Berbagi Cerita - Kisah Sukses

Asalamualaikum Wr, Wb. Hidup hanya sekali dan tidak akan berulang untuk ke duakalinya di bumi yang sama ini, Lalu apa tujuan hidup Kita? bagaimana kita menghadapinya untuk bisa mencapai cita-cita kita? dan jalan apa yang harus kita tempuh untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. Disini saya mencari artikel-artikel tentang kisah orang-orang yang telah sukses meniti karirnya dibidanganya masing-masing. Semoga ini bisa menjadi Inspirasi untuk kita semua dalam menjalani hidup didunia ini. Walaupun terkadang banyak sekali rintangan yang kita hadapi tetapi hendaklah kita bersabar untuk menjalaninya agar hidup kita menjadi lebih baik dan dari hari-hari sebelumnya, (baca dan resapi kisah perjuanganya, kemudian lakukan yang terbaik dalam hidup anda)Salam kenal dari Saya
Tampilkan postingan dengan label Penemu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penemu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Agustus 2019

Inilah Ernst Werner Von Siemens

Siemens yaitu sebuah anam keluarga di Jerman yang keempat saudaranya menjadi insinyur, penemu dan pengusaha industry. Mereka yaitu Ernst Werner Von Siemens, Sir William Siemens, Friedrich Siemens, Carl Friedrich Von Siemens. Meraka yaitu tokoh-tokoh besar yang melopori perkembangan industry listrik dan baja. Dari keempat bersaudara itu yang populer yaitu Werner dan William.
Ernst Werner Von Siemens yaitu insinyur, penemu, pengusaha industry, dan anggota parlemen. Dia menemukan proses electroplating (1842), getah perca untuk mengisolasi kabel (1847), dynamo induksi diri (1866), pengatur diferensial untuk memproduksi benda anastatik untuk memproduksi benda cetak (1844), mesin uap regenerative, kondensor dan fotometer selenium. Dia mendirikan perusahaan Siemens dan Halske (1847) di Berlin yang berkembang pesat dan menjadi perusahaan terkemuka di Eropa.

Ernst memasang system kabel telegraf dari Berlin ke Frankfurt pada 1848. Dua tahun kemudian, beliau memasang kabel bawah air menghubungkan Dover di Inggris dan Calais di Perancis.

Pada 1874, cabang-cabang perusahaanya di London memasang kabel Trans-Atlantik. Tujuh tahun kemudian, beliau membangun rek kereta api listrik yang pertama di dunia di Lichterfielde. Di pinggiran kota Berlin.

Werner lahir di Lenthe, bersahabat Hannover, Jerman, pada 13 Desember 1816. Sesudah tanggapan sekolah di Lubeck beliau masuk kedinas ketentaraan Prusia sebaga sukarelawan. Ketika itu umurnya gres 17 tahun. Di kawasan ini ia dididik sebagai insinyur. Namun, ayahnya tidak bisa membiayai sekolahnya. Kemudian, beliau masuk perguruan militer di Berlin.

Pada 1840, ayahnya meninggal. Werrner terpaksa membesarkan dan membiayai pendidikan adik-adiknya yang berjumlah Sembilan orang. Setahun kemudian, beliau mendapat pekerjaan dibengkel arteleri di Berlin. Namun, beliau dijebloskan kepenjara sebab terlibat dalam perkelahian antara adiknya dengan adik perwira yang lain. Selama didalam penjara ia beliau memakai waktunya untuk mengadakan eksperimen kimia. Hasilnya, beliau menemukan electroplating (1842), yaitu proses melapis (menyepuh) logam dengan arus listrik.

Beberapa bulan kemudian secara kebetulan beliau melihat model awal telegraf listrik buatan Sir Charles Wheatstone (1837). Werner menyadari betapa pentingnya pesawat itu untuk komunikasi internasional. Dia segera bekerja keras untuk memperbaiki pesawat tersebut. Pihak militer segera tahu bahwa Werner sangat hebat dibidang telegraf. Maka, pada 1847 beliau ditugaskan memasangkan kabel bawah tanah. Tetapi, pada waktu itu masih belum ada materi untuk mengisolasi kabel.

Selama beberapa ahad Werner berfikir dan bekerja keras. Akhirnya dialah orang pertama didunia yang menemukan bahwa getah perca (karet) sangat baik untuk mengisolasi kabel. Pada tahun yang sama beliau mengajak Johann Georg Halske, seorang insinyur muda untuk mendirikan bengkel telegraf. Kemudian, Werner mendapat kiprah mengawasi pemasangan kabel di seluruh Jerman.

Pada 1849, Werner mengundurkan diri dari dinas militer. Dia lebih suka menjadi pengusaha di pabrik telegraf. Perusahaanya memasang kabel dari Eropa ke India melalui maritim tengah.

Rabu, 14 Agustus 2019

Inilah James Prescott Joule


James Prescott Joule lahir di Salford, Lancashire, Inggris, pada 24 Desember 1818. Dia anak seorang pengusaha bir yang kaya raya, tetapi sedikitpun beliau tidak pernah mencicipi pendidikan di sekolah sampai usia 17 tahun. Hal ini disebabkan lantaran semenjak kecil beliau selalu sakit-sakitan jawaban luka di tulang belakangnya. Dia terpaksa hanya tinggal dirumah sepanjang hari. Ayahnya sengaja mendatangkan guru privat ke rumahnya dan meyediakan semua buku yang diharapkan Joule. Tidak hanya itu, ayahnya menyediakan sebuah laboratorium khusus untuk joule.

Joule tidak hanya mengandalkan pelajaran yang beliau dapatkan dari guru privatnya. Dia tetap berusaha berguru sendiri sehungga sebagian besar pengetahuan yang dimilikinya diperoleh dengan cara berguru sendiri. Namun, ada satu pelajaran yang cukup sulit dipahaminya, yaitu matematika.

