Berbagi Cerita - Kisah Sukses

Asalamualaikum Wr, Wb. Hidup hanya sekali dan tidak akan berulang untuk ke duakalinya di bumi yang sama ini, Lalu apa tujuan hidup Kita? bagaimana kita menghadapinya untuk bisa mencapai cita-cita kita? dan jalan apa yang harus kita tempuh untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. Disini saya mencari artikel-artikel tentang kisah orang-orang yang telah sukses meniti karirnya dibidanganya masing-masing. Semoga ini bisa menjadi Inspirasi untuk kita semua dalam menjalani hidup didunia ini. Walaupun terkadang banyak sekali rintangan yang kita hadapi tetapi hendaklah kita bersabar untuk menjalaninya agar hidup kita menjadi lebih baik dan dari hari-hari sebelumnya, (baca dan resapi kisah perjuanganya, kemudian lakukan yang terbaik dalam hidup anda)Salam kenal dari Saya
Tampilkan postingan dengan label Kisah Orang terkaya di Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Orang terkaya di Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Februari 2025

Judul: "Jusuf Hamka: Dari Pedagang Asongan hingga Raja Jalan Tol Indonesia"


Mohammad Jusuf Hamka, yang akrab disapa Babah Alun, lahir pada 5 Desember 1957 dengan nama Jauw A Loen atau Alun Joseph. umbuh dalam keluarga Tionghoa yang terpelajar; ayahnya, Dr. Joseph Suhaimi, S.H. (Jauw To Tjiang), adalah seorang dosen di Universitas 17 Agustus 1945. Sekecil, Jusuf telah ditempa dengan kehidupan yang sederhana dan penuh perjuangan.

Masel Jusuf dihabiskan di daerah Pasar Baru, Jakarta Pusat. Untuk mntu perekonomian keluarga, ia berjualan es mambo dan kacang-kacangan di sekitar Masjid Istiqlal. Pengalamai membentuk mentalitas kerja keras dan kemandiriannya sejak dini.

Setelah melaikan pendidikan dasar, Jusuf melanjutkan studi di Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945. Namun, ia tidanyelesaikan kuliahnya karena merasa kurang cocok dengan formalitas pendidikan. Meski demikian, ngat belajarnya tidak surut; ia terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya secara mandiri.

Pada usia 23 tahutatnya tahun 1981, Jusuf memutuskan untuk memeluk agama Islam setelah bertemu dengan Buya Hamka di Masjid Al-Azhar. Di bawah bimbingan Buamka, ia mengucapkan dua kalimat syahadat dan namanya diubah menjadi Jusuf Hamka. Keputusan ini diterima an baik oleh keluarganya yang moderat.

Karier profesional Jusufmai sebagai pengusaha kayu di Samarinda, Kalimantan Timur. Meskipun tidak memiliki latalakang pendidikan formal yang tinggi, ia berhasil membangun jaringan bisnis yang luas dan reputasi yang baik di industri tersebut.

Kesuksesan di bidang kayu memaeluang bagi Jusuf untuk terjun ke sektor infrastruktur, khususnya pembangunan jalan tol. Ia bergabung dengan PT Citra Margsaphala Persada (CMNP) dan menjabat sebagai Direktur Utama. Di bawah kepemimpinannya, CMNP berh mengembangkan beberapa proyek jalan tol strategis di Indonesia.

Salah satu proyek monumental yang dip oleh Jusuf adalah pembangunan Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono yang menghubungkan Cawang dan Tanjung Priok. Jalan tol ini merupakan yang pertama di nesia yang menggunakan sistem layang dengan teknik Sosrobahu, membentang hampir 25 km melintasi Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara.

Selain sukses di dunia bisnis, Jusuf jugakal sebagai sosok yang dermawan dan peduli terhadap sesama. Ia sering terlibat dalam berbagai kegiatan so dan filantropi, membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa memandang latar belakang.

Prinsip hidup Jusuf yang terkenal adalah: "Ban it jangan sombong, nggak punya duit jangan nyolong." Petuah ini mencerminkan sikap rendah hati dan inteas yang selalu ia pegang teguh dalam setiap langkah hidupnya.

Meskipun telah mencapai puncak kesuksesan, Jusuf te njalani hidup dengan sederhana. Ia tidak segan untuk berinteraksi dengan berbagai kalanmasyarakat dan selalu siap membantu mereka yang membutuhkan.

Kisah hidup Jusuf Hamka adalah bukti bahwa dengan kerja a ketekunan, dan integritas, seseorang dapat mengubah nasibnya dari kondisi yang sederhana menjadi sukses besar. Ia menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tidak pernah meah dalam menghadapi tantangan hidup.

Melalui perjalanan hidupnya, Jusuf menunjukkan bahwa latar bea bukanlah penghalang untuk meraih impian. Dengan semangat pantang menyerah dan keinginan untuk terus belajaa berhasil membuktikan bahwa siapa pun dapat mencapai kesuksesan.

Kini, Jusuf Hamka dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses di Inia yang memiliki pengaruh besar di sektor infrastruktur. Namun, ia tetap rendah hati dan terus berkontribusi bagi masyarakat, mdikannya teladan bagi generasi muda.

Kisah Jusuf Hamka mengajarkan kita bahwa kesuksesan tidak datang dengand. Dibutuhkan kerja keras, ketekunan, dan sikap rendah hati untuk mencapainya.adalah contoh nyata bahwa dengan semangat dan dedikasi, segala sesuatu mun untuk diraih.

Melalui berbagai tantangan dan rintangan yang dihadapinya, Jusuf selalu menunjasikap optimis dan tidak pernah menyerah. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk selalu berjuang dan tidakah putus asa.

Dengan segala pencapaian dan kontribusinya, Jusuf Hamka telah menorehkan jejak yangrti dalam sejarah pembangunan Indonesia. Ia tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun semangat dan inspirbagi banyak orang.

Semoga kisah hidup Jusuf Hamka dapat menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berusa kerja keras, dan selalu peduli terhadap sesama. Ia adalah bukti nyata bahwa dengan niat baik dan usaha yang sungguh-sungguh, kesuksesan akanang pada waktunya.






******************************
Terimakasih Atas Kunjungan Anda
http://kisah-orangsukses.blogspot.com/search/label/Buku
Semoga Artikel Ini Bermanfaat
kisah-orangsukses.blogspot

Senin, 05 November 2018

Kisah Sukses Sandiaga Uno


Sandiaga adalah seorang pengusaha kaya yang kelahiranya di Pekanbaru pada Tanggal 28 Juni 1969 dari pasangan orang tua yang bernama Razif Halik Uni dan Racmini Rachman. Beliau menikah seorang istri bernama Nur Asiah, dan telah dikaruniai 3 orang anak bernama Anneesha Atheera Uno, Amyra Atheefa Uno, dan Sulaiman Saladdin Uno. Sandi Uno adalah seorang lulusan dari Wichita State University, Amerika Serika.

Setelahlulus kuliah Sandiaga mengawali karier sebagai karyawan Bank Summa pada 1990. Di Bank Summa, ia bertemu dan berguru dengan konglomerat William Soeryadjaya pemilik Bank Summa. Setahun kemudian ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Universitas George Washington, Amerika Serikat. Ia lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00.

Sandiaga Uno memulai usahanya setelah sempat menjadi seorang pengangguran ketika perusahaan yang mempekerjakannya bangkrut. Ia banting setir untuk bangkit dari nol, menjalani awal kariernya menjadi seorang pengusaha. Bersama rekannya, ia mendirikan sebuah perusahaan di bidang keuangan, PT Saratoga Advisor. Usaha tersebut terbukti sukses dan telah mengambil alih beberapa perusahaan lain . Pada tahun 2009, ia tercatat sebagai orang terkaya urutan ke-29 di Indonesia menurut majalah Forbes. Tahun 2011, Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di Indonesia. Ia menduduki peringkat ke-37 dengan total kekayaan US$ 660 juta.
Pada tahun 1993 Sandiaga Uno bergabung dengan Seapower Asia Investment Limited di Singapura sebagai manajer investasi. Ia kemudian pindah ke MP Holding Limited Group di tahun 1994. Kemudian Pada 1995 ia pindah ke NTI Resources Ltd di Kanada dan menjabat Executive Vice President NTI Resources Ltd. dengan penghasilan 8.000 dollar AS per bulan atau setara dengan Rp. 100.000.000,-/Bulan pada Kurs saat ini. Namun, krisis moneter sejak akhir 1997 menyebabkan perusahaan tempatnya bekerja bangkrut sehingga memaksanya untuk pulang ke Indonesia dengan status pengangguran.
Pada tahun 1997 Sandi Uno mendirikan perusahaan penasihat keuangan, PT Recapital Advisors bersama teman SMA-nya, Rosan Perkasa Roeslani. Salah satu mentor bisnisnya adalah William Soeryadjaya. Setelah berjalan selama satu setengah tahun Sandi kemudian bertemu dengan Edwin Soeryadjaya, putra William Soeryadjaya, pendiri PT Astra Internasional. Waktu itu Edwin juga mengalami kesulitan keuangan dan Sandi ditawarkan untuk membangun usaha berbasis investasi. Maka, ia dan Edwin Soeryadjaya, putra William, mendirikan perusahaan investasi bernama PT Saratoga Investama Sedaya. Bidang usahanya meliputi pertambangan, telekomunikasi, dan produk kehutanan.
Berbekal jejaring (network) yang baik dengan perusahaan serta lembaga keuangan dalam dan luar negeri, Sandi Uno sukses menjalankan bisnis tersebut. Mekanisme kinerja perusahaan tersebut adalah menghimpun modal investor untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang mengalami masalah keuangan.Kinerja perusahaan yang krisis itu kemudian dibenahi dan dikembangkan. Setelah kembali sehat, aset perusahaan tersebut dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi. Hingga 2009, ada 12 perusahaan yang sudah diambil alih oleh PT Saratoga. Beberapa perusahaan telah dijual kembali, antara lain PT Dipasena Citra Darmaja, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), dan PT Astra Microtronics.

Pada 2005–2008, Sandi Uno menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Selama masa kepemimpinannya, jumlah pengusaha yang tergabung di HIPMI meningkat dari 25.000 orang menjadi 35.000 orang. Ia juga menjadi Ketua Komite Tetap Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sejak 2004.

Sandi dinobatkan menjadi 122 orang terkaya di Indonesia versi majalah Asia Globe dengan total aset perusahaan mencapai 80 juta dollar AS, pada 2007. Sementara, pada 2008 ia dinobatkan menjadi orang terkaya ke-63 di Indonesia dengan total aset 245 juta dollar AS. Pada 2009 Sandi masuk sebagai pendatang baru dalam daftar 40 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes. Majalah tersebut menuliskan Sandi memiliki kekayaan US$ 400 juta dan berada di peringkat 29.

Demikian sekilas tentang kisah sukses Sandiaga Uno dalam Bisnisnya.

Sumber: Wikipedia
******************************
Terimakasih Atas Kunjungan Anda
http://kisah-orangsukses.blogspot.com/search/label/Buku
Semoga Artikel Ini Bermanfaat
kisah-orangsukses.blogspot

Minggu, 26 Maret 2017

Daftar lengkap 150 orang terkaya di Indonesia setelah TAX AMNESTY 2017

Sepertinya dunia ini semakin banyak melahirkan orang kaya baru, terutama di indonesial juga tidak mau ketinggalan.
Walupun setelah pajak, berikut ini daftar 150 orang terkaya di indonesia setelah Tax Amnesty.

