Berbagi Cerita - Kisah Sukses

Asalamualaikum Wr, Wb. Hidup hanya sekali dan tidak akan berulang untuk ke duakalinya di bumi yang sama ini, Lalu apa tujuan hidup Kita? bagaimana kita menghadapinya untuk bisa mencapai cita-cita kita? dan jalan apa yang harus kita tempuh untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. Disini saya mencari artikel-artikel tentang kisah orang-orang yang telah sukses meniti karirnya dibidanganya masing-masing. Semoga ini bisa menjadi Inspirasi untuk kita semua dalam menjalani hidup didunia ini. Walaupun terkadang banyak sekali rintangan yang kita hadapi tetapi hendaklah kita bersabar untuk menjalaninya agar hidup kita menjadi lebih baik dan dari hari-hari sebelumnya, (baca dan resapi kisah perjuanganya, kemudian lakukan yang terbaik dalam hidup anda)Salam kenal dari Saya
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Dunia. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Juni 2019

Inilah Abdurrahman Wahid

Gus Dur ialah putra pertama dari enam bersaudara yang dilahirkan di Denanyar Jombang Jawa Timur pada tanggal 4 Agustus 1940. Secara genetik Gus Dur ialah keturunan “darah biru”. Ayahnya, K.H. Wahid Hasyim ialah putra K.H. Hasyim Asy’ari, pendiri jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU)-organisasi massa Islam terbesar di Indonesia-dan pendiri Pesantren Tebu Ireng Jombang. Ibundanya, Ny. Hj. Sholehah ialah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, K.H. Bisri Syamsuri. Kakek dari pihak ibunya ini juga merupakan tokoh NU, yang menjadi Rais ‘Aam PBNU sehabis K.H. Abdul Wahab Hasbullah. Dengan demikian, Gus Dur merupakan cucu dari dua ulama NU sekaligus, dan dua tokoh bangsa Indonesia.


Pada tahun 1949, ketika clash dengan pemerintahan Belanda telah berakhir, ayahnya diangkat sebagai Menteri Agama pertama, sehingga keluarga Wahid Hasyim pindah ke Jakarta. Dengan demikian suasana gres telah dimasukinya. Tamu-tamu, yang terdiri dari para tokoh-dengan banyak sekali bidang profesi-yang sebelumnya telah dijumpai di rumah kakeknya, terus berlanjut ketika ayahnya menjadi Menteri agama. Hal ini memperlihatkan pengalaman tersendiri bagi seorang anak berjulukan Abdurrahman Wahid. Secara tidak langsung, Gus Dur juga mulai berkenalan dengan dunia politik yang didengar dari kolega ayahnya yang sering mangkal di rumahnya.

Sejak masa kanak-kanak, ibunya telah ditandai banyak sekali arahan bahwa Gus Dur akan mengalami garis hidup yang berbeda dan mempunyai kesadaran penuh akan tanggung jawab terhadap NU. Pada bulan April 1953, Gus Dur pergi bersama ayahnya mengendarai kendaraan beroda empat ke tempat Jawa Barat untuk meresmikan madrasah baru. Di suatu tempat di sepanjang pegunungan antara Cimahi dan Bandung, mobilnya mengalami kecelakaan. Gus Dur bisa diselamatkan, akan tetapi ayahnya meninggal. Kematian ayahnya membawa imbas tersendiri dalam kehidupannya.

Dalam kesehariannya, Gus Dur mempunyai kegemaran membaca dan rajin memanfaatkan perpustakaan pribadi ayahnya. Selain itu ia juga aktif berkunjung keperpustakaan umum di Jakarta. Pada usia belasan tahun Gus Dur telah bersahabat dengan banyak sekali majalah, surat kabar, novel dan buku-buku yang agak serius. Karya-karya yang dibaca oleh Gus Dur tidak hanya cerita-cerita, utamanya kisah silat dan fiksi, akan tetapi wacana wacana filsafat dan dokumen-dokumen manca negara tidak luput dari perhatianya. Di samping membaca, tokoh satu ini bahagia pula bermain bola, catur dan musik. Dengan demikian, tidak heran kalau Gus Dur pernah diminta untuk menjadi komentator sepak bola di televisi. Kegemaran lainnya, yang ikut juga melengkapi hobinya ialah menonton bioskop. Kegemarannya ini mengakibatkan apresiasi yang mendalam dalam dunia film. Inilah sebabnya mengapa Gu Dur pada tahun 1986-1987 diangkat sebagai ketua juri Festival Film Indonesia.

Masa remaja Gus Dur sebagian besar dihabiskan di Yogyakarta dan Tegalrejo. Di dua tempat inilah pengembangan ilmu pengetahuan mulai meningkat. Masa berikutnya, Gus Dur tinggal di Jombang, di pesantren Tambak Beras, hingga kemudian melanjutkan studinya di Mesir. Sebelum berangkat ke Mesir, pamannya telah melamarkan seorang gadis untuknya, yaitu Sinta Nuriyah anak Haji Muh. Sakur. Perkimpoiannya dilaksanakan ketika ia berada di Mesir.

Pengalaman Pendidikan
Pertama kali belajar, Gus Dur kecil berguru pada sang kakek, K.H. Hasyim Asy’ari. Saat serumah dengan kakeknya, ia diajari mengaji dan membaca al-Qur’an. Dalam usia lima tahun ia telah lancar membaca al-Qur’an. Pada ketika sang ayah pindah ke Jakarta, di samping berguru formal di sekolah, Gus Dur masuk juga mengikuti belajar khusus Bahasa Belanda. Guru lesnya berjulukan Willem Buhl, seorang Jerman yang telah masuk Islam, yang mengganti namanya dengan Iskandar. Untuk menambah pelajaran Bahasa Belanda tersebut, Buhl selalu menyajikan musik klasik yang biasa dinikmati oleh orang dewasa. Inilah pertama kali persentuhan Gu Dur dengan dunia Barat dan dari sini pula Gus Dur mulai tertarik dan menyayangi musik klasik.

Setelah lulus dari Sekolah Dasar, Gus Dur dikirim orang tuanya untuk berguru di Yogyakarta. Pada tahun 1953 ia masuk SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama) Gowongan, sambil mondok di pesantren Krapyak. Sekolah ini meskipun dikelola oleh Gereja Kristen Roma, akan tetapi sepenuhnya memakai kurikulum sekuler. Di sekolah ini pula pertama kali Gus Dur berguru Bahasa Inggris. Karena merasa terkekang hidup dalam dunia pesantren, jadinya ia minta pindah ke kota dan tinggal di rumah Haji Junaidi, seorang pimpinan lokal Muhammadiyah dan orang yang kuat di SMEP. Kegiatan rutinnya, sehabis shalat subuh mengaji pada K.H. Ma’shum Krapyak, siang hari sekolah di SMEP, dan pada malam hari ia ikut berdiskusi bersama dengan Haji Junaidi dan anggota Muhammadiyah lainnya.

Setamat dari SMEP Gus Dur melanjutkan belajarnya di Pesantren Tegarejo Magelang Jawa Tengah. Pesantren ini diasuh oleh K.H. Chudhari, sosok kyai yang humanis, saleh dan guru dicintai. Kyai Chudhari inilah yang memperkenalkan Gus Dur dengan ritus-ritus sufi dan menanamkan praktek-praktek ritual mistik. Di bawah bimbingan kyai ini pula, Gus Dur mulai mengadakan ziarah ke kuburan-kuburan keramat para wali di Jawa. Pada ketika masuk ke pesantren ini, Gus Dur membawa seluruh koleksi buku-bukunya, yang menciptakan santri-santri lain terheran-heran. Pada ketika ini pula Gus Dur telah bisa memperlihatkan kemampuannya dalam berhumor dan berbicara. Dalam kaitan dengan yang terakhir ini ada sebuah kisah menarik yang patut diungkap dalam paparan ini ialah pada program imtihan-pesta akbar yang diselenggarakan sebelum puasa pada ketika perpisahan santri yang selesai menamatkan belajar-dengan menyediakan makanan dan minuman dan mendatangkan semua hiburan rakyat, seperti: Gamelan, tarian tradisional, kuda lumping, jathilan, dan sebagainya. Jelas, hiburan-hiburan menyerupai tersebut di atas sangat tabu bagi dunia pesantren pada umumnya. Akan tetapi itu ada dan terjadi di Pesantren Tegalrejo.

Setelah menghabiskan dua tahun di pesantren Tegalrejo, Gus Dur pindah kembali ke Jombang, dan tinggal di Pesantren Tambak Beras. Saat itu usianya mendekati 20 tahun, sehingga di pesantren milik pamannya, K.H. Abdul Fatah, ia menjadi seorang ustadz, dan menjadi ketua keamanan. Pada usia 22 tahun, Gus Dur berangkat ke tanah suci, untuk menunaikan ibadah haji, yang kemudian diteruskan ke Mesir untuk melanjutkan studi di Universitas al-Azhar. Pertama kali hingga di Mesir, ia merasa kecewa lantaran tidak sanggup pribadi masuk dalam Universitas al-Azhar, akan tetapi harus masuk Aliyah (semacam sekolah persiapan). Di sekolah ia merasa bosan, lantaran harus mengulang mata pelajaran yang telah ditempuhnya di Indonesia. Untuk menghilangkan kebosanan, Gus Dur sering mengunjungi perpustakaan dan sentra layanan isu Amerika (USIS) dan toko-toko buku dimana ia sanggup memperoleh buku-buku yang dikehendaki.

Meski demikian, semangat berguru Gus Dur tidak surut. Buktinya pada tahun 1979 Gus Dur ditawari untuk berguru ke sebuah universitas di Australia guna mendapatkkan gelar doktor. Akan tetapi maksud yang baik itu tidak sanggup dipenuhi, alasannya ialah semua promotor tidak sanggup, dan menggangap bahwa Gus Dur tidak membutuhkan gelar tersebut.

Perjalanan Karir
Sepulang dari pegembaraanya mencari ilmu, Gus Dur kembali ke Jombang dan menentukan menjadi guru. Pada tahun 1971, tokoh muda ini bergabung di Fakultas Ushuludin Universitas Tebu Ireng Jombang. Tiga tahun kemudian ia menjadi sekretaris Pesantren Tebu Ireng, dan pada tahun yang sama Gus Dur mulai menjadi penulis. Ia kembali menekuni bakatnya sebagaii penulis dan kolumnis. Lewat tulisan-tulisan tersebut gagasan pemikiran Gus Dur mulai mendapat perhatian banyak. Djohan Efendi, seorang intelektual terkemuka pada masanya, menilai bahwa Gus Dur ialah seorang pencerna, mencerna semua pemikiran yang dibacanya, kemudian diserap menjadi pemikirannya tersendiri.

Pada tahun 1974 Gus Dur diminta pamannya, K.H. Yusuf Hasyim untuk membantu di Pesantren Tebu Ireng Jombang dengan menjadi sekretaris. Dari sini Gus Dur mulai sering mendapat ajakan menjadi nara sumber pada sejumlah lembaga diskusi keagamaan dan kepesantrenan, baik di dalam maupun luar negeri. Selanjutnya Gus Dur terlibat dalam acara LSM.

Pada tahun 1979 Gus Dur pindah ke Jakarta. Mula-mula ia merintis Pesantren Ciganjur. Sementara pada awal tahun 1980 Gus Dur dipercaya sebagai wakil katib syuriah PBNU. Di sini Gus Dur terlibat dalam diskusi dan perdebatan yang serius mengenai dilema agama, sosial dan politik dengan banyak sekali kalangan lintas agama, suku dan disiplin.

Pada tahun 1984 Gus Dur dipilih secara aklamasi oleh sebuah tim ahl hall wa al-’aqdi yang diketuai K.H. As’ad Syamsul Arifin untuk menduduki jabatan ketua umum PBNU pada muktamar ke-27 di Situbondo. Jabatan tersebut kembali dikukuhkan pada muktamar ke-28 di pesantren Krapyak Yogyakarta (1989), dan muktamar di Cipasung Jawa Barat (1994). Jabatan ketua umum PBNU kemudian dilepas ketika Gus Dur menjabat presiden RI ke-4. Meskipun sudah menjadi presiden, ke-nyleneh-an Gus Dur tidak hilang, bahkan semakin diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat. Dahulu, mungkin hanya masyarakat tertentu, khususnya kalangan nahdliyin yang mencicipi kontroversi gagasannya. Sekarang seluruh bangsa Indonesia ikut memikirkan kontroversi gagasan yang dilontarkan oleh K.H. Abdurrahman Wahid..

* 1993 Koordinator Presidium Harian, Dewan Pembina Golkar.
* 10 Maret – 20 Mei 1998 Wapres Republik Indonesia
* 21 Mei 1998 – Oktober 1999 Presiden Republik Indonesia


Sumber : Kaskus

Minggu, 09 Juni 2019

Inilah Mahmoud Ahmadinejad


Mahmoud Ahmadinejad atau bisa dibaca Ahmadinezhad (bahasa Persia: ; lahir 28 Oktober 1956) ialah Presiden Iran yang keenam. Jabatan kepresidenannya dimulai pada 3 Agustus 2005. Ia pernah menjabat walikota Teheran dari 3 Mei 2003 sampai 28 Juni 2005 waktu ia terpilih sebagai presiden. Ia dikenal secara luas sebagai seorang tokoh konservatif yang memiliki pandangan Islamis.


Lahir di desa pertanian Aradan, erat Garmsar, sekitar 100 km dari Teheran, sebagai putra seorang pintar besi, keluarganya pindah ke Teheran dikala ia berusia satu tahun. Dia lulus dari Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST) dengan gelar doktor dalam bidang teknik dan perencanaan kemudian lintas dan transportasi.

Pada tahun 1980, ia ialah ketua perwakilan IUST untuk perkumpulan mahasiswa, dan terlibat dalam pendirian Kantor untuk Pereratan Persatuan (daftar-e tahkim-e vahdat), organisasi mahasiswa yang berada di balik perebutan Kedubes Amerika Serikat yang menyebabkan terjadinya krisis sandera Iran.

Pada masa Perang Iran-Irak, Ahmedinejad bergabung dengan Korps Pengawal Revolusi Islam pada tahun 1986. Dia terlibat dalam misi-misi di Kirkuk, Irak. Dia kemudian menjadi insinyur kepala pasukan keenam Korps dan kepala staf Korps di sebelah barat Iran. Setelah perang, ia bertugas sebagai wakil gubernur dan gubernur Maku dan Khoy, Penasehat Menteri Kebudayaan dan Ajaran Islam, dan gubernur provinsi Ardabil dari 1993 sampai Oktober 1997.

Ahmadinejad kemudian terpilih sebagai walikota Teheran pada Mei 2003. Dalam masa tugasnya, ia mengembalikan banyak perubahan yang dilakukan walikota-walikota sebelumnya yang lebih moderat dan reformis, dan mementingkan nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan-kegiatan di pusat-pusat kebudayaan. Selain itu, ia juga menjadi semacam manajer dalam harian Hamshahri dan memecat sang editor, Mohammad Atrianfar, pada 13 Juni 2005, beberapa hari sebelum pemilu presiden, alasannya ialah tidak mendukungnya dalam pemilu tersebut.

Presiden Mohammad Khatami pernah melarangnya menghadiri pertemuan Dewan Menteri, suatu hak yang biasa diberikan kepada para walikota Teheran. Hal ini dikarenakan pada waktu Khatami menuju Universitas Teheran, Khatami terjebak macet. Khatami mengkritik Ahmadinejad yang dikala itu menjabat walikota Teheran.

Namun bukannya tergesa-gesa membereskan duduk masalah tersebut, Ahmadinejad justru berkata: “Bersyukurlah alasannya ialah presiden kita telah mencicipi kehidupan rakyatnya yang sesungguhnya”. Namun Ahmadinejad tetap santai menghadapi larangan tersebut.

Sifatnya yang sederhana ini masih terlihat dikala Ahmadinejad terpilih menjadi Presiden. Karpet-karpet merah persia mahal dikeluarkan semua dari istana, menolak kendaraan beroda empat limosine dan tetap setia memakai kendaraan beroda empat tuanya serta tetap tinggal di rumah susunnya.

Selain sifatnya yang sederhana ia dicintai alasannya ialah lebih mementingkan memperbaiki ekonomi negara ketimbang bidang-bidang lain dan memperjuangkan setiap pendapatan minyak bumi supaya jatuh ke meja makan rakyat Iran.
Ahmadinejad memberi salam hormat kepada Ayatollah KhameneiSetelah dua tahun sebagai walikota Teheran, Ahmadinejad kemudian terpilih sebagai presiden gres Iran. Tak usang setelah terpilih, pada 29 Juni 2005, sempat muncul tuduhan bahwa ia terlibat dalam krisis sandera Iran pada tahun 1979. Iran Focus mengklaim bahwa sebuah foto yang dikeluarkannya menyampaikan Ahmadinejad sedang berjalan menuntun para sandera dalam insiden tersebut, namun tuduhan ini tidak pernah sanggup dibuktikan

Kesederhanaan Presiden Mahmoud Ahmadinejad

Ahmadinejad populer dengan kesederhanaannya dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai personal maupun sebagai seorang Presiden Iran. Dalam sebuah sesi wawancara bersama wartawan TV Fox dari Amerika, terungkaplah sisi-sisi menakjubkan dari seorang Ahmadinejad, kehidupannya yang sangat sederhana menjadi sangat membanggakan jikalau kita bandingkan dengan kehidupan para pejabat di negeri kita sendiri, Indonesia. Apa saja itu?


Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid-masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang gampang dibersihkan.

Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk mendapatkan dan menghormati tamu VIP, kemudian ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler
untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 dingklik kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.

Langkah pertamanya ialah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang kemudian di sebuah kawasan kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu-satunya uang yang masuk ialah uang honor bulanannya sebagai dosen di sebuah universitas yang hanya senilai US$ 250.

Selama menjabat sebagai Presiden Iran, Ia tinggal di rumahnya sendiri. Ia tidak mengambil gajinya sebagai Presiden, alasannya ialah bahwa semua kesejahteraan ialah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

Sang presiden selalu membawa tas setiap hari yang berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira,ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

Selain itu, hal lain yang ia ubah ialah kebijakan pesawat terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga sanggup menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

Ia juga memangkas protokoler istana sehingga menteri-menterinya sanggup masuk eksklusif ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara-upacara menyerupai karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal-hal menyerupai itu dikala mengunjungi banyak sekali tempat di negaranya.

Presiden Iran ini kerap tidur di ruang tamu rumahnya sehabis lepas dari pengawal-pengawalnya yg selalu mengikuti ke manapun ia pergi.



Berikut data perihal Presiden Mahmoud Ahmadinejad

Lahir : Aradan, 28 Oktober 1956

Jabatan : Presiden Iran yang keenam

Pendidikan : Gelar doktor dalam bidang teknik dan perencanaan kemudian lintas dan transportasi Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST)

Karir :

* Korps Pengawal Revolusi Islam (1986)
* Insinyur kepala pasukan keenam Korps dan kepala staf Korps di sebelah barat Iran
* Wakil gubernur dan gubernur Maku dan Khoy
* Penasihat Menteri Kebudayaan dan Ajaran Islam
* Gubernur provinsi Ardabil (1993-1997)
* Walikota Teheran (3 Mei 2003 - 28 Juni 2005)
* Presiden Iran (3 Agustus 2005 - sekarang)

Tawa Saat Ahmadinejad Berpidato di Universitas AS
New York (ANTARA News) - Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, yang dijelek-jelekkan sebagai pembantah Holocaust, pendukung teroris dan penyokong gerakan perlawanan di Irak, ternyata bisa mendatangkan tawa dikala berpidato di Columbia University, Amerika Serikat (AS), meski bukan lewat lelucon.

"Di Iran tidak ada homoseksual, menyerupai di negara anda," kata Ahmadinejad, Senin, dikala menjawab pertanyaan mengenai pelaksanaan eksekusi mati di Iran yang belum usang ini dilakukan terhadap dua laki-laki penyuka sejenis.

Ia menimpali, "Di Iran tidak ada fenomena ini, saya tidak tahu siapa yang memberitahukan kepada anda bahwa kami punya hal begitu."

Tawa keras dan cercaan "booo" dilepaskan sekitar 700 orang, kebanyakan mahasiswa, yang hadir di Ivy League school. Mereka, antara lain mengenakan kaos oblong bertuliskan "Stop Ahmadinejad`s Evil" (stop Iblis Ahmadinejad).

Pada bab awal, ia mengemukakan perihal Israel yang menyiksa warga Palestina dan jadwal nuklir Iran yang bertujuan untuk energi dan bukan untuk senjata, sebelum komentar mengenai homoseksual yang memecahkan ketegangan.

Ahmadinejad yang berbicara dalam bahasa Persia bersama-sama berusaha menciptakan lelucon, namun tidak berhasil menciptakan tawa alasannya ialah kemungkinan nuansanya hilang dalam penerjemahan.

"Saya akan ceritakan satu dagelan di sini," katanya. "Saya pikir para politikus yang mengusahakan bom atom atau mengujinya, membuatnya, secara politis mereka terkebelakang, dungu."

Hadirin ragu, sebagian bertepuk tangan alasannya ialah menganggapnya sebagai pernyataan cinta hening sedangkan lainnya resah dengan kata dungu yang peka.

Kunjungan Ahmadinejad yang pada Selasa akan berpidato pada Sidang Umum PBB itu tidak lepas dari banyak sekali keberatan, menyerupai anggota dewan perwakilan rakyat AS asal kawasan pemilihan New York, Anthony Weiner, yang kepada para pengunjuk rasa di depan Markas Besar PBB mengatakan, "kadang ada ular berkeliaran di jalanan New York."

Koran The New York Daily News di info utama halaman depan menulis "The Evil Has Landed" (iblis telah mendarat).

Rektor Universitas Columbia sama saja, ia menjuluki Presiden Iran itu "diktator picik dan jahat".

sumber : kaskus

Kamis, 04 April 2019

Inilah Munir Said Thalib

Munir ialah laki-laki sederhana yang bersahaja. Ia merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara Said Thalib dan Jamilah. Ia ialah seorang tokoh, seorang pejuang sejati, seorang pembela HAM di indonesia. Pria kelahiran Malang, 8 Desember 1965 ini ialah seorang pencetus muslim ekstrim yang kemudian beralih menjadi seorang Munir yang menjunjung tinggi toleransi, menghormati nilai-nilai kemanusiaan, anti kekerasan dan berjuang tanpa kenal lelah dalam melawan praktek-praktek otoritarian serta militeristik.

Munir ialah seorang pencetus yang sangat aktif memperjuangkan hak-hak orang tertindas. Selama hidupnya ia selalu berkomitmen untuk selalu membela siapa saja yang haknya terdzalimi. Tidak abnormal harta, pangkat, jabatan, dan juga fasilitas. Ia membuktikannya dengan perbuatan. Ketika ia mendapatkan hadiah ratusan juta rupiah sebagai akseptor "The Right Livelihood Award" ia tidak menikmatinya sendiri, melainkan membagi dua dengan Kontras, dan sebagian lagi diserahkan kepada ibunda tercintanya. Di tengah maraknya pejabat berebut fasilitas, Munir malah tidak tergoda. Ia tetap memakai sepeda motor sebagai sahabat kerjanya. Seorang tokoh kelas dunia yang sangat bersahaja.

Gelar SH didapatkannya dari sebuah universitas terkemuka di Malang, Unibraw. Selama menjadi mahasiswa, Munir dikenal sebagai pencetus kampus yang sangat gesit. Ia pernah menjadi Ketua senat mahasiswa fakultas aturan Unibraw pada tahun 1998, koordinator wilayah IV asosiasi mahasiswa aturan indonesia pada tahun 19989, anggota lembaga studi mahasiswa untuk pengembangan berpikir di Unibraw pada tahun 1988, Sekretaris dewan perwakilan mahasiswa aturan Unibraw pada tahun 1988, sekretaris al-Irsyad cabang Malang pada 1988, dan menjadi anggota Himpunan Mahsiswa Islam (HMI).

Munir mewujudkan keseriusannya dalam bidang aturan dengan cara melaksanakan pembelaan- pembelaan terhadap sejumlah kasus, terutama pembelaannya terhadap kaum tertindas. Ia juga mendirikan dan bergabung dengan aneka macam organisasi, bahkan juga membantu pemerintah dalam tim pemeriksaan dan tim penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU).

Beberapa masalah yang pernah ia tangani yaitu pada masalah Araujo yang dituduh sebagai pemberontak melawan pemerintahan Indonesia untuk memerdekakan Timor timur dari Indonesia pada 1992, masalah Marsinah (seorang pencetus buruh) yang dibunuh oleh militer pada tahun 1994, menjadi penasehat aturan warga Nipah, Madura, dalam masalah pembunuhan petani-petani oleh militer pada tahun 1993, menjadi penasehat aturan mahasiswa dan petani di Pasuruan, dalam masalah kerusuhan di PT.Chief Samsung, dengan tuduhan sebagai otak kerusuhan pada tahun 1995, Penasehat aturan Muhadi (sopir) yang dituduh melaksanakan penembakan terhadap seorang polisi di Madura, Jawa Timur pada 1994, penasehat aturan para korban dan keluarga Korban Penghilangan Orang secara paksa 24 pencetus politik dan mahasiswa di Jakarta pada tahun 1997 sampai 1998, penasehat aturan korban dan keluarga korban pembantaian dalam peristiwa Tanjung Priok 1984 sampai 1998, penasehat aturan korban dan keluarga korban penembakan mahasiswa di Semanggi I (1998) dan Semanggi II (1999), penasehat aturan dan koordinator advokasi kasus- masalah pelanggaran berat HAM di Aceh, Papua, melalui Kontras. Termasuk beberapa masalah di wilayah Aceh dan Papua yang dihasilkan dari kebijakan operasi Militer. Munir juga aktif di beberapa aktivitas advokasi dalam bidang perburuhan, pertanahan, Lingkungan, Gender dan sejumlah masalah pelanggaran hak sipil dan politik.

Pada Tahun 2003, Munir bersikeras untuk ikut dengan sejumlah pencetus senior dan pencetus pro demokrasi mendatangi dewan perwakilan rakyat paska penyerangan dan kekerasn yang terjadi di kantor Tempo, padahal ia masih diharuskan beristirahat oleh dokter.

Pada tahun 2004, Munir juga bergabung dengan Tim advokasi SMPN 56 yang digusur oleh Pemda. Selain itu, ia juga seorang yang aktif menulis di aneka macam media cetak dan elektronik yang berkaitan dengan tema-tema HAM, Hukum, Reformasi Militer dan kepolisian, Politik dan perburuhan.

Munir ialah sosok pemberanni dan tangguh dalam meneriakkan kebenaran. Ia ialah seorang pengabdi yang teladan, jujur, dan konsisten. Berkat pengabdiannya itulah, ia mendapatkan legalisasi yang berupa penghargaan dari dalam negeri dan luar negeri. Di dalam negeri, ia dinobatkan sebagai Man Of The Year 1998 versi majalah UMMAT, penghargaan Pin Emas sebagai Lulusan UNIBRAW yang sukses, sebagai salah seorang tokoh populer Indonesia pada kala XX, Majalah Forum Keadilan. Semenatara di luar negeri, ia dinobatkan menjadi As Leader for the Millenniumdari Asia Week pada tahun 2000, The Right Livelihood Award (Alternative Nobel Prizes)untuk promosi HAM dan kontrol sipil atas militer, Stockholm pada December 2000, dan An Honourable Mention of the 2000 UNESCO Madanjeet Singh Prize atas usaha- usahanya dalam mempromosikan toleransi dan Anti Kekerasan, Paris, November 2000.


Wafat
Munir wafat pada tanggal 7 September 2004, di pesawat Garuda GA-974 dingklik 40 G dalam sebuah penerbangan menuju Amsterdam, Belanda. Perjalanan itu ialah sebuah perjalanan untuk melanjutkan study-nya ke Universitas Utrecht. Ia dibunuh dengan memakai racun arsenik yang yang ditaruh ke makanannya oleh Pollycarpus Budihari Priyanto. Pollycarpus ialah seorang pilot Garuda yang waktu itu sedang cuti. Dan pada dikala keberangkatan Munir ke Belanda, secara kontroversial ia diangkat sebagai corporate security oleh Dirut Garuda. Sampai sekarang, kematian seorang Munir, sang Pahlawan orang Hilang, sang pendekar HAM ini masih sebuah misteri. Jenazahnya dimakamkan di taman makam umum kota Batu. Ia meninggalkan seorang istri berjulukan Suciwati dan dua orang anak, yaitu Sultan Alif Allende dan Diva. Sejak tahun 2005, tanggal kematian Munir, 7 September, oleh para pencetus HAM dicanangkan sebagai Hari Pembela HAM Indonesia.

Untuk memperingati satu tahun kepergian Munir, diluncurkan film dokumenter karya Ratrikala Bhre Aditya dengan judul Bunga Dibakar di Goethe-Institut, Jakarta Pusat, 8 September 2005. Film ini menceritakan perjalanan hidup Munir sebagai seorang suami, ayah, dan teman. Munir digambarkan sosok yang suka bercanda dan sangat mengasihi istri dan kedua anaknya. Masa kecil Munir yang suka berkelahi layaknya bawah umur lain dan tidak pernah menjadi juara kelas juga ditampilkan. Munir dibunuh di era demokrasi dan keterbukaan serta harapan akan hadirnya sebuah Indonesia yang ia cita-citakan mulai berkembang. Semangat inilah yang ingin diungkapkan lewat film ini.
Sebuah film dokumenter lain juga telah dibuat, berjudul Garuda's Deadly Upgrade hasil kolaborasi antara Dateline (SBS TV Australia) dan Off Stream Productions.Pada peringatan tahun kedua, 7 September 2006, di Tugu Proklamasi diluncurkan film dokumenter berjudul "His Strory". Film ini bercerita ihwal proses persidangan Pollycarpus dan fakta-fakta yang terungkap di pengadilan.
Sejak 2005, tanggal kematian Munir 7 September, oleh para pencetus HAM dicanangkan sebagai Hari Pembela HAM Indonesia.

Kronologi Pembunuhan Munir
Tiga jam sesudah pesawat GA-974 take off dari Singapura, awak kabin melaporkan kepada pilot Pantun Matondang bahwa seorang penumpang berjulukan Munir yang duduk di dingklik nomor 40 G menderita sakit. Munir bolak balik ke toilet. Pilot meminta awak kabin untuk terus memonitor kondisi Munir. Munir pun dipindahkan duduk di sebelah seorang penumpang yang kebetulan berprofesi dokter yang juga berusaha menolongnya. Penerbangan menuju Amsterdam menempuh waktu 12 jam. Namun dua jam sebelum mendarat 7 September 2004, pukul 08.10 waktu Amsterdam di bandara Schipol Amsterdam, dikala diperiksa, Munir telah meninggal dunia.

Pada tanggal 12 November 2004 dikeluarkan kabar bahwa polisi Belanda (Institut Forensik Belanda) menemukan jejak-jejak senyawa arsenikum sesudah otopsi. Hal ini juga dikonfirmasi oleh polisi Indonesia. Belum diketahui siapa yang telah meracuni Munir, meskipun ada yang menduga bahwa oknum-oknum tertentu memang ingin menyingkirkannya.

Pada 20 Desember 2005 Pollycarpus Budihari Priyanto dijatuhi vonis 14 tahun eksekusi penjara atas pembunuhan terhadap Munir. Hakim menyatakan bahwa Pollycarpus, seorang pilot Garuda yang sedang cuti, menaruh arsenik di masakan Munir, alasannya ialah ia ingin mendiamkan pengkritik pemerintah tersebut. Hakim Cicut Sutiarso menyatakan bahwa sebelum pembunuhan Pollycarpus mendapatkan beberapa panggilan telepon dari sebuah telepon yang terdaftar oleh biro intelijen senior, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut. Selain itu Presiden Susilo juga membentuk tim pemeriksaan independen, namun hasil penyelidikan tim tersebut tidak pernah diterbitkan ke publik.



Pada 19 Juni 2008, Mayjen (purn) Muchdi Pr, yang kebetulan juga orang bersahabat Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, ditangkap dengan dugaan besar lengan berkuasa bahwa ia ialah otak pembunuhan Munir[1]. Beragam bukti besar lengan berkuasa dan kesaksian mengarah padanya[2].Namun demikian, pada 31 Desember 2008, Muchdi divonis bebas. Vonis ini sangat kontroversial dan masalah ini tengah ditinjau ulang, serta 3 hakim yang memvonisnya bebas kini tengah diperiksa.

sumber : http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/285-ensiklopedi/1684-si-pahlawan-orang-hilang ,
https://kisah-orangsukses.blogspot.com//search?q=biografi-munir-said-thalib-1965-2004,
http://id.wikipedia.org/wiki/Munir_Said_Thalib

Kamis, 14 Maret 2019

Inilah Tri Rismaharini

Tri Rismaharini merupakan Wali Kota Surabaya perempuan pertama yang menjabat untuk periode 2010-2015. Sebelum menjabat sebagai wali kota, ia menduduki posisi sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Di bawah kepemimpinannya sebagai Kepala DKP sampai wali kota ketika ini, Surabaya menjadi kota yang higienis dan asri. Bahkan kota yang menerima sebutan Kota Pahlawan ini berhasil meraih kembali Piala Adipura 2011 untuk kategori kota metropolitan sehabis lima tahun berturut-turut tak lagi memperolehnya.

Wanita yang erat disapa dengan nama Risma ini berada di bawah naungan Partai Demokrat Indonesia Perjuangan (PDIP). Ia populer sebagai sosok perempuan yang tegas dan tak kenal kompromi dalam menjalankan tugasnya. Bahkan alasannya ialah sikapnya tersebut, sebagian pejabat di DPRD pernah berusaha untuk mendepak Risma dari jabatan Wali Kota Surabaya. Pada tanggal 31 Januari 2011, Ketua DPRD Surabaya  Whisnu Wardhana memakai hak angketnya untuk menurunkan Risma dari posisinya sebagai wali kota. Ia beralasan bahwa Risma telah melanggar Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 16/2006 perihal mekanisme penyusunan aturan daerah dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008. Ia dianggap melanggar alasannya ialah ia tidak melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam membahas maupun menyusun Peraturan Wali Kota Surabaya (Perwali) Nomor 56 tahun 2010 yang mengatur perihal perhitungan nilai sewa reklame dan Perwali Nomor 57 perihal perhitungan nilai sewa reklame terbatas di daerah khusus kota Surabaya yang menaikkan pajak reklame menjadi 25%. Enam dari dari tujuh fraksi politik yang ada di dewan, termasuk PDIP yang mengusungnya, mendukung keputusan ini. Hanya fraksi PKS yang menolak dengan alasan belum cukup bukti dan data. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menilai alasan pemakzulan Risma terlalu mengada-ada. Ia pun menegaskan bahwa Risma tetap menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. Beredar kabar bahwa keputusan memberhentikan Risma dikarenakan banyaknya kalangan DPRD Kotamadya Surabaya yang tidak bahagia akan keputusan Risma menolak keras pembangunan tol tengah Kota Surabaya dan lebih menentukan meneruskan proyek frontage road dan MERR-IIC (Middle East Ring Road) yang akan menghubungkan area industri Rungkut sampai ke Jembatan Suramadu via area timur Surabaya.

