Biografi Pengusaha Hui Ka Yan
Tidak gampang bagi hidup Hui Ka Yan mencapai titik ini. Tetapi Hui menunjukan dongeng sopir traktor jadi miliader itu nyata. Menaikan impian bagi mereka masyarakat kelas bawah. Mereka yang bekerja sebagai sopir apapun. Percayalah bahu-membahu kerja keras anda akan terbayar satu hari kelak.
Fokus kepada tujuan hidup kau dan jangan di satu titik. Seorang Hui muda merupakan anak dari seorang tentara militer China. Sang ibu meninggal saat usianya masih 1 tahun. Hui anaknya kreatif suka menggambar. Di tembok kamarnya terpampang coretan lukisan sang ibu menemani.
Hui juga suka menggambar di atas kertas. Selepas lulus Sekolah Menengan Atas dirinya meras bosan. Karena tinggal di desa tidak membuatnya maju. Inilah alasannya kabur ke kota untuk bekerja. Hidup di desa pekerjaan paling mentok hanyalah sopir traktor.
Ketika mengendarai traktornya beliau merasa jenuh. Sudah menjadi tradisi masyarakat, jikalau anak sudah beranjak remaja mereka harus bekerja di desa. Apakah kau mau selamanya bekerja sebagai supir traktor. "Saya bisa mengubah hidup saya," ia meyakini ini bukanlah final hidupnya di desa.
Tidak mau miskin selamanya di desa pergilah dia. Ternyata pilihan beliau bekerja di kota salah. Karena tidak punya koneksi, alhasil beliau bekerja seadanya menyerupai bekerja menjadi satpam menjadi restoran. Seperti halnya pekerjaan sopir tidak membuatnya damai dan menentukan keluar.
Wirausaha Sopir Traktor Makara Miliarder
Bekerja sebagai satpam tidak membuatnya puas. Alhasil Hui harus menganggur bahkan hingga satu tahun. Sampai Hui mendengar ada penerimaan mahasiswa gres di kota. Di tahun 1976, iseng beliau mencoba mendaftar, percobaan pertama sayangnya beliau gagal. Agar bisa masuk ke Universitas beliau masuk kembali ke SMA, untuk mempelajari kembali apa- apa yang ditinggalkan.
Sudah lima bulan dirinya meningkatkan kualitas. Hasilnya beliau bisa masuk Universitas, tepatnya beliau menjadi mahasiswa di Wuhan Institute of Metallurgy. Dari kampus beliau mendapat kiprah untuk penelitian. Tugas yang merubah nasibnya ialah meneliti kebersihan kampusnya di China.
Dia berkunjung ke beberapa kampus untuk meniliti. Kemampuanya berbicara diolah keadaan hingga ahli. Hui melaksanakan survei dan berbicara dengan banyak orang.
Anak yang kurang bergaul itu kini berubah. Dari kuliah beliau bekerja untuk Wuyang Steel di kota Hanan. Kota besar itu mengangkat harkat martabat Hui. Cita- citanya untuk tidak hidup miskin di desa telah tercapai. Bekerja di sana selama 10 tahun ia menghasilkan tabungan 20 ribu yuan.
Kenapa beliau menentukan keluar ternyata alasannya ialah uang. Dia tergiur honor yang besar di perusahaan lain. Justru beliau bekerja menjadi salesman untuk perusahaan. Bergaji 3.000 yuan, selama lima tahun, Hui justru beliau tidak mendapat apa- apa.
Atasannya tidak puas alasannya ialah kinerjanya, dari deal ribuan dollar justru menyisakan tidak ada. Dia jatuh di titik nol alasannya ialah "kerakahannya". Untuk menutupi kegagalan itu, Hui nekat membuka perjuangan real estate sendiri berjulukan Evergrande.
Keuntungan Evergrande naik sembilan kali pada 2017 silam. Yang menciptakan Evergrande sukses ialah beliau menghindari hutang. Selain itu pertumbuhan sektor private dengan pengeluaran pemerintah. Dia bisa meraup keuntunga, walaupun dibelakang sosok Wang Jianglin, tetapi tetap bisa mengejar.
Dia dikenal sebagai pengusaha yang tersembunyi. Lebih menentukan kehidupan dibelakang meja, Hui tidak terlalu dikenal dibanding Wang Jianglin. Walaupun begitu beliau bisa menyalip kesuksesan si Wang Jianglin. Kekayaanya mencapai $42 juta dengan urutan ke enam dari 10 orang terkaya China.
Sudah lima bulan dirinya meningkatkan kualitas. Hasilnya beliau bisa masuk Universitas, tepatnya beliau menjadi mahasiswa di Wuhan Institute of Metallurgy. Dari kampus beliau mendapat kiprah untuk penelitian. Tugas yang merubah nasibnya ialah meneliti kebersihan kampusnya di China.
Dia berkunjung ke beberapa kampus untuk meniliti. Kemampuanya berbicara diolah keadaan hingga ahli. Hui melaksanakan survei dan berbicara dengan banyak orang.
Anak yang kurang bergaul itu kini berubah. Dari kuliah beliau bekerja untuk Wuyang Steel di kota Hanan. Kota besar itu mengangkat harkat martabat Hui. Cita- citanya untuk tidak hidup miskin di desa telah tercapai. Bekerja di sana selama 10 tahun ia menghasilkan tabungan 20 ribu yuan.
Kenapa beliau menentukan keluar ternyata alasannya ialah uang. Dia tergiur honor yang besar di perusahaan lain. Justru beliau bekerja menjadi salesman untuk perusahaan. Bergaji 3.000 yuan, selama lima tahun, Hui justru beliau tidak mendapat apa- apa.
Atasannya tidak puas alasannya ialah kinerjanya, dari deal ribuan dollar justru menyisakan tidak ada. Dia jatuh di titik nol alasannya ialah "kerakahannya". Untuk menutupi kegagalan itu, Hui nekat membuka perjuangan real estate sendiri berjulukan Evergrande.
Keuntungan Evergrande naik sembilan kali pada 2017 silam. Yang menciptakan Evergrande sukses ialah beliau menghindari hutang. Selain itu pertumbuhan sektor private dengan pengeluaran pemerintah. Dia bisa meraup keuntunga, walaupun dibelakang sosok Wang Jianglin, tetapi tetap bisa mengejar.
Dia dikenal sebagai pengusaha yang tersembunyi. Lebih menentukan kehidupan dibelakang meja, Hui tidak terlalu dikenal dibanding Wang Jianglin. Walaupun begitu beliau bisa menyalip kesuksesan si Wang Jianglin. Kekayaanya mencapai $42 juta dengan urutan ke enam dari 10 orang terkaya China.