150. Ishak Charlie
Arga Citra Kharisma
US$ 530 juta

149. Marimutu Maniwanen
Busana Apparel Group
US$ 570juta

148. Setiawan Djody
Setdco Group
US$ 535 juta

147. Tandean Rustandy
Arwana Citramulia
US$ 540 juta

146. Bambang Setijo
Pan Brothers
US$ 550 juta

145. A Siang Rusli ALI
CAPITAL GROUP
Kurnia Tetap Mulia
US$ 573 juta

144. Jacobus Busono
Pura Group
US$ 575 juta

143. Fajar Suhendra
Sumatra Growth Group
US$ 578 juta

142. Soedjono
Wira Sakti Adimulya
US$ 581 juta

141. Mintarjo Halim
Sandratex
US$ 593 juta

140. Batihalim Stefanus
Nojorono Tobacco
US$ 595 juta

139. Rudy Unjoto
Daliatex Kusuma
US$ 596 juta

138. A Tong
Roda Vivatex
US$ 598 juta

137. Honggo Wendratno
Arsari Pratama

136. Anna Bambang Surjo Sunindar
Kirana Tanker
US$ 600 juta

135. Ricardo Gelael
Fast Food Indonesia
US$ 605 juta

134. Iskandar Widyadi
Bank Jasa Jakarta
US$ 612 juta

133. Shindo Sumidomo
Siantar Top
US$ 613 juta

132. Siti Hardijanti Rukmana
Citra Lamtoro Gung Persada
US$ 615 juta

131. Mardjoeki Atmadiredja
Surya Toto Indonesia
US$ 617 juta

130. Widarto
Sungai Budi Group
US$ 620 juta

129. G Lukman Pudjiadi
Jayakarta Group
US$ 622 juta

128. GS Margono
Gapura Prima Group
US$ 625 juta

127. Stanley S Atmadja
Asco Automotive
US$ 627,5 juta

126. Samin Tan
Borneo Lumbung
US$ 630 juta

125. Rachmat Gobel
Gobel International
US$ 635 juta

124. Bambang Trihatmodjo
Asriland
US$ 655 juta

123. Karmaka Surjaudaja
OCBC NISP Group
US$ 657 juta

122. Ilham Habibie dan Thareq Habibie
Ilthabi Rekatama
US$ 658 juta

121. Elizabeth Sindoro
Dan Liris, Paramount Group
US$ 661 juta

120. Budi Purnomo Hadisurjo
Optik Melawai
US$ 665 juta

119. Sri Sultan Hamengkubuwono X
Sultan Yogyakarta
US$ 672 juta

118. Sendi Bingei
Sumatra Tobacco Trading: Tobacco, food
US$ 690 juta

117. Johanes B. Kotjo
Apac Group: Textiles
US$ 710 juta

116. Anton Setiawan
Tunas Group
US$ 715 juta

115. Pontjo Sutowo
Nugra Sentana Group
US$ 718 juta

114. Kaharudin Ongko
Ongko Group
US$ 725 juta

113. Tan Tjai Kie
Gunung Garuda Steel
US$ 727 juta

112. Winarko Sulistyo
Fajar Surya Wisesa
US$ 732 juta

111. Siswono Yudohusodo
Bangun Cipta Sarana: Construction, livestock breeding
US$ 733 juta

110. Soetjipto Nagaria
Summarecon Group
US$ 735 juta

109. Paulus Tumewu
Ramayana Group
US$ 742 juta

108. Johnny Widjaja
Sintesa Group
US$ 744 juta

107. Henry Onggo
Ratu Sayang Group
US$746 juta

106. Benny Suherman
Studio 21 Group
US$ 748 juta

105. Chandra Lie dan Hendry Lie
Sriwijaya Air
US$ 748,5 juta

104. Boyke Gozali
Mitra Adi Perkasa
US$ 751 juta

103. Oesman Sapta Odang
OSO Group
US$ 751,8 juta

102. Muljadi Budiman Honda Prospect Motor
US$ 765 juta

101. Didi Dawis
Ling Brothers
US$ 768,4 juta

100. Djoenaedi Joesoef
Konimex
US$ 770 juta

99. Iwan Lukminto
Sritex Group
US$ 771 juta

98. Tatang Hermawan
Fuju PalapaTextiles, Bank Parahyangan
US$ 773 juta

97. Sabana Prawirawidjaja
Ultrajaya Group
US$ 780 juta

96. Jahja Santoso
Sanbe Farma
US$ 781,6 juta

95. Rudolph Merukh dan Lucky Merukh
Merukh Enterprises
US$ 782 juta

94. Sukamdani Sahid Gitosardjono
Sahid Group
US$ 790 juta

93. Yos Sutomo
Sumber Mas
US$.792 juta

92. K. Gowindasamy
Mitra Jaya Group
US$ 794 juta

91.Surya Dharma Paloh
Media Indonesia
US$ 796,8 juta

90. Dahlan Iskan
Jawa Pos Group
US$ 797,4 juta

89. Kris Taenar Wiluan
Citra Mas Group
US$ 801 juta

88. Keluarga Hendro Setiawan
Pikko Group
US$ 803 juta

87. Rosan Roeslani
Recapital
US$ 804 juta

86. Trihatma K Haliman
Agung Podomoro Group
US$ 822 juta

85. Mohammad Reza Chalid
Global Energy Resources
US$ 825 juta

84. Harry Sanusi
Kino Group
US$ 827 juta

83. Sugiono W Sugialam dan Kindarto Kohar
Trikomsel Group
US$831 juta

82. Jimmy Masrin
Lautan Luas Group
US$ 832 juta

81. Ginawan Tjondro
CNI Group
US$ 835 juta

80. Rudy Suliawan
Karang Mas Sejahtera
US$ 840 juta

79. Arifin Panigoro dan Hilmi Panigoro
Medco Group
US$ 842,7 juta

78. Kiki Barki
Harum Energy Group
US$ 845 juta

77. Henry Pribadi
Napan Group
US$  846 juta

76. Alim Markus
Maspion Group
US$ 847 juta

75. Iwan Budi Brasali dan Aldo Brasali
Brasali Group
US$ 847,8 juta

74. Hendro Gondokusumo
Intiland
US$ 851 juta

73. Amirsjah Risjad
Risjadson Group
US$ 852,7 juta

72. Heru Hidayat
Inti Agri Resources
US$ 853 juta

71. Wiwoho B Tjokronegoro
Indika Energy
US$ 855 juta

70. Sutanto Djuhar
First Pacific
US$ 857 juta

69. Agus Lasmono Sudwikatmono
Indika Energy
US$ 858,5 juta

68. Purnomo Prawiro
Blue Bird Group 
US$ 861 juta

67. Tan Kian
Dua Mutiara
US$ 863 juta

66. AHK Hamami
ABM Investment Trakindo Group
US$ 865 juta

65. Sofjan Wanandi
Gemala Group, Santini Group
US$ 872 juta

64. Sudhamek
Garuda Food Group
US$ 872,8 juta

63. Soegiharto Sosrodjoyo
Rekso Group
US$ 873,8 juta

62. Bachtiar Karim
Musim Mas
US$ 882 juta

61. Desi Sulistio Hidayat dan keluarga
Sido Muncul
US$ 884 juta

60. Harjo Sutanto
Wings Group
US$ 886 juta

59. Subianto Tjandra
Ateja Group
US$ 888 juta

58. George Tahija dan Sjakon Tahija
Austindo Nusantara Jaya
US$ 888,6 juta

57. Kuncoro Wibowo
Ace Hardware
US$ 889,1 juta

56. Hutomo Mandala Putra
Humpuss
US$ 891 juta

55. Muki Tan
Rodamas Group
US$ 892 juta

54. Eka Tjandranegara
Mulia Group
US$ 893 juta

53. John Chuang
Ceres Indonesia, Petra Food
US$ 895 juta

52. Prajogo Pangestu
Barito Pacific Group
US$ 896,5 juta

51. Jan Darmadi
Jan Darmadi Group
US$ 897,2 juta

50. Osbert Lyman
Lyman Group: Property, plantations
US$ 898 juta

49. Jusuf Kalla dan keluarga
Kalla Group
899 juta

48. Boenjamin Setiawan dan keluarga
Kalbe Farma
US$ 899,3 juta

47. Sandiaga Uno
Saratoga, Recapital: Private equity, investment
US$ 900 juta

46. Alexander Tedja dan Melinda Tedja
Pakuwon Group 
US$ 902 juta

45. Benny Subianto
Persada Capital Group
US$ 905 juta

44. Hashim Djojohadikusumo
Arsari Group
US$ 1,030 miliar

43. Tomy Winata
Artha Graha Group
US$ 1,1 miliar

42. Luntungan Honoris
Modern Group
US$ 1,15 miliar

41. Johan Lensa
J Resources
US$ 1,26 miliar

 40. Gunawan Jusuf
Sugar Group Companies
US$ 1,3 miliar

39. Handojo Santoso
Japfa Comfeed Group
US$ 1,52 miliar

38. Sugianto Kusuma (Aguan)
Agung Sedayu, Bank Artha Graha 
US$ 1,53 miliar

37. Martias dan Tjiliandra Fangiono
First Resources 
US$ 1,55 miliar

36. Mu’min Ali Gunawan
Panin Group
US$ 1,57  miliar

35. Husein Djojonegoro
ABC, Orang Tua Group
US$ 1,61 miliar

34. Teddy Thohir dan Garibaldi Thohir
TNT Group
US $1,642 miliar

33. Rusdi Kirana
Lion Air Group 
US$ 1,65 miliar

32. Dato Low Tuck Kwong
Bayan Resources 
US$ 1,68  miliar

31. Hartadi Angkosubroto dan Husodo Angkosubroto
Gunung Sewu Group 
US$ 1,75 miliar

30. Murdaya Poo dan Siti Hartati Murdaya
Central Cipta Murdaya 
US$ 1,78 miliar

29. Kartini Muljadi dan Handojo S Muljadi
Tempo Scan Group
US$ 1,85 miliar

28. Suryadi Darmadi
Duta Palma Nusantara Group
US$ 1,88 miliar

27. Benjamin Jiaravanon dan Jialipto Jiaravanon
Charoen Pokphand Indonesia 
US$ 1,92 miliar

26. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono
Harita Group
US$ 1,93 miliar

25. The Nin King
Argo Manunggal Group
US$ 1.95  miliar

24. Djoko Susanto
Sumber Alfaria Trijaya
US$ 1,985 miliar

23. Aksa Mahmud
Bosowa Corporation
US$ 2,1 miliar

22. Ciputra
Ciputra Group 
US$ 2,2 miliar

21. Jakob Oetama dan Lilik Oetama
Kompas Gramedia Group 
US$ 2,3 miliar

20. Haryanto Adikoesoemo
AKR Corporindo 
US$ 2,48 miliar

19. Hary Tanoesoedibjo
MNC Group
US$ 2,56 miliar

18. Eddy Sariaatmadja dan Fofo Sariaatmadja
Elang Mahkota Teknologi
US$ 2,72 miliar

17. Edwin Soeryadjaya
Saratoga, Recapital, Plantation BB
US$ 3,6miliar

16. Martua Sitorus 
Wilmar International 
US$ 3,8 miliar

15. Tahir
Mayapada Group
US$ 3,85 miliar

14. Peter Sondakh
Rajawali Group 
US$ 3,87 miliar

13. Sjamsul Nursalim
Gajah Tunggal Group
US$ 3,88 miliar

12. Theodore P Rachmat
Triputra Group, Adaro
US$ 3,9 miliar

11. Mochtar Riady
Lippo Group 
US$ 4,2 miliar

10. Sukanto Tanoto
Royal Golden Eagle
US$ 4,8 miliar

9. Eddy William Katuari
Wings Group
US$ 4,85 miliar

8. Aburizal Bakrie
Bakrie Group
US$ 4,86 miliar

7. Putera Sampoerna
Sampoerna Strategic 
US$ 4,865 miliar

6. Sri Prakash Lohia 
Indorama Group 
US$ 4,87 miliar

5. Chairul Tanjung
CT Corp 
US$ 5,7 miliar

4. Susilo Wonowidjojo
Gudang Garam 
US$ 7,3miliar

3. Eka Tjipta Widjaja
Sinar Mas Group 
US$8,6 miliar

2. Anthoni Salim / Salim Group, First Pacific 
US$ 10,2 miliar

1. Robert Hartono & Michael Hartono 
Djarum Group BCA
US$ 10,5 miliar

(Vna/Ndw)

itu tadi secara singkat yang masuk daftar orang terkaya di indonesia. semoga tambah berkah dan bermanfaat buat anda serta semoga termotivasi.

