Berbagi Cerita - Kisah Sukses

Asalamualaikum Wr, Wb. Hidup hanya sekali dan tidak akan berulang untuk ke duakalinya di bumi yang sama ini, Lalu apa tujuan hidup Kita? bagaimana kita menghadapinya untuk bisa mencapai cita-cita kita? dan jalan apa yang harus kita tempuh untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. Disini saya mencari artikel-artikel tentang kisah orang-orang yang telah sukses meniti karirnya dibidanganya masing-masing. Semoga ini bisa menjadi Inspirasi untuk kita semua dalam menjalani hidup didunia ini. Walaupun terkadang banyak sekali rintangan yang kita hadapi tetapi hendaklah kita bersabar untuk menjalaninya agar hidup kita menjadi lebih baik dan dari hari-hari sebelumnya, (baca dan resapi kisah perjuanganya, kemudian lakukan yang terbaik dalam hidup anda)Salam kenal dari Saya

Minggu, 28 Juni 2015

Joko Setiyanto, Jungkir Balik di Bisnis Konstruksi

Tidak banyak orang yang berani untuk memutuskan memulai kembali kariernya dari nol dengan menjadi "petarung" setelah merasa nyaman dengan posisinya di kantor. Pasalnya dengan menjadi pegawai maka penghasilan tetap selalu mengalir setiap bulan. Tapi tidak dengan alumni yang satu ini.

Setelah berkarier cukup lama menjadi pegawai di sektor konstruksi, dia memutuskan untuk melepas segala kenyamanan sebagai pegawai dengan menjadi entreprenur. Dialah Y. Joko Setiyanto yang kini sukses memiliki perusahaan manajemen konstruksi papan atas yaitu PT Trimatra Jaya Persada.

“Saya sudah pernah menjadi pegawai di PP, Total Bangun Persada, dan PT Lippo Development. Tapi kalau menjadi pegawai terus, saya tidak bisa berkontribusi lebih besar untuk negeri ini,” katanya.

Untuk itulah, jebolan alumni Teknik Sipil Undip 1981, mengawali pengembaraan kariernya dengan mendirikan Totalindo di tahun 1995, sebuah perusahaan konstruksi baru yang digawangi oleh awak-awak dari Total Bangun Persada yang berjumlah 4 orang dan 1 orang dari Lippo Development. Mereka ini lantas meminjam modal usaha sebesar Rp 1 miliar untuk operasional dari seorang koleganya.

Memang, untuk memulai sesuatu itu, Joko mengakui harus bisa mengalahkan diri sendiri dulu. Jangan pernah pikirkan anggapan negatif yang selalu muncul di saat mulai berusaha sendiri. Sebab bila seseorang itu sudah menguasai bidangnya dengan baik maka tidak perlu ada keraguan dari dalam diri sendiri.

“Modal saya itu hanyalah market dan klien-klien besar yang sudah saya pahami dengan baik sehingga pada saat mendirikan perusahaan itu saya sudah punya beberapa klien besar dengan proyek-proyek besar. Jadi tidak usah pusing memikirkan modal usaha. Itu bisa dicari dengan meminjam teman bila tidak punya modal usaha cukup kuat,” katanya.

Analisis Joko itu pun terbukti. Secara perlahan, beberapa proyek dari para klien besarnnya itu berhasil didapatkan. Sebut saja beberapa proyek seperti Mall Taman Anggrek, dan Hotel Mulia Senayan, merupakan proyek yang pernah digarap. Tentunya masih banyak lagi proyek lain yang digarap di bawah bendera Totalindo.

“Sudah dari awal saya meyakini ini bisa dilakukan dan berhasil. Coba kalau cuma jadi pegawai. Susah untuk memperbaiki kehidupan karena gajinya cuma segitu-segitu saja,” tandasnya.

Di bawah bendera Totalindo inilah, Joko lantas membajak karyawan-karyawan potensial dari Lippo, PP dan Total Bangun Persada untuk bergabung. Hingga akhirnya manajemen di Totalindo menjadi kuat dan memberikan warna baru di sektor konstruksi.

