Berbagi Cerita - Kisah Sukses

Asalamualaikum Wr, Wb. Hidup hanya sekali dan tidak akan berulang untuk ke duakalinya di bumi yang sama ini, Lalu apa tujuan hidup Kita? bagaimana kita menghadapinya untuk bisa mencapai cita-cita kita? dan jalan apa yang harus kita tempuh untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. Disini saya mencari artikel-artikel tentang kisah orang-orang yang telah sukses meniti karirnya dibidanganya masing-masing. Semoga ini bisa menjadi Inspirasi untuk kita semua dalam menjalani hidup didunia ini. Walaupun terkadang banyak sekali rintangan yang kita hadapi tetapi hendaklah kita bersabar untuk menjalaninya agar hidup kita menjadi lebih baik dan dari hari-hari sebelumnya, (baca dan resapi kisah perjuanganya, kemudian lakukan yang terbaik dalam hidup anda)Salam kenal dari Saya
Tampilkan postingan dengan label Ide bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ide bisnis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 September 2019

Kisah Sukses : Cara Wirausaha Bonggol Kayu Jati Diubah Menjadi Kursi

Profil Pengusaha Sukses Suyatmin


 Furnitur kayu jati memang selalu diminati orang Kisah Sukses :  Cara Wirausaha Bonggol Kayu Jati Diubah Menjadi Kursi

Furnitur kayu jati memang selalu diminati orang. Makara bagaimana cara wirausaha bonggol kayu jati ini. Apakah gampang mengolah materi bonggol menjadi kuris keluarga. Pertanyaan tersebut dijawab oleh Suyatmin, awalnya diragukan bisa memanfaatkan bonggol kayu.

Bahan kayu jati memang kuat, awet, dan mempunyai nilai ekonomi tinggi. Sayangnya kayu jati sendiri sulit didapatkan. Pohon jati hanya diminati batangnya, yang kemudian diubah menjadi aneka bentuk furnitur. Lantas dikemanakan bonggol kayu yang menjadi sisa produksi.

Suyatmin meyakinkan bahwa bonggol kayu jati sama. Memiliki kekuatan sama dibanding batang pohonnya. Ia menerangkan bisa merubah barang tidak berbentuk itu. Wirausaha bonggol jati dibawah nama bisnis Jati Barokah.

Pemilik Jati Barokah memang spesialis, cara wirausaha bonggol kayu menjadi aneka furnitur unik. Ia bisa menciptakan kuris, meja, atau dingklik teras. Pendekatan natural diterapkan Suyatmin semoga tidak memaksa merombak struktur orisinil bonggol. 

Tidak Praktis Menjadi Pengusaha

Jangan memaksakan sebuah produk mengikuti kita. Alasan kenapa bonggol jati lebih bernilai tinggi. Karena sentuhan alami dibanding batangnya yang gampang dibentuk. Berbeda furnitur biasa masih kita lihat bentuk akarnya.

Dibuat mengikuti alur naturalnya, bisa dirubah menjadi furnitur atau aksesoris rumah. Produk berupa aksesoris meliput vas bunga, kursi, dan meja.

"Alam sudah membentuknya menjadi bundar dengan banyak lengkungan," ujar pengusaha ini.

Cara wirausaha bonggol jati tanpa merubah bentuk awal. Para pengrajin tinggal mengukir mengikuti alur. Berkat bisnis ini dirinya bisa menguasai pasar lokal. Dia menjual menembus pasar Bali, Yogya, Malang, Surabaya, Jakarta, Sumatra, dan Kalimantan.

Pasar ekspor mencakup Eropa Timur dan Timur Tengah. Pengusaha Suyatman sudah menggeluti ini semenjak tahun 1996. Bisnis furnitur ini bermula dari keprihatinan akan kayu jati. Bayangkan pohon yang bernilai tinggi ini, bonggol kayunya cuma berakhir menjadi kayu bakar.

Padahal secara kualitas kayu sama dengan batangnya. Sudah bergelut bisnis furnitur semenjak lama, ia pun tergelitik mengolah bonggol jati. Dia yang melihat warga sekitar Blora menggunakan itu sebagai kayu bakar. Merasa beliau harus berbuat sesuatu alasannya yaitu sayang dan itu menghasilkan uang.

Orang akan terkejut bahwa bonggol jati bisa diolah lagi. Kita harus melihat seksama sebuah duduk masalah di sekitar. Ditangan cuek Suyatmin, laki-laki 35 tahun, diubahnya bonggol menjadi meja dan kursi. Ia hanya impulsif berpikir itu alasannya yaitu mengikuti alur akar.

Pengusaha ini mengenang pribadi mengangkut. Bonggol kayu jati yang terbuat tersebut dibawa ke rumah. Toh, orang lain berpikir sebagai sampah tidak berarti lagi. Tanpa pikir panjang, wangsit produk hanya mengalir saja, diambilnya alat ukir dan dibuatlah furnitur dari sana.

Begitu selesai kemudian dibersihkan hingga bersih. Ia memplitur permukaan semoga mengkilat. Dan ternyata jadinya diluar dugaan awal. Ini lebih manis dibanding kursi kayu biasa. Ada unsur estetika saat kita melihat kursi tersebut.

Memang menghasilkan produk bernilai seni tinggi. Harga jual tentu lebih dibanding kursi biasa. Dari segi kegunaan juga bisa digunakan tidak memaksa. Lantas apa masalahnya, bagaimana cara wirausaha bonggol kayu jati ini memenuhi kebutuhan pasar.

Pengusaha Memutar Otak


Dihitung- hitung membutuhkan waktu usang pembuatan. Paling tidak satu bulan untuk menciptakan satu mebel. Apalagi tingkat kerumitan tersendiri mengukir akar. Tingkat kesulitan lebih tinggi, hingga ia harus memutar otak memenuhi kebutuhan konsumen yang tinggi.

Yang tersulit ialah saat bonggol berbentuk tidak beraturan. Ia harus memadu padankan setiap sisi menjadi bentuk. Harus sesuai pesanan juga dilarang melenceng. Butuh daya kreartifitas menciptakan pengusaha memutar otak.

Dia mengaku bersyukur alasannya yaitu Blora merupakan kawasan penghasil kayu jati. Suyatmin tak perlu pergi jauh sekedar mendapat bonggol kayu jati saja.

Harga karya Suyatmin dinilai bervariasi tergantung kesulitan. Satu set mebel dibuat selama satu bulan jikalau modelnya biasa. Harga mencapai Rp.1 juta hingga Rp.5 juta, itu cuma terdiri dua sofa kecil, satu sofa besar, dan meja.

Aneka souvenir dihargai Rp.20.000 hingga Rp.2 jutaan, dan setiap bulan omzet diraih olehnya bisa hingga Rp.70 juta. Tren bisnis bonggol kayu jati memang menjanjikan peluang. Permintaan juga tidak pernah sepi alasannya yaitu nilai estetika tersendiri.

"Sejak pertengahan 1990- an hingga sekarang seruan tumbuh," ujarnya. 