 Hayo siapa yang akan menyusul? Semoga aja anda berikutnya.




******************************
Terimakasih Atas Kunjungan Anda
http://kisah-orangsukses.blogspot.com/search/label/Buku
Semoga Artikel Ini Bermanfaat
kisah-orangsukses.blogspot

Jumat, 05 Agustus 2016

Kisah perjalanan Sukses JOKOWI

Siapa yang tidak kenal Joko Widodo alias JOKOWI sang Presiden Indonesia yang ke 7.
beliau berasal dari suatu daerah yang berasal dari kalangan menengah, dan Lahir Di Solo tanggal 21 Juni 1961. Sebagai anak pertama dari empat bersaudara yakni Iit Sriyantini, Ida Yati dan Titik Relawati dari pasangan Notomihardjo dan Sujiatmi. awal kali beliau bersokolah berasal dari sebuah sekolahan yang biasa saja dan tidak tergolong elit yaitu sdi sekolan SD 111 Tirtoyoso.
masalalunyapun bisa dikatakan masih susah, karena keadaanlah yang memaksanya untuk melakukan itu semua, hanya untuk bisa membeli peralatan sekolah.
 
 Selepas tamat sd beliaupun melanjutkan ke sekolah tingkat perteme di SMP N 1 Surakarta, kemudian dilajutkanlagi ke SMA N 6 Surakarta, setelah lulus dari sekolah tersebut Jokowi langsung mengambil Perguruan Tinggi di Univesitas Gajah Mada dengan mengambil jurusan kehutanan di fakultas kehutanan.
dari perjalanan pendidikan inilah karir Jokowi mulai ditunjukan, dengan memilih jurusan kehutanan maka Beliau mendalami ilmu kayu dan membuat Skripsi dengan judul “Studi Tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kodya Surakarta” dan lulus pada tahun 1985.
dan setelah itu, sesuai dengan jurusan pendidikanya, beliau mendapatkan pekerjaan di sebuah BUMN yang berada di Gayo -  Aceh Tengah, dengna nama perusahaan PT Kertas Kraft Aceh selama 1,5 Tahun. selang 1 tahun beliau menikahi seorang gadis bernama Iriana, yang tidak lain adalah teman adiknya sendiri pada tanggal 24 Desember 1986 dan memberikan buah 3 orang buah hati yang bernama Gibran Rakabumi, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangerap.
setelah kembalinya dari aceh, Beliau berencana mengambangakan potensi dirinya dengan bergabung besama usaha pamanaya yang bergerak dibidang Kayu, yaitu CV. Roda Jati, dan ketika pada Tahun 1988 Beliau mencoba untuk mendapatkan keberuntungan sendiri dengan membuak perusahaan yang bernama CV. Rakabu, yang diambil dari nama anak pertamanya tersebut. keadaan bisnisnya pun pernah mengalami kegagalan yaitu ketika dibohongi karena adanua pesanan yang tidak dibayar oraleh pembelinya, dan akhirnya perusahaan tersebut bangkrut dan hancur, padahal modal yang dia peroleh merupakan pinjaman dari bank.
 Singkat cerita, perjalanan karir beliau didunia politik dimulai pada tahun 2005, dengan mencalonkan menjadi Walikota Solo besama pasanganganya FX Hadi Rudyatmo. Kembali maju sebagai calon wali kota Solo pada periode kedua 2012-2015 berpasangan dengan FX Hadi Rudyatmo, kali ini menang dengan suara 90,09%
dengan hasil yang diperolehnya, membuat beliau beranjak mengajukan ke pencalonan dan Meninggalkan Solo, bersama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) maju sebagai kandidat gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.
Menang pada Pilgub DKI Jakarta putaran pertama dengan 42,60% dan maju ke putaran kedua bersaing dengan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramly
Terpilih sebagai gubernur DKI Jakarta setelah mendapat 53,82% pada putaran kedua sementara pesaingnya Fauzi Bowo-Nachrowi Ramly meraih 46,18%
Pada 2014 menerima mandat PDIP untuk maju sebagai calon presiden berpasangan dengan Jusuf Kalla


Sumber:
www.merdeka.com
www.portalsejarah.com



******************************
Terimakasih Atas Kunjungan Anda
http://kisah-orangsukses.blogspot.com/search/label/Buku
Semoga Artikel Ini Bermanfaat
kisah-orangsukses.blogspot

Sabtu, 06 Agustus 2011

Kisah Sukses Tjandra Mindharta Gozali (Pengusaha Sawit)


