip dihentikan lama- lama. Hutang modal segera dikembalikan dari perputaran uang. Tetapi Fadilah tidak menyarankan meminjam uang di Bank. Apalagi kala itu bunganya masih diatas rata- rata sekarang.

Berjalan waktu pihak Pemda mulai memperhatikan. Fadhilah ditawari mengikuti aneka ekspo oleh Disperindag Surabaya. Ia sering diajak ekspo ke luar pulau, dari situlah pesanan tiba mengalir terus. Dia pernah mendapat pesanan terjauh dari Aceh hingga ke Papua.

Walaupun berhasil menjual hingga ke penjuru Indonesia. Fadilah tidak berencana menciptakan outlet untuk jualan. Penjualan produknya fokus menjual di minimarket, supermarket, dan hypermarket. Dari berjualan tersebut memang tidak mudah. Setiap corong marketing selalu mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Dia menyebut menyerupai pihak supermarket atau hyper market bayar tunda. Makasudnya ia hanya akan dibayar jikalau penjualan laku. Keuntungan merk awareness bagi Fadhilah untuk semakin laku manis. Dia menyampaikan brandnya semakin dikenal, gampang dijual ke tempat- daerah lain diluar jangkauan.

Fadilah menyampaikan penjualannya dibantu ketiga anaknya, dan 27 karyawan yang juga termasuk adik- adiknya. Di tahun 2011 jangkauannya mencapai ke Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Untuk orderan paling ramai yakni ketika lebaran, dalam 10 hari menghasilkan Rp.100- 200 juta.

Produknya dibernama Syafrida diambil dari singkatan  ketiga anaknya. Untuk kacang mete mejadi kudapan paling laris, tidak hanya habis di lokal tetapi juga terjual hingga Selandia Baru. Saban harinya ia mengolah tidak kurang 1 kuintal, yang bahan- bahannya dipasok oleh petani lokal.

Tidak berhenti di kudapan kacang atau kerupuk. Wanita 66 tahun ini masih aktif berkreasi mencipta olahan baru. Sebut saja rangginan bikinannya yang menjadi oleh- oleh wajib. Dikemas lebih modern pengusaha perempuan ini yakin bisa mengikuti jaman.

Untuk mendungkung bisnis ke depan dibukalah satu toko. Dia membuka toko yang terletak di Jalan Ngegel Surabaya. Ia pun tidak berhenti hingga rangginan buatanya dikenal masyarakat. Walaupun tidak gampang hasilnya mengakibatkan rangginan produk nasional.

"Saya dulu berdiri dan hingga kini mengelola ini sendiri. Karena, mulai dari dulu saya membangun, tidak ada kemudahan menyerupai kini ini," tuturnya.
Ia mengakui usahanya tidak selalu mulus menyerupai ini. Masalah utamanya ialah tidak gampang mencari sumber daya manusia. Tidak gampang pula selalu menyediakan materi baku sesuai pesanan. Berkat usahanya ini ia bisa menguliahkan anak- anaknya.

Ke depan perempuan berkerudung ini hanya ingin mewariskan. Bukan berbentuk uang, tetapi perjuangan dan semangat wirausaha bagi anak dan cucunya kelak. Ia menambahkan bahwa perjuangan harus membangun keluarga kita. Selain itu juga yang bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain ke depan.

Jumat, 01 Maret 2019

Kisah Sukses : Tips Perjuangan Spa Puri Wanoja Kenali Pasar Anda

Profil Pengusaha Chyntia Ika


 Kali ini kita akan membahas profil pengusaha pemilik spa Puri Wanoja Kisah Sukses :  Tips Usaha Spa Puri Wanoja Kenali Pasar Anda


Kali ini kita akan membahas profil pengusaha pemilik spa Puri Wanoja. Serta tips perjuangan Puri Wanoja yang bisa kau pelajari ke depan. Berikut profil pengusaha pemilik spa Puri Wanoja, Chika atau yang berjulukan lengkap Chyntia Ika. Sejak kecil memang sudah mempunyai passion di bidang bisnis.