Pesanan mebel begitu besar hingga menambah karyawan. Dia mengambil pegawai diluar keluarga sendiri. Memang memulai perjuangan lebih yummy jikalau didukung keluarga. Selain menyebarkan rejeki juga biar gampang kordinasi, tetapi bisnisnya tumbuh dan bersiap harus mempekerjakan setidaknya 32 orang.

Pengusaha Berbagi Rejeki


Lain lagi Achmad Zainudin, perajin asal Jeparan, yang menciptakan furnitur biasa saja dari bonggol jati. Ia sukses membangun bisnisnya, sayang, berbeda Suyatmin, ia bersusah payah mengambil kayu dari kawasan Cepu, Bojonegoro dan Purwodadi.

Oleh Zainudin, bonggol- bonggol tersebut dibuat sama menjadi kursi, meja, dan suvenir. Dia dibantu oleh 25 pekerja bisa menghasilkan 10 produk tiap minggu. Meskipun susah mencari materi baku, beliau bisa mengantungi omzet Rp.59 juta per- bulan, dan produknya tidak susah dibuat.

Produk Zainudin dijual seharga Rp.3 juta hingga Rp.6 juta tiap produknya. Kemudian ada pengusaha lain, yakni Sriyanto yang punya sedikit berbeda dari rekan- rekannya sesama perajin. Dia menentukan memproduksi fokus aksesoris bukan khusus mebel besar.

Memulai perjuangan semenjak 1995, ia mendirikan UD Kharisma, laki-laki asal Solo ini berguru menciptakan furnitur dan suplemen justru dari anak buahnya. Perajin satu ini mendapat materi bonggol kayu jatinya dari Bojonegoro dan Cepu.

Ada dua sumber tetap untuk bisnis Sriyanto . Pertama, ia mendapat kayu dari petugas perhutani. Kedua membeli materi dari petani hutan, "Saya biasanya beli dari petani alasannya yaitu harganya lebih murah," Harga jual dari petani Rp 500.000- Rp 700.000 per- bonggol, itu tergantung usia pohon.

Semakin renta usia pohon, semakin mahal harganya. Jika ditanya membeli kayu jati dari Perhutani; ia enggan alasannya yaitu harus mengantongi izin. Dari petani hutan, Sriyanto juga bisa mempelajari seluk-beluk mencari bonggol kayu jati berkualitas bagus, dan jadinya menjanjikan.

Bonggol kukuh yaitu bonggol berusia renta lebih dari 40 tahun. Biasanya bonggol- bonggol renta jikalau dihitung akan berdiameter 1,5 hingga 2 meter. Jujur sudah susah mencari materi baku menyerupai itu. Karena bisnis bonggol kayu jati sudah menjadi trend, terutama dikalangan perajin furnitur.

Bonggol- bonggol itu lantas dipotong dan dikirim ke UD Kharisma. Bila sudah dipotong baik, kayu bonggol dibawa ke UD Kharisma buat digambari bentuk. Bila bentuk sudah jadi digambar, bonggol kemudian digosok menggunakan gerinda semoga belahan lebih rapi.

Sriyanto kemudian akan menggunakan gergaji kecil untuk membentuk sudut. Saat vas ataupun tempat buah jadi bentuk, produk tersebut lantas diplitur, dan digosok hingga halus kemudian dipakaikan melamin. Ia menambahi hiasan ranting- ranting pohon, semoga tempat buah dari bonggol lebih artistik dari semula.

Adapun bentuk produknya tetap mempertahankan bentuk bonggol. Dia kemudian menjual satu tempat buah Rp 80.000. "Sebulan saya bisa menjual 150 tempat buah," katanya kepada awak media. Harga vas bunga bervariasi, dijual antara Rp 80.000 hingga Rp 100.000 per- unit.

Sriyanto memasarkan aneka kerajinan bonggol jati itu ke Jepara, Jakarta, Jogjakarta, dan Malaysia. Inlah dongeng cara wirausaha bonggol kayu jati, yang menghasilkan omzet puluhan juta.

Senin, 01 Juli 2019

Kisah Sukses : Pensiunan Pns Ini Menjadi Pengusaha Budidaya Alpukat Miki

Profil Pengusaha PNS Suharno


 Orang bilang jadi PNS yummy punya penghasilan tanpa kerja nanti Kisah Sukses :  Pensiunan PNS ini Menjadi Pengusaha Budidaya Alpukat Miki
 
Orang bilang jadi PNS yummy punya penghasilan tanpa kerja nanti. Sosok pensiunan PNS ini menjadi pengusaha budidaya Alpukat Miki. Padahal Suharno mendapat jatah bulanan penghasilan. Alasan menentukan wirausaha alasannya yaitu ingin tetap produksi di masa senja.

Mantan Pejabat Lingkungan Pemkab Banjarnegara, Jawa Tengah. Jabatan terakhirnya yaitu Asisten 1 Sekertaris Banjarnegara. Kini disibukan pekerjaan barunya menjadi pengusaha. Dia membudidaya alpukat miki, melalui tanah miliknya di tempat Komplek Perum Limbangan Baru.

Pensiunan PNS ini menjadi pengusaha selepas 2012 silam. Sibuk menggeluti usahanya alasannya yaitu sangat senang. Dia cendekia menentukan bibit- bibit tanaman unggul Salah satunya ya alpukat mini miliknya yang populer laris.

"Saya menyukai bercocok tanam semenjak SMP," ia menambahkan. Dan lingkungan Suharno S.Sos yang menawarkan dukungan. Keluarga memang bahagia dengan tanaman menghijaukan. Jika dulunya beliau hanya lakukan untuk hobi, kini diseriusi sebagai usaha.

Menjadi Pengusaha Budidaya Alpukat Miki

Sebagai catatan bahwa budidaya alpukat miki laris. Pasarnya tidak hanya dijual dalam negeri tetapi dijual ke luar negeri. Pasar ekspor- impor sudah ada ditangan pensiunan PNS ini. Suharno kini menjabat sebagai ketua harian HKTI Banjarnegara.

Alpukat Miki merupakan bibit varietas unggulan dataran rendah. Bibit ini dikembangkan oleh pihak Pusat Kajian Buah- Buahan Tropika ITB. Peneliti ITB Dr. Sobir berserta tim peneliti menghasilkan bibit alpukat yang sifatnya besar dan lembut.

Berat alpukat Miki mencapai 400- 600 gram dan produksi di usia tanaman 2- 3 tahun. Usia generatif tanaman ini pada usianya 5 tahunan. Sifatnya genjah sehingga unggul dibanding alpukat lain. Rasa dihasilkan alpukat pulen dan bagus enak.

Umumnya berbuah satu kali dalam setahunan saja. Sedangkan alpukat Miki menghasilkan buah tiap tahunnya. Alpukat hijau ini menghasilkan domplan yakni rindah dan lebat buahnya. Alpukatnya juga mengkilat lebat diujungnya jadi menyenangkan.

Buahnya tebal berwarna kuning cerah ketika dibuka. Walaupun buahnya bagus tanpa getir dan tahan hama. Buah alpukat ini sangat kuat bila digigit ulat buah. Kulitnya kuat tebal tidak gampang untuk sanggup ditembus.

Pohon ulat juga dimangsa ulat utamanya jenis Cricula Trisfenestrata. Daun alpukat juga tidak cocok buat penceranaan ulat. Hati- hati alasannya yaitu ini juga kuat kepada binatang sapi atau kambing. Ini sering disebut alpukat mentega sangat direkomendasikan untuk dibudidaya oleh masyarakat.

Cocok buat budidaya dataran rendah berkualitas prima. Produksi banyak meskipun usia masih muda. Ini merupakan kesempatan bagi pensiunan PNS juga.

Pensiunan PNS Tetap Produktif

Apakah syarat menanam alpukat Miki, yaitu dataran tinggi setinggi maksimal 1.500 meter di atas permukaan laut. Cocok ditanam pada wilayah tropis maupun sub- tropis. Tidak dilema ditanam di tanah remah maupun tanah berlempung.

Kondisi penanaman tidak butuh cahaya matahari intens. Budidaya alpukat mentega memang mudah. Suharno menambahkan beliau mendapat bibit lewat okulasi. Menurutnya ini merupakan cara terbaik mendapat bibit.

Bagi kau yang berminat budidaya alpukat Miki. Jangan segan tiba ke tempat Suharno untuk belajar. Juga menawarkan layanan bibit unggulan untuk ditanam. "Kami akan menyebarkan ilmu, bagi yang ingin mudah saja kami menyediakan bibit siap tanam," ujarnya.

Teknik dipakai untuk menanam alpukat Miki. Adalah teknik okulasi yakni melekat batang ke pohon alpukat lain. Penyambungan dilakukan ketika usia benih dua bulan dan tinggi 60 cm. Kenapa pensiunan PNS ini menjadi pengusaha budidaya alpukat.

Dia menjawab acara bercocok tanam menekuni hobi. Selain itu acara ini akan menghindarkan beliau dari pikun. Memberikan imbas faktual bagi kesehatan orang tua. Untuk teknik okulasi sendiri sangat membantu semoga rasa tidak berubah.

Di usia senja kini 50 pohon saja sudah cukup jadi jaminan. Ayah dari dua putra dan dua cucu ini juga membudidaya pisang rajalawe. Pisang kondang dari Banjarnegara, buahnya panjang dan bagus cocok dijadikan tanaman buah.

Dari jenis Euclyptus cocok untuk dataran tinggi ibarat Dieng. Suharno juga membudidaya buah lain yakni jeruk keprok. Dia juga mengembangkan buah jambu air Deli Hijau. Segmen pasar yang beliau sasaran yaitu gampang dijual, dan menghasilkan untung dibanding buah umum.

Selasa, 25 Juni 2019

Kisah Sukses : Pemilik Waralaba Istimewa Sambal Pengusaha Miliaran

Profil Pengusaha Yoyok Heri Wahyono



Orang Indonesia tidak bisa jadu dari sambal pedas. Inilah yang ditarget pemilik waralaba Spesial Sambal. Siapa sangka ia bisa menjadi pengusaha miliaran rupiah. Di banyak sekali daerah, kita akan menemukan cita rasa sambal yang berbeda, dan dari sinilah; inspirasi bisnis muncul.

Pengusaha Yoyok Heri Wahyono melihat prospek tersebut dengan jelas. Spesial Sambal, apa yang membuatnya menarik di tangan Yoyok? Dia lebih menentukan mencari resep aneka sambal dari penjuru Indonasi. Hasilnya ia menemukan 29 jenis sambal dan menentukan fokus daripada menciptakan makanan.

Hasilnya? Spesial Sambal -nya digemari para pecinta pedas. Bisnis yang sekarang telah menjadi ikon kota Yogyakarta, merupakan hasil aliran sang pengusaha miliaran. Bapak tiga orang anak ini mengaku kunci suksesnya bukan hanya menyangkut rasa.

Kunci sukses bisnis masakan berdasarkan pemilik waralaba Spesial Sambal; ialah harus yummy ditambah mengesankan, memikat, dan mempesona. Pria empat puluh tahun yang mempunyai nama panggilan Yoyok, sekarang menjadi administrator Waroeng SS. Bisnis yang berkembang mempunyai 58 cabang di 27 kota.

Awal mulanya, Dia bercerita ketika mencoba masakan di rumah makan yang jauh, pelayanan tidak ramah, tapi selalu laris. Disini lah gres terungkap, melalui mulutnya bahwa rasa masakan begitu mengikat.

Pengusaha Miliaran Waralaba Spesial Sambal


Makanan disajikan bukan hanya yummy tapi "ngangeni" ungkapnya mendeskripsikan persaannya kala itu. Meski pelayanan buruk tapi masakannya yummy (ngangeni), maka tidak perlu khawatir. Kenyataan itulah membuatnya selalu bersikeras dengan ideologinya.

Waroeng SS harus menjadi masakan yang yummy juga ngangeni, tapi ditambah pelayanan dan tempat strategis; hasilnya miliaran rupiah. Kalaupun anda mempunyai bisnis dengan administrasi jelek. Selama rasanya ngengenin tinggal perbaiki manajerial, dan tetap akan laku.

Itulah resep diam-diam Yoyok SS Sambal. Berjalannya waktu, warung ini yang menggunakan penjualan sistem franchise, menentukan untuk menggunakan kemitraan tertutup. Ini ada alasannya loh, Yoyok menyebut guna mempertahankan rasa sambalnya.

Dia yakin lebih gampang mengontrol tiap outlet. Waroeng SS resmi didirikan di tahun 2005, mempunyai 3 orang karyawan awalnya, yang sekarang bermetamorfosis 1.800 karyawan. Sebelas tahun sudah Waroeng SS berjualan diamana halangan rintangan dihadapi dengan sabar.

Pemilik warlaaba Spesial Sambal ini menentukan menahan diri.

"Untuk memudahkan, kami membagi WaroengSS menjadi beberapa menejemen area, menyerupai Jogja (pusat), Jabodetabek, Solo, dan Semarang, menejemen area itulah yang bertanggung jawab terhadap WaroengSS yang ada di wilayahnya," ujarnya.

Pada tahun 2002, Yoyok masih berkutat dengan segala sesuatu wacana event organizer. Usahanya di bidang event organizer, membuatnya terjebak dalam ketidak pastian kenangnya. Tidak setiap hari harus menyiapkan sebuah program kan.

Dan, dari sana, Yoyo hanya mendapat hasil yang kecil. Di tahun itu juga, ia dan kelima temanya menentukan bisnis masakan dengan aspek menjual lebih besar.

Mengusung nama Spesial Sambal, enam sekawan kemudian membangun warung tenda kaki lima di Jl. Kaliurang (tepatnya di sebelah barat Graha Sabha Pramana, UGM). Spesial Sambal kemudian hadir ditengah masyarakat sebagai seorang hebat sambal.

Spesial Sambal memperlihatkan banyak sekali macam sambal sebagai usaha. Ini merupakan nilai lebih mereka. Spesial Sambal tidak menghadirkan sebuah eksperimen, tetapi mengatakan sambal sepenuhnya hasil pencarian.

Rahasia Sukses Waralaba Spesial Sambal


Dalam waktu 6 bulan, alumnus Teknik Kimia, UGM tersebut berani membuka cabang Waroeng SS. Bahkan tidak lama, ia sudah memapu membuka beberapa jcbang lagi. Besarnya trend masyarakat menciptakan Yoyo lebih percaya diri.

Dia getol melalukan perluasan sebelum banyak pesaing bermunculan. Ia lantas membuka prospek waralaba. Ini akan memastikan konsepnya tidak ditiru, ditambah menguasai pasar sambal. Ia berhasil hingga perjuangan dangan lambang SS tersebut menjadi bisnis waralaba yang besar.

Terbukti, melalui entrepreneurship yang kuat, Spesial Sambal  berhasil membuka 40 gerai yang tersebar di banyak sekali dearah. Itu sudah mencakup Yogyakarta, Solo, Semarang, Malang, Kediri, Bandung, Jakarta, Depok, Cirebon hingga Pekanbaru.

Tak heran kalau julukan Mr. Huuh- Haah tersematkan kepadanya. Pengusaha miliaran ini bisa melalui bisnisnya, Spesial Sambal telah bisa mengambil waktu yang tepat. Jika lengah sedikit, kami bisa pastikan usahnya tidak akan tumbuh.

Ini bukan hanya problem kemampuan membangun tetapi juga ekspansi. Berbicara harapan, Yoyok berharap memperluas jangkauannya hingga ke kawasan minimal ada dua cabang. 

"Sejauh ini memang gres menjangkau Sumatera, Jawa, dan Bali; namun ke depannya pastilah ingin memperluas perluasan cabang lagi, bahkan tidak hanya di dalam negeri saja, namun hingga ke luar negeri," ungkapnya.

Baginya berbisnis bukan hanya memenuhi kebutuhan semata, tapi lebih ke tanggung jawab. Dia bertanggung jawab atas hidup karyawannya supaya tidak mandeg. Usahnya harus mencakup penemuan serta perluasan merambah ke dearah.

Ini juga termasuk cara membantu membuka kesempatan kerja. WaroengSS mempunyai omset rata- rata 11-12 miliar tiap cabangnya. Walau terbilang sudah besar, WaroengSS disebutnya masih bisnis yang boros.

"Untuk margin keuntungan hanya berkisar di angak 8-13%, alasannya bagi saya SS ini perjuangan yang boros, selain operasional materi baku, juga untuk biaya SDM yang bisa mencapai 20%," jelasnya.

Baginya peningkatan SDM merupakan kewajiban alasannya merupakan ujung tombak bisnis. Yoyok balasannya menyiapkan tempat training. Maksudnya menggembleng karyawan untuk tahan banting serta cekatan.

Yang tersulit, ia mengaku menemukan menejer dan supervisor yang benar- benar mau bekerja keras. Salain faktor internel, WaroengSS juga mengalami kesulitan di eksternal.

"Kembali lagi ke kondisi riil bangsa kita ketika ini, faktor keamanan terutama di kota-kota besar terkadang mengakibatkan pemilik perjuangan menyerupai kami harus mengeluarkan budget khusus faktor X tersebut," lanjut Yoyok.

Dia harus siap akan perubahan harga seketika, serta urusan birokrasi yang menghambat. Sebuah kebiasaan, bagi pebisnis di kota besar, Yoyok harus tetap bersabar menunggu kebijakan pemerintah.

Untuk isu franchise atau bisnis lainnya kunjungi: www.waroengss.com

Sabtu, 15 Juni 2019

Kisah Sukses : Pengusaha Tas Kulit Ular Eksotis Hasilkan 4,5 Juta

Profil Pengusaha Anto Suroto


 UKM kulit ular memang mempunyai pasarnnya tersendiri Kisah Sukses :  Pengusaha Tas Kulit Ular Eksotis Hasilkan 4,5 Juta

UKM kulit ular memang mempunyai pasarnnya tersendiri. Pengusaha tas kulit ular ini mengaku, tidak gampang mengolah kulit ular dengan aneka persyaratannya. Industri rumahan ini memang tidak banyak terbayangkan oleh orang. Alhasil Anto Suroto bisa menghasilkan penghasilan puluhan jutaan.

Sukses Anto Suroto itu berkat perjuangan kulit ular. Lebih tepatnya tidak hanya kulit ular sih. Tapi, ia menyamak aneka macam kulit reptil untuk dijadikan aneka macam produk. Produk yang dihasilkan bermacam, dari produk tas, pakian, aksesoris, dan juga aneka macam produk lain.

Anto tidak hanya sukses di pasar lokal. Produk kulitnya telah meraja lela ke aneka macam negara. Omzetnya bisa mencapai 20 ribu hingga 30 ribu dollar per- bulan. Kendati begitu lantaran berbahan eklusif maka produksinya tak banyak. Meski begitu lantaran itulah produknya diburu.

Tengok saja pusat kerajinan miliknya yang tak pernah sepi. Pusat kerajinan yang berpusat di tempat Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Di rumah tiga lantai itulah satu workshop sekaligus gerai miliknya didirikan.

Pengusaha Tas Kulit Ular Eksotis


 UKM kulit ular memang mempunyai pasarnnya tersendiri Kisah Sukses :  Pengusaha Tas Kulit Ular Eksotis Hasilkan 4,5 Juta

Hasilnya tak hanya produk untuk kaum laki-laki tatapi produk wanita. UKM ini menghasilkan tas glamor aneka kulit buatan tangan. Produknya yang menciptakan kau berdecak kagum. Brand Scano Exotica Indonesia, Anto menyebut produknya terutama tas, bukanlah cuma perihal mahal atau manis saja.

Tapi ini perihal daya tarik untuk dilirik orang lain, bisa mengangkat percaya diri, bahkan yang pendiam bisa jadi cerewet imbuhnya. Pengusaha tas kulit ular ini mengaku condong ke kulit phyton. Aneka produknya tidak terbatas pada satu jenis, ada juga produk dari kulit reptil lainnya.

Untuk pasar Asia, Eropa, dan Amerika sendiri, keunikan warna phyton amat disenangi. Usaha yang dirintis tahun 1990 -an tidaklah mulus. Ia sudah mengalami jatuh berdiri dulu. Alhasil ini menciptakan kemampuannya dalam membedah kualitas kulit tak diragukan lagi.

Kegigihan dan konsistensi menjadi kekuatannya. Melalui aneka macam pameran baik dalam maupun luar negeri ia ikuti, menciptakan produknya semakin terkenal. Meskipun membidik pasar kulit phyton. Ia tak lantas berhenti berkreasi berinovasi.

Kerajinan kulit biawak juga keahlian laki-laki yang selalu tampil necis ini. "Selain eksotis dan lucu, reptil juga mempunyai daya jual yang tinggi. Itulah yang menjadi alasan saya mengapa menentukan reptil dalam pusat kerajinan ini," ujar laki-laki lulusan S3 University of Berkley, Amerika Serikat ini.

Anto yang berasal dari Medan mulai berbisnis kulit semenjak berkenalan dan menjadi pembantu pengusaha kulit reptil asal Jepang. Ternyata kulit reptil bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Usaha awalnya itu bermodal tidak mengecewakan besar dengan pasar luas.

Tahun 1990 -an, bermodal fantastis yaitu 500 juta dari kantong langsung Anto. Dibantu 20 karyawan, ia mulai mengerjakan produk bermerek Tassku dan Scano ini. Berkat mengikuti banyak pameran, nama produknya pun melejit.

Pengushaa tas kulit ular ini bisa berkembang bahkan ke pasar ekspor. Karena menjanjikan maka Badan Pengembangan Ekspor Nasional pun turun tangan memperlihatkan dukungan. Dibawah naungan Menteri Perdagangan inilah ia mencar ilmu aneka macam hal perihal ekspor- impor lebih lanjut.

Cara Menjadi Pengusaha Kulit Ular


Anto juga mendapat naungan dari Kementrian Koperasi Indonesia. Anto mendapat banyak pelajaran perihal hal produktivitas, efisiensi kerja, dan training kepemimpinan.

Modal yang dipakai sebagian besar untuk membeli kulit. Sisanya dipakai untuk melaksanakan aneka macam eksperimen. Utamanya ia menyebutkan bagaimana cara mengolah warna pada materi kulit. Menurutnya hal yang tersulit jutru ada pada pewarnaan.

Apakah materi pewarna yang dipakai gampang luntur atau sebarapa usang bisa bertahan.

"Jika kita tidak bisa mengelola dengan baik bisa-bisa ambruk, lantaran biayanya sangat besar pada waktu itu," katanya menjelaskan.

Kulit ular phyton yang sering dipakai juga punya standar kualitas. Apapun jenis kulitnya selalu dipilih yang sesuai. Kulit ular phyton yang dipakai ada pada kategori medium up atau mendekati angka lebar 29 cm atau lebih.

Semua materi bakunya berasal dari dalam negeri, khususnya dari Kalimantan, Jambi, Palembang, Pekan Baru, dan Medan. Sedangkan untuk kulit biawak, kobra, atau ular- ular kecil lain itu didatangkan dari tempat Pulau Jawa.

Anto kemudian menjelaskan kulit ular ada kategori yang menghipnotis harga. Yang paling murah terbuat dari kulit ular air tawar, air asin, dan kobra. Golongan menengahnya atau kedua yaitu ular karung dan biawak. Dan yang terakhir, yang paling mahal, yaitu dari kulit buaya dan phyton.

Untuk phyton pun masih dibagi lagi yaitu baby phyton (anakan), medium, dan besar atau big phyton. Kulit phyton 80% akan diolah menjadi produk tas yang menawan. Sisanya akan dipakai untuk materi dompet, ikat pinggang, sepatu/sandal, jaket.dll.

Karena memang produk eklusif makalah harganya tak murah. Patokan harganya ada dikisaran $300 hingga $5000 atau kalau dirupiahkan Rp.2,5 juta hingga Rp.4,5 juta. Produk Tassku dan Scano memang merk lokal berkualitas internasional.

Produknya pun hanya dijual di mall ternama menyerupai Sarinah, Pasar Raya Grande, Sogo dan Plaza Indonesia. Menurutnya, kenapa dijual disana, lantaran tempat- tempat itulah yang banyak dikunjungi turis mancanegara. Sebagai tambahan produk yang paling laris ialah produk eksotis kulit phyton.

Apa yang membuatnya jadi Istimewa lantaran warnanya tak selalu mengikuti jaman. Ketika warna silver, gold, pastel, green ataupun ungu tengah menjadi tren 2008, sebelum tahun 2009 datang, Anto sudah mempunyai warna- warna itu.

Selain kualitasnya, Anto juga fokus pada integritasnya sebagai penjual. Dia menambahkan bahwa perusahaannya mempunyai CITES atau akta integritas untuk tumbuhan dan fauna. Lebih lanjut, melalui akta tersebut, produk Tassku dan Scano memakai materi legal.

"Di perjuangan reptil ini tidak sama dengan produksi lain lantaran reptil itu ada yang dilindungi. Tetapi di Kalimantan ada beberapa daerah yang boleh mengekspor reptil. Namun kalau tidak disertai CITES berarti sama saja dengan melaksanakan penyeludupan," tuturnya.

Yang menjadi hambatan bisnis kulit yaitu chemical color atau pewarna kimia yang belum setabil. Maksudnya ialah pewarna yang dipakai bukanlah warna orisinil tetapi sudah dicampur. Untuk mendapat kualitas warna terbaik maka ia terus bereksperimen.

Semuanya dilakukan secara disiplin. Ia juga menambahkan kau ingin berbisnis kulit utamanya reptil: harus disiplin, mencar ilmu dengan orang yang tepat, orang yang benar dan pintar. Karena kita tau penyelundupan kulit hewan tindakan kriminal.

"Ketiga kategori ini harus dirangkum jadi satu, instrospeksi diri, rendah hati, mau merubah menjadi lebih baik terutama dalam hal berkarya," tuturnya.

Menyikapi pasar luar negeri memang masih terbuka luas. Tapi, ia lantas mengingatkan, menegaskan disini.

"Kita jangan lantas menganggap diri kita mampu, lantaran di luar sana banyak yang lebih mampu. Oleh alasannya yaitu itu salah satunya kita harus bisa menyikapi kultur luar gres kita bisa menyikapi produknya, tanpa kita bisa menyikapi kultur atau budaya tersebut jangan harap kita bisa masuk ke negara itu," papar lulusan S2 Jurusan Strategi Marketing Universitas Jayabaya ini.

Rabu, 05 Juni 2019

Kisah Sukses : Ukm Kerajinan Pohon Asam Menembus Pasar Ekspor

Profil Pengusaha Bambang Hariyono


 Pohon asam menembus pasar ekspor siapa sangka Kisah Sukses :  UKM Kerajinan Pohon Asam Menembus Pasar Ekspor
 
Pohon asam menembus pasar ekspor siapa sangka. Lewat UKM kerajinan pohon asam, pengusaha berjulukan Bambang Hariyono sukses diusia 40 tahun. Tidak ada kata terlambat untuk wirausaha. Sejak awal ia memang dikenal sebagai pengrajin seni dari apapun.

Salah satu penggiat kerajinan asal Kota Banyuwangi. Bambang selalu mencari ilham perihal kerajinan baru. Salah satu hasratnya merubah pohon asam menjadi penghasilan. Pasalnya tidak jarang orang yang melihat pohonnya sebagai limbah, padahal tekstur kayunya bagus.

Ia yang terbiasa bermain mengukir kayu. Tentu sudah paham mana yang cocok dijadikan kerajinan. Iseng ia menemukan pohon asam dan mengukirnya. Ada potensi besar pada pohon asam yang biasa terbengkalai.

UKM kerajinan pohon asam memperlihatkan lapangan pekerjaan. Aneka furnitur, kerajinan tangan, bisa dibentuk dari materi pohon ini. Siapa sangka pohon asam menembus pasar ekspor. Padahal masih ada kayu- kayu lain, tentu alasannya harganya lebih irit tetapi tidak kalah kuat.

Harapan UKM Kerajinan Pohon Asam

Jika pohon utama dijadikan aneka furnitur. Ketika limbahnya ada kemudian dijadikan furnitur. Tiga tahun silam ia bersemangat menggeluti kerajinan ini. Ada kekhasan unik katanya menyangkut kayu pohon asam.

Daripada menentukan memakai mesin untuk produksi. Dia menentukan menciptakan handmade, yang kemudian dibantu masyarakat Banyuwangi. Mengutaman pemberdayaan inilah prinsip Bambang Hariyono.

"Kayu pohon asam berdasarkan aku unik, menyerupai mempunyai ciri yang khas," ia membahkan.

Tekstur pohon ini mempunyai hal berbeda dibanding pohon lain. Setiap belahan menurutnya mempunyai serat tidak sama. Sehingga banyak penekspor dari Amerika dan Eropa berminat. Usaha ini yang ia namai Oesing Craft fokus memberdayakan sumber daya Banyuwangi.

Bayangkan dari UKM kerajinan pohon asam saja. Dia bisa mempekerjakan 250 orang pegawai. Para pegawai dirangkul dari Glagah, Kalipuro, dan Kabat. Untuk memaksimalkan ia bekerja sama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (Lapas) Banyuwangi.

"Kita rangkul lapas semoga napi- napi juga punya ketrampilan salam di dalam," papar pengusaha ini.

Minat akan produk ini sangat tinggi dibanding lokal. Oesing Craft bahkan mendapat kontrak dari perusahaan Jepang. Mereka dedikasikan menciptakan aneka produk kerajinan. Bambang bisa menjual berapapun produksi sanggup dijual.

Tidak cuma memasarkan ke Jepang, ada Swiss, Belanda, Jerman, Amerika, Hong Kong, Singapura dan Malaysia. Berapapun produksinya salu laku diborong eksportir. Untuk pengiriman juga tidak mempunyai batas minimum, tak ayal pengusaha Bambang mengantungi omzet miliaran.

Kunci sukses untuk pengusaha muda; jadilan sosok ulet dan kreatif. Sosok Bambang bisa menjadi pengusaha dan mendapat apresiasi dari nasional dan internasional. Salah satunya Unesco Award of Excellence for Handycraft di tahun 2012 silam.

Juga meraih penghargaan SMESCO Award tahun 2009 silam. Penghargaan ini untuk kategori Desain Cindera Mata Jatim 2009, dan Prabaswara Award bidang ekspor 2012 silam. Untuk sukses butuh satu kualitas terbaik.

Ketika pesanan banyak janganlah lengah. Harus tetap menjaga kualitas produksi kita. "Kalau kualitas jelek, niscaya konsumen lari," paparnya. Apalagi perlu disadarai bahwa Jepang sangat teliti. Kedepan ia berharap bisa mengajarkan ketrampilan ini kepada mantan PSK Dolly.

Selasa, 02 April 2019

Kisah Sukses : Pacaran Sambil Perjuangan Jualan Kerupuk Rajungan Crabby

Biografi Pengusaha Hella Ayu Setyaninda


 Biografi Pengusaha Hella Ayu Setyaninda  Kisah Sukses :  Pacaran Sambil Usaha Jualan Kerupuk Rajungan Crabby
 
Inovasi bisnis harus dilakukan pengusaha muda kita. Pacaran sambil perjuangan jualan kerupuk rajungan. Nyatanya Hella dan Dani bisa membuktikan. Bahwa pacaran tidak selamanya merusak hidup kita di masa depan. Jalani gaya pacaran kau dengan kegiatan lebih baik ibarat perjuangan jualan kerupuk.

Pacaran sambil perjuangan jualan kerupuk. Kedua sejoli asal Semarang ini sudah dilakukan semenjak SMA. Sejak 24 Agustus 2014 silam, sudah bertahun- tahun merintis perjuangan tetapi belum menemukan titik suksesnya. Apakah keduanya menyerah, justru mereka menikmati setiap perjuangan dijalankan.

Ide bisnis perjuangan jualan kerupuk rajungan alasannya yaitu kesempatan. Bahwa Semarang termasuk daerah yang menghasilkan rajungan. Sebagian besar tidak diolah melainkan di ekspor langsung.

Pengusaha Muda Sejak SMA

Keduanya berpacaran semenjak Sekolah Menengan Atas sudah berwirausaha. Kedua pengusaha muda ini mengambil para rajungan kecil. Pasalnya mereka tidak layak ekspor dan dibuang nelayan. Mereka juga mengingat seorang importir asal Amerika pernah berkata, "jangan cuma mengirim rajungan mentah saja, tapi perlu diolah juga."

Kerupuk mereka komposisinya tidak cuma daging, juga cangkang. Diolah sedemikian rupa hingga menjadi kerupuk. Sumber rajungan dari nelayan asal Mangkang Wetan, Semarang. Daging dan kulit bisa mereka olah hingga menjadi kerupuk.

Mendapatkan materi baku termasuk gampang. Cara marketing mereka memanfaatkan sistem reseller. Mereka menarget ibu rumah tangga yang butuh tambahan. Kerupuk rajungan mereka hingga kini sudah berproduksi hingga lebih dari 200- 300 kg per- bulan.

Untuk awal mereka hanya beromzet 10 juta keatas. Tetapi belum beromzet hingga 50 juta. Produknya ada dua macam mentah dan matang. Ukuran produk mentah 250 gram, 500 gram, dan 1000 gram. Lalu produk kerupuk rajungan matang antara 80 gram hingga 100 gram.

Mereka memakai pasir untuk menggoreng. Tujuannya mengurangi koleterol pada kepiting.Di tahun 2016 jumlah reseller mencapai 100 orang. Mereka ingin mencoba ekspor tetapi ada hambatan produksi. Kan kalau ekspor membutuhkan ribuan kilogram untuk diekspor ke luar negeri.

Kerupuk yang kemudian diberi nama Crabby dipasarkan ke banyak sekali daerah. Mereka menjual dari Jawa, Sumatra, dan Papua. Untuk reseller kabanyakan dari Jawa Tengah. Pasangan pengusaha muda ini mengikuti banyak sekali ajang wirausaha muda, ibarat Wirausaha Muda Mandiri.

Merintis Wirausaha Jualan Kerupuk Rajungan

Lantas bagaimana wirausaha muda ini melanjutkan usahanya. Proses dilalui Hella Ayu Setyaninda memang tidak menghianati hasil. Gadis 21 tahun asal Kendal yang yakin bahwa kunci sukses satu perjuangan ialah keuangan. Kesehatan keuangan akan mendorong perusahaan berkembang dan bertahan.

Hella hanyalah gadis kelahiran Kaliwungu, Kendal, 10 April 1994 ini. Adalah mahasiswa Semester 7 Universitas PGRI Semarang. Yang mana peduli akan keadaan lingkungan tempat Mangkang. Dia bersama beberapa teman bermodal cuma Rp.5 jutaan saja.

Sebenernya beliau sudah berbisnis kerupuk rajungan semenjak lama. Awalnya keprihatian orang bau tanah teman yang membuang rajungan kecil. Ia lantas memutar otak bagaimana caranya ya. Dia tidak mau tinggal diam. Akhirnya Hella memutuskan menimbulkan itu kerupuk rajungan saja.

Awalnya kerupuk dibentuk terlalu tebal potongannya. Akhirnya beliau mengkonsumsi sendiri deh kerupuk tersebut. "Tapi saya terus penasaran, alasannya yaitu kerupuk rajungan masih langka," tuturnya. Sulung dari tiga bersaudara ini kemudian melanjutkan perjuangan jualan kerupuk rajungan.

Butuh waktu hingga beliau mencapai titik sukses sekarang. Banyak pengembangan Hella lakukan supaya sesuai trend. Butuh waktu hingga masyarakat sadar bahwa ini bukan kerupuk biasa. Harga jual dari kerupuk rajungan memang diatas rata- rata.

Agak mahal jadi membutuhkan waktu memasarkan. Ukuran 100 gram saja dijual tidak mengecewakan mahal yakni Rp.55 ribuan. Usahanya dijalankan di tempat Mangkang, Semarang. Perbulan Hella bisa memproduksi 100 kantung dan terjual habis.

Respon konsumen elok dijual hingga Batam, Bali, dan Kalimantan. Dia termasuk wirausaha yang super mandiri. Pasalnya Hella tetap bertahan tanpa meminjam ke Bank. Sebenarnya sudah banyak Bank yang tiba menawari. Melihat perkembangan bisnsi kerupuk Crabby, ia optimis bisa tanpa hutang.

"Saya semenjak awal enggan berhutang ke Bank, meski banyak yang menawari," ujar Hella.

Kemampuan menjaga kesehatan keuangan dibutuhkan. Memutar uang menjadi modal kembali tanpa menghentikan pertumbuhan. Ia menyampaikan bahwa "Tidak apa- apa kalau harus ngirit dulu, saya yakin kesannya segera menyusul."

Dari honor pegawai, pengadaan, dan biaya oprasional dibentuk sedemikian rupa. Yang dinilai bukanlah laba dan modal, tetapi kemampuan mengoprasikan keuangan. "Sebagai pengusaha pemula saya bisa mengurus keuangan tanpa masalah."

Kamis, 21 Maret 2019

Kisah Sukses : Bisnis Ekspor Tepung Singkong Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Annisa Pratiwi


 tahun tetapi sudah mempunyai bisnis ekspor Kisah Sukses :  Bisnis Ekspor Tepung Singkong Pengusaha Muda
 
Umurnya gres 28 tahun tetapi sudah mempunyai bisnis ekspor. Pengusaha muda ekpor tepung singkong ke banyak sekali negara. Lalu bagaimana sih caranya Annisa Pratiwi memulai. Bukan hanya tepung dia sebenernya mengolah banyak sekali produk berbahan utama tepung.

Tidak cuma materi singkong, Annisa juga menciptakan aneka olahan mie dari sayuran dan lain- lain. Dibutuhkan riset yang tidak mengecewakan usang hingga sekarang. Dia mengaku butuh waktu hingga menemukan dosis yang pas.

Pengusaha muda 28 tahun lulusan Universitas Airlangga. Asal Pasuruan, dia dan suami mendirikan pabrik pengolahan tepung berjulukan Ladang Lima di 2012. Produk sehat yang bisa menjadi alternatif kebutuhan karbohidrat. Tepung singkong cocok dijadikan aneka camilan cantik ataupun mie pengganti gandum.

Dia memasarkan produk Rp.25.000 per- kg. Omzetnya dalam tiga tahun sudah mencapai Rp.80 juta dan Rp.100 juta. Produk tepung singkong Annisa sudah tersebar di seluruh Indonesia. Mereka juga sudah mengeskpor hingga Singapura, Hong Kong dan Amerika Serikat.

Bisnis Eksport Tepung Singkong

Taukah kau bahwa tepung gandum dan terigu itu berat. Pencernaan akan bekerja tiga kali biar bisa mencerna. Hasilnya tubuh akan menyimpan menjadi berat badan. Inilah yang kita sebut gluten atau zat pengikat. Agar terhindar dari kegemukan diharapkan gluten- free, nah apakah solusi untuk itu?

Tepung singkong mempunyai sifat gluten free. Tetapi juga mempunyai sifat menyerupai tepung terigu ataupun gandum. Jadinya kita bisa mengolahnya menjadi mie ataupun roti. Awal bisnis Annisa tidak gampang sebab awam. Dia meriset sendiri apasih tepung gluten free sanggup dikembangkan di Indonesia.

Terus bagaimana cara mengolah singkong. Nisa berburu singkong hingga ke pelosok desa. Sekalinya bisa menciptakan tepung dia harus memikirkan penjualan. Dipakainya pameran bisnis di Surabaya, dan akibatnya menggaet konsumen besar, yakni ibu- ibu beranak kebutuhan khusus.

Mereka butuh tepung buatan Nisa tersebut. Menurut ibu tersebut, dia harus siap membeli hingga ke Australia sebab di Indonesia susah. "Saya sangat bahagia kerena kini ia membeli tepung buatan saya," ujar pengusaha muda ini.

Pengusaha Muda Berkreasi


Inovasi produk mencakup produk turunan dikembangkan. Agar tidak jenuh dibentuk variasi rasa yang bisa dipilih. Ada kuman dan garlic, coffee, ginger atau jahe, cheese, dan green tea. "Rasanya enak, tapi tetap sehat," ia menjelaskan. Konsumen terbanyak malah berasal dari luar Surabaya dan Pasuruan.

Ia menjelaskan lebih gampang menjual keluar. Tidak perlu mengedukasi sebab masyarakat sudah tau. Ia bisa menjual lebih banyak. Tetapi tersebar sebab pesaing lebih banyak juga loh. Ongkos kirim yang mahal menjadi kendala. Biaya kirim masing- masing memberatkan dia dan konsumen sendiri.

Sekarang dia memproduksi tepung gluten 20 ton perhari. Dia tidak menjual eceran. Dijualnya ke pasar swalayan dan toko pemasok di Surabaya, Jakarta, dan Bali. Dalam perkembangannya dia juga punya reseller di luar negeri. Bisnis ekspor tepung Singkong banyak order di luar negeri tidak lokal.

Gimana biar jualan laris diterima konsumen. Nisa mengembangkan kemasan sendiri. Agar bisa bikin orang tertarik setiap kemasan ada resep. Dia juga memasarkan melalui brosur dan media sosial. Dia dan Ladang Lima juga mengeduksi konsumen perihal tepung gluten.

Dia mengedukasi menyerupai menceritakan pengalaman konsumen. Seorang anak yang terlambat bicara, semenjak konsumsi tepung ini anaknya sudah mulai bicara. Ada anak yang alergi tepung gluten, dan saat mengkonsumsi tepung gluten free ini, tidak lagi mengeluarkan cairan dari hidunya.

Terget mendatang yaitu akta ISO internasional. Dimaksud untuk makin mempermudah ekspor ke luar negeri. "Saya ingin menjadi salah satu produksen yang ekspor tepung orisinil Indonesia rutin," ia menjelaskan.

Ia bekerja bersama suaminya, Raka, dan membuatkan kiprah bisnis. Nisa bertugas dalam hal pemasaran ke konsumen. Sedangkan Raka bertugas dalam hal produksi produk. "Sering beda pendapat. Tetapi selalu dipecahkan dan tidak hingga terbawa urusan keluarga," ia menambahkan.

Selasa, 19 Maret 2019

Kisah Sukses : Perjuangan Rumah Yogurt Bisnis Yogurt Modal Kecil 6 Juta

Profil Pengusaha Aditya Fajar


 meski telah mencapai kedudukan yang nyaman Kisah Sukses :  Usaha Rumah Yogurt Bisnis Yogurt Modal Kecil 6 Juta

Usaha Rumah Yogurt mempunyai dongeng unik. Bisnis yogurt yang bermodal kecil ini, cukup bermodal dongeng cinta Jakarta- Bandung. Pekerjaan kantor membuatnya jenuh, meski telah mencapai kedudukan yang nyaman.  Aditya Fajar ingin mengelola perjuangan rumah yogurt sendiri.

Dia pernah berkerja sebagai marketing di salah satu perusahaan di Jakarta. Dari bisnis, beberapa kali bangkrut, Adit tertatih bangun berbisnis lagi dan lagi. Di ujung fajar, ia mendapat hidayah berbisnis yogurt sebagai perjuangan sampingan.

Kisah cinta membawa Aditya Fajar, laki-laki kelahiran Jakarta, hingga ke kota Bandung, Jawa Barat, ke rumah pujaan hatinya. Dia menemukan wangsit bisnis tersebut disini, saat telah membina rumah tangga sendiri. Dia yang pindah dari Jakarta ke Bandung, menentukan resign kerja dan memulai usaha.

"Sekitar 2008, pasca pernikahan, aku memulai bisnis ini," kenangnya

Bisnis Yogurt Modal Kecil 6 Juta


Awalnya Adit cuma ingin memberdayakan ibu sekitar rumah. Dia berpikir daripada mereka sibuk hanya menonton sinetron, kenapa tidak membantunya menjalanka perjuangan sendiri. Ini bukan perkara gampang loh, Adit memulai tanpa tau seluk beluk cara pembuatan yogurt.

Dia berharap melalui mengikuti training mandiri, akan membuatnya bisa andal bikin yogurt. "Saya kursus menciptakan yogurt 1,5 tahun dari teman saya, orang perancis. Memang tidak mudah, aku pun awalnya sering mengalami kegagalan," ungkapnya berkisah.

Membuat yogurt tidak bolah sembarang atau akan bermetamorfosis racun. Bisnis ini merupakan bisnis sehat butuh kemahiran khusus di setiap prosesnya. Adit telah mencicipi sendiri susahnya menyiapkan bisnis barunya ini.

Saat itu, yogurt buatanya diberi nama delicieux dipasarkan melalui sistem bagi hasil. Pelan tapi niscaya bisnisnya mulai bangkit. Peminat yogurt miliknya mulai bertambah, tak mau lekas puas; Adit beserta istrinya, Tarie, membuka kedai kecil khusus menjual yogurt produksinya.

Namun tidak selalu nasib baik, usahnya mengalami kebangkrutan. Apa salahnya? Adit berkesimpulan bisnis miliknya tidak menutupi biaya operasional atau over budgeting. Konsep bisnis bagi hasil yang dijalankan kurang mendapat sokongan hingga tombok.

"Tahun 2009, aku dan istri hasilnya pindah ke Jakarta. Bukan hanya itu, aku pun membawa pindah bisnis itu ke Jakarta dengan nama gres Rumah Yogurt," ucapnya

Pengusaha Haru Gagal


Kegagalan menciptakan Adit mencar ilmu banyak, bagaimana memperbaiki semua ihwal bisnis, dari produksi hingga finansial. Hingga akhirnya, cahaya sukses itu tiba menghampiri. Dia memutuskan keluar dari kerja, menentukan fokus hanya pada bisnis yogurtnya.

"Saya keluar kerja berarti penghasilan nol. Saya bertekat mebangun bisnis yogurt ini dari nol lagi, waktu dan pikiran aku akan banyak habis mengurusi bisnis ini meski modal seadanya, 2 juta rupiah," ucap Adit berapi- api.

Otomatis ia pengangguran berharap kepada tidak kepastian. Bayangkan ia tidak menghasilkan uang sama sekali. Malahan ia harus merogoh kocek 2 juta untuk tambahan. Pilihan keluar dari pekerjaan berarti tidak adanya penunjang hidup.

Itu juga berarti tidak adanya pendukung dalam berbisnis. Ya, secara matematis tidak ada lagi modal selain uang 2 juta rupiah ditanganya, bahkan kalau terbentur duduk perkara lagi, yah, ia resmi melarat kembali. Adit hanya bermodal ketekunan serta pantang menyarah membangun dari yogurt dari nol.

Semenjak resign kerja, untuk menjalankan usaha, Adit merasa bisa lebih fokus daripada sebelumnya. Kini, meski gres seumur jagung, bisnisnya mulai mengatakan arahnya. Dia berkata untungnya sudah bisa mencapai 6 jutaan sekarang.

Meski masih tergolong industri rumah tangga, tapi ia merasa uang itu bisa menutupi keputusannya. Dia merasa uang satu bulan enam juta sama dengan gajinya selama tiga bulan. Bahkan ia sambil bercanda "Bisa dikerjakan sambil tiduran," selorohnya tertawa.

Pemasaran sekitar Jakarta terus ditingkatkan, hingga bisa mengahasilkan lebih dari 150 cup per- hari. Dia yakin terus berusaha menyebarkan pemasaran. Yogurt yang dijual seharga 6.000 itu sudah memanggil tidak hanya pelanggan dari Jakarta tapi juga Bandung dan Bekasi.

"Mudah- mudahan, aku bisa menyebarkan bisnis ini menjadi besar. Karena bagi saya, tidak ada pilihan selain sukses!" tutupnya

Baca Juga

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
close
Banner iklan   disini