Minggu, 24 Februari 2019

Inilah Cerita Sukses Tahu Baxo Bu Pudji


Orang mungkin mengenal Tahu Baxo Bu Pudji sebagai buah tangan khas Ungaran, Kabupaten Semarang. Namun, dibalik kesuksesan bisnis makanan kecil ini, terdapat kisah jatuh bangkit seorang ibu rumah tangga berbisnis rumahan. Seperti apa kisahnya? Di sebuah ruas jalan utama menuju Semarang, tepatnya di Jalan Letjen Suprapto No. 24, Ungaran, Kabupaten Semarang, terdapat papan besar penunjuk arah ke lokasi toko buah tangan khas kawasan ini. Tahu Baxo Bu Pudji, demikian toko buah tangan itu dikenal. Setiap hari, pembeli mengantre demi mendapatkan tahu bakso bikinan Bu Pudji, si empunya toko.

Sesuai namanya, jualan utama toko itu ialah tahu goreng berisi campuran bakso. Tahunya terpotong rapi berbentuk persegi panjang dengan campuran bakso yang rapat di dalamnya. Nikmat dimakan hangat-hangat, apalagi dipadukan dengan cabe rawit hijau nan pedas. Aroma bawang yang menyengat menguar ketika digigit. Siapapun yang pernah mencicipi, niscaya ketagihan.  Sri Lestari  (54), begitulah nama orisinil Bu Pudji, ialah seorang ibu rumah tangga yang nekat berbisnis rumahan semenjak 1995. Tak disangka, ibu tiga anak ini sekarang justru menerima predikat usahawati sukses.  Bu Pudji mengaku, pengalaman jatuh dan bangkit membangun bisnis rumahan justru membuatnya selalu bersemangat membagikan ilmu kepada orang-orang yang ingin sukses ibarat dirinya. Lewat NOVA, Bu Pudji menyebarkan cerita.Setiap hari, Bu Pudji menciptakan ratusan tahu bakso istimewa. Di dua kedainya, tahu bakso bikinannya selalu lodes diborong pembeli.

Bisnis penganan ini bukanlah bisnis pertama yang diterjuni Bu Pudji. Sebelum sukses dengan tahu bakso, dirinya hanyalah ibu rumah tangga biasa, istri seorang pegawai negeri sipil. Untuk membantu pemasukan rumah tangga, Bu Pudji berdagang. “Saya pernah berjualan mi ayam, bakso, sembako, sampai pakaian pun pernah,” ungkapnya mengawali kisahnya. Dengan tiga orang anak yang harus didanai sekolahnya, Bu Pudji memang tak sanggup mengandalkan honor sang suami saja. Tak sekali dua kali Bu Pudji mengalami jatuh bangkit dalam membangun usaha. Namun, ia tak putus asa. “Mungkin dikala itu usahanya belum cocok, jadi tidak berhasil. Kalau sudah begitu, saya mencoba perjuangan yang lain,” ujarnya. 

Pengalaman berkali-kali jatuh bangkit dari perjuangan satu ke yang lain menciptakan Bu Pudji memetik satu pelajaran berharga bahwa jikalau perjuangan dimulai tanpa komitmen, maka tak akan berhasil. Berangkat dari situ, Bu Pudji pun membulatkan tekad. “Apapun yang terjadi, perjuangan ini harus selalu maju,” tuturnya.

Tahun 1995, keteguhan hatinya mulai berbuah manis. Ia menemukan sebuah perjuangan yang kemudian menciptakan namanya populer di Kabupaten Semarang. Dalam suatu acara, Bu Pudji menemukan penganan tahu isi bakso. Intuisi bisnisnya eksklusif menyala. “Saat itu, saya tetapkan mencoba memulai perjuangan tahu bakso. Kebetulan saya memang suka memasak,” 

Bermodalkan beberapa juta rupiah yang disisihkan dari honor suami untuk usaha, Bu Pudji memulai perjuangan dari rumah lamanya di Jalan Kepodang, Ungaran. Di rumah berukuran sedang yang didiaminya bersama suami dan ketiga anak itulah Bu Pudji mulai berproduksi makanan ringan berbahan baku bakso dan tahu. 

Karena belum ada peluang dan keuntungan, Bu Pudji mengerjakan sendiri semua proses pembuatan sampai penjualan. Tak terhitung lagi berapa kali dirinya menciptakan formula tahu bakso yang pas di lidah. Berkali-kali pula produknya dites ke pasar, sebelum balasannya menemukan resep yang paling pas. Rupanya, bentuk persegi panjang lebih disukai orang.

Hobi memasaknya, diakui Bu Pudji, menjadi motivasi yang paling besar. “Kalau melaksanakan sesuatu menurut kesenangan, memang lebih termotivasi,” lanjutnya. Sejak awal, tahu dan baksonya diproduksi sendiri. Demi menjaga kualitas dan rasa, Bu Pudji tak pernah menambahkan formalin atau materi pengawet lain ke dalam adonannya. “Kami sangat memperhatikan kualitas materi baku. Makara kualitasnya lebih terjamin,” terang Bu Pudji lagi.

Awalnya, tahu bakso buatannya dijual Bu Pudji berkeliling dari kantor ke kantor. Teman-teman PKK dan Dharma Wanita pun jadi sasaran pembeli potensialnya. Setidaknya tiga kalid alam seminggu Bu Pudji menjajakan tahu baksonya ke kantor-kantor pemerintahan. 

Lama-kelamaan, Bu Pudji membulatkan tekad untuk memproduksi tahu bakso setiap hari. Menurutnya, produksi yang berkelanjutan sangat penting sebagai langkah konkrit dalam membangun sebuah usaha. “Kalau kita memproduksi secara kontinyu setiap hari, kita juga akan tertantang untuk menjualnya lebih banyak lagi,” katanya.

Dalam sehari, Bu Pudji sanggup memproduksi 150 sampai 200 buah tahu bakso untuk dijual dengan harga Rp 200 per biji. Tak hanya ke kantor-kantor, ia juga menjual tahunya di perempatan kampung. Kesungguhannya membuahkan hasil. Hampir setiap hari tahu bakso Bu Pudji habis tak bersisa. “Kalaupun sedang sepi, hanya tersisa 10 biji saja,” ujarnya. Saat itu, alasannya ialah rumahnya terletak di Jalan Kepodang, tahunya populer dengan nama Tahu Kepodang. 

Tahun 1997, nasib baik menghampiri Bu Pudji. Melihat ketekunan usahanya, ASA-BRI mempercayakan komplemen modal sekitar Rp 5 juta kepadanya. “Uang ini saya belikan peralatan, gerobak dan handphone  untuk mendapatkan pesanan,” ungkap Bu Pudji.

Dengan uang itu juga, Bu Pudji kemudian menciptakan outlet di rumahnya. Salah satu alasannya, semoga lebih gampang menjaga kualitas barang dagangan. “Selama ini saya jual eksklusif di outlet saya sendiri, memang tidak jual di tempat lain. Saya ingin harga dan kualitasnya sama,” ungkapnya tegas.

Meski banyak anjuran untuk membantu menjualkan produknya, Bu Pudji tetap bergeming tak melepas begitu saja. Hingga kini, ada dua outlet Bu Pudji yang resmi dibuka, yakni di Jl. Letnan jendral Suprapto 24 Ungaran dan Jl. Raya Semarang - Bawen Km 24 Babadan. Di kedua outlet  ini, setiap hari tersaji tahu bakso yang masih fresh  dari tempat produksi di rumahnya, di Jalan Kutilang. Tahun 2002, Bu Pudji memang pindah dari Jalan Kepodang ke Jalan Kutilang.

Baik di outlet maupun tempat produksi, harga sekotak tahu bakso dipatok sama. Cukup merogoh kocek Rp 18 ribu saja untuk satu dus tahu bakso Bu Pudji, Anda sudah sanggup menikmati tahu bakso yang nikmat nan gurih. Ini yang menciptakan pelanggan puas dan setia dengan tahu bakso buatan Bu Pudji. 

Sumber : tabloidnova.com

1 komentar:

DEWAPK^^ agen judi terpercaya, ayo segera bergabungan dengan kami
dicoba keberuntungan kalian bersama kami dengan memenangkan uang jutaan rupiah
ditunggu apa lagi segera buka link kami ya :) :)

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan kalian semua.
Silahkan tinggalkan komentar anda dengan baik dan sopan.
Silahkan berikan saran dan kritik untuk membangun blog ini jauh lebih baik.
terimakasih

Baca Juga

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
close
Banner iklan   disini