Wanita kelahiran 20 November 1961 ini menjadi salah satu nominasi wali kota terbaik di dunia, 2012 World Mayor Prize, yang digelar oleh The City Mayors Foundation. Ia terpilih alasannya ialah segudang prestasi yang sudah ia torehkan selama menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. Ia dinilai berhasil menata kota Surabaya menjadi kota yang higienis dan penuh taman. Salah satu buktinya ialah pemugaran Taman Bungkul di tengah kota. Dulunya, taman tersebut tidak layak disebut taman, namun sekarang Taman Bungkul menjadi taman terbesar dan populer di kota Surabaya. Selain itu, ia juga telah berperan besar dalam membangun pedestrian bagi pejalan kaki dengan konsep modern di sepanjang jalan Basuki Rahmat yang kemudian dilanjutkan sampai jalan Tunjungan, Blauran, dan Panglima Sudirman dan membawa Surabaya menjadi kota yang terbaik partisipasinya se-Asia Pasifik pada tahun 2012 versi Citynet atas keberhasilan pemerintah kota dan partisipasi rakyat dalam mengelola lingkungan. Pada Oktober 2013, Kota Surabaya memperoleh penghargaan tingkat Asia-Pasifik yaitu Future Government Awards 2013 di 2 bidang sekaligus yaitu data center dan inklusi digital menyisihkan 800 kota di seluruh Asia-Pasifik. Di bawah kepemimpinannya pula, ia sukses mengantarkan Surabaya memperoleh penghargaan Adipura di tahun 2011. Risma menjadi kandidat wali kota terbaik dunia asal Indonesia bersama dua orang lainnya, yaitu Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dan Wali Kota Solo Joko Widodo.

PENDIDIKAN
Sekolah Menengah Pertama Negeri X Surabaya (1976)
SMU Negeri V Surabaya (1980)
S-1 Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) (1987)
S-2 Manajemen Pembangunan Kota Surabaya ITS (2002)

KARIR
Kepala Seksi Tata Ruang dan Tata Guna Tanah Bappeko Surabaya (1997-2000)
Kepala Seksi Pendataan dan Penyuluhan Disbang (2001)
Kepala Cabang Dinas Pertamanan (2001)
Kepala Bagian Bina Bangunan (2002)
Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan (2005)
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (2010)
Wali Kota Surabaya (2010-2015)

Senin, 11 Maret 2019

Inilah Jon Bon Jovi

John Francois Bongiovi Jr. atau yang bersahabat dikenal dengan sebutan Jon Bon Jovi atau John, lahir di Perth Amboy, New Jersey, Amerika Serikat, pada tanggal 2 Maret 1962. Jon Bon Jovi lahir dari pasangan John Bongiovi, Sr.dan Carol Sharkley. Ayah Jon Bon Jovi  merupakan seorang tukang cukur yang dulunya yakni anggota angkatan bahari dan ibunya juga merupakan mantan angkatan bahari yang sehabis masa tugasnya bekerja pada bidang andal tanaman bunga. John memiliki dua saudara yaitu Anthony M. Bongiovi, dan Matthew Bongiovi. Ayah John sendiri yakni seorang yang berdarah Italia dan Slovakia sedangkan ibunya berdarah Rusia dan Jerman. John dibesarkan di keluarga Katolik.

Masa kecil Jon dihabiskan dengan menjual koran bersama dengan Kakek neneknya di Erie, Pennsylvania. John bersekolah di Sekolah Menengan Atas St Joseph di Metuchen, New Jersey dan kemudian pindah ke Sekolah Menengan Atas Sayreville War Memorial di Parlin , New Jersey.

Sejak kecil, John sudah bercita-cita menjadi rocker. Hal ini terlihat dari kebiasaannya menghabiskan waktu di klub malam lokal, Ashbury Park, hanya untuk sekedar hang out, mendengarkan musik atau jamming dengan musisi yang tampil.

Jon Bon Jovi mulai bermain piano dan gitar pada tahun 1975 di kelas tiga belas dengan band pertamanya 'meruntuhkan'.


John menghabiskan sebagian besar masa remajanya untuk mangkir sekolah karena menentukan musik sebagai gantinya, dan balasannya bermain bergabung di band-band lokal dengan teman-teman serta bersama sepupunya Tony Bongiovi , yang kemudian mempunyai perusahaan rekaman bunyi terkenal di New York yaitu The Power Station. Akibatnya, catatan akademisnya di sekolah buruk.

Pada tahun 1978 tepatnya ketika John berusia 16 tahun, John lebih sering lagi menghabiskan waktunya di klub-klub. Setelah itu ia bergabung dengan seorang keyboardist berjulukan David Bryan Rashbaum, yang bermain bersamanya dalam genreten-piece rhythm dan blues band bernama Atlantic City Expressway. John juga nergabung dengan band bernama The Rest, The Lechers, John Bongiovi, dan Wild Ones.

Pada pertengahan tahun 1982, keluar dari sekolah dan bekerja paruh waktu di toko sepatu perempuan ', Jon Bon Jovi mengambil pekerjaan di Power Station Studios, rekaman Manhattan kemudahan di mana sepupunya Tony Bongiovi yakni co-pemilik. Bon Jovi menciptakan beberapa demo - termasuk satu yang diproduksi oleh Billy Squier - dan mengirimnya ke perusahaan rekaman tapi gagal untuk menciptakan dampak. rekaman profesional pertama nya lead vokal dalam "R2-D2 Kami Berharap Kau Natal Merry," yang merupakan bab dari Natal di album Bintang co sepupunya yang diproduksi.

Pada Juni 1982, John merekam sebuah lagu berjudul "Runaway". Para musisi di studio yang membantu merekam "Runaway" - dikenal dengan sebutan The All Star Review. The All Star Review beranggotakan gitaris Tim Pierce, keyboardist Roy Bittan, drummer Frankie LaRocka, dan bassist Hugh McDonald. Lalu John pergi ke beberapa perusahaan rekaman, termasukAtlantic Records dan Mercury (PolyGram) , namun semuanya ditolak. John pun mengunjungi stasiun radio WAPP 103.5FM "Apple" di New York City . Dia berbicara eksklusif kepada Direktur promosi John Lassman, yang balasannya mendapatkan lagu "Runaway" untuk dikategorikan sebagai musik lokal. "Runaway" pun menjadi musik lokal terpopuler. Dari sinilah, Jon Bon Jovi mulai menulis lagu. Selama tiga tahun, pada 1980 sampai 1983, sekitar 50 judul lagu berhasil ditulisnya.

Ketenaran lagu Runaway menciptakan Jon Bon Jovi semakin yakin akan cita-citanya. Ia pun menghubungi, David Bryan, keyboardis Atlantic City Expressway. Kedua sahabat ini mempunyai niat yang sama, yaitu menjadi musisi handal di belantika musik dunia. Meskipun tidak seambisius Jon Bon Jovi, David Bryan sangat mendambakan berkarir di dunia musik. Buktinya, ketika Jon Bon Jovi menghubunginya untuk menciptakan band, David segera mengalihkan pendidikannya dari jurusan kedokteraan menjadi jurusan music di Julliard Music School, New jersey.

Pada tahun 1983, John aktif di sebuah grup band bernama Scandal sebagai seorang gitaris. Dia juga muncul dalam rekaman video Scandal tahun 1983 yaitu "Love Got A-Line On You" yang menempati urutan 59 di Amerika Serikat.

Mereka berdua kemudian membentuk Jon Bongiovi & The Wild Ones, cikal bakal Bon Jovi. Dengan nama panjang itu, kedua calon musisi ini tak lelah mengirimkan demo-demo lagunya ke sejumlah perusahaan rekaman sampai ke Los Angeles. Keberadaannya yang hanya berdua itu menghalangi untuk melaju ke dapur rekaman, karena sebuah band dianggap tak tepat bila hanya mempunyai dua personil. David dan John pun mulai mencari personil baru, sampai balasannya bertemu dengan drummer Frankie & The Knockouts, Tico Torres.

Bergabungnya Tico Torres, menciptakan langkah Jon Bon Jovi dan David Bryan semakin mantab untuk membentuk deretan band yang akan masuk dapur rekaman. Jelas saja, alasannya yakni Tico Torres mengusulkan seorang basis Jersey, berjulukan Alec John Such. Menurutnya, permainan Alec sangat cocok dengan gaya bermusik Jon Bon Jovi. Tico meyakinkan bahwa dirinya menganal betul permainan Alec John Such, alasannya yakni pernah main bareng di Phantom’s Opera.

Untuk membentuk sebuah band rock, John masih membutuhkan seorang gitaris. Akan tetapi, di tak mau tergesa-gesa. Sementara, ia hanya mengajak seorang tetangga rumahnya berjulukan Dave Sabo, yang kelak menjadi gitaris Skid Row.

Alasan Jon Bon Jovi merekrut Dave Sabo, sebagai gitaris tanpa audisi, yakni ada proposal manggung dalam konser para pendukung album kompilasi radio WAPP. Dan, lagu Runaway mereka bawakan dengan mantap sehingga mendapatkan sambutan cukup antusias dari para penonton. Meskipun demikian, Jon Bon Jovi masih belum bisa mendapatkan Dave Sabo sebagai gitaris tetap, karena umurnya masih terlalu muda.

Kelima orang dalam deretan ini benar-benar sempurna, sehingga tak heran bila bisa masuk dapur rekaman Derek Shulman dengan PolyGram-nya. Mereka hanya membutuhkan tiga tahun, semenjak terbentuk, untuk mencapai puncak karir tinggi di blantika musik dunia.


 
Setelah band ini mulai bermain menampilkan dan membuka untuk talenta lokal, mereka menarik perhatian administrator rekaman Derek Shulman, yang menandatangani mereka ke Mercury Records dan yang merupakan bab dari perusahaan PolyGram. Karena Jon Bon Jovi menginginkan nama grup, Pamela Maher, seorang sahabat Richard Fischer dan seorang karyawan Doc McGhee, menyarankan mereka menyebut diri mereka Bon Jovi, mengikuti pola yang terkenal lainnya dua band kata menyerupai Van Halen. Nama ini dipilih bukan orisinil dari wangsit Johnny Electric. saran Pamela nama disambut dengan antusias kecil, tetapi dua tahun kemudian mereka memukul grafik di bawah nama itu. Cover art untuk Runaway.

Album pertama grup band rock, Bon Jovi dinamai Bon Jovi. Album ini dirilis pada tanggal 21 Januari 1984. Album yang menghasilkan hits Runaway dan She Don't Know Me ini meraih penghargaan gold platinum karena berhasil terjual kurang lebih 500 ribu keping.

Dengan tunjangan manajer gres mereka Doc McGhee mereka merekam debut album band ini, Bon Jovi, yang dirilis pada tanggal 21 Januari 1984. Album ini termasuk hit pertama band single, "Runaway", mencapai Top 40 di Billboard Hot 100 diikuti dengan "Dia Don't Know Me" yang merupakan lagu Mercury diminta merekam John dan termasuk di album ini sebagai bab dari kesepakatan itu.

Sampai ketika ini, lagu yang tetap di jalur satunya yang pernah masuk dalam album Bon Jovi yang Jon tidak mempunyai kredit penulisan. Kelompok tersebut menemukan diri mereka membuka untuk Scorpions di AS dan untuk Kiss di Eropa. Pada bulan Agustus tahun 1984 band ini menciptakan penampilan di Super Rock Festival sebagai tamu Istimewa di Jepang.

Namun, "Runaway" menjadi hit dan Bon Jovi menarik perhatian di Jepang. Bon Jovi menerima disk emas pertama untuk album pertama mereka di Jepang. Album ini memuncak di # 43 di Billboard 200 album chart di Amerika Serikat dan satu tahun sehabis rilis, itu bersertifikat Emas oleh RIAA.

Setelah merilis album Bon Jovi (1984) dan “7800◦Fahrenheit (1985), mereka merilis album masterpiece, Slippery When Wet (1986) yang laku 10 juta kopi di seluruh dunia. Band ini merilis tiga single "Only Lonely", "Dalam Dan Out Of Love" dan kidung "Silent Night". Album ini memuncak di # 37 di Billboard 200 dan Emas bersertifikat di AS Sementara album tidak melaksanakan serta mereka harapkan dalam hal penjualan, hal itu diperbolehkan Bon Jovi untuk keluar di jalan tur lagi.

Pertunjukan pertama mereka di Jepang sebagai headliner yang telah dilakukan segera sehabis rilis album dan delapan mengatakan secara total menjadi terjual habis semua, dan album hit Gold Top 5 dan bersertifikat di Jepang.

Pada bulan Mei 1985, Bon Jovi berjudul kawasan di Inggris dan Eropa. 7800 Fahrenheit memuncak di # 28 di Inggris dan # 40 di Jerman. Pada simpulan dari tur Eropa, band ini mulai lari 6-bulan sebesar US tourdates mendukung Ratt. Di tengah tur bahwa mereka berhasil menciptakan penampilan di Jam Texas dan Monster's Castle Donnington konser Rock di Inggris. Jon Bon Jovi juga melaksanakan penampilan solo di Farm Aid pertama tahun 1985.


Pada tanggal 29 April 1989, John menikah dengan Dorothea Hurley. Anak pertama mereka, Stephanie Rose lahir pada tanggal 13 Maret 1993, Jesse James Louis lahir tanggal 19 Februari 1995, Jacob Hurley 7 Mei 2002, dan Romeo Jon 29 Maret 2004.


Album-album berikutnya, menyerupai New Jersey (1988), Keep The Faith (1992), dan kompilasi Cross Road (1994), meraup laba besar. Nama Bon Jovi pun sangat termahsyur, sehingga ketika Alec John Such keluar dari deretan pada 1994 tidak begitu menghipnotis eksistensinya. Bahkan, Bon Jovi pun terus melahirkan album-album dahsyat, menyerupai These Days (1995), Crush (2000), Bounce (2002), dan This Left Feeling Right (2004). "Always" yakni sebuah lagu terpopuler Bon Jovi . Ini dirilis sebagai single dari album mereka tahun 1994, Cross Road dan kemudian menjadi single terlaris, dengan satu juta eksemplar terjual di Amerika Serikat dan lebih dari 3 juta di seluruh dunia. Lagu ini menempati posisi 4 di Billboard AS, posisi 2 di Mainstream Top 40 dan juga merupakan hit internasional posisi 1 di Australia, posisi 2 di Inggris dan posisi 4 di Jerman.


Album These Days dibentuk tahun 1995, di mana pada tahun itu pula Bon Jovi memulai World Tour-nya, di mana ketika itu mereka juga menyempatkan diri tampil di Jakarta. Sejak album ini, Bon Jovi bermain tanpa Alec John Such sang pencabik bass terdahulu, yang dikeluarkan dari band akhir ketergantungan pada obat terlarang, digantikan oleh Huge McDonald. Album ini menghasilkan beberapa hit menyerupai This Ain't A Love Song dan Lie To Me.

Di tengah perjalan karir band ini, vokalis sekaligus gitaris Bon Jovi, Jon Bon Jovi, pernah mempunyai proyek solo, yaitu album Blaze Of Glory, sountrack film Young Guns II, yang berhasil meraih predikat “The Best Sountrack Album“. Selain itu, pada 1997, Jon Bon Jovi juga mengeluarkan album solo keduanya yang berjudul Destination Anywhere.

Crush yakni album studio ketujuh grup band Bon Jovi yang dirilis pada tanggal 13 Juni 2000. Album ini dibentuk sehabis kelompok ini empat tahun vakum (1996-1999) di belantika musik dunia karena anggotanya menyerupai Jon Bon Jovi, Richie Sambora, dan David Bryan sibuk mengerjakan album solo mereka. Album Crush berisikan beberapa hit menyerupai It's My Life dan Thank You for Loving Me. Album ini telah terjual lebih dari 15 juta kopi di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri telah terjual lebih dari 200 ribu keping.

Pada animo semi tahun 2002, kelompok ini masuk studio untuk memulai rekaman studio untuk album kedelapan , berjudul, Bouncing. Album ini merupakan semangat buat Amerika Serikat untuk bangun kembali dari serangan World Trade Center. Album ini juga disebut Bon Jovi, sebagai penyemangat kemampuan band ini untuk bangun kembali lagi dan lagi, selama bertahun-tahun. Bounce mewakili Band Bon Jovi untuk kembali ke Bon Jovi yang dulu dengan Richie Sambora bermain gitar sangat terdistorsi, vokal serak oleh Jon, dampak keyboard dan piano oleh David Bryan dan drum Tico Torres booming oleh. Single pertama dari album "Everyday", dinominasikan pada Grammy Awards tahun 2003 untuk Best Pop Performance oleh Duo atau Grup dengan Vokal.


Band ini melanjutkan Tour Bouncing untuk album ini, di mana mereka menciptakan sejarah sebagai band terakhir yang melaksanakan koser di Veterans Stadium di Philadelphia sebelum dirobohkan. Menyusul simpulan Tour Bounce pada bulan Agustus 2003, Bon Jovi memulai sebuah proyek, awalnya berniat untuk menghasilkan sebuah album yang terdiri dari pertunjukan live akustik, band ini balasannya melaksanakan penulisan ulang, pencatatan dan reinventing 12 dari hits terbesar mereka dalam album yang baru.

Tahun berikutnya, band ini merilis sebuah album yang berjudul 100.000.000 Bon Jovi Fans Can't Be Wrong. Isi album ini terdiri dari empat CD dikemas dengan 38 lagu yang belum pernah dirilis dan 12 lagu yang langka, serta sebuah DVD. Album ini menandai 100 juta album Bon Jovi dan juga memperingati 20 tahun semenjak  dirilisnya album pertama band ini pada tahun 1984. Pada bulan November 2004 band ini juga dihormati dengan Penghargaan of Merit di American Music Awards.

Pada September 2005, Bon Jovi balasannya merilis album Have A Nice Day yang salah satu lagunya berjudul Who Says You Can’t Go Home, meraih penghargaan Grammy, yaitu “The Best Country Collaboration With Vocal“. Pada 2007, mereka kembali menciptakan album berjudul Lost Highway yang kebanyakan lagunya berunsur rock yang ditambah dengan musik country di sana-sini. Nuansa rock dalam album ini serba tanggung, karena tidak terlalu keras, juga tidak terlalu pelan. Dalam album ini, Bon Jovi berkolaborasi dengan dua musisi country, yaitu Big & Rich dan Le-Ann Rimes. Album ini menghasilkan hits berjudul Make A Memory dan Lost Highway.


Bon Jovi telah dikenal memakai gaya yang berbeda dalam musik mereka, yang meliputi negara untuk tahun 2007 album mereka Lost Highway. Album terbaru mereka, The Circle, dirilis pada tanggal 10 November 2009 di Amerika Serikat. Sepanjang karir mereka, band ini telah merilis sebelas album studio, tiga album kompilasi dan satu album live, dan telah terjual 130 juta album di seluruh dunia.

Mereka telah melaksanakan lebih dari 2.600 konser di lebih dari 50 negara selama lebih dari 34 juta fans, dan dilantik ke Inggris Music Hall of Fame pada tahun 2006. Sebagai penulis lagu dan kolaborator, Jon Bon Jovi dan Richie Sambora dilantik menjadi penulis lagu Hall of Fame pada tahun 2009. Pada tanggal 28 September 2010, Bon Jovi dinominasikan untuk Rock and Roll Hall of Fame.

Jon Bon Jovi juga yakni seorang pemeran dalam film Moonlight and Valentino, The Leading Man, Destination Anywhere Homegrown, Little City, ada Looking Back, Row Your Boat, Vampires Los Muertos, U-571, Cry Wolf, National Lampoon yang pucked, dan New Year's Eve. Dia juga mempunyai kiprah pendukung dalam film Pay It Forward, di mana ia bermain sebagai suami Helen Hunt .


Penampilan serial TV-nya meliputi Sex and the City, 30 Rock, Las Vegas, The West Wing. Dia juga ikut dalam film Young Guns II tahu 1990. Pada tanggal 24 Januari 2011, Jon berperan dalam film New Year's Eve, dirilis simpulan tahun itu, yang menceritakan John sebagai bintang rock yang sukses yang terhubung dengan huruf Katherine Heigl.

Ada yang Aneh dan Unik disetiap penampilan konser Bon Jovy. Yang Jumlah penonton wanitanya mendominasi penonton pria, padahal rata-rata di setiap musik heavy metal, penggemar terbanyak yakni kaum pria.

sumber : https://kisah-orangsukses.blogspot.com//search?q=jon-bon-jovi-legend-of-rock

Baca Juga

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
close
Banner iklan   disini