Untuk mendukung passion nya menjadi pengusaha muda, maka ia berkuliah di Jurusan Manajemen. Mahasiswi Jurusan Manajemen, Universitas Kristen Parahayangan, yang sebenernya bukan perjuangan pertamanya. Dia pernah berbisnis pakaian fashion wanita. Seperti perempuan lain, pernah membuka butik, mempunyai penjahit sendiri dan kesannya bangkrut.

Ditutup membuatnya tidak berhenti untuk berwirausaha. Tetapi orang tuanya tidak setuju ia jadi pengusaha muda kembali. Orang tuanya bukanlah seorang wirausaha. Maka mereka sempat menyarankan Chika untuk menjadi pegawai saja. Karena menjadi pegawai lebih menguntungkan dari pengusaha.

Itu bila kita melihat dari sisi stabilnya pendapatan bulanan. Walaupun menjadi pegawai kantoran toh hatinya tidak di sana. Tidak bertahan usang menciptakan Chika kembali ke bisnis. Akhirnya ia menggeluti lagi dunia tersebut walaupun tanpa modal. Untuk kali ini ia akan membuka perjuangan spa sendiri.

Prinsip Wirausaha Pengusaha Muda


Tidak sekedar membuka tanpa pengetahuan. Ia menyempatkan diri untuk mencar ilmu mengenai semua ihwal spa. Ia mempunyai prinsip membuka perjuangan harus tau. Dia mengikuti training therapis spa, obeservasi, dan berkonsultasi ke banyak orang. Selepas melaksanakan persiapan matang, maka barulah Chika membuka perjuangan berjulukan Puri Wanoja.

Sibuk berwirausaha tidak membuatnya berhenti belajar. Dirinya juga tercatat sebagai mahasiswi di ITB jurusan Cultural and Cultural Entrepreneurship. Kendala berbisnis spa yaitu bahwa kau harus mencari terapis berkualitas. Inilah susahnya mencari sumber daya insan yang sudah terlatih atau mahir.

Sudah mempunyai kemampuan juga harus mempunyai prilaku baik. Harus bisa melayani yang ramah kepada pelanggan. Dalam berbisnis spa juga masalahnya pada perawatan. Perlengkapan spa harus dirawat, perlengkapan penting yaitu menyakut perairan atau air untuk perawatan spa.

Kalau nanti bocor atau air mati diharapkan tenaga mekanis. Spa merupakan satu tipe perjuangan yang menyakut gaya hidup. Maka orang lebih menentukan membeli barang daripada spa. Karena itulah Chika menciptakan suasana tempatnya eklusip untuk para penikmat layanan spa.

Wanoja dalam bahasa Sunda berarti wanita. Prinsipnya spa Puri Wanoja yaitu kekhususan mereka untuk wanita. Ketidak nyamanan dengan spa yang bercampur dengan pria. Walaupun ada tempatnya sangat terpisah dihilangkan olehnya. Puri Wanoja juga tidak memposisikan dirinya sebagai salon, melaninkan menyerupai rumah bagi wanita.

Agar semakin cepat laku cantik diminati Kaum Hawa. Usahanya tidak segan untuk mengeluarkan paket- paket hemat, menyerupai untuk mahasiswa maupun pegawai kantoran. Mereka juga menyediakan paket untuk mereka yang akan menikah. Persepsi itu dibangun bahwa layanan spa bukanlah khusus untuk kalangan atas.

Ramuan yang ditawarkan olehnya juga kekinian. Yakni spa stroberi, cokelat, madu, dan lain- lain. Itu tidak menggunakan ramuan tradisional yang umum.

Apa tips perjuangan spa Puri Wanoja kenali pasar dahulu. Barulah kau melaksanakan segmentasi targetnya kemudian. Jika umumnya orang menggunakan ramuan tradisional yang menyengat, usahakan mencari alternatif lain yang kekinian. Pengusaha muda Chika mengungkapkan jangan takut berkreasi akan perjuangan kamu.

Eksekusi semua ide- wangsit kau punyai segera menjadi nyata. Modal merupakan kunci namun bukan berarti kau harus menunggu lama. Untuk pemilihan daerah pastikan menjangkau sasaran pasaran kamu. Ambil teladan Puri Wanoja pertama kali membuka di akrab komplek perumahan sekaligus perkantoran.

Baca Juga

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
close
Banner iklan   disini