Setelah cukup berhasil dengan mendirikan Totalindo, di tahun 1999 Joko kembali memutuskan untuk menjadi petarung. Padahal saat itu, kehidupannya sudah jauh lebih baik ketimbang masih menjadi pegawai. Alasan Joko keluar dari Totalindo, adalah karena di perusahaan yang didirikannya itu sudah mulai timbul perselisihan dan tidak kondusif lagi.

Maka di tahun 2000, dia kembali memutuskan untuk mendirikan perusahaan baru kembali bersama rekannya yaitu PT Trimatra Jaya Persada. Perusahaan itu bergerak di bidang manajemen konstruksi untuk gedung. “Beberapa proyek yang saya tangani seperti Gading Mediteranian Residences, Mediterania Garden Residences, Senayan City dan masih banyak proyek proyek lainnya."

Kehidupannya terus semakin membaik. Djoko tidak henti-hentinya melakukan terobosan dengan terus mencari proyek-proyek prestisius dari klien-klien besarnya tersebut. Hingga kini entah sudah berapa proyek yang sudah ditanganinya itu.

Di tahun 2003, lagi lagi Djoko menantang dirinya sendiri, untuk berkontribusi lebih besar lagi kepada negeri ini. Caranya adalah dengan masuk ke perusahaan daerah milik Pemda DKI. Dia pun mulai mengikuti tes masuk ke PD Pasar Jaya secara professional.

Akhirnya dia pun berhasil masuk ke dalam hingga masuk ke dalam jajaran direksi dengan posisi Direktur Operasional selama dua periode, dan sekarang menginjak tahun ke delapan. Sejak itulah dia semakin memahami bagaimana kondisi perusahaan di dalam, yang tentunya memerlukan banyak pembenahan.

“Untuk itu kami merasa perlu menata kembali perusahaan ini agar memiliki pondasi yang benar dan tidak keluar dari core bisnis intinya sebagai perusahaan
properti,“ katanya.

Gebrakan baru pun dilakukan. Di masanya itu pulalah, PD Pasar Jaya merampingkan para karyawannya yang berjumlah 4.000 orang menjadi 1.800 orang tanpa menimbulkan gejolak. Mereka berharap dengan perampingan ini terjadi efisiensi perusahaan dalam hal jumlah sumber daya manusia.

Tidak berhenti sampai disitu, jajaran direksi juga kembali menata dan melakukan peremajaan pasar pasar tradisional supaya kembali menjadi property yang bersih, nyaman dan aman seperti yang sudah dilakukan di Pasar
tanah Abang, Pasar Induk Kramajati, Pasar Blok M Square dan pasar-pasar lainnya.

Usaha pembenahan itu membuahkan hasil. Di tahun 2005, PD Pasar Jaya berhasil mendapat penghargaan dari BUMD Award dengan menjadi salah satu perusahaan terbaik di Indonesia. Dan dalam waktu dua tahun pulalah kondisi keuangan perusahaan terus membaik.

“Kita harus bisa bergerak lebih cepat daripada kompetitor. Bila tidak mampu bergerak lebih cepat maka bisa tertinggal lebih jauh,” katanya.

Bersamaan dengan itu, pada tahun 2006, Joko mendirikan ASPARINDO (Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia) sebuah wadah komunikasi para pengelola pasar tradisional di seluruh indonesia. Dan saat ini ASPARINDO menjadi mitra strategis pemerintah dalam pemberdayaan pasar tradisional khususnya di Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Kementerian Dalam Negeri.

