Fahira Fahmi Idris yaitu seorang wirausahawan perempuan asal Minang yang bergelut di lebih dari satu jenis bisnis. Beberapa bisnis yang ketika ini dijalaninya antara lain bisnis parsel dan bunga. Fahira mulai berbisnis ketika berumur 20 tahun, yaitu ketika beliau masih mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia. Berikut petikan wawancara dengan pemilik Nabila Parcel & Florist ini.
Saya berbisnis semenjak saya duduk di kursi SD. Saat itu saya menjual perangko. Kegiatan berjualan berlanjut hingga ke Sekolah Menengah Pertama hingga kuliah. Saya menjual kaos ketika Sekolah Menengah Pertama dan menjual camilan anggun ketika SMA. Ketika berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, saya membuka perjuangan parsel. Saya pun menerima sumbangan dari ayah yang ketika itu belum menjabat sebagai menteri. Ayah saya sangat mendukung dengan membebaskan saya untuk berbisnis apa saja, yang penting bisnis itu yaitu sesuatu yang saya senangi.
Saat ini, saya menjalankan tiga jenis bisnis. Pertama, bisnis parsel dan bunga berjulukan Nabila Parcel & Florist. Bisnis ini saya rintis semenjak tahun 1991. Klien saya dari bisnis ini yaitu orang-orang yang membutuhkan bingkisan parsel dan dekorasi bunga untuk hari raya, perkawinan, ulang tahun, dan program pesta lainnya. Bisnis lain saya yaitu membangun klub menembak dan perusahaan perminyakan.
Sedari kecil, saya hobi menciptakan pernak-pernik. Saya selalu sibuk menyiapkan kado setiap kali sahabat saya berulang tahun. Selain itu, saya juga mempunyai hobi dalam bidang tembak-menembak. Awalnya saya hanya menemani ayah ketika berlatih menembak. Ternyata saya jadi tertular hobi ayah saya. Dua hobi inilah yang mendasari saya membuka bisnis parsel dan klub menembak. Saya juga hobi berburu. Ketika berburu di hutan, saya sering melihat orang-orang membuka lahan untuk mencari minyak dan gas. Ini memberi saya wangsit untuk membuka bisnis perminyakan hingga sekarang.
Semua berawal dari pengalaman berjualan perangko ketika masih SD. Ketika itu, saya merasa bahagia dan puas ketika menerima uang, apalagi uang hasil jerih payah sendiri. Beranjak kuliah, universitas sering mengirim saya ke Inggris untuk mengikuti summer course. Saya hanya diberi uang pas untuk fasilitas dan biaya pelatihan. Untung ketika itu saya mempunyai bisnis kaos, kue, dan parsel. Uang dari bisnis saya itu saya gunakan untuk berbelanja dan jalan-jalan keliling Eropa selama saya summer course berlangsung.
Saya itu punya obsesi untuk sanggup keliling dunia. Saya hobi jalan-jalan. Hobi inilah yang memotivasi saya untuk mencari uang. Saya punya sasaran harus sanggup keliling dunia. Karena itu, saya harus banyak-banyak menabung. Inilah motivasi terbesar saya. Saya tidak pernah malu-malu ketika berbisnis. Bahkan, ketika kuliah saya menjajakan produk saya door-to-door ditemani supir. Semua saya lakukan sebab saya mempunyai sasaran yang ingin saya capai.
Sebenarnya banyak tips berbisnis yang sanggup dilakukan seorang seller. Saya pertanda bahwa saya menjual produk yang berkualitas dengan harga yang kompetitif. Pengiriman produk pun sempurna waktu. Bagi saya, kepercayaan yaitu sesuatu yang tidak sanggup dibeli atau diiklankan dengan cara apapun. Kepercayaan sanggup dibeli dengan kepuasan buyer. Jika kita menjual produk yang memuaskan, buyer akan melaksanakan repeat order. Namun jikalau buyer tidak percaya dengan bisnis kita, mereka tidak hanya akan membatalkan pembelian, melainkan juga membuatkan kisah yang sanggup menciptakan reputasi kita menjadi buruk.
Sumber : netpreneur.co.id





0 Kometar:
Posting Komentar
Terimakasih atas kunjungan kalian semua.
Silahkan tinggalkan komentar anda dengan baik dan sopan.
Silahkan berikan saran dan kritik untuk membangun blog ini jauh lebih baik.
terimakasih