Sabtu, 09 Februari 2019

Inilah Charles Ponzi

Perjalanan Hidup Charles Ponzi
Charles Ponzi yang juga dikenal dengan nama Carlo Ponzi mempunyai nama lahir Carlo Pietro Giovanni Guglielmo Tebaldo Ponzi. Ia lahir pada tanggal 3 Maret 1882 di sebuah kota kecil berjulukan Lugo di Italia. Ia yang terlahir di keluarga sederhana dan serba kekurangan telah membentuk jiwa dan pedoman Ponzi untuk bisa gesit melihat peluang yang bisa menghasilkan uang.

Mungkin hal tersebut juga yang menciptakan dirinya dianugrahkan kemampuan berfikir yang diatas rata-rata kebanyakan orang. Ia terbukti bisa memikirkan banyak cara dan perjuangan untuk memenuhi kebutuhannya. Namun sayangnya jalan yang ditempuh oleh Ponzi ialah jalan yang tidak benar. Ia sering kali harus berurusan dengan pihak berwajib alasannya ialah pelanggaran dan pengelabuhan kewajibannya.

Ia sebelumnya pernah bekerja menjadi petugas pos di tanah kelahirannya Italia, bahkan dirinya juga pernah diterima di salah satu Universitas besar di Italia yaitu University of Rome La Sapienza. Namun dorongan harapan untuk cepat kaya menciptakan dirinya menjatuhkan pilihan ke jalan yang tidak tepat.

Hijrahnya Charles Ponzi Ke Amerika
Pada tahun 1893, ketika usianya menginjak 15 tahun dirinya memutuskan untuk pergi dari Italy menuju Amerika untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Namun gres beberapa tahun disana, otak Ponzi sudah mulai “bekerja”. Ia pernah diamankan oleh petugas berwajib karena melaksanakan penipuan cek palsu di Kanada. Tidak hanya itu ketika dirinya masuk ke wilayah Atlanta, ternyata statusnya ialah imigran illegal. Tak ayal beberapa tahun pertama di benua Amerika kehidupan Ponzi belum juga menyerupai yang ia harapkan.

Manakala dirinya pergi ke Boston pada tahun 1919, dirinya mulai menata hidupnya kembali. Yang menarik dari sosok Ponzi ialah meskipun dirinya bukan atau tidak sedang bekerja ditempat manapun, ia lebih menentukan untuk terlihat rapi dengan setelan jas plus tatanan rambut klimis tren jaman dulu. Hal ini tidak lain ia tujukan sebagai pencitraan diri semoga tiap orang yang melihatnya bisa lebih peracaya dengan dirinya.

Di Boston, ia kembali mencari pekerjaan meskipun belum juga menemukan pekerjaan yang bisa menciptakan hidupnya beralih kaya raya. Tiap malam ia selalu meluangkan waktu berjam-jam untuk memikirkan bagaimana mendapat uang dengan cepat dan banyak. Ia bahkan sering tidak tidur hanya untuk berkhayal menjadi orang kaya. Disini hal positif yang bisa diambil ialah kerja keras Ponzi sebagai seorang pemikir, meskipun yang difikirkan Ponzi bekerjsama tidak jauh dari “jalur pintas” alias menipu yang tidak bisa dibenarkan tentunya.

Ponzi dan Skema Ponzi-nya
Titik balik kehidupan Ponzi dimulai pada ketika ini berhasil memikirkan sebuah konsep bisnis yang cukup unik. Pada masa itu dikenal sebuah kupon khusus yang sanggup diperjual belikan sebagai pengganti perangko di seluruh dunia. Karena berlaku di seluruh dunia kupon tersebut nyatanya menjadi komoditas yang cukup menjanjikan untuk diperjual belikan.

Memang tidak ada peraturan yang melarang perdagangan kupon pos tersebut, namun yang niscaya kupon tersebut mempunyai harga jual yang berbeda di setiap negara tergantung keadaan ekonomi dan kurs mata uangnya. Inilah yang ditangkap Ponzi sebagai sebuah peluang menggiurkan. Asumsinya, harga kupon pos tersebut di negara Spanyol hanya berharga 1 sen, namun jikalau dijual di Amerika harganya bisa mencapai 6 sen. Keuntungan 5 kali lipat tersebut pastinya bisa menyebabkan seseorang kaya mendadak dalam waktu singkat.