Dan sebagai sumbangsih kepada
tanah kelahirannya di Ambarawa, Joko mendirikan Yayasan ”Ambarawa Heritage” yang merupakan wadah dalam pelestarian alam, cagar budaya, dan menggali potensi yang luar biasa untuk industri pariwisata ke depan. Dan saat ini sudah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Lantas apa yang menjadi prinsipnya dalam bekerja itu? Yang jelas dalam bekerja, dia lebih  memilih menjadi petarung. Jangan mengambil sikap sebagai safety player yang tidak berani membuat terobosan di dalam hidup. Karena bila memilih menjadi safety player maka tidak mampu berkompetisi.

“Saya selalu mempersiapkan hidup saya tidak menjadi safety player, karena kompetisi sangat keras sehingga menuntut kita untuk menjadi petarung guna menjadi terbaik di bidangnya,” katanya.

Jadi bila diminta untuk menakar sebesar apa kemampuan Joko untuk menghadapi kehidupan itu? Dia bilang, bila seseorang itu bisa menyanggupi 100 % maka Joko akan memberikan 300 %. Untuk itu, sebagai petarung, tidak segan-segan joko bekerja hingga subuh ketimbang orang lain yang hanya bekerja di waktu normal. (asm)





Sumber : ciputraentrepreneurship.com


******************************
Terimakasih Atas Kunjungan Anda
http://kisah-orangsukses.blogspot.com/search/label/Buku
Semoga Artikel Ini Bermanfaat
kisah-orangsukses.blogspot

Sabtu, 27 Juni 2015

Keuntungan Lazada Hingga 10 Triliun Rupiah

LAZADA
Sapa yang tidak kenal dengan nama tersebut? yang sudah banyak di iklankan di hampir semua layar televisi di indonesia.


Jika Anda belum mengetahui, Lazada adalah salah satu marketplace yang terbesar di Asia Tenggara. Lazada beroperasi di seluruh Asia Tenggara termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam dan Singapura. Dan semua Lazada yang beroperasi di Asia Tenggara ini dibawah naungan Lazada Group yang kemarin mengumumkan telah mendapatkan keuntungan 1 miliar dolar atau sekitar 10 triliun rupiah.
Ini tentu langsung menahbiskan Lazada sebagai marketplace terbesar di Asia Tenggara dan juga di Indonesia. Seperti ditulis oleh Dailysocial.net, sejak berdiri 3 tahun lalu Lazada perlahan berkekspansi menjadi kekuatan sendiri e-commerce di Asia Tenggara. Beberapa kali Lazada Group pun mendapatkan pendanaan yang nilainya sangat besar.
Inventasi paling besar yaitu datang pada bulan Januari 2013, ketika itu perusahaan investasi asal Jerman yaitu Tengelmann berinvest sebesar 20 juta dolar ke Lazada Group yang dibagikan ke semua jaringannya.
Di Indonesia sendiri, Lazada “baru” hadir pada akhir tahun 2013. Jadi jika ditotal umur Lazada baru 1.5 tahun, tetapi sekarang Lazada Indonesia adalah e-commerce yang paling diminati. Pada tahun 2014 laporan Lazada, situsnya mendapatkan kunjungan sampai 37 juta kali dengan total 1500 penjual yang terdaftar.
Dilansir dari dailysocial.net, CEO dari Lazada Indonesia Magnus Ekborn mengatakan bahwa persaingan e-commerce di Indonesia sangat ketat. Untuk itu pihaknya akan membuka pabrik-pabrik bari di luar Jakarta.
“Saat ini Lazada mempunyai dua pabrik besar di Jakarta. Dan rencananya kami akan berinvestasi untuk membangun jaringan logistik diseluruh Indonesia.” Ujar Magnus.



