Sabtu, 23 Februari 2019

Kisah Dea Valencia, Gadis Miliuner Dari Perjuangan Batik



'Mari Berdikari Di Negeri Sendiri'
Hai P.I Lovers Selamat membaca, Salam Sukses !

Bagi sebagian orang, mungkin sulit membayangkan bahwa seorang gadis muda belia sudah bisa menjadi pengusaha sukses dengan penghasilan milyaran. Apalagi kalau capaian tersebut diperoleh dengan keringat sendiri tanpa warisan kekayaan harta orang tua.
Namun Dea Valencia Budiarto menerangkan bahwa hal itu bukan sesuatu yang tidak mungkin untuk dicapai. Jika banyak orang berusia muda yang gres lulus dari universitas (fresh graduate) mempunyai pendapatan bulanan pada kisaran jutaan, hal ini tak berlaku bagi Dea. Di usia 22 tahun, Dea telah menjadi wirausahawan sukses dengan berdagang batik dengan merek Batik Kultur.
“Saya benar-benar mencar ilmu dari awal semenjak saya mulai jatuh cinta dengan batik. Makara semua motif batik yang saya jual designnya yakni hasil karya saya sendiri. Tentu banyak yang saya pembiasaan dari model batik lawasan. Awal tahun 1900-an, banyak orang Belanda yang mencar ilmu membatik.Mereka pembiasaan beberapa dari kisah Belanda. Nah, ini yang saya modernisasi,” kata Dea dalam wawancara khusus dengan Suara.com di kegiatan Astra Startup Challenge di Jakarta.
Dea mulai menjalankan bisnis batik semenjak usia 16 tahun di tahun 2011. Setahun pertama, ia menjual batik lawasan. Seiring berjalan waktu, ia mulai menjual batik tidak lagi dalam bentuk kain, tetapi sudah menjadi baju Ketidaksanggupannya membeli batik yang ia inginkan justru menjadi awal mula kesuksesannya.
Seiring berjalannya waktu, dikala awal produksi Batik Kultur hanya menciptakan 20 potong pakaian, sekarang bisnis Dea bisa memproduksi 800 potong Batik Kultur setiap bulan Dengan harga Rp 250.000 - 1,2 juta, nilainya setara dengan Rp3,5 miliar per tahun atau Rp300 juta per bulan.
Dea memulai Batik Kultur benar-benar dari nol. Bahkan ia sendiri yang menjadi model Batik Kultur. Beruntunglah, wajah Dea yang elok mempermudah jalannya untuk tampil di hadapan kamera. Bahkan Dea sendiri yang mendesain produk Batik Kultur padahal ia mengaku tak bisa menggambar. Untuk itu,  Dea mempunyai seorang rekan yang bisa diandalkan untuk mentranfer imajinasinya wacana rujukan batik menjadi sebuah gambar.
Kini Batik Kultur bahkan telah diekspor ke beberapa negara. Beberapa customer dari Norwegia, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Australia, Singapura dan Hongkong sudah melaksanakan pemesanan. “Cuma produksinya untuk ekspor dalam jumlah besar belum dilakukan. Karena kemampuan produksi kami masih kurang untuk memenuhi usul dari konsumen dalam negeri,” terperinci Dea.
Tak cuma batik, Batik Kultur pun merambah ke tenun ikat. Khusus yang satu ini, Dea harus membelinya di Jepara, tepatnya di Desa Troso yang merupakan pusat tenun ikat. Jika dulu hanya membeli beberapa meter kain, sekarang sekali kulakan Dea membeli tak kurang dari 400 meter tenun ikat.
Sebagai alumni kegiatan studi Sistem Informasi Universitas Multimedia Nusantara, Dea paham betul kekuatan internet untuk pemasaran. Batik Kultur 95 persen memanfaatkan jaringan internet dalam urusan permasalahan.
Dea mengakibatkan Facebook dan Instagram sebagai katalog dan media komunikasi dengan konsumennya. Dari sana, referensi untuk Batik Kultur menyebar dari verbal ke mulut. Integrasi dunia maya dan dunia faktual menyukseskan bisnis Dea.
Bagi Dea, kesuksesan bisnis tak diukur dari berapa banyak produknya terjual atau berapa banyak customer yang dimiliki. Termasuk soal pendapatan usaha, menurutnya itu bukanlah hal yang utama. “Bagi saya justru berapa banyak orang yang bisa saya berdayakan untuk bekerja di bisnis yang saya miliki ini. Saya gembira awalnya saya hanya punya seorang karyawan, sekarang saya punya 85 karyawan. Bahkan 40 diantara mereka yakni diffabel. Untuk saya, ini tolak ukur yang lebih penting,” terperinci Dea.
Saat ini Batik Kultur gres mempunyai 1 galeri penjualan di Semarang, Jawa Tengah, kota asal kelahiran Dea. Namun dalam waktu dekat, ia akan mendirikan 1 galeri lagi di Ibu Kota Jakarta. “Karena memang pemesanan pembelian online terbanyak kami dari Jakarta,” tutup Dea.


Source :
Suara.com


Share Artikel :

2 komentar:

DEWAPK^^ agen judi terpercaya, ayo segera bergabungan dengan kami
dicoba keberuntungan kalian bersama kami dengan memenangkan uang jutaan rupiah
ditunggu apa lagi segera buka link kami ya :) :)

DEWAPK^^ agen judi terpercaya, ayo segera bergabungan dengan kami
dicoba keberuntungan kalian bersama kami dengan memenangkan uang jutaan rupiah
ditunggu apa lagi segera buka link kami ya :) :)

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan kalian semua.
Silahkan tinggalkan komentar anda dengan baik dan sopan.
Silahkan berikan saran dan kritik untuk membangun blog ini jauh lebih baik.
terimakasih

Baca Juga

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
close
Banner iklan   disini