Apa yang dibayangkan Ponzi meleset, harga dari tiap kupon tersebut tidak bisa dijual denga harga tinggi, pasalnya banyak biaya yang harus ia bayarkan untuk mendatangkan kupon dari Spanyol. Ia gagal menjadi orang kaya mendadak dengan hasil pemikirannya selama berbulan-bulan tersebut.

Namun ternyata hal yang mengejutkan terjadi, ketika ia berbicara dengan orang lain, baik teman, keluarga atau rekan bisnisnya perihal konsep bisnisnya tersebut. Ternyata banyak yang percaya dan meyakini bahwa skema  tersebut bisa benar-benar menghasilkan uang. Dari situ, Ponzi mulai kembali mengeluarkan keahliannya. Ia yang memang lihai berbicara, kian gancar memaparkan konsep bisnis tersebut.

Dan dengan dalih masih ada potensi pengembangan usaha, ia kemudian mengatakan konsep investai kepada orang yang mau mendapat laba berlipat dalam waktu singkat. Meskipun pada kenyataannya konsep Ponzi tersebut sama sekali tidak akan berhasil dan Ponzi sendiri sudah tau hal tersebut. Dari sini, bisa dikatakan Ponzi sedang membangun jalannya sebagai salah satu ikon penipu paling sukses di dunia dalam sejarah.

Ia mengatakan para investor yang mau menanamkan uang 100 dollar, akan mendapat 150 dollar hanya dalam 90 hari saja. Orang-orang yang sudah terlanjur percaya dengan manisnya kata-kata Ponzi akibatnya tak ragu mengatakan uang nya untuk “investasi” tersebut. Dalam waktu beberapa hari saja Ponzi berhasil mendapat dana segar sebesar 1.250 dollar Amerika. Setelah 90 hari berselang, uang yang didapatkannya tersebut ia bayarkan ke beberapa investornya sebesar 750 dollar Amerika saja.

Uang tersebut ia klaim sebagai bukti bahwa denah bisnis yang sedang ia kembangkan tersebut benar-benar menghasilkan. Padahal pada kenyataanya yang bekerjsama ia lakukan ialah membayar bunga investor dengan dana investor yang gres dan begitu seterusnya. Dalam waktu 8 bulan, Ponzi bisa mendapat uang mencapai 9 juta dollar Amerika. Mimpi besarnya dulu sudah berhasil ia raih.

Ponzi memang seorang genius dalam hal menghipnotis orang. Berbagai trik dikerahkan oleh Ponzi untuk menjaga semoga para investornya tetap bertahan dan tidak berhenti menginvestasikan uangnya. Namun alasannya ialah memang skemanya tersebut tidak mempunyai obyek bisnis riil, tentunya tinggal menunggu waktu dimana para investornya akan menyadari mereka hanya dipermainkan.

Puncaknya sesudah sepuluh bulan menjalankan bisnisnya tepatnya bulan Juli tahun 1920 ia ditangkap oleh polisi setempat alasannya ialah denah sesatnya tersebut telah terbongkar dan ribuan investor berbondong-bondong menarik uangnya. Ponzi yang bekerjsama tidak bisa membuatkan uang tersebut tentunya hancur dan tak bisa membayar uang para investornya. Ia didakwa dan dieksekusi 4 tahun penjara di Massachusetts. Bahkan rekannya yang juga salah satu pegawainya, William McMasters menyebut bahwa Ponzi ialah seorang idiot finansial yang bahkan tidak bisa berhitung.

Hingga simpulan hayatnya ia masih dikenang sebagai seorang penipu ulung paling berhasil di dunia. Banyak pemberitaan yang membahas ia dan denah bisnis yang akibatnya lebih terkenal dengan nama Skema Ponzi tersebut. Di kurun ekonomi modern pun bekerjsama denah penipuan legendaris tersebut masih banyak diterapkan. Meskipun dalam menjalankannya ketika ini telah ditambahi model bisnis lain yang membuatnya terlihat berbeda. Cerdas dalam melihat sebuah denah bisnis benar-benar riil atau tidak memang bukan perkara mudah. Namun dari cerita hidup Charles Ponzi, kita sudah bisa melihat bahwa ancaman dari model penipuan tersebut memang benar adanya.

0 Kometar:

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan kalian semua.
Silahkan tinggalkan komentar anda dengan baik dan sopan.
Silahkan berikan saran dan kritik untuk membangun blog ini jauh lebih baik.
terimakasih

Baca Juga

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
close
Banner iklan   disini