Tjandra Mindharta Gozali (59) bukanlah nama asing di dunia usaha Indonesia. Kemampuannya mengintip dan mampu memanfaatkan peluang menjadi kuncinya dalam berbisnis. Keotodidakannya mengantarkan Tjandra menjadi salah satu pebisnis sukses.
Di usianya yang hampir memasuki kepala enam, Tjandra Gozali –begitu ia biasa disapa-- menjabat Presiden Direktur (Presdir) PT Gozco Plantation Tbk, sebuah perusahaan kelapa sawit yang kini terus melakukan ekspansi bahkan merambah hingga bisnis gas alam.
Ia juga memimpin PT Fortune Mate Indonesia Tbk., perusahaan properti yang memiliki lahan beribu-ribu hektare di Surabaya.
Tjandra mengawali bisnis sawit pada tahun1999. Ia melihat sawit mempunyai potensi besar dan Indonesia adalah satu dari sedikit negara tropis di dunia yang kondisi iklim dan tanahnya cocok untuk pengembangan kelapa sawit berskala luas. Terlebih, kelapa sawit memiliki banyak produk turunan dan bisa memenuhi beragam keperluan, dari makanan, bahan pokok berbagai industri, hingga sumber energi berupa biodiesel dan dapat terus diproduksi.
Selain itu, menurut Tjandra, pekerjaan di bisnis sawit tidak terlalu ngoyo. “Orang seperti saya, kalau nanti sudah mencapai usia 70 atau 80 tahun, berharap masih bisa kerja di kebun dengan santai. Sawit itu sekali tanam, selama 20 tahun tinggal memetik terus. Yang harus dilakukan hanya pemupukan dan perawatan. Nah ini cocok buat orang tua seperti saya. Itu awal mula idenya,” ujar Tjandra.
Awal bisnis ini, pria yang dipercaya menjadi konsul kehormatan Mongolia untuk Surabaya dan Jakarta ini mengambil alih sekitar 4 ribu hektare lahan di Muara Enim dari salah satu rekannya. Muara Enim dinilainya cocok karena syarat untuk tanaman sawit adalah curah hujan di atas 220 mm per tahun dan sinar matahari yang kuat, sehingga yang terbaik adalah di wilayah garis khatulistiwa.
Untuk investasi di bisnis sawit ini, Tjandra harus merogoh kocek hingga Rp 70 miliar ditambah menanggung utang kredit macet perusahaan yang dibelinya itu di BNI sekitar Rp 180 miliar.
Hingga tahun 2003, bisnis sawitnya belum berkembang, bahkan sempat terjadi pencurian pupuk, dan sebagainya.
“Waktu itu saya tidak bisa konsentrasi penuh, karena masih memikirkan soal sepatu yang jumlah karyawannya mencapai ribuan. Padahal karyawan saya sudah banyak yang menyarankan untuk menutup usaha sepatu itu karena rugi terus. Sampai 2003 merugi terus, tiap bulan ruginya berkisar Rp 2-3 miliar,” papar Tjandra.
Sekedar diketahui, sebelum beralih ke bisnis sawit dan turunannya, Tjandra pernah menekuni bisnis sepatu.
Pada tahun 1989, banyak industri sepatu dari Taiwan yang melakukan relokasi karena biaya produksi di sana mahal. Tjandra pun melihat peluang baru di bisnis sepatu. Ia mendapat kontak pengusaha Taiwan yang ingin merelokasi usahanya. “Waktu itu cukup ramai, kami sampai buka dua pabrik. Pabriknya berada di Tambak Sawah Sidoarjo,” ujarnya.
Tjandra mengatakan industri sepatu sedikit berbeda karena sifatnya yang padat karya. Saat itu, cerita pria yang juga besan pengusaha kaya Eddy William Katuari, pihak Taiwan berperan di bidang pengembangan, pemasaran dan penjualan, sedangkan Tjandra di bagian keuangan, manajemen dan produksi. “Produksi paling puncak kami pernah ekspor hingga 2,5 juta pasang per bulan,” ujarnya.
Bisnis sepatu tersebut kian berkembang dan Tjandra menggunakan bendera PT Fortune Mate Indonesia Tbk. (FMII), PT Tong Chuang Indonesia, PT Surya Intrindo Makmur(SIM) dan PT Shoe Link Indonesia. Besarnya kepemilikan Tjandra di perusahaan sepatu tersebut bermacam-macam, mulai 30% hingga 70%.
“Pihak Taiwan menyerahkan semua kepada kami untuk operasional. Kamilah yang paling tahu dan mengerti soal karyawan yang kebanyakan perempuan. Jumlah karyawan kami pernah mencapai puncaknya yakni 30 ribu orang,” katanya.
Sayang, tahun 2003, ia terpaksa menutup usaha sepatunya. Pasalnya, perusahaan Taiwan tersebut memutuskan beralih ke China dan Vietnam karena biaya buruh yang lebih murah. Tjandra pun melihat bisnis sepatu di Indonesia tidak lagi kompetitif karena mahalnya biaya buruh akibat adanya Keputusan Menteri No. 13 tentang Pesangon, yang membuat beban pengusaha semakin berat. Di tahun 2003 itu, Tjandra mem-PHK-kan lebih dari 20 ribu karyawannya dengan pesangon lebih dari Rp 180 miliar. “Kami pikir waktu itu kami ada kas dan jangan sampai kami tetap jalan terus kemudian berada dalam kondisi rugi. Itu malah berisiko. Tanggung jawab kami harus dituntaskan. Begitu pasar mulai merosot dan harga kalah bersaing, kami putuskan untuk berhenti,” tutur Tjandra.
Sejak 2008, semua perusahaan tersebut sudah tidak lagi beroperasi di bisnis sepatu. Dan, setelah tidak lagi menjalankan usaha produksi alas kaki, FMII mengubah bisnis inti ke bidang properti dengan mengakuisisi dua perusahaan real estate, yaitu PT Masterin dan PT Multi Bangun di tahun 2008. Kini, FMII memiliki lahan di sekitar Osowilangun, Benowo seluas sekitar 800 ha, dalam waktu dekat akan dibangun menjadi perumahan dan kawasan komersial.
Selain itu, FMII juga mulai mengerjakan kluster seperti Taman Sari. “Di Lamong Bay, milik Pelindo, jalan menuju pantai berasal dari kami. Rencana kami selanjutnya, tanah di sekitar situ untuk mendukung pelabuhan. Ekspedisi Muatan Kapal Laut, gudang, dan sebagainya,” ujar Tjandra.
Singkat cerita setelah menuntaskan semua kewajibannya pada karyawan, Tjandra pun mulai bisa konsentrasi penuh ke bisnis sawit. Dan, kebetulan di tahun 2003 itu putra sulung Tjandra, Krisna D Ghozali baru kembali dari sekolah di Amerika Serikat. Sebelumnya, sewaktu di AS ia sudah bekerja di Deutschebank, tetapi ingin pulang dan membantu meneruskan usaha ayahnya.
Kepada putranya, Tjandra menceritakan prospek bisnis sawit lebih bagus daripada sepatu. “Sawit tidak dimiliki oleh semua negara. Apalagi di masa mendatang, akan dijadikan sebagai energi alternatif seperti biodiesel dan sebagainya,” kata Tjandra
Ia juga menekankan pada Krisna bisnis sepatu sudah mulai turun dan struktur organisasi di perusahaan sepatu saat itu sudah lengkap. Sementara di kebun sawit, Krisna benar-benar harus berjuang dari bawah.
Dengan gambaran ini, Krisna berani mencoba tantangan baru dengan mengembangkan bisnis sawit ayahnya, tinggal di perkebunan sawit, menanam sawit, dan merangkul semua pihak di sekitar perkebunan. “Setelah satu tahun, dia senang, karena bisa mengembangkan usaha sawit itu. Dalam waktu dua-tiga tahun, dia sudah menguasai medan. Ketika sudah berkembang, kami mulai mengakuisisi perusahaan lain,” tutur Tjandra.
Ke depan, Tjandra mengaku akan fokus di bisnis sawit dan properti, sedangkan bisnis banknya lebih merupakan bisnis pendukung. Sekedar diketahui, di struktur organisasi Bank Yudha Bhakti yang didirikan sejak 1990, Tjandra masih tercatat salah satu pemegang saham bank umum yang termasuk dalam golongan aset Rp 1-10 triliun, dan berasas prudent banking. Menurutnya, Yudha Bhakti selama 1997-2010 mencatatkan prestasi yang gemilang dan membagikan dividen tahunan. Namun, ia menegaskan, tidak pernah menggunakan uang dari Yudha Bhakti untuk mengembangkan usahanya yang lain.
Bagi Tjandra, yang terpenting mampu bangkit dan berjalan lagi setelah tersandung dan jatuh. Pada awal menjalani usaha, karena masih kurang pengalaman dan jejaring, Tjandra pernah mengalami jatuh-bangun bahkan sampai kondisi yang cukup parah, tetapi akhirnya ia mampu bangkit kembali. “Satu-satunya kunci untuk hal itu adalah menyelesaikan semua kewajiban yang ada. Dengan demikan rekan bisnis yakin akan goodwill kami, sehingga dalam waktu yang pendek semua bisa pulih untuk bangkit lagi. Demikian pula dengan kewajiban pada bank, semua kewajiban harus diselesaikan, kami harus bertanggung jawab. Pedoman itu harus dipegang dan dijalankan,” tuturnya menegaskan.
Ia selalu mengutamakan kredibilitas, keterbukaan dan komitmen dalam berbisnis. Dalam budaya Cina, kredibilitas adalah dasar utama dari semua hubungan, termasuk hubungan bisnis. Bila seseorang memiliki kredibilitas yang baik di mata orang lain atau pelaku usaha, akan lebih mudah baginya menjalin hubungan bisnis baru dan mengembangkan bisnis yang sudah ada. Selain itu, keterbukaan dengan rekan bisnis atau calon rekan bisnis juga penting, termasuk kejujuran, serta kewajaran dalam menilai dan memutuskan segala sesuatu. Dan, komitmen pun harus menyertai semua yang sudah diputuskan, yang berarti jika telah berkomitmen harus menjalankan dengan sepenuh hati, tidak menganaktirikan rencana yang sudah tersusun dan fokus pada tujuan yang sudah ditetapkan di awal.
Terasah Sejak Kecil
Tjandra yang juga tak lain adalah kakak kandung Henry J. Gunawan, pemilik PT Surya Inti Permata memang memiliki jiwa kewirausahaan seperti orangtuanya yang perjalanan hidupnya sarat dengan pengalaman dan jatuh-bangun di kancah bisnis.
Ia mengakui, dirinya adalah tipe orang yang tidak bisa diam dan harus selalu ada yang dikerjakan. Setelah dewasa, kebiasaaan itu terarah pada bisnis, dan yang pertama membuatnya tertarik dan terjun ke dunia wirausaha adalah contoh dan didikan orang tuanya.
Ayah Tjandra, Gunawan Poernomo, pernah mendirikan kongsi bisnis gula bernama PT Argad, bersama dengan Irawan, rekanan dari Jakarta. Argad adalah perusahaan yang menjadi anggota sindikasi pengadaan gula di bawah Departemen Perdagangan. Tahun 1969, Tjandra ditunjuk oleh orang tuanya sebagai wakil di perusahaan itu. Saat itu di Indonesia hanya ada 12 anggota sindikasi, dan Irawan adalah orang yang cukup dekat dengan Menteri Perdagangan Soemitro Djojohadikusumo. “Saat itu saya masih belajar. Kami mendapat target mendistribusikan gula 40-60 ribu ton per bulan. Kami distribusikan ke pedagang besar, menengah dan seterusnya. Tapi Argad bubar karena penyaluran gula saat itu diteruskan oleh Bulog,” ujar anak ketiga dari 8 bersaudara ini.
Sebenarnya, Tjandra telah mulai mencari uang sendiri di tahun 1967. Saat itu ia menjalankan usaha fotografi di tempat asalnya, Jember. Setelah penutupan SMP Tiong Hoa, tempatnya bersekolah, Tjandra –yang memang hobi fotografi – berusaha mengisi waktu dan mengambil peluang usaha jasa foto untuk KTP. “Saat itu banyak penduduk yang belum ber-KTP. Mereka harus foto, sementara toko foto belum banyak dan tidak murah, maka saya mengambil kesempatan mencari tambahan uang saku buat membeli peralatan foto yang memang dibutuhkan buat menunjang hobi saya,” cerita ayah tiga anak ini.
Tjandra menjemput bola keliling desa, menghubungi kelurahan untuk mendapat order foto, hingga ia mendapat pesanan menangani 12 desa. “Waktu penyelesaiannya lumayan lama, hampir dua tahun,” kenangnya.
Pria yang hobi olahraga dan membaca ini memulai usahanya sendiri secara resmi dengan mendirikan Express, perusahaan yang membidangi ekspor-impor barang kebutuhan rumah tangga (houseware), seperti panci dan sebagainya dari Taiwan dan Hong Kong tahun 1974. Saat itu Tjandra melihat ada salah satu temannya yang sudah masuk di bisnis ini dan ia pun tertarik bergabung. “Sebenarnya, sejak 1972 saya sudah minta izin orangtua untuk meninggalkan Jakarta karena ingin bikin usaha sendiri. Tapi baru diizinkan pada 1974. Kami coba cari channel di luar, lalu dapat. Merek Maspion dulu memang ada, tapi masih kecil. Lebih banyak yang impor,” ujarnya.
Ia tidak mengambil barang dari China karena saat itu barang dari China masih kalah dibanding Taiwan. Di sinilah jiwa kewirausahaan Tjandra terasah. Dari Surabaya, ia langsung ke Taiwan mencari pemasok. Ini tergolong nekat mengingat dirinya tidak memiliki kenalan dan teman di Taiwan. Sesampainya di hotel, ia mencari nomor kontak pemasok di Yellow Pages lalu dihubunginya nomor demi nomor. “Bahasa yang saya gunakan campuran antara Cina, Inggris dan Kantonis. Dulu di sana, bahasa Cina masih dianggap hina,” kata Tjandra. Setelah sekitar seminggu berada di Taiwan, ia menelepon dan mendatangi para pemasok. Dengan perlahan tetapi pasti, kemudian Tjandra menemukan pemasok yang cocok dalam hal harga dan sesuai dengan kebutuhan. Ia mengaku menjalani bisnis ini hingga 1977.
Selanjutnya, tidak puas hanya dengan trading, Tjandra memulai lagi langkah inovatifnya, masuk ke bidang manufaktur dengan memproduksi kaleng cat. Ia memasok ke Atlantic Paint, Avian, Emco, dan lain-lain.
Berdasarkan pengalamannya ke luar negeri dan berhadapan dengan banyak pedagang lain, Tjandra menjadi tahu soal kualitas mesin dan jumlah modal yang dibutuhkan untuk memproduksi kaleng. Ia pun membeli mesin bekas untuk kebutuhan plong dan tekuk.
Tahun 1980, perusahaannya mulai melakukan modernisasi. Dengan menggunakan bendera Indocan, ia membeli lahan di Surabaya Industrial Estate Rungkut, dan mengimpor mesin dari Taiwan. “Mesinnya merek Ching Ie dan mampu menghasilkan hingga 50 kaleng per menit,” katanya.
Tahun 1981, kembali dilakukan modernisasi dengan mendatangkan mesin dari Jerman, merek Rieckerman, yang mampu memproduksi hingga 200 kaleng per menit. Akhirnya, bisnis kaleng yang ia tekuni mampu memproduksi hingga jutaan kaleng per bulan. Ia juga memiliki lima klien besar untuk produk mur dan bautnya, seperti Grand Master, Rakuda, dan tiga perusahaan lain yang tidak ia sebutkan namanya.
Menurut Tjandra, semua detail mengenai operasional bisnis tersebut ia pelajari dari lapangan. “Jika kami ikut dalam operasional, kami akan tahu masalahnya, penyakitnya, dan sekaligus cara menanganinya. Semua itu dari pengalaman di lapangan,” ujarnya lugas.
Dalam hal permodalan, ia menggunakan dana dari koceknya sendiri dan keuntungan yang ia peroleh dari bisnis sebelumnya, serta pinjaman bank. Tjandra tidak meminta bantuan modal dari orang tua ataupun memanfaatkan jejaring yang ia miliki saat bekerja di perusahaan ayahnya.
Usia yang masih muda saat itu membuat Tjandra ingin mencoba berbagai peluang bisnis. Begitu melihat peluang yang lebih baik, ia segera mencobanya. Ia pun beralih ke bisnis manufaktur mur baut di tahun 1982, serta karung plastik anyaman atau sak, yang biasa digunakan untuk kemasan pupuk di tahun 1983. Sementara bisnis kaleng Indocan dilanjutkan oleh adiknya. Ia memproduksi mur baut untuk industry pendukung. Peluang ini ada, karena biasanya pabrik harus mengimpor dengan kuantitas dan syarat tertentu, dan ada masalah delivery time yang membuat waktu kedatangan produk mur baut tidak tentu.
Ia mengimpor mesin untuk memproduksi mur baut dari Taiwan. Tjandra tidak ingat nilai investasinya, yang pasti lebih mahal dibanding mesin kaleng. Adapun mesin produksi karung plastik ia datangkan dari Jepang. Ia juga mengimpor biji plastik dari Jepang. Tjandra memasok karung plastik ke Petrokimia dan Pusri.

Senin, 01 Agustus 2011

Kisah Sukses Trihatma Kusuma Haliman

Trihatma Kusuma Haliman
Trihatma Kusuma Haliman adalah generasi kedua keluarga Haliman, pendiri Podomoro Group. Ayahnya, Anton Haliman, membangun antara lain perumahan Simprug dan Sunter Podomoro. Setelah Trihatma mengendalikan perusahaan ini, di tangan Trihatma lah, Agung Podomoro berkembang menjadi perusahaan pengembang terkemuka di Indonesia.
Saya punya motto, living in harmony and peaceful mind. Orang mau ribut-ribut, saya cuek saja. Mitra usaha saya banyak. Di Senayan City saja, mitra saya ada sebelas orang. So far, kami tidak ribut-ribut.
Agung Podomoro kini sudah dan sedang membangun 59 proyek properti, mulai dari properti untuk masyarakat menengah bawah, menengah, dan menengah atas. Semua segmen pasar dimasuki Agung Podomoro.
Lahir di Jakarta, 6 Januari 1952, Trihatma Kusuma Haliman sempat mengenyam pendidikan di Jerman 1970-1973. Namun sang ayah memanggilnya pulang ke Indonesia untuk membantu mengelola perusahaan properti. “Jadilah saya lulusan universitas APG,” seloroh Trihatma Kusuma Haliman dalam percakapan dengan Kompas.com di Central Park Jakarta, Selasa (22/3/11) sore.
Berikut ini bagian kedua wawancara eksklusif dengan Trihatma Kusuma Haliman, Presiden Direktur Agung Podomoro Land (APL) oleh Robert Adhi Kusumaputra dari Kompas.com selama 100 menit.
Apakah Agung Podomoro melakukan ekspansi ke luar Jakarta?
Beberapa kota di luar Jakarta yang punya potensi bagus adalah Bandung, Makassar, Balikpapan, Samarinda. Kami akan berekspansi ke sana. Jadi Agung Podomoro Land akan ke kota-kota tersebut.
Agung Podomoro Land juga masuk ke Karawang, Jawa Barat. Mengapa Karawang? Kota ini kota lama, di mana cukup banyak orang berada di sekitar Karawang. Banyak petani kaya, tapi kotanya begitu-begitu saja. Ada staf saya yang menjadi tokoh masyarakat di sana bilang pada saya, ada proyek properti yang macet dan disita bank. Saya cek ke sana, ternyata lokasi proyek dekat dengan kota. Proyek itu sudah tidak terurus. Dua bulan lalu kami membeli murah proyek seluas 40 hektar itu. Kami langsung tancap bendera Agung Podomoro, tak lama harga tanah di sana sudah naik tiga kali lipat. Kami bangun perumahan (landed houses).
Kami sepertinya tukang reparasi ya…Seperti juga proyek Senayan City dan Plaza Semanggi, sebelumnya proyek macet. Tapi setelah kami masuk dan kami benahi, Senayan City dan Plaza Semanggi sudah bagus. Plaza Semanggi saya jual ke Lippo karena harganya bagus.
Mengapa saya jual? Saya tidak jatuh cinta pada properti saya. Tapi saya lebih cinta pada keluarga saya. Ha-ha-ha.
Apa yang membuat Pak Trihatma sukses mereparasi proyek-proyek macet?
Saya punya motto, living in harmony and peaceful mind. Orang mau ribut-ribut, saya cuek saja. Mitra usaha saya banyak. Di Senayan City saja, mitra saya ada sebelas orang. So far, kami tidak ribut-ribut.
Saya ambil sisi positifnya saja bahwa banyak mitra artinya sinergi menjadi kuat. Kalau kita hidup dalam harmoni, kita bisa memecahkan persoalan lebih mudah. Peaceful of mind. Ini kunci menjadi besar. Kalau sering berantem, energi malah cepat habis.
Bagaimana Pak Trihatma yakin bisa sukses membangun proyek properti seperti Senayan City di seberang Plaza Senayan yang sudah ada, atau proyek Podomoro City di sebelah Mal Taman Anggrek yang sudah lama ada?
Benar, Senayan City ada di seberang Plaza Senayan, Podomoro City ada di sebelah Mal Taman Anggrek. Mengapa bisa yakin sukses? Saya berpikir keduanya bisa saling melengkapi. Plaza Senayan, mal yang sudah lama dibangun, tak bisa sendirian tumbuh. Kehadiran Senayan City malah membawa tambahan magnet bagi orang datang ke satu kawasan di Senayan.
Saya sedang mengusulkan antara Senayan City dan Plaza Senayan bisa terhubung dengan tunnel, terowongan bawah tanah. Bahkan tunnel ini bisa bersambung ke kawasan SCBD, sehingga akan dapat mengurangi lalu lintas kendaraan. Ini akan membuat gaya hidup sehat dengan berjalan kaki makin meluas.
Menurut Pak Trihatma, bagaimana prospek properti di Indonesia saat ini dan tahun mendatang?
Dengan populasi Indonesia 200-an juta, pasar properti di Indonesia sangat besar. The Greater Jakarta , Jakarta plus Jabodetabek sudah 30 juta penduduk. Ini potensi pasar yang luar biasa, tapi suplai masih terbatas.
http://www.tebarilmu.com/?m=&id=admin
 Middle class (kelas menengah) saat ini tumbuh sangat cepat. Jadi saya sangat optimistis sektor properti juga tumbuh cepat.
Membangun rumah bagi kami adalah ibadah. Kalau bisa menyediakan tempat tinggal dengan harga terjangkau dan bisa dibeli masyarakat luas, kan pahalanya besar. Kami dapat untung, memang iya, tapi bukan berarti mengambil sangat banyak. Margin keuntungan memang sedikit tapi jika volumenya besar, toh jumlahnya besar juga.
Segmen pasar high-rise Agung Podomoro Land beragam, mulai dari middle low, middle, sampai middle up dengan harga maksimal Rp 9 miliar per unit. Masing-masing ada pangsa pasar tersendiri.
Kami harus tahu keinginan konsumen. Seperti halnya fashion yang selalu berganti-ganti, kecenderungan tren properti juga demikian. Sekarang kebutuhan konsumen adalah properti hijau. Jadi di Podomoro City, kami bangun taman seluas 1,5 hektar untuk outdoor sitting. Luas ruang terbuka hijau total 4 hektar. Ini sangat dibutuhkan agar penghuni bisa bersosialisasi, bermain, bersantai sehingga tidak stres.
Di lingkungan GreenBay Pluit, kami menyediakan botanical garden seluas 3 hektar. Respon konsumen sangat bagus, Dari 10.000 unit apartemen GreenBay yang kami pasarkan, sudah terjual 4.000 unit dalam satu tahun. Jadi mereka melihat green property yang ada di sana. Juga ada mal di tepi laut dengan dermaga. Ini punya nilai jual yang tinggi sehingga banyak orang membeli apartemen GreenBay. Ini cash flow buat kami.
Dalam operasional Agung Podomoro Land, apakah Pak Trihatma melibatkan putra putri dalam perusahaan ini?
Ada satu putra yang ikut saya. Namanya Putra Haliman, usianya 24 tahun. Sekarang dia dalam proses belajar. Dan karena dasar pendidikannya sudah baik, dia cepat sekali belajar. Putra belajar finance di University of Southern California (USC), Amerika Serikat. Jadi soal keuangan, dia jadi penasihat saya.
Ayah saya, Pak Anton Haliman selalu bilang pada saya, ibaratnya seperti burung, secara alamiah pasti bisa terbang. Kalau sayap sudah keras, pasti bisa terbang. Anak saya juga demikian. Secara alamiah, dia bisa dan butuh panduan. Tapi kalau tak berani terbang, burung itu akan jatuh.
Sebagai orangtua, saya membimbing dia agar punya keberanian dan pengalaman. Pengalaman itu sangat penting karena tidak diajarkan di sekolah. Saya masukkan anak saya ke Ring 1, bergaul dengan senior-senior. Dia ikut roadhow, IPO.
Dia belajar dari dasar, dan tidak manja. Saya mau kasih mobil baru, dia tidak mau. Biasanya orang Asia terlalu manja pada anak. Tapi saya bersyukur anak saya tidak mau dimanja. Putri saya, Rosa, misalnya mau naik bus waktu kuliah di Amerika. Ini latihan bagi dia agar tahu hidup bermasyarakat. Dia tetap naik VW lama meski saya mau belikan yang baru, dia tidak mau.
Orangtua saya mendidik kami dengan disiplin dan punya dedikasi pada anak-anak. Meski orangtua kami orang kaya dan berada, tapi hidup sangat sederhana. Saya sudah terbiasa hidup seperti itu. Anak-anak saya mengadopsi sikap hidup seperti itu. Dan saya bangga pada mereka berdua.
Bagaimana Anda mempersiapkan perusahaan ini agar tetap hidup 100 tahun, bahkan 1.000 tahun lagi?
Yang terutama adalah sumber daya manusia berkualitas, quality of people. Ini semua diharapkan oleh semua orang, termasuk mitra. Kalau semua pegang komitmen, semua menjalakan perusahaan ini secara profesional.
Kalau anak saya mampu masuk di Ring 1, silakan dia masuk. Tapi para profesional terus bekerja dalam perusahaan ini. Siapapun yang memimpin perusahaan ini, tak masalah, asal bisa berkembang secara profesional. Jadi tak ada sentimen keluarga. Kalau kapabel, silakan. Banyak investor juga mengharapkan anak saya meneruskan usaha ini.
Ketika saya ikut ayah saya mengelola usaha properti ini, saya 13 tahun belajar dahulu. Pada usia 30 tahun, saya merasa siap, saya ambil Indovica dan mengembangkan Agung Podomoro. Jadi pengalaman selama 13 tahun itu cukup lama. Mudah-mudahan anak sekarang bisa lebih cepat belajar.
Saya paham bahwa tidak selalu mudah mengajarkan anak-anak. Ini soal intuisi bisnis. Misalnya saya bawa anak-anak saya ke calon lokasi GreenBay yang awalnya sangat kumuh dan berupa rawa-rawa. Mereka tanya pada saya, ‘papi, kok ambil tanah ini?’. Mata saya dengan mata mereka berbeda. Saya bilang, jangann lihat kondisi sekarang yang kumuh. Tapi bayangkan jika GreenBay sudah jadi.
Kondisinya sama dengan Podomoro City yang awalnya tanah kosong dan rawa. Tapi setelah Anda lihat, Podomoro City sekarang pasti sangat berbeda dengan tahun-tahun lalu.
Sekarang saya bangun Podomoro City segede gajah. Bangunannya seluas 600.000 meter persegi sampai 1 juta meter persegi. Untuk membangun superblok seluas itu, dibutuhkan panduan. Kalau nanggung, bisa gagal. Jadi saya bilang sama semua staf saya bahwa kita harus total football dan all out. Kita harus fokus, konsentrasi menyelesaikan proyek ini, dan punya manajemen yang solid. Kita harus bisa mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Dan nyatanya mimpi itu pelan-pelan terwujud.
Dari mana duit untuk membangun proyek-proyek ini, Pak Tri?
Duit dari mana? Kalau memang sudah punya niat untuk berhasil, saya yakin bisa. Jadi kuncinya, trust, kepercayaan. Dalam kondisi krisis global, Agung Podomoro Land tetap menyelesaikan proyek dan tidak menghentikannya.
Jadi aset-aset kami yang bisa dilepas, kami lepas. Janganlah ingin semua dipegang. Jadi kami lepas dua-tiga proyek, tapi dua proyek lain berjalan cepat. Jadi dalam kondisi sulit, krisis global, kami melepas tiga proyek lain, tapi mampu menyelesaikan dua proyek lain.
Ini komitmen kami pada tenant, pada konsumen. Nama harus terjaga baik. Toh kalau punya uang, kami bisa beli lagi proyek-proyek yang dilepas itu. Namun cash tetap menjadi raja, bukan landbank yang luas. Jadi dari hasil penjualan proyek yang dilepas, kami dapat Rp 3,2 triliun. Kami bisa menyelesaikan proyek Podomoro City dan Kuningan City tepat waktu.
Kami beruntung memiliki sumber daya manusia berkualitas, quality of people yang bagus. Kami juga memiliki landbank yang bagus untuk proyek-proyek masa depan Agung Podomoro.
Saya masih punya mimpi besar, yang kalau diwujudkan, akan membuat Agung Podomoro Land makin menjadi raksasa properti di Indonesia.
Kalau Anda tanya, di mana landbank Agung Podomoro? Saya tak perlu khawatir soal landbank. Jakarta masih luas. Apalagi Bodetabek. Masih banyak kantong yang bisa dibangun untuk proyek properti selanjutnya di The Greater Jakarta dan pantua Jawa. Setiap hari, banyak mitra yang menawarkan lahannya untuk dibangun oleh APL.
Berapa proyek properti yang ditangani Agung Podomoro Land sampai saat ini?
Pertama, Podomoro City, superblok seluas 21 hektar di Jakarta Barat dengan 11 menara apartemen, 85 ruko, 216 ruang perkantoran, sebuah mal eksklusif, hotel bintang lima Pullman yang dikelola Accor dengan 370 kamar. Podomoro City mendapat pemghargaan sebagai The Best Superblock and High Rise Residence dari Majalah Property and Bank tahun 2009 dan The Best Superblock Concept and Well Integrated Mixed Use Development dari media yang sama tahun 2010.
Kedua, GreenBay Pluit, superblok di lahan seluas 12 hektar di tepi pantai utara Jakarta. Superblok ini meliputi 12 menara apartemen, satu shopping arcade, dan satu pusat perbelanjaan, dengan 3,5 hektar botanical garden.Pusat makanan akan buka selama 24 jam. Ketiga, Senayan City, salah satu mal yang sering dikunjungi dan populer saat musim midnight sale. Superblok Senayan City selain mal, juga dua menara perkantoran modern dan satu menara apartemen mewah. Keempat, Lindeteves Trade Center di Glodok, Jakarta Barat, yang memiliki dua penyewa utama, yaitu Giant dan Sun City.
Kelima, rusunami Gading Nias Residences di Jakarta Utara. Keenam, Kuningan City di Jakarta Selatan. Ketujuh, The Lavande di lahan seluas 1,1 hektar dengan 746 unit apartemen. Kedelapan, superblok Festival Citilink Bandung di lahan seluas 3 hektar, meliputi mal, hotel bintang tiga, satu kondotel dan satu ruang konvensi. Tiga proyek terbaru pasca-IPO adalah Green Lake Sunter, Green Permata Pos Pengumben dan Green Taruma.
China, termasuk Hong Kong, saat ini mengalami “bubble” dalam industri properti. Harga apartemen selangit sehingga rakyat di sana tak mampu membelinya. Menurut Pak trihatma, langkah apa yang harus dilakukan pemerintah agar “bubble” tidak terjadi di Indonesia?
Yang saya tahu, Pemerintah China terus berusaha untuk mendinginkan pasar properti agar tidak terjadi “bubble”. Di Indonesia, memang sempat dikhawatirkan jika orang asing diizinkan membeli properti di sini, harga rumah akan melambung tinggi.
Tapi sebagai pengembang, kami harus bisa mengukur daya beli masyarakat Indonesia. Membangun apartemen jangan hanya untuk kelas atas, tapi juga untuk masyarakat menengah dan menengah bawah. Buktinya kami bisa menjual 60.000-an unit apartemen, sold out, habis, tak pernah ada stok tersisa.
Jadi kalau pengembang membangun hunian dengan harga terjangkau, pasti laris. Sasaran kami bukan investor atau spekulan, tapi end-user. Nah, bubble terjadi karena banyak spekulan yang membeli lalu menggorengnya dengan harga lebih mahal.
Jadi pemerintah harus melanjutkan kebijakan rusunami karena pembelinya sebagian besar end-user. Lihat saja contoh Kalibata City dengan 12.000 unit rusunami. Laris manis.
Jadi kita tidak perlu takut terjadi bubble. Saya kira pengembang Indonesia masih punya moral. Pengembang membangun hunian yang bisa dijangkau dan dibeli sebagian besar masyarakat, selain hunian high-end. Dan Agung Podomoro Land membangun dan memasarkan hunian segala lapisan, tetap laris, laku keras. Kewajiban pengembang, membantu masyarakat menengah bawah.
Apa filosofi hidup Pak Trihatma?
Filosofi hidup saya very simple. Yang penting how to make everybody happy. Membuat mitra saya senang. Jadi living on harmony and peaceful. Kalau itu dilakukan, pasti hidup kita sukses. Karena dalam jiwa yang sehat, terdapat tubuh yang sehat, dan jika tubuh kita sehat, ide-ide cemerlang akan muncul. Harmonisasi ini sangat penting karena jika kita hidup harmonis, akan bisa melahirkan konsep yang besar.
Kita makan cukup dengan satu piring nasi, tapi kita bisa memberikan banyak lapangan kerja. Di Senayan City misalnya, ada 250 karyawan tetap, namun jumlah orang yang hidup dari sana bisa mencapai 5.000 orang. Saya puas bisa menciptakan banyak lapangan kerja yang banyak. Ini menimbulkan rasa percaya diri dan keyakinan untuk meneruskan proyek lainnya.
Agung Podomoro Land berencana membangun universitas. Apa pertimbangannya?
Ini baru exercise. Universitas dibutuhkan karena kami berpikir jauh ke depan. Kami ingin anak-anak kita mendapatkan pendidikan di dalam negeri yang berkualitas. Kita mampu membuat universitas yang baik di dalam negeri. Kita belajar sistem dari luar negeri dan kita mengelola sistem itu. Saya berpikir ke arah sana. Karena apa? Karena anak-anak Indonesia yang belajar di luar negeri, setelah pulang ke Indonesia, kulturnya sudah beda. Ketemu keluarga seperti orang asing. Padahal nilai-nilai Asia harus tetap dijaga dan dipelihara. Jika sistem di luar negeri maju dan bagus, mengapa tidak dibawa ke dalam negeri saja, ke Indonesia, agar nilai-nilai Indonesia tetap ada.
Selain itu, kami membutuhkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Masak mencari manajer mal harus orang Malaysia, orang Australia? Masak mencari ahli kelistrikan harus orang Filipina? Mengapa tak ada orang Indonesia sendiri yang mengelola mal kita? Jadi menciptakan SDM berkualitas itu sangat penting.