Sumber: http://studentpreneur.co

******************************
Terimakasih Atas Kunjungan Anda
http://kisah-orangsukses.blogspot.com/search/label/Buku
Semoga Artikel Ini Bermanfaat
kisah-orangsukses.blogspot

Sabtu, 20 Juni 2015

Inilah 40 Orang Terkaya Di Indonesia

Inilah daftar oran gterkaya yang ada diindonesia,, saya harap para pembaca bisa mengalahkan semua posisi diatas, agar menjadi lebih makmur negri kita dengan banyaknya para oran gkaya yang bisa membantu orang-orang miskin



Rank Name Net Worth ($mil) Age
1 Sukanto Tanoto & family 2,800 56
2 Putera Sampoerna & family 2,100 58
3 Eka Tjipta Widjaja & family 2,000 83
4 Rachman Halim & family 1,800 59
5 R. Budi Hartono & family 1,400 65
6 Aburizal Bakrie & family 1,200 59
7 Eddy William Katuari & family 1,000 55
8 Trihatma Haliman 900 54
9 Arifin Panigoro 815 61
10 Liem Sioe Liong & family 800 91
11 Mochtar Riady & family 570 76
12 Peter Sondakh 530 54
13 Prajogo Pangestu 510 55
14 Martua Sitorus 475 46
15 Paulus Tumewu 440 54
16 Murdaya Poo and Siti Hartati Cakra 430 65/60
17 Husein Djojonegoro & family 360 57
18 Chairul Tanjung 310 44
19 Hadi Surya 305 70
20 Tan Kian 300 48


Bekerja Keras Adalah Kuncinya,,,, Pantang Menyerah adalah Semboyan nya


Rank Name Net Worth ($mil) Age
21 Sjamsul Nursalim 295 64
22 George and Sjakon Tahija 265 48/53
23 Edwin Soeryadjaya 230 57
24 Kartini Muljadi and Dian Paramita Tamzil 225 NA
25 Harjo Sutanto & family 220 NA
26 Soegiharto Sosrodjojo 215 72
27 Tan Siong Kie 200 90
28 Aksa Mahmud 195 61
29 Soetjipto Nagaria 150 66
30 Ciputra & family 145 74
31 Kris Wiluan 140 56
32 Sutanto Djuhar & family 135 77
33 Husein Sutjiadi 120 52
34 Boenjamin Setiawan & family 115 73
35 Tomy Winata 110 48
36 Jusuf Kalla 105 64
37 Soedarpo Sastrosatomo & family 100 86
38 Alim Markus & family 95 55
39 Jakob Oetama 90 75
40 Tjandra Kusuma 80 NA

Jumat, 15 Agustus 2014

Kekuatan Kepepet (mendesak)

Frustasi, Galau, Putus Asa, adalah lambang kegagalan dari segala usaha yang kita lalkukan.
akan teteapi sebuah kegagalan baiknya jangnalah dijadikan hambatan untuk menuju kesuksesan, melaikan jadikan sebagai pemicu untu menjadi yang lebih sukses. disisi lain ketika kita mengalami hal yang mendesak meekita slalu mengandalkan pemikiran instan, berfikir bagaimana cara untuk membentuk kembali sesuatu yang telah membuat kita gagal atau bahkan kita berbalik memboikot segala hal dimata kita adalah sesuatu yang tidak akan berhasil,,, ini adalah pemikiran yang salah.
Kepepen = Kekuatan
hal ini harus ditanamkan kepada diri kita untuk membangun rasa percaya diri untuk menggapai keberhasilan.
pernahkan anda mengalami hal yang mendesak dan disaat itu anda mampu menyelesaikan masalah tersebut.
contoh:
anda takut gelap malam:
jika keluarga yang anda sayangi membutuhkan pertolongan medis, anda tanpa takut segera keluar memanggil dokter di malam hari. ini menggambarkan kekuatan kepepet untuk melakukan hal yang positif.
tidak jarang pula di kota2 besar mengalami hal yang mendesak berubah menjadi tindakan kejahatan.
ini juga merupakan kekuatan dari yang namanya kepepet.
tetapi ada baiknya kita mengubah tindakan negatif menjadi hal yan gpositif.
coba fikiran jika di kota besar: ada seorang yang mengalami ekonomi yang sedang down mereka bisa melakukan tindakan yang salah seperti merampok atau mencopet atau mencuri, hal ini mereka lakukan karena kebutuhan yang mendesak. kenapa merekan lakukan??? karena fikiran positif dalam dirinya telah habis direnggut oleh setan frustasi atau jin galau.
kenapa tidak merekan jadikan hal positif untuk mendapatkan keberhasilan yang halal.
Jadikan situasi mendesak menjadi kekuata POSITIF.