Setelah usia 17 tahun, Joule masuk ke Universitas Manchester denga bimbingan John Dalton, spesialis kimia inggris yang terkenal. Joule dikenal sebagai siswa yang rajin belajar, bereksperimen, dan menulis buku. Buku pertamnya terbit pada 1840 daat berusia 22 tahun. Tiga tahun kemudian bukunya mengenai ekuivalen mekanik panas pun terbit. Lalu tahun 1847, beliau menerbitkan buku mngenai korelasi kekekalan energi.
Buku-buku karya Joule menarik perhatian Sir William Thomson atau dikenal dengan Lord Kevin. Joule alhasil bekerja sama dengan Thomson dan menemukan pengaruh Joule-Thomson. Efek tersebut merupakan prinsip yang kemudian dikembangkan dalam pembuatan lemari es. Efek tersebut menyatakan bahwa gas dibiarkan berkembang ranpa melaksanakan kerja keluar, maka suhu gas itu akan turun.

Joule bersama dua hebat fisika dari Jerman, yaitu Hermann von Helmholtz dan Julius von Mayer juga menemukan hokum kekekalan energi bersama. Hukum ini menyatakan bahwa energi tidak sanggup diciptakan atau dimusnahkan, tetapi hanya sanggup berubah bentuk menjadi energi listrik, mekanik, atau kalor.

Joule yakni orang yang hobi menggeluti fisika. Dengan percobaan, beliau berhasil menandakan bahwa panas(kalori) tidak lainadalah suatu bentuk energi. Dengan demikian, beliau berhasil mematahkan teori kalorik yang menyatakan panas sebagau zat alir. Joule (symbol J) yakni satuan SI untuk energi dengan basis unit kg.m2/s2. nama Joule diambil dari penemunya, James Prescott Joule. Joule disimbolkan dengan karakter J. istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Mayer of Heilbronn.
Joule diambil dari satuan unit yang didefinisikan sebagai besarnya energi yang dibutuhkan untuk memberi gaya sebesar satu Newton sejauh satu meter. Oleh alasannya yakni itu, 1 Joule sama dengan 1 Newton meter (symbol : N.m). selain itu, satu Joule juga yakni energi absolute terkecil yang dibutuhkan (pada permukaan bumi) untuk mengangkat suatu benda seberat satu kilogram setinggi sepuluh sentimeter.

Definisi atau joule lainnya, yaitu pekerjaan yang dibutuhkan untuk memindahkan potensial satu volt atau satu coulomb volt (sumbol : C.V).

Ukuran 1 Joule juga sanggup didefinisikan sebagai pekerjaan untuk menghasilkan daya satu watt terus-menerus selama satu detik atau satu watt sekon (symbol : W.s). konversi 1 joule yakni sama dengan 107 erg. Ukuran 1 Joule mendekati sama dengan 6.241506363x1018 eV (electron Volet), 0,239 kal(kalori), atau 2.7778x10-7 kwh(kilowatt-hour). 2.778x10-4 wH(watt-houre), atau 9.869x10-3 liter-atmosfer.

Berkat penemuan-penemuannya, Joule mendapatkan Copley Medal dan menjadi anggota Presiden Asosiasi Kemajuan Ilmu Pengetahuan di Inggris. Meskipun begitu, kedipuannya sangat sederhana. Tidak ibarat ayahnya yang kaya raya, Joule hisup miskin dan menghabiskan masa tuanya dalam penyesalan dan kekecewaan lantaran banyak inovasi ilmiah dipakai untuk berperang.

Sabtu, 06 Juli 2019

Inilah Peter Higgs (Pencetus Teori Partikel Tuhan/Higgs Boson)


Lahir di Newcastel 29 Mei  tahun 1929, Higgs sudah jatuh cinta dengan fisika semenjak remaja.  Masa kecil sering berpindah kota. Mengikuti ayahnya yang berprofesi sebagai teknisi bunyi di radio BBC. Didera sejumlah penyakit, kemudian sering berpindah kota itu, sekolahnya memang sempat berantakan.

Beruntung Higgs kemudian menentukan menetap bersama ibunya. Di sebuah kota kecil berjulukan Bristol. Sedang sang ayah tinggal di Bedford.  "Ibu mendorong saya untuk maju. Sedangkan ayah, beliau hanya takut berhadapan dengan tanggung jawab memelihara anak," kata Higgs wacana ayah ibunya.

Jatuh cinta dengan fisika sudah terlihat ketika dia  bersekolah di Cotham Grammar School. Apalagi fisikawan Paul Dirac yaitu alumni sekolah tersebut. Dirac yang dianggap sebagai bapak mekanika kuantum ini rupanya sangat menginspirasi Peter Higgs.

Menapaki jejak Dirac, Higgs pun mulai menceburkan diri  dalam fisika teoritis. Dia sangat bersemangat.  Rajin berguru dan membaca buku. "Ini wacana memahami, memahami dunia," ujar Higgs dengan antusias.
Sekolahnya sempat berantakan. Sebab perang berkecamuk. Bristol luluh lantak dihujani bom tentara Jerman. "Hal pertama yang saya lakukan ketika tiba di sekolah itu yaitu mematahkan tangan kiri saya setelah jatuh akhir bom," kisah Higgs mengenang. Higgs juga terpisah dari keluarganya hingga perang berakhir.

Di umur 17 tahun, Higgs kemudian masuk ke City of London School. Dia mengambil jurusan Matematika. Higgs tidak tertarik melanjutkan kuliah di Oxford atau Cambridge. Dia beralasan, "Itu merupakan tempat orang kaya untuk bersenang-senang dan menghabiskan waktu,” kata Higss. Jika ingin serius soal universitas, lanjutnya, Anda harus kuliah di tempat lain.
Higgs kemudian kuliah di King's College, London. Lulus dari kampus itu menjadi dosen di Universitas Edinburgh. Saat menjadi dosen itulah, Higgs tertarik dengan misteri: mengapa benda di sekitar kita mempunyai berat atau massa.

Pertanyaan itu terus berputar di benak. Suatu hari, ketika sedang menghabiskan liburan di Cairngorms, sebuah daerah pegunungan di wilayah timur Dataran Tinggi Skotlandia, Higgs mengutak-atik soal teori medan yang tak tampak dan partikel itu.