******************************
Terimakasih Atas Kunjungan Anda
http://kisah-orangsukses.blogspot.com/search/label/Buku
Semoga Artikel Ini Bermanfaat
kisah-orangsukses.blogspot




Sumber:
Kompas.com

Minggu, 24 Juli 2011

Kisah Sukses Aburizal Bakrie


Pengusaha Aburizal Bakrie semakin kaya. Menko Kesra ini disebut sebagai orang terkaya se Asia Tenggara. Dia pengusaha yang terbilang paling gemilang pada sepuluh tahun reformasi di Indonesia. Selain bisa keluar dari krisis ekonomi yang mengancam perusahaannya Bakrie Grup, malah menduduki posisi penting di pemerintahan dan dalam tempo singkat semakin kaya.

Politisi Partai Golkar ini, sempat menjabat Menteri Koordinator Perekonomian sebelum menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Kabinet Indonesia Bersatu.

Mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (1999-2004) ini memang telah lama dikenal sebagai pengusaha yang cukup sukses, mewarisi kekayaan ayahnya. Tak heran, bila kini, Ical – demikian ia biasa disapa – disebut-sebut sebagai orang terkaya di Indonesia. Bahkan, Globe Asia, majalah ekonomi lokal berbahasa Inggris, menobatkan lelaki kelahiran Jakarta, 15 November 1946 itu sebagai orang terkaya se-Asia Tenggara. Kabarnya, kekayaan Ical mencapai 9,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 84,6 triliun.


Melimpah ruahnya kekayaan Ical, tentu tidak dikaitkan karena dirinya sebagai pejabat negara (Menko Kesra). Melainkan, karena ia adalah seorang pengusaha. Walaupun memang, semenjak menjadi menteri, penikmat lagu romantis ini tidak lagi terjun langsung dalam mengelola bisnis-bisnisnya. Tapi, Ical sudah mempersiapkan penggantinya.


“Itu semua sudah ada yang ngurus,” katanya sebagaimana dikutip Indo Pos (8/11/08). Namun, bukankah kapasitasnya sebagai pejabat tinggi negara bisa berpengaruh dalam memuluskan target-target bisnis-bisnisnya? “Saya akan bersikap profesional. Kepentingan negara tetap saya utamakan,” tambah Ical.

Menurut Globe Asia, dengan jumlah kekayaan sebanyak itu, berarti kekayaan mantan anggota MPR RI (1993-1998) ini lebih “wah” dibandingkan dengan harta kekayaan Robert Kuok (orang terkaya di Malaysia - memiliki 7,6 miliar dolar AS), Teng Fong (terkaya di Singapura - memiliki 6,7 miliar dolar AS), Chaleo Yoovidya (terkaya di Thailand - memiliki 3,5 miliar dolar AS), dan Jaime Zobel de Ayala (terkaya di Filipina – memiliki 2 miliar dolar AS).Dari manakah Ical memiliki kekayaan yang melimpah ruah?


Di bawah grup perusahaan Bakrie yang dipimpinnya, Ical mempunyai beragam bidang usaha: pertambangan batubara, perkebunan, minyak, properti, telekomunikasi, dan media massa. Di tahun 2008 ini saja, kabarnya, perusahaannya mendulang keuntungan yang tidak sedikit dari melonjaknya harga energi dan komoditas.


Mantan Presiden of Asean Chamber of Commerce & Industry ini, memang masih menghadapi masalah dengan salah satu perusahaannya (PT Lapindo Brantas) terkait meluapnya lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur. Namun, hal tersebut tidak membuat bisnis yang dijalankan keluarga Bakrie terhenti. Tampaknya, grup perusahaan Bakrie terlalu tangguh untuk bisa dilumpuhkan hanya dengan semburan lumpur panas. Dengan gagah, grup perusahaan Bakrie tetap melangkah, maju ke depan.


Menurut publisher Globe Asia Tanri Abeng, alumni ITB itu berhasil meraih kekayaan yang melimpah berkat strategi bisnis yang diterapkannya. Dengan kepiawaiannya mengelola aset yang dimiliki perusahaan, termasuk melalui modal pinjaman, Ical mampu membangun usaha demi usaha hingga bisnisnya menggurita.


"Jadi, kalau dia awalnya punya aset 100, dijadikan jaminan untuk meminjam 400. Tapi, hasil dari 400 itu untungnya sangat besar. Itu yang digunakan untuk membayar," ujarnya.


Tanri, mantan manejer satu milyar Bakrie Grup mengakui, dirinya sama sekali tidak merasa heran melihat keberhasilan Ical menjadi orang terkaya di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Pasalnya, mantan Menko Perekonomian itu sangat lihai dalam melihat peluang investasi di Indonesia dan pandai dalam itung-itungan bisnis. "Dia itu pintar sekali itung-itungannya," puji Tanri.

Boleh Berbangga
Aburizal Bakrie boleh berbangga dengan penobatan dirinya sebagai orang terkaya di Indonesia dan se-Asia Tenggara. Tapi, yang menjadi kebanggaan itu sejatinya bukanlah semata-mata terletak dari besarnya kekayaan yang dimiliki. Melainkan, lebih kepada prestasi dalam membangun serta memajukan beragam bidang usaha.

Sebab, dengan begitu, berarti ia dan keluarganya telah menunjukan peran yang cukup besar dalam memajukan roda perekonomian nasional, khususnya menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.


Kalaulah kebanggaan itu hanya karena banyaknya kekayaan yang dimiliki, barangkali, seorang koruptorlah yang paling “pantas” merasakan kebanggaan tersebut. Pasalnya, ia memang hanya memikirkan dirinya. Dia, bagai benalu yang sama sekali tidak memberi manfaat. Malah, menimbulkan mudharat.


Sungguh, tidak ada yang salah menjadi orang terkaya selama ditempuh dengan cara-cara yang elegan. Apalagi, kedudukan menjadi orang terkaya itu tercapai melalui upaya yang profesional, serta berdampak pada manfaat yang bisa dirasakan orang banyak. Bukan malah sebaliknya. (Spn)

Trade Mark Kadin, Masih Melekat
Sebelum menjabat menteri, Aburizal Bakrie atau Ical, adalah trade mark-nya Kadin. Sebutan itu bukan tidak beralasan. Pasalnya, selama sepuluh tahun (1994-2004) ia dipercaya memimpin induk organisasi industri dan perdagangan itu. Seiring dengan itu pula namanya kian dikenal sebagai salah seorang pengusaha nasional terkemuka.


Selama menduduki Ketua Umum Kadin, Ical telah berhasil menjadikan Kadin sebagai organisasi yang sangat penting dalam mempengaruhi kebijakan pemerintah. Lebih dari itu, Kadin pun telah menunjukan kontribusi dan partisifasi konkret dan langsung menyentuh masyakat ketika misalnya terkait berbagai kasus penyelundupan gula, kayu, beras yang saat itu marak terjadi. Kadin, “menggandeng” pemerintah guna mengatasi masalah tersebut.


Reputasi Ical sebagai bos besar Kadin dan pengusaha yang cukup sukses, kiranya menjadi pertimbangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengangkatnya sebagai Menko Perekonimian. Namun, saat terjadi perombakan kabinet, Ical kemudian ditempatkan menjadi menteri yang tidak kalah pentingnya: Menko Kesra (sampai sekarang).


Ketika pertama kali dipanggil SBY terkait rencana pengangkatannya sebagai menteri, Ical, telah mengungkapkan berbagai langkah ekonomi yang harus dilakukan pemerintah dengan cepat. Tujuannya, kata dia, agar dunia usaha sebagai penopang ekonomi bisa tumbuh dengan baik.


Pengangkatan Ical sebagai menteri waktu itu sempat menimbulkan pro dan kontra. Namun baginya, reaksi seperti itu adalah wajar dan demokratis. Penggiat olahraga ini sempat menegaskan, dirinya akan berjalan dan bertindak sesuai kapasitasnya sebagai seorang menteri.


Memang, kini Aburizal Bakrie atau Ical sudah tidak lagi menjadi Ketua Umum Kadin. Ia telah menjadi seorang menteri. Namun, rasa-rasanya, nama besarnya itu masih tidak terpisahkan dari sejarahnya di Kadin. Jadi, orang terkaya di Indonesia dan Asia Tenggara itu adalah Aburizal Bakrie, mantan Ketua Umum Kadin itu lho.






Selasa, 28 Juni 2011

Kisah Sukses Putera Sampoerna (pemilik Pabrik Rokok)


Putera Sampoerna (lahir di Schidam, Belanda pada 13 Oktober 1947) adalah seorang pengusaha Indonesia yang dikenal sebagai presiden ketiga perusahaan rokok PT. HM Sampoerna. Putera adalah generasi ketiga dari keluarga Sampoerna di Indonesia. Dia adalah putra dari Aga Sampoerna dan cucu dari Liem Seeng Tee, pendiri perusahaan Sampoerna.

Awal kehidupan
Putera memperoleh pendidikan internasional pertama di Diocesan Boys School, Hong Kong, dan kemudian di Carey Grammar High School, Melbourne. Dia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di University of Houston, Texas, AS.

Lulus dari perguruan tinggi, Putera tidak langsung melibatkan diri dalam bisnis keluarga. Bersama istrinya, Katie, warga Amerika Serikat keturunan Tionghoa, Putera tinggal di Singapura dan menjalankan perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit milik pengusaha Malaysia. Baru pada 1980, Putera kembali ke Surabaya untuk bergabung dalam operasional PT. Sampoerna.

Pria yang menggemari angka sembilan itu mulai menjadi figur penting dalam perusahaan setelah menerima tampuk pimpinan tertinggi sebagai chief executive officer dari ayahnya, Aga Sampoerna, pada 1986. Setelah Aga meninggal pada 1994, Putera semakin aktif menggenjot kinerja perusahaan dengan merekrut profesional mancanegara untuk turut mengembangkan kerajaan bisnisnya.

Putera dikenal luas sebagai nakhoda perusahaan yang tidak hanya lihai dalam melakukan inovasi produk inti perusahaannya, yakni rokok, namun juga jeli melihat peluang bisnis di segmen usaha lain. Di bisnis sigaret, nama Putera tidak bisa dihapus berkembangnya segmen pasar baru, yakni rokok rendah tar dan nikotin. HM Sampoerna adalah pelopor produk mild di tanah air dengan produknya, A Mild.

Pada masa kepemimpinananya, PT. Sampoerna juga memperluas bisnisnya ke dalam bidang supermarket dengan mengakuisi Alfa dan mendirikan Bank Sampoerna pada akhir 1980-an, meski bisnis perbankan ini akhirnya gagal.

Pada tahun 2000, Putera akhirnya mengalihkan kepemimpinan perusahaan kepada anaknya, Michael.
Pada awal 2006, dikabarkan bahwa Putera, yang dikenal menggemari judi, telah menjadi pemilik perusahaan judi raksasa yang bermarkas di Gibraltar, Mansion. Pada saat yang sama, Mansion dilaporkan akan menggantikan Vodafone sebagai sponsor klub sepak bola Manchester United selama empat tahun dalam kontrak senilai 60 juta poundsterling, namun kontrak tersebut kemudian dibatalkan. Kemudian beralih menjadi sponsor klub sepakbola Liga Inggris lainnya Totenham Hotspur sejak musim 2006-2007. Selain itu, Putera Sampoerna juga membeli kasino Les Ambassadeurs di London dengan harga 120 juta poundsterling.





























Sampurna, forbes

Minggu, 26 Juni 2011

4 Negara Dongkrak Jumlah Orang Kaya di Dunia




MAJALAH Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di dunia. Rusia, Brazil, China dan India menjadi negara-negara yang telah mendongkrak jumlah orang terkaya di dunia.

Dalam rilis daftar tahunan 1.209 orang terkaya di dunia, Forbes menyebut bahwa Rusia saat ini paling banyak menghasilkan milyader. Bekas negeri komunis itu menyumbangkan 79 orang dalam daftar orang-orang terkaya dunia. Selanjutnya New York, disebut Forbes memiliki 58 milyader.

Sementara pendiri Microsoft, Bill Gates, berada di posisi kedua dengan pertumbuhan kekayaan mencapai USD 56 miliar dari USD 53 miliar pada tahun lalu. Sedangkan Warren Buffett yang kekayaannya naik dari USD 47 miliar menjadi USD 50 miliar, lagi-lagi berada di posisi ketiga.

Dalam laporannya Forbes menyebut bahwa China hampir menggandakan jumlah milyader menjadi 115. Angka itu merupakan yang pertama kali bagi negara di luar Amerika Serikat yang menghasilkan lebih dari 100 milyader.

India juga menambah enam milyader, sehingga 55 warganya masuk dalam daftar orang terkaya dunia. "Namun kekayaan bersih (India) rata-rata sangat besar, yaitu mencapai $ 4,5 miliar untuk seorang miliarder, sedangkan Cina hanya mencapai $ 2,5 miliar," ujar Chief Executive Forbes, Steve Forbes seperti dikutip REUTERS.

Lonjakan milyader di Rusia disebabkan oleh ledakan komoditas baja dan minyak. Sedangkan jumlah milyader di Brazil bertambah seiring berasal dari pengetatan keuangan dan pengetatan nilai tukar.

Brazil, Rusia, India dan China menyumbang setengah dari daftar 214 miliyader dunia yang baru. Sedangkan kawasan Asia Pasifik menyumbang 105 pendatang baru, dengan 3/4 di antaranya memperoleh kekayaan dari saham di perusahaan publik.

Di seluruh dunia, industri teratas yang menghasilkan miliader baru ialah energi, mode, ritail, manufaktur, keuangan dan sejenisnya. Kekayaan rata-rata milyader di dunia melonjak 25 persen menjadi USD 4,5 triliyun dan nilai rata-rata bersih naik menjadi USD 3,7 miliyar dari USD 3,5 miliyar. Ada 47 orang yang keluar dari daftar. Sedangkan jumlah perempuan di jajaran milyader meningkat menjadi 102 dari 89 orang pada tahun lalu.

Dalam daftar orang terkaya itu, konglomerat Meksiko, Carlos Slim, masih berada di urutan pertama. Slim selama dua tahun berturut-turut menjadi orang terkaya di dunia dengan total kekayaan yang melonjak dari USD 20,5 milyar menjadi USD 74 miliar. Namun Forbes juga mencatat bahwa Bill Gates akan masih menjadi orang terkaya di dunia jika dia tidak memberikan USD 280 miliar ke yayasannya.

Sementara pendiri Microsoft, Bill Gates, berada di posisi kedua, dengan pertumbuhan kekayaan mencapai USD 56 miliyar dari 53 miliar pada tahun lalu, dan investor Warren Buffett lagi-lagi berada di posisi ketiga dengan USD 50 miliyar, naik dari USD 47 miliar.

Jumat, 24 Juni 2011

Kisah Sukses Bernard Arnault

Bernard Arnault lahir 5 Maret 1949. Dia adalah orang terkaya ke-7 di dunia dan orang terkaya Perancis dengan perkiraan kekayaan bersih $ 26 miliar dolar AS, menurut Forbes melaporkan pada Maret 2007.

Arnault terkenal untuk memutar LVMH, sudah menjadi raksasa barang-barang mewah ketika dia memenangkan kontrol pada tahun 1989, menjadi kerajaan global melalui akuisisi, pemasaran cerdas, dan desain tebal.



Nama

Bernard Arnault

Tanggal Lahir

5 Maret 1949

Kewarga Negaraan

Perancis

Tempat tinggal

Paris, Perancis, Eropa & Rusia

Pekerjaan

Direktur & CEO LVMH; Direktur, SA Christian Dior




Bernard Arnault adalah penduduk asli Roubaix, dan lulus dengan gelar teknik dari École Polytechnique pada tahun 1971. Pada tahun 2007, Arnault telah terdaftar di antara 100 Time Magazine Orang Paling Berpengaruh di Dunia. Dia juga Said menjadi seorang pianis terampil.

Pada 35, menggunakan kombinasi uang keluarga dan pinjaman, dia membeli Boussac, kelompok tekstil bangkrut Prancis yang telah dibiayai rumah mode Christian Dior asli di 1946. Arnault dilucuti Boussac ke Dior dan menggunakannya sebagai kendaraan untuk menciptakan LVMH, yang lahir dari penggabungan 1987 antara Louis Vuitton Moet Hennessy dan. Setelah di kontrol, Arnault dipecat eksekutif dari kedua perusahaan, dimasukkan ke dalam tim sendiri, lalu menghabiskan 90-an merek-merek mewah menyambar masih lebih, termasuk shirtmaker Thomas Pink, perhiasan Chaumet, barang kulit Fendi, yang Pucci dan Donna Karan garis fashion, Krug sampanye, dan TAG Heuer jam tangan. Dengan ayahnya, Jean, ia masih menguasai 47% saham LVMH dan 63% hak suara, sementara secara terpisah yang memiliki 68% dari Christian Dior Couture, sisi fashion Dior.

Louis Vuitton diciptakan pada 1854 oleh seorang pengrajin Paris yang mengembangkan batang datar pertama ditutupi oleh kanvas tahan air. Kemudian, pada tahun 1896, ia menemukan logo LV yang terkenal dengan mencetak inisial di atas kanvas. Usahanya berkembang dengan pertumbuhan perjalanan dengan kereta api dan kapal. Pada akhir 1980-an, meskipun, Louis Vuitton telah menjadi tas ibumu dibeli. Mahal dan dibuat dengan baik, tapi membosankan.

Yang mulai berubah pada tahun 1990 ketika Arnault dibawa Yves Carcelle untuk menjalankan Louis Vuitton. Kemudian, pada tahun 1997, Arnault disewa Marc Jacobs, seorang, hip desainer muda dari New York, sebagai direktur kreatif. Jacobs mempelajari sejarah Vuitton dan mengembangkan serangkaian liku modern di atasnya. Yang pertama adalah grafiti tas, yang melahirkan seorang tertulis Louis Vuitton tanda tangan. Yang kedua adalah tas Murakami, yang dirancang bekerja sama dengan seniman Jepang Takashi Murakami, yang diberikan inisial LV yang terkenal dalam kaleidoskop warna pada latar belakang putih. “Marc membawa bahwa semangat modernitas dengan produk,” ujar Arnault. Tapi dia tetap fokus kuat merek pada kualitas. Pada bagian belakang pabrik Vuitton di Ducey, Perancis, duduk mesin memotong-motong untuk menghancurkan kantong yang tidak sampai tembakau. Inspektur penghitungan jumlah jahitan pada tas tangan tali. Jika tidak aktif oleh bahkan satu stitch, ke dalam mesin penghancur ia pergi. “Hitungan Jepang jahitan,” kata direktur pabrik Stephen Fallon. “Jika mereka menghitung empat di satu sisi dan lima di sisi lain, mereka membawa tas kembali.”

Sebagai tas mendapat edgier, Carcelle bekerja untuk menciptakan buzz penting melalui kombinasi PR stunts, dukungan selebriti, dan yang paling efektif, kelangkaan buatan. Mereka menghabiskan $ 1.500.000 mendirikan perancah dalam bentuk dua koper Vuitton raksasa di sekitar renovasi toko Paris Louis Vuitton’s.

Sejak tahun 2000, Arnault dan tim manajemennya telah menjual sekelompok dari mereka daripada mencoba. Gone adalah Bliss spa dan kosmetik, Michael Kors fashion, jam tangan Ebel, sampanye Pommery, rumah lelang Tajan, dan cognac Hine. (LVMH dapat menjual merek lain setengah lusin, tapi eksekutif tidak akan nama mereka.) Sebaliknya, Arnault telah memfokuskan diri pada underperformers yang paling menjanjikan, yang meliputi mengenakan garis perempuan Celine, jam tangan Zenith, fashion Pucci, dan sampanye Ruinart. Dan dia punya beberapa keberhasilan terkemuka sejauh ini.

Mungkin contoh terbaik adalah Celine. Empat tahun lalu, penjualan Celine’s telah jatuh, dan kerugian mencapai $ 16 juta. Jadi Arnault bernama Jean-Marc Loubier, No 2 di Louis Vuitton, Celine ke kepala. Loubier ditambang masa lalu merek, seperti Jacobs telah dilakukan di Vuitton. Ia menemukan bahwa mereka telah dimulai sebagai pedagang sepatu kelas tinggi pada tahun 1945 di Paris. “Saya pikir kita bisa menggunakan tanggal ini sebagai aktiva, memungkinkan kita untuk menampilkan Celine sebagai salah satu merek mewah modern pertama, simbol kebangkitan Paris dan Eropa,” kata Loubier. Jadi, dengan desainer Michael Kors – seperti Jacobs berbakat Amerika – ia dibuat ulang Celine menjadi gambaran wanita, jalan-smart Paris kosmopolitan. Persembahan – termasuk hal-hal seperti anggun gaun sarung merah-boucle, bermuka dua camel’s-rambut pensil rok, dan syal mink – menarik pembeli dari Chicago ke Tokyo.

Loubier juga mengubah bauran produk. Para Celine ia diwarisi telah menghasilkan sebagian besar pakaian dan hanya beberapa tas. Tapi dia tahu bahwa tas adalah profitmakers besar di Louis Vuitton. Jadi Kors pergi bekerja menciptakan tas lebih, seperti Boogie, tas klasik berbentuk persegi dengan kulit ganda linting menangani, tersedia dalam lima warna dan eksotis seperti kulit buaya. Tas itu merupakan hit instan: Madonna, Gwyneth Paltrow, dan Sarah Jessica Parker semua luka Facebook membawanya. (Celine mengirim beberapa selebriti kantong gratis, tetapi tidak membayar apapun untuk membawa mereka.) Loubier mengambil lain isyarat dari Vuitton dengan harga kantong awal pada curam $ 1.150 untuk model kulit anak sapi. Celine kemudian keluar dengan versi $ 580 dalam denim, dihitung dengan hati-hati bergerak: Pembeli yang pernah melihat model $ 1,150 pikir mereka tampak seperti kesepakatan.

Sementara itu, Loubier meningkatkan kualitas produk dan waktu pengiriman dipersingkat dari bulan ke minggu – membuat kedua pedagang dan pelanggan senang. Hasil dari semua perubahan: Celine penjualan tahun lalu naik 40% dari tahun 2000, menjadi $ 203,000,000, dan keuntungan berguling di untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun. Laba tahun ini akan menjadi sepuluh kali apa yang mereka pada tahun 2003, memprediksi Loubier. jatuh Celine’s 2004 line, tiba di toko sekarang, tampak kuat. Tapi ada tanda tanya di depan: musim Itu adalah yang terakhir bagi Kors, yang berangkat ini musim semi lalu untuk fokus pada garis eponymous nya. Arnault dipilih Roberto Menichetti, sebelumnya di Burberry, untuk menggantikan dia – tapi itu terlalu dini untuk mengatakan apa yang ia mungkin lakukan.

Jam tangan Zenith, Arnault melakukan transplantasi bakat lain. Pada tahun 2001 ia dibawa Thierry Nataf, yang pernah berhasil Veuve Clicquot, salah satu merek yang paling sukses LVMH’s sampanye. Ada Nataf telah mendesain ulang jam tangan, memperlihatkan mekanisme dan menggunakan tangan dijahit band untuk menyoroti sejarah merek Swiss gerakan kualitas. Perusahaan ini telah 120 tahun kemuliaan besar dan kemudian dilupakan dalam 30 tahun terakhir. Ini benar-benar merupakan berlian dalam bentuk kasar. Untuk pertama kalinya dalam 30 tahun, merek juga menjual jam tangan wanita dalam warna pink, hijau limau, bayi biru, merah cerah, dan mutiara abu-abu, serta hitam. Dan sekarang ada logo, sama seperti di Louis Vuitton: bintang pada mahkota menonton. Zenith penjualan tumbuh dengan digit tunggal ketika Nataf tiba, sekarang mereka tumbuh dua digit.

Pucci juga, telah diuntungkan dari perawatan Vuitton. Garis pakaian Italia dikenal dengan mod ’60 yang semarak cetakan itu ke mana-mana sampai Arnault meminta Christian Lacroix untuk merancang ulang di awal 2002. Lacroix diperpanjang ikon Pucci sidik jari segala sesuatu mulai dari sepatu ke karpet dan mebel. Dalam contoh yang Vuittonesque sinergi, Lacroix telah merancang sebuah kotak Pucci untuk edisi terbatas sebesar $ 200 botol-a-, 1996 Veuve Clicquot sampanye. Pucci merayakannya di pesta bertabur selebriti dari Florence ke LA Dan seperti Louis Vuitton, Pucci membuka toko utama di Manhattan’s Fifth Avenue, kiblat belanja mewah. Penjualan memiliki lebih dari dua kali lipat sejak tahun 2002.

Bahkan di sampanye, formula tampaknya bekerja. Pada Ruinart, sebuah sampanye eksklusif dengan harga di bawah Dom Perignon, Arnault adalah membangun cerita sejarah yang kaya untuk menjual, seperti yang ia lakukan untuk Louis Vuitton. Untuk melakukan itu, ia menyewa sejarawan untuk menemukan fakta-fakta kecil tentang latar belakang merek. Mereka menemukan bahwa Ruinart dikembangkan pada tahun 1729, diminum oleh Marie Antoinette, dan diekspor ke royalti Eropa lainnya. Ruinart identitas adalah elitis, aristokratis, global. Jadi, meminjam teknik buzz dari Vuitton, pada musim semi 2004 LVMH memulai serangkaian promosi, seperti makan malam sampanye $ 220 di Hotel Ritz di London, untuk posisi Ruinart seperti itu. Ini terlalu cepat untuk melihat seberapa baik positioning baru bekerja.

Arnault masih berkutat dengan label tertentu. Empat bulan setelah pertemuan London, misalnya, ia masih belum menemukan desainer memakai perempuan yang baru untuk Givenchy. Donna Karan, Loewe, dan Kenzo adalah karya dalam penyelesaian. Tetapi dengan keuntungan lemak bergulir dalam dari Louis Vuitton, Hennessy, dan Dom Perignon, Arnault memiliki kemewahan waktu.

Arnault juga membentuk dana investasi dengan teman baik nya Albert Frere pada tahun 2006; pasangan memiliki dua perkebunan anggur bersama. LVMH baru-baru ini menyewa Frank Gehry untuk merancang sebuah museum $ 127.000.000 swasta di Paris. Pada bulan Desember membuka empat-star hotel Le Cheval Blanc di resor ski Courcheval, Perancis, di mana ia sering menghabiskan malam Tahun Baru.

Pada bulan Januari 2007 Kathryn Blair, putri Perdana Menteri Inggris Tony Blair, menyelesaikan bahasa Perancis intensif dan program budaya di Perancis Sorbonne University. Tony Blair telah dikritik untuk menerima undangan atas nama dia dari Bernard Arnault. Selama kursus Kathryn Blair, yang berlangsung dari 12 Oktober 2006 hingga 26 Januari 2007, ia diduga telah dilengkapi dengan keamanan, akomodasi dan transportasi paket bernilai sekitar £ 80.000.

Pada Maret 2007, Arnault memiliki pluralitas 47,5% dari LVMH (Moet Hennessy Louis Vuitton), bersama dengan Christian Dior SA. Arnault adalah Ketua dan CEO kedua perusahaan. Anak Antoine, 27, bergabung dengan adik Delphine, 31, di kapal LVMH pada tahun 2006.

pesaing utama Arnault adalah:. Perancis pengusaha François-Henri Pinault, yang memegang perusahaan PPR memiliki Gucci, Yves Saint Laurent, Alexander McQueen, Stella McCartney, Sergio Rossi, Bottega Veneta, Boucheron, Roger & Gallet, Bédat & Co dan Christie Swiss berbasis Richemont, yang memiliki Cartier, Van Cleef & Arpels, Piaget, Baume et Mercier, IWC, Jaeger LeCoultre, A. Lange & Söhne, Officine Panerai, Vacheron Constantin, Dunhill, Lancel, Montblanc, Montegrappa, Old Inggris, Purdey, Chloé, dan Shanghai Tang.

pengaruh Arnault’s mencapai jauh melampaui couture dan sampanye. Dia teman dekat Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, seorang baron koran yang saat ini menjual satu bisnis sehari-hari, La Tribune, dan memperoleh saingan, Les Echos, dan pelindung seni yang kuat: Arnault mendapat lampu hijau musim gugur yang lalu untuk membangun pusat untuk LVMH’s seni yayasan di Bois de Boulogne.

Rumus, dirancang oleh Arnault, berjalan seperti ini: Tajam menentukan identitas merek – atau “DNA,” seperti yang ia katakan – oleh pertambangan sejarah merek dan menemukan desainer yang tepat untuk mengekspresikannya; ketat pengawasan mutu dan distribusi; dan menciptakan buzz ahli pemasaran.



















bangjopos.com

Baca Juga

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
close
Banner iklan   disini