******************************
Terimakasih Atas Kunjungan Anda
http://kisah-orangsukses.blogspot.com/search/label/Buku
Semoga Artikel Ini Bermanfaat
kisah-orangsukses.blogspot

Kamis, 14 November 2013

Perjalanan Hidup bapak SBY

Susilo Bambang Yudhoyono adalah presiden RI ke-6. Berbeda dengan presiden sebelumnya, beliau merupakan presiden pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat dalam proses Pemilu Presiden putaran II 20 September 2004. Lulusan terbaik AKABRI (1973) yang akrab disapa SBY ini lahir di Pacitan, Jawa Timur 9 September 1949. Istrinya bernama Kristiani Herawati, merupakan putri ketiga almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo.


Pensiunan jenderal berbintang empat ini adalah anak tunggal dari pasangan R. Soekotjo dan Sitti Habibah. Darah prajurit menurun dari ayahnya yang pensiun sebagai Letnan Satu. Sementara ibunya, Sitti Habibah, putri salah seorang pendiri Ponpes Tremas. Beliau dikaruniai dua orang putra yakni Agus Harimurti Yudhoyono (mengikuti dan menyamai je
jak dan prestasi SBY, lulus dari Akmil tahun 2000 dengan meraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara, Magelang yang kemudian menekuni ilmu ekonomi).

Pendidikan SR adalah pijakan masa depan paling menentukan dalam diri SBY. Ketika duduk di bangku kelas lima, beliau untuk pertamakali kenal dan akrab dengan nama Akademi Militer Nasional (AMN), Magelang, Jawa Tengah. Di kemudian hari AMN berubah nama menjadi Akabri. SBY masuk SMP Negeri Pacitan, terletak di selatan alun-alun. Ini adalah sekolah idola bagi anak-anak Kota Pacitan. Mewarisi sikap ayahnya yang berdisiplin keras, SBY berjuang untuk mewujudkan cita-cita masa kecilnya menjadi tentara dengan masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) setelah lulus SMA akhir tahun 1968. Namun, lantaran terlambat mendaftar, SBY tidak langsung masuk Akabri. Maka SBY pun sempat menjadi mahasiswa Teknik Mesin Institut 10 November Surabaya (ITS).

Namun kemudian, SBY justru memilih masuk Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) di Malang, Jawa Timur. Sewaktu belajar di PGSLP Malang itu, beliau mempersiapkan diri untuk masuk Akabri. Tahun 1970, akhirnya masuk Akabri di Magelang, Jawa Tengah, setelah lulus ujian penerimaan akhir di Bandung. SBY satu angkatan dengan Agus Wirahadikusumah, Ryamizard Ryacudu, dan Prabowo Subianto. Semasa pendidikan, SBY yang mendapat julukan Jerapah, sangat menonjol. Terbukti, belaiu meraih predikat lulusan terbaik Akabri 1973 dengan menerima penghargaan lencana Adhi Makasaya.

Pendidikan militernya dilanjutkan di Airborne and Ranger Course di Fort Benning, Georgia, AS (1976), Infantry Officer Advanced Course di Fort Benning, Georgia, AS (1982-1983) dengan meraih honor graduate, Jungle Warfare Training di Panama (1983), Anti Tank Weapon Course di Belgia dan Jerman (1984), Kursus Komandan Batalyon di Bandung (1985), Seskoad di Bandung (1988-1989) dan Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Kansas, AS (1990-1991). Gelar MA diperoleh dari Webster University AS. Perjalanan karier militernya, dimulai dengan memangku jabatan sebagai Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (Komandan Peleton III di Kompi Senapan A, Batalyon Infantri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Kostrad) tahun 1974-1976, membawahi langsung sekitar 30 prajurit.

Batalyon Linud 330 merupakan salah satu dari tiga batalyon di Brigade Infantri Lintas Udara 17 Kujang I/Kostrad, yang memiliki nama harum dalam berbagai operasi militer. Ketiga batalyon itu ialah Batalyon Infantri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Batalyon Infantri Lintas Udara 328/Dirgahayu, dan Batalyon Infantri Lintas Udara 305/Tengkorak. Kefasihan berbahasa Inggris, membuatnya terpilih mengikuti pendidikan lintas udara (airborne) dan pendidikan pasukan komando (ranger) di Pusat Pendidikan Angkatan Darat Amerika Serikat, Ford Benning, Georgia, 1975. Kemudian sekembali ke tanah air, SBY memangku jabatan Komandan Peleton II Kompi A Batalyon Linud 305/Tengkorak (Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad) tahun 1976-1977. Beliau pun memimpin Pleton ini bertempur di Timor Timur.

Sepulang dari Timor Timur, SBY menjadi Komandan Peleton Mortir 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977). Setelah itu, beliau ditempatkan sebagai Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978), Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981), dan Paban Muda Sops SUAD (1981-1982). Ketika bertugas di Mabes TNI-AD, itu SBY kembali mendapat kesempatan sekolah ke Amerika Serikat. Dari tahun 1982 hingga 1983, beliau mengikuti Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983 sekaligus praktek kerja-On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983. Kemudian mengikuti Jungle Warfare School, Panama, 1983 dan Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman, 1984, serta Kursus Komando Batalyon, 1985. Pada saat bersamaan SBY menjabat Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985)

Lalu beliau dipercaya menjabat Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988) dan Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988), sebelum mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando TNI-AD (Seskoad) di Bandung dan keluar sebagai lulusan terbaik Seskoad 1989. SBY pun sempat menjadi Dosen Seskoad (1989-1992), dan ditempatkan di Dinas Penerangan TNI-AD (Dispenad) dengan tugas antara lain membuat naskah pidato KSAD Jenderal Edi Sudradjat. Lalu ketika Edi Sudradjat menjabat Panglima ABRI, beliau ditarik ke Mabes ABRI untuk menjadi Koordinator Staf Pribadi (Korspri) Pangab Jenderal Edi Sudradjat (1993).

Lalu, beliau kembali bertugas di satuan tempur, diangkat menjadi Komandan Brigade Infantri Lintas Udara (Dan Brigif Linud) 17 Kujang I/Kostrad (1993-1994) bersama dengan Letkol Riyamizard Ryacudu. Kemudian menjabat


Asops Kodam Jaya (1994-1995) dan Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995). Tak lama kemudian, SBY dipercaya bertugas ke Bosnia Herzegovina untuk menjadi perwira PBB (1995). Beliau menjabat sebagai Kepala Pengamat Militer PBB (Chief Military Observer United Nation Protection Force) yang bertugas mengawasi genjatan senjata di bekas negara Yugoslavia berdasarkan kesepakatan Dayton, AS antara Serbia, Kroasia dan Bosnia Herzegovina. Setelah kembali dari Bosnia, beliau diangkat menjadi Kepala Staf Kodam Jaya (1996). Kemudian menjabat Pangdam II/Sriwijaya (1996-1997) sekaligus Ketua Bakorstanasda dan Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998) sebelum menjabat Kepala Staf Teritorial (Kaster) ABRI (1998-1999).

Sementara, langkah karir politiknya dimulai tanggal 27 Januari 2000, saat memutuskan untuk pensiun lebih dini dari militer ketika dipercaya menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid. Tak lama kemudian, SBY pun terpaksa meninggalkan posisinya sebagai Mentamben karena Gus Dur memintanya menjabat Menkopolsoskam. Pada tanggal 10 Agustus 2001, Presiden Megawati mempercayai dan melantiknya menjadi Menko Polkam Kabinet Gotong-Royong. Tetapi pada 11 Maret 2004, beliau memilih mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam. Langkah pengunduran diri ini membuatnya lebih leluasa menjalankan hak politik yang akan mengantarkannya ke kursi puncak kepemimpinan nasional. Dan akhirnya, pada pemilu Presiden langsung putaran kedua 20 September 2004, SBY yang berpasangan dengan Jusuf Kalla meraih kepercayaan mayoritas rakyat Indonesia dengan perolehan suara di attas 60 persen. Dan pada tanggal 20 Oktober 2004 beliau dilantik menjadi Presiden RI ke-6.


Berikut ini data lengkap tentang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Nama      : Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono

Lahir       : Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949

Agama    : Islam

Jabatan   : Presiden Republik Indonesia ke-6

Istri         : Kristiani Herawati, putri ketiga (Alm) Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo

Anak        : Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono

Ayah         : Letnan Satu (Peltu) R. Soekotji

Ibu            : Sitti Habibah


Pendidikan :

* Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) tahun 1973
* American Language Course, Lackland, Texas AS, 1976
* Airbone and Ranger Course, Fort Benning , AS, 1976
* Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983
* On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983
* Jungle Warfare School, Panama, 1983
* Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman, 1984
* Kursus Komando Batalyon, 1985
* Sekolah Komando Angkatan Darat, 1988-1989
* Command and General Staff College, Fort Leavenwort, Kansas, AS
* Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri, AS

Karier :

* Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (1974-1976)
* Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad (1976-1977)
* Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977)
* Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978)
* Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981)
* Paban Muda Sops SUAD (1981-1982)
* Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985)
* Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988)
* Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988)
* Dosen Seskoad (1989-1992)
* Korspri Pangab (1993)
* Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994)
* Asops Kodam Jaya (1994-1995)
* Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995)
* Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (sejak awal November 1995)
* Kasdam Jaya (1996-hanya lima bulan)
* Pangdam II/Sriwijaya (1996-) sekaligus Ketua Bakorstanasda
* Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998)
* Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI (1998-1999)
* Mentamben (sejak 26 Oktober 1999)
* Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid)
* Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Sukarnopotri) mengundurkan diri 11 Maret 2004

Penugasan : Operasi Timor Timur 1979-1980 dan 1986-1988

Penghargaan :

* Adi Makayasa (lulusan terbaik Akabri 1973)
* Tri Sakti Wiratama (Prestasi Tertinggi Gabungan Mental Fisik, dan Intelek), 1973
* Satya Lencana Seroja, 1976
* Honorour Graduated IOAC, USA, 1983
* Satya Lencana Dwija Sista, 1985
* Lulusan terbaik Seskoad Susreg XXVI, 1989
* Dosen Terbaik Seskoad, 1989
* Satya Lencana Santi Dharma, 1996
* Satya Lencana United Nations Peacekeeping Force (UNPF), 1996
* Satya Lencana United Nations Transitional Authority in Eastern Slavonia, Baranja, and Western Sirmium (UNTAES), 1996
* Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, 1998
* Bintang Yudha Dharma Nararya, 1998
* Wing Penerbang TNI-AU, 1998
* Wing Kapal Selam TNI-AL, 1998
* Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, 1999
* Bintang Yudha Dharma Pratama, 1999
* Bintang Dharma, 1999
* Bintang Maha Putera Utama, 1999
* Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik, 2003
* Bintang Asia (Star of Asia) dari BusinessWeek, 2005
* Bintang Kehormatan Darjah Kerabat Laila Utama dari Sultan Brunei
* Doktor Honoris Causa dari Universitas Keio, 2006

Alamat : Jl. Alternatif Cibubur Puri Cikeas Indah No. 2 Desa Nagrag Kec. Gunung Putri Bogor 16967




Sumber
Wikipedia, kolom-biografi





******************************
Terimakasih Atas Kunjungan Anda
http://kisah-orangsukses.blogspot.com/search/label/Buku
Semoga Artikel Ini Bermanfaat
kisah-orangsukses.blogspot

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More