Higgs kemudian melaksanakan serangkaian penelitian. Hasil penelitian itu dikemas dalam goresan pena ilmiah. Tulisan itu dikirim ke jurnal ilmiah "The Phsysics Letters".  Sayang goresan pena itu ditolak mentah-mentah para editor.
Lebih menyakitkan lagi, editor jurnal ilmiah yang dikelola oleh Organisasi Eropa untuk Penelitian Nuklir (CERN) itu menyebut temuan Higgs secara terang tidak mempunyai relevansi dengan fisika. "Ketika itu beliau (Higgs) hanya berpikir, 'Sudahlah, mereka tidak memahami itu'," kisah ilmuwan yang menjadi kolega Peter Higgs, Alan Walker.

Bukan hanya ditolak jurnal ilmiah bergengsi, Higgs juga sering di ejek para sahabat. Banyak kolega yang menerka beliau seorang idiot, lantaran mengutak-atik teori medan kuantum, yang dianggap sudah kuno. Tapi beliau tidak menyerah. Terus melaksanakan penelitian.
Sejumlah ilmuwan juga membuatkan teori yang serupa dengan Higgs. Antara lain Robert Brout dan Francois Englert. Temuan mereka ini yang kemudian dimuat di jurnal “Physical Review Letters”. Para ilmuwan itu setuju menamakan medan tak tampak beserta partikel itu dengan sebutan,"mekanisme Higgs".

Lantaran namanya menempel di sejumlah artikel ilmiah itu, Higgs kemudian diundang para ilmuwan di Institute for Advanced Study. Maret 1966.

Peter Higgs mengaku cemas ketika pertama kali menginjakkan kaki di Institute for Advanced Study. Institusi yang terletak tidak jauh dari Universitas Princeton, New Jersey, Amerika Serikat ini merupakan sentra riset paling bergengsi, khususnya untuk riset teoritis.

Sejumlah ilmuwan besar, menyerupai Albert Einstein, penemu komputer Alan Turing, dan J. Robert Oppenheimer, pernah  usang di institusi itu. Sedangkan Higgs dipanggil ke sana hanya untuk menguji teori fisika yang dikembangkannya dan mengusik para ilmuwan itu.

Higgs diminta untuk menjelaskan teori itu di hadapan sejumlah ilmuwan fisika kelas dunia. Meski dilanda cemas dan panik, Higgs tidak ingin kehormatan itu sia-sia. Apalagi dua tahun sebelumnya, Higgs merasa mendapat penolakan atas temuannya itu.

Dan memang benar. Dalam ujian itu teorinya dipreteli para fisikawan ternama itu. Serangan umumnya kedua hal: wacana medan tak tampak dan partikel pemberi massa. Hebatnya beliau menjawab semua pertanyaan itu dengan tangkas dan memukau.

Dan Higgs sungguh lega. Pada catatan akhir, tidak satu pun fisikawan di Institute for Advanced Study yang melihat cacat pada teori yang ditemukannya itu. Dia pulang dengan puas hati.

Tapi teori  yang ditulis Higgs itu belum sanggup dibuktikan. Sebab, partikel dan medan tak tampak ini merupakan wilayah yang sungguh kecil. Sulit 'dilihat', bahkan dengan dengan dukungan teknologi tercanggih ketika itu. Jadilah teori Higgs ini menjadi salah satu misteri yang belum terpecahkan bagi sains modern.

Empat puluh delapan tahun kemudian -- setelah dicetuskan pertama kali tahun 1964 -- hipotesa yang diajukan Higgs terbukti. Jika sebelumnya editor jurnal ilmiah dari CERN menolak teori Higgs, kali ini CERN juga yang berhasil menunjukan teori itu.

Dengan memanfaatkan laboratorium pemecah partikel raksasa Larga Hadron Collider (LHC), para ilmuwan ini menemukan partikel yang mempunyai massa sekitar 125-126 GeV (Gigaelectronic Volts, atau satuan energi setara miliaran electron volts).

Peter Higgs menangis. Ilmuwan pemalu ini tidak menyangka bahwa beliau masih hidup ketika teori itu menemukan kebenarannya.

"Saya tidak pernah memimpikan ini selama 48 tahun, lantaran banyak hal yang harus saya lakukan dalam hidup. Tapi awalnya, saya tidak menyangka bahwa saya masih hidup ketika ini terjadi," kata Peter Higgs.


Atheis Pengkritik Israel

Sejak dicetuskan 1964, prosedur Higgs ini tidak begitu memikat  perhatian. Hanya dibicarakan di kalangan ilmuwan. Teori itu gres menarik perhatian publik berkat Leon M. Lederman, peraih Nobel Fisika yang menulis buku berjudul "The God Particle: If the Universe is the Answer, What is the Question?".
Dalam buku terbitan 1993, peneliti Fermilab itu mengaku memberi sebutan "Partikel Tuhan" lantaran partikel ini sangat utama dalam memahami ilmu fisika ketika ini.

"Sangat krusial untuk memahami struktur materi, tapi begitu sulit untuk ditemukan," kata Lederman. "Lagipula", Lederman melanjutkan, "penerbit mustahil memberi judul buku ini 'Goddamn Particle' (partikel terkutuk)," kelakar ilmuwan yang memang dikenal humoris ini.

Tapi Peter Higgs tidak suka dengan istilah “partikel Tuhan” ini. Meski mendeklarasi sebagai seorang atheis, Higgs sadar betul bahwa penamaan ini bersifat ofensif terhadap orang beragama.

 "Saya harus menjelaskan kepada orang-orang bahwa itu yaitu lelucon. Saya seorang atheis, tapi saya tidak sanggup menganggap enteng dengan pemberian nama yang tak perlu dan bersifat ofensif kepada mereka yang religius," tutur Higgs.

Tak hanya itu, Higgs pun merasa risih dengan namanya yang menempel pada prosedur dan partikel yang dicetuskan. Higgs sadar bahwa nama peneliti Belgia yang juga ikut mencetuskan, Robert Brout, Francois Englert, seharusnya juga berhak menyandangkan nama mereka di partikel dan medan tak tampak itu. Meski begitu Brout dan Englert mengaku tak keberatan dengan melekatnya nama Higgs itu.

Higgs memang dikenal sebagai seorang yang rendah hati dan mempunyai prinsip yang humanis. Meski membuatkan fisika yang terkait dengan nuklir, Higgs masih dikenal sebagai pencetus untuk kampanye pelucutan senjata nuklir.

Selain itu, Higgs juga pernah menolak tiba ketika beliau diberi penghargaan Wolf Prize bidang Fisika, tahun 2004 silam. Alasannya sederhana, Higgs tak ingin terbang ke Yerussalem dan menghadiri program kenegaraan Israel yang dihadiri Presiden Israel ketika itu, Moshe Katsav.  Dan ini merupakan bentuk protes Higgs terhadap agresi Israel di Palestina


Penemuan Partikel Higgs boson, yang sering disebut juga Partikel Tuhan.

Hari masih terang tanah, tapi  di markas Center for Nuclear Research (CERN) di Jenewa, Swiss kesibukan sudah dimulai, Rabu 4 Juli 2012 lalu. Ribuan ilmuwan antri panjang sambil menahan kantuk. Mereka harus bangkit pukul 05.00, untuk mendapatkan tiket kursi  di auditorium.

Perjuangan itu sepertinya setimpal. Yang hendak disaksikan yaitu satu presentasi penelitian kolosal, melibatkan 3.000 ilmuwan dari 40 negara. Tim itu terbagi dua, dipimpin Joe Incandela dan Fabiola Gianotti, yang bereksperimen terpisah di Large Hadron Collider –A Toroidal LHC Apparatus (ATLAS), dan Compact Muon Solenoid (CMS).

Mereka akan mengumumkan temuan sebuah partikel baru, yang mempunyai massa sekitar 125-126 gigaelectronvolts (GeV). Itu artinya, sekitar 130 kali lebih berat proton yang menjadi inti dari setiap atom.
Ini sungguh pencapaian sulit, dan tentu saja mahal. Penelitian itu menggunakan Large Hadron Collider (LHC), pemercepat partikel sepanjang 27 kilometer, terkubur di bawah tanah di perbatasan Prancis dan Swiss. Dibangun dengan dana US$10,5 miliar, alat itu digunakan untuk membuat kembali kondisi setelah Big Bang, ledakan mahabesar, yang diduga sebagai awal penciptaan alam semesta.

 “Sebagai insan awam, saya akan mengatakan, kami telah menemukannya,” kata Direktur Jenderal CERN, Rolf Heuer.  Meski tak memastikan, dan hanya menyebut partikel yang temukan yaitu boson,  para ilmuwan yakin 99,999 %, partikel gres itu konsisten dengan apa yang selama ini mereka cari: Higgs boson.

Tepuk tangan pun pecah.  Sejumlah orang menangis haru. Seorang laki-laki separo baya mengelap matanya yang lembap dengan tisu.  Dia yaitu Peter Higgs. Hari itu, penantian panjangnya selama 48 tahun berakhir. 

“Aku tak pernah memimpikan ini akan terwujud ketika saya masih hidup,” kata Profesor dari University of Edinburgh itu menyerupai dimuat Guardian. Maklum, usianya sudah senja, 83 tahun.  “Aku harus meminta keluargaku menaruh sampanye dalam kulkas. Untuk merayakannya.”

Higgs tak menyangka, buah pikirannya pada 1960-an, partikel yang menyandang namanya, yang dianggap tak masuk akal, alhasil terwujud, atau setidaknya mendekati kenyataan.   Ilmuwan pendiam dan pemalu yang nyaris terlupakan, populer diseluruh dunia sebagai penemu teori  "partikel Tuhan".

Higgs boson dianggap bertanggung jawab menawarkan massa  pada setiap materi. Ia yaitu kunci membuka misteri alam semesta: bagaimana materi  menyatu untuk membentuk galaksi, bintang, planet. Juga manusia.

Meski secara teoritis terbukti, tapi mewujudkan Higgs boson sungguh pelik. Tak semua ilmuwan percaya. Termasuk ilmuwan tenar dan kontroversial, Stephen Hawking.  Penemuan Higgs boson membuatnya kalah taruhan. Konsekuensinya, ia harus menyerahkan US$100 kepada fisikawan University of Michigan Godon Kane, sang pemenang.
Memang, semenjak usang Higgs dan  Hawking berdebat soal ini. Kalah dan salah pun, Hawking tetap jantan. Ia mengaku gembira atas inovasi itu. "Ini yaitu inovasi sangat penting, Peter Higgs harus mendapat Nobel," kata dia.


Tak terkait Tuhan

Penemuan Higgs boson itu menuai pujian. Bahkan ada yang bilang, ia setara prestasi insan menginjakkan kaki di Bulan, atau ketika Christopher Columbus menemukan Amerika. Tapi, bagi awam, ada tanda tanya besar. Apa bahwasanya Higgs boson? Mengapa ia disebut “partikel Tuhan”?

Soal ini, Peter Higgs menjelaskan, Higgs boson sama sekali tak ada hubungannya dengan Tuhan. Apalagi – menyerupai tuduhan sejumlah orang – berusaha menegasikan keberadaan-Nya sebagai pencipta alam semesta.
“Istilah itu juga sama sekali tak ada hubungannya denganku. Hanya semacam plesetan,” kata beliau dalam konferensi pers di University of Edinburg, Jumat 6 Juli 2012, menyerupai dimuat Xinhua.
Ada kisah unik di balik istilah yang mengelitik itu. Istilah “partikel Tuhan” dikenal semenjak 1993, dari  buku yang berjudul “The God Particle: If the Universe is the Answer, What is the Question?” karya akseptor Nobel bidang Fisika, Leon M. Lederman.

Higgs menceritakan, awalnya sang penulis memberi nama partikel itu “Goddamn particle” alias “partikel terkutuk”, saking sulitnya untuk ditemukan. Namun, editor tak berkenan, dan mengubahnya menjadi “God particle” alias “partikel Tuhan”. “Istilah itu tidak digunakan para fisikawan, namun menarik bagi umum,” kata Higgs.

Tapi gara-gara istilah itu, proyek pencarian partikel yang makan dana besar mendapat perhatian dunia. Istilah “partikel Tuhan” terdengar lebih seksi, dan menggelitik dari pada “Higgs boson”.
Meski atheis, Higgs  mengaku tak suka dengan istilah “partikel Tuhan”. Sebab, “bisa menyinggung perasaan orang beragama.”

Seperti dimuat situs CSN, astronom Vatikan, bruder  Guy Consolmagno menyambut baik inovasi Higgs boson untuk menguak belakang layar alam semesta. "Ini mengindikasikan, bahwa ada realitas lebih dalam, lebih kaya, lebih aneh, dari kehidupan kita sehari-hari”, kata dia. Meski, ia mengakui, partikel subatomik ini tak ada kaitannya dengan teologi atau pewahyuan.

Rahasia penciptaan
Higgs boson yaitu keping terakhir dari puzzle untuk melengkapi Model Standar Partikel Elementer, salah satu teori yang paling sukses untuk menjelaskan bagaimana partikel dasar berinteraksi dengan gaya-gaya fundamental. Sekaligus memahami asal undangan alam semesta, bagaimana ia berkembang, dan bagaimana insan ada hingga ketika ini.

Untuk memahami Model Standar, kita harus mengetahui fisika didasarkan pada konsep empat gaya di alam: elektromagnetik, gaya kuat,  gaya lemah, dan gravitasi.


Apa saja partikel itu? Model Standar menyatakan, bahan terdiri dari partikel kecil yang disebut fermion. Fermion terdiri dari quark dan lepton.  Ada juga boson, yakni partikel mediator interaksi antar materi. Tiap boson membawa gaya sendiri --gluon membawa gaya kuat, foton membawa gaya elektromagnet W,  Z boson membawa gaya lemah, dan graviton membawa gaya gravitasi.  Partikel terakhir, yakni Higgs boson yang berperan menentukan massa.  Kecuali Higgs boson, semua partikel dalam Model Standar sudah ditemukan

Bersandar pada aturan distribusi statistik kuantum Bose-Einstein, hasil kerja sama fisikawan India, Satyendra Bose dan Albert Einstein, Peter Higgs pada 1960-an mencetuskan teori yang menuntut adanya partikel subatom dari suatu medan (field) yang menawarkan massa ke partikel dasar – yang kelak disebut Higgs boson.

Begini cara kerjanya: partikel tak bermassa menyerupai foton memang tidak berinteraksi dengan medan Higgs,  tetapi partikel lain semacam elektron dan quark berinteraksi dengan medan itu menghasilkan massa sesuai sifat interaksinya. Semakin besar interaksi partikel, makin besar massanya.

Dari mana muncul nama Higgs boson? Medan Higgs ini terdiri dari kuanta partikel berjenis boson – itu sebabnya dinamai Higgs boson, yang mempunyai ciri, massanya diprediksi berada diatas 100 Giga eV atau lebih dari 100 kali massa proton.

Lucunya, ketika mengirimkan makalah berisi hipotesanya ke jurnal  Physics Letters tahun 1964 silam, Higgs sama sekali tak menyebut soal partikel itu. Akibatnya, para editor jurnal yang notabene fisikawan ternama menolaknya.

Kemudian Peter Higgs menambahkan paragraf kecil wacana partikel yang dimaksud, lantaran terlanjur sakit hati, ia mengirimkan revisi makalahnya itu ke jurnal saingan, Physical Review Letters, yang menerimanya bahagia hati. Sebagai fisikawan pertama yang menyebutnya, partikel itu menyandang namanya.

Lalu apa hubungannya dengan pembentukan alam semesta?

Pada 13,7 miliar tahun lalu, sesaat setelah dentuman terjadi (Big Bang), semesta yang panas terisi oleh hamparan partikel. Tanpa kehadiran Higgs boson, maka quarks tidak akan terkombinasi membentuk proton atau neutron. Kemudian, proton dan neutron pun tak akan terkombinasi dengan elektron membentuk atom. Tanpa atom, maka molekul dan bahan pun tidak akan terbentuk. Atau dengan kata lain: tak ada galaksi, tak ada bintang, tak ada planet, tak ada kehidupan di muka Bumi.

Michael Tuts, Profesor Fisika dari Columbia University yang terlibat dalam penelitian tim ATLAS mengatakan, masih perlu sejumlah pembuktian untuk menyatakan bahwa itu yaitu Higgs boson. Kendati demikian, partikel berat itu dinyatakan mempunyai karakteristik "partikel Tuhan".

Katakanlah Higgs boson telah ditemukan, kemudian apa?

"Ini pertanyaan serius yang layak mendapat tanggapan serius,” kata beliau menyerupai dimuat Huffington Post. Salah satu penjelasan, Tuts menambahkan, bahwa Higgs boson melengkapi model standar partikel elementer. Ia akan membantu menjawab belakang layar besar penciptaan, termasuk dari mana insan berasal.

Ini, bagi sebagian awam, mungkin akan dilihat sebagai penelitian “kurang kerjaan”. Apa pentingnya penelitian menguras jutaan dolar di tengah Eropa yang lagi sulit itu?

Tuts beropini penelitan itu sangat penting. "Jika Anda menanyakan apakah  inovasi partikel ini akan membuat hidup insan lebih baik dalam waktu cepat, taruhlah besok atau 10 tahun mendatang, jawabannya kemungkinan besar tidak,” kata dia. "Tapi bagaimana dengan 20, 50, atau 100 tahun lagi? Untuk ketika itu, saya sangat yakin bahwa menurut bukti sejarah, jawabannya ya."

Sejarah, beliau menambahkan, mengajarkan bahwa riset mendasar yaitu kerikil pijakan penting bagi masa datang. Di awal 1900-an, tak banyak orang punya citra bagaimana mekanika kuantum menjadi landasan bagi teknologi ketika ini. Atau bagaimana teori relativitas Einstein menjadi sangat penting, contohnya dalam sistem GPS.

Penjelasan lebih sederhana yaitu listrik. Tak ada yang menyangka, percobaan dengan cara menggosokkan benda tertentu,  untuk menghasilkan gaya magnet dan listrik misterius pada tahun 1600 hingga 1700-an menjadi dasar bagi sebuah energi luar biasa, yang sekarang sanggup membuat insan repot tanpanya.

“Justin Bieber”
Teori Higg boson ini memang njelimet. Para ilmuwan juga berusaha menjelaskannya sesederhana mungkin. Memakai analogi, dari Margaret Thatcher, bak renang, juga jerapah.

Martin Archer,  fisikawan dari Imperial College, London, punya cara unik menjelaskan cara kerja Higgs boson, beliau menggunakan analogi Justin Bieber. Begini: ada sebuah ruangan penuh manusia, ketika seseorang tak dikenal memasuki ruangan itu, ia sanggup lewat dengan mudah. Lain halnya bila yang lewat itu yaitu Justin Bieber, sang superstar.  Pastinya, ia pribadi dikerumuni orang-orang, terutama para gadis muda.

Akibatnya, Bieber akan sulit bergerak , para gadis pemujanya itu memperlambat jalannya. Makin beliau lambat bergerak, penggemarnya itu akan makin berusaha mendekat. “Kami pikir kami telah menemukan gadis-gadis dewasa itu,” kata Archer kepada CNN.

Nobel, buat siapa?

Penemuan jejak Higgs Boson yaitu kabar baik yang usang dinantikan bagi para fisikawan. Tapi bagi Komite Nobel, itu memicu sakit kepala berat.

Sebab, inovasi -- atau taruhlah, nyaris ditemukannya Higgs boson yaitu prestasi besar yang layak penghargaan Nobel. Masalahnya, siapa yang berhak menerimanya.

Umumnya, Nobel kategori sains biasanya diberikan pada maksimal tiga orang yang paling berkontribusi penting.  Sementara, partikel gres ini hasil perjuangan ribuan orang di CERN.  Belum lagi ada enam fisikawan berjasa membangun teorinya; Robert Brout dan François Englert dari Free University of Brussels. Brout meninggal pada 1964, itu artinya haknya mendapat Nobel gugur.

Kemudian, Peter Higgs, yang dalam makalah keduanya menyebut eksplisit pentingnya sebuah partikel baru, diberi nama Higgs boson pada 1972.

Ada juga kelompok yang terdiri dari dua peneliti AS, Dick Hagen dan Gerry Guralnik, dan ilmuwan Inggris, Tom Kibble. Makara ada lima fisikawan ternama masih hidup yang sanggup mengklaim Nobel.  Jika benar, partikel ditemukan CERN yaitu Higgs boson, tentu saja Peter Higgs paling berhak mendapatkan Nobel. Tapi,  bagaimana dengan empat lainnya?

Higgs sendiri dengan rendah hati menyampaikan ia bukan satu-satunya yang berjasa. Ada ribuan ilmuwan dari banyak negara bekerja keras, di tengah spekulasi dan ketidakpastian. "Dari China, Jepang, India. Ada banyak negara."

Perdebatan tak hingga di situ.  India mengingatkan pada dunia, bahwa Higgs boson juga menyandang nama seorang ilmuwan lain. Sehari setelah pengumuman CERN, biro pers negara itu mengeluarkan rilis berjudul "Satyendranath Bose: Higgs-Boson's Forgotten Hero" atau "Satyendranath Bose: jagoan Higgs boson yang terlupakan".

Bose yaitu fisikawan India kurun kolonial, yang bekerja bersama Albert Einstein, untuk memahami sikap partikel subatomik yang kemudian dijuluki boson.

Tak hanya India, Pakistan juga merasa diabaikan. Sebuah artikel dipublikasikan Express Tribune mengungkap tugas fisikawan Abdus Salam, bekerja sama dengan dua ilmuwan Amerika Serikat -- Steven Weinberg dan Sheldon Glashow. Mereka membuatkan teori elektrolemah yang menyatukan dua dari empat gaya fundamental. Pekerjaan mereka membantu menuntaskan Model Standar, dimana Higgs boson yaitu potongan final untuk diteliti. Atas kerja kerasnya, trio itu memenangkan Nobel Bidang Fisika 1979.

Tapi, sejumlah ilmuwan menyampaikan tugas keduanya dalam inovasi Higgs boson lemah. “Bose yaitu fisikawan besar, yang sayangnya tak sempat mendapat Nobel,” kata Frank Close dari University of Oxford menyerupai dimuat situs sains Newscientist. Namun, ia menambahkan, karya Bose secara tidak pribadi mendasari inovasi yang diumumkan pekan lalu.  Sementara, Salam, “tidak pernah mengklaim Higgs boson.”

Close menambahkan, di luar Peter Higgs yang berhak mendapat ratifikasi yaitu Tom Kibble. Dia kolega Higgs, yang bekerja sama di tahun 1964, dan berjasa memberi citra wacana partikel subatomik. “Kebetulan, beliau lahir di India.”

Memang, bagi para fisikawan, Salam dan Bose yaitu 'raksasa'. “Ini yaitu bukti, ilmu melampaui perbedaan yang sejatinya tak berarti menyerupai ras, kebangsaan, dan agama,” ujar Jim Al-Khalili, fisikawan dari University of Surrey, Inggris. Partikel gres diduga Higgs boson lahir dari ribuan tangan dari aneka macam latar belakang, dan agama.  Termasuk oleh Peter Higgs, seorang atheis.


Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Peter_Higgs
http://viva.co.id/

Rabu, 20 Maret 2019

Inilah Khoirul Anwar, Tukang Ngarit Penemu Teknologi 4G







Usianya gres 36 tahun. Meski begitu, Khoirul Anwar berhasil mewujudkan mimpi membuat teori gres ibarat Albert Einstein dan Michael Faraday. Putra dusun di pelosok Kediri, Jatim, itu membuat teknologi transmitter yang sekarang dikenal di dunia telekomunikasi sebagai teknologi 4G.

Laporan BAYU PUTRA, Jakarta

PANGGUNG Achmad Bakrie Award Rabu kemudian (10/12) menjadi salah satu bentuk apresiasi masyarakat Indonesia atas prestasi fenomenal Anwar, begitu beliau kerap disapa. Dia meningkatkan level telekomunikasi global lewat teknologi 4G. Sebuah teknologi yang awalnya dianggap remeh sebagian kalangan.

Begitu perhelatan award selesai, Anwar pribadi menjadi sentra perhatian. Para undangan berebut untuk berfoto bersama ilmuwan muda nan genius itu. Dengan sabar Anwar melayani seruan foto tersebut. Tidak lupa, beliau mengajak pujaan hatinya, Sri Yayu Indriyani Rochandi, untuk ikut bangkit satu frame.

Anwar dinobatkan sebagai ilmuwan muda berprestasi dalam ajang tersebut. Dia bangkit sejajar dengan tokoh-tokoh senior ibarat Emil Salim, Mundardjito, Gunawan Indrayanto, I Gede Wenten, dan Indrawati Ganjar.

Teknologi transmitter and receiver yang dibuatnya pada 2004 sekarang dipakai secara luas di sejumlah negara dalam layanan telekomunikasi. Dunia menyebutnya 4G LTE. Teknologi itu mulai booming di Indonesia sesudah sejumlah operator seluler ramai-ramai meluncurkannya.

Anwar membuat teknologi 4G ketika masih menempuh studi doktoral di Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang. Dia merasa gundah dengan adanya perkara power pada wifi. ”Pada satu titik, ia sangat tinggi (power-nya), kemudian rendah lagi dan tinggi lagi,” ungkapnya sesudah meninggalkan panggung award.

Untuk mengatasi hal tersebut, Anwar memakai algoritma Fast Fourier Transform (FFT) berpasangan. Sebuah FFT dipasangkan dengan FFT aslinya dengan impian bisa menstabilkan power. Ide itu dianggap gila oleh para hebat ketika beliau melaksanakan presentasi di Hokkaido pada 2005.

Apa yang dilakukan Anwar dianggap tidak berguna. Sebab, apabila dua FFT dipasangkan, yang terjadi yakni saling menghilangkan. Kemudian, beliau juga dicemooh ketika presentasi di Australia.

”Tentu saya tidak sebodoh itu. Ada teknik tertentu semoga tidak saling menghilangkan. Saya tetap bersikeras sebab saya tahu ini sangat bermanfaat,” kenang laki-laki kelahiran 22 Agustus 1978 tersebut.

Setelah dicemooh di Hokkaido, Anwar pergi ke Amerika Serikat untuk mematenkan teknologi ciptaannya. Dia berhasil mendapat hak paten dengan nama Transmitter and Receiver, ditambah penghargaan di Negeri Paman Sam.

Tidak disangka-sangka, pada 2008 International Telecommunication Union (ITU) yang berbasis di Jenewa, Swiss, tetapkan standar teknologi 4G untuk telekomunikasi. Rupanya, teknologi yang dijadikan standar yakni teknologi yang beliau patenkan pada 2006. ”Jadi, mana tadi orang-orang yang di Australia dan Hokkaido itu (yang dulu meremehkan, Red)?” kelakarnya sembari tertawa.

Kemudian, pada 2010 teknologi miliknya dipakai sebagai standar internasional untuk keperluan satelit. Karena sudah dipakai satelit, Anwar pun yakin teknologinya bisa diterapkan untuk telekomunikasi di bumi.

Pembuktian itu merupakan buah dari proses panjang, yang berawal dari sebuah arit. Ya, semasa kecil, pekerjaan sehari-hari Anwar seusai sekolah yakni ngarit (mengarit, mencari rumput untuk pakan ternak). Anwar kecil sangat menyukai sains. Karena itu, di sela ngarit, beliau menyempatkan diri membaca buku mengenai teori Einstein dan Faraday.

Angan-angannya pun membubung tinggi. Dia ingin kelak bisa membuat teori gres ibarat Einstein dan Faraday. Dia pun bertekad untuk berubah dan berupaya mengejar mimpinya. Sehingga tidak terus menjadi tukang ngarit di daerah asalnya, Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri.

Mimpi tersebut nyaris pupus ketika ayahnya, Sudjiarto, meninggal dunia pada 1990. Kala itu Anwar kecil gres saja lulus SD. Dia pun kebingungan. Dia khawatir ibunya, Siti Patmi, yang beliau panggil emak, tidak punya uang untuk menyekolahkan dirinya hingga ke sekolah tinggi tinggi.

Akhirnya, dengan tekad bulat, Anwar kecil memberanikan diri menemui emak dan memohon untuk disekolahkan setinggi-tingginya. Keinginan berpengaruh Anwar meluluhkan hati sang bunda. ”Beliau bilang, ’Nak, kau tidak usah ke sawah lagi. Kamu saya sekolahkan setinggi-tingginya hingga tidak ada lagi sekolah yang tinggi di dunia ini,’” ucapnya dengan nada tertahan.

Anwar kemudian bersekolah di SMPN 1 Kunjang, kemudian berhasil menembus SMAN 2 Kediri, yang merupakan sekolah favorit. Menjadi salah satu di antara segelintir anak desa yang bersekolah di kota membuat Anwar minder. Namun, rasa minder itu bisa dikalahkan ketekunannya menuntut ilmu. Hasilnya, beliau menjadi juara kelas pada tahun pertama.

Saat duduk di kelas II SMA, Anwar yang indekos di Kediri mencoba mengirit pengeluaran semoga tidak membebani sang bunda. Caranya, beliau tidak sarapan sebelum berangkat sekolah. Ternyata, peringkat beliau merosot ke urutan keenam. ”Karena tidak sarapan, setiap jam sembilan pagi kepala saya pusing,” kenangnya.

Ibu salah seorang temannya kemudian menawari Anwar untuk ngenger (menumpang tinggal) di rumahnya secara gratis. Sarapan pun terjamin dan hal itu membuat peringkat Anwar kembali ke urutan teratas, bahkan terbaik di sekolah. ”Saya berpesan ke murid-murid di seluruh Indonesia agartidak mengabaikan makan pagi. Saya sudah buktikan sendiri,” tuturnya.

Anwar kemudian melanjutkan studi ke Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia lulus sebagai salah seorang wisudawan terbaik ITB pada 2000. Anwar kemudian berupaya mendapat beasiswa magister yang ditawarkan Panasonic Jepang. Dia lulus seleksi dan menentukan universitas di Tokyo sebagai tujuan.

Rupanya, kali ini Anwar menemui ganjalan. Dia tidak lolos seleksi yang diadakan sebuah universitas di Tokyo plus tidak lulus ujian kemampuan bahasa Jepang. Anwar sangat murung dan aib ketika tahu tidak lolos. Agar tidak dipulangkan, balasannya beliau beralih ke universitas lain, yakni NAIST, yang juga di Jepang. Dia berhasil lolos masuk NAIST dan menuntaskan studi magisternya selama 1,5 tahun. Dia kemudian melanjutkan studi doktoral dan meneliti transmitter tersebut.

Saat ini Anwar menjadi ajun profesor di Japan Advance Institute of Science and Technology. Selain mematenkan 4G, Anwar membuatkan teknologi itu dengan mengefisienkan power. Karena berisiko terjadi interferensi (interaksi antargelombang) yang bisa merusak.

Anwar terinspirasi tayangan kartun Dragon Ball Z ketika tokoh Son Goku mengambil energi dari alam yang disatukan menjadi bola api. Bola api tersebut berjulukan Genkidama. Cara itu kemudian beliau coba di teknologi 4G dengan menarik energi sekitar untuk menunda interferensi yang berada di tengah.

Teknologi 4G modifikasi tersebut kemudian dipatenkan. Begitu pula satu teknologi lain yang beliau ciptakan untuk keperluan Olimpiade Tokyo 2020. Anwar bersyukur pemerintah Jepang begitu menghargai ilmuwan. Dia sebagai ilmuwan absurd memperoleh akomodasi untuk mendapat dana riset. Bahkan, untuk urusan paten, biayanya ditanggung pemerintah Jepang.

Kemudian, Profesor Takao Hara yang membimbingnya dalam penelitian itu juga bersikap fair. Begitu tahu penelitian mahasiswanya menjadi standar internasional, beliau pribadi menyatakan penelitian tersebut sebagai hak Anwar. ”Eighty(80) percent for you, 20 percent for me,” ujar anak kedua dari tiga bersaudara itu menirukan sang profesor.

Satu hal yang membuat Anwar salut, orang Jepang begitu besar hati memakai produk sendiri meski jelek. Karena itu, ilmuwan Indonesia sebaiknya menggandakan Jepang. ”Saya inginnya insinyur kita, jelek-jelek nggak apa-apa, asal punya kita. Sedikit demi sedikit bisa diperbaiki,” tutur ayah empat anak tersebut.

Yang penting, prosesnya jalan terlebih dulu. Apabila sudah benar, tinggal dipikirkan cara menyempurnakannya.”Kalau kita mau pribadi bikin yang hebat, tidak akanada. Orang niscaya bermula dari tidak hebat. Yang gampang dulu,” tegasnya. Dia yakin ilmuwan Indonesia tidak hanya genius, namun juga kreatif dan bisa mencari terobosan.

Khusus penerapan teknologi 4G di Indonesia, bagi Anwar tidak ada kata terlambat. Peluangnya sangat besar dan bermanfaat bagi masyarakat. Pemerintah harus siap; operator seluler juga harus siap. Sebagai contoh, Indonesia bisa menerapkan e-health dengan memakai teknologi 4G. ”Pasien di ambulans selama perjalanan bisa dipandu dokter yang ada di rumah sakit,” tutupnya.

sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/12/17/276008/Mengenal-Khoirul-Anwar,-Tukang-Ngarit-Penemu-Teknologi-4G-
 

Rabu, 27 Februari 2019

Inilah Andy Rubin Pembuat Os Android


Andy Rubin lahir pada tanggal 22 Juni 1946 di New Bedford, Amerika Serikat. Dia yaitu pengembang dari Android OS. Sejak kecil, Rubin sudah terbiasa melihat banyak gadget baru. Ini alasannya ayahnya, seorang psikolog yang banting setir ke bisnis direct marketing, menyimpan produk elektronik yang akan dijualnya di kamar Rubin. Ia mempunyai minat besar pada segala hal yang berbau robot. Di Carl Zeiss A.G., kawasan pertama kali ia bekerja sesudah lulus kuliah, Rubin ditempatkan di sebuah divisi robotika, tepatnya pada komunikasi digital antara jaringan dengan perangkat pengukuran dan manufaktur. Setelah dari Carl Zeiss, ia sempat bekerja di bidang robot di sebuah perusahaan di Swiss.

Karier Rubin di bidang robotika nampaknya semakin cerah, namun hidupnya berubah gara-gara liburan di Cayman Island pada tahun 1989. Saat sedang mengunjungi kepulauan tropis di Jamaika itu, Rubin tak sengaja bertemu dengan seorang berjulukan Bill Caswell. Pria ini sedang tidur di tepi pantai, terusir dari sebuah cottage sesudah bertengkar dengan pacarnya. Andy menunjukkan laki-laki itu kawasan tinggal dan sebagai balas budi, Casswell menawarkannya pekerjaan. Kebetulan yang menakjubkannya yaitu laki-laki itu bekerja di Apple. Di Apple, Rubin mengalami masa-masa yang menyenangkan. Pada ketika itu, Apple masih dalam kondisi baik berkat komputer Macintosh. Budaya Apple pun menular pada diri Rubin. Di sana ia sempat melaksanakan kejahilan, ibarat memprogram ulang sistem telepon sehingga ia bisa berpura-pura sebagai sang CEO, John Sculley. Lelucon ibarat itu mungkin akan disukai Steve Jobs, laki-laki yang gemar menciptakan dagelan lewat telepon, namun ketika itu yaitu periode Apple tanpa Jobs.

Dari cuilan manufaktur, Rubin pindah ke cuilan riset di Apple. Kemudian, pada tahun 1990, Apple melaksanakan spin off untuk membentuk sebuah perusahaan berjulukan General Magic dan Rubin ikut di dalamnya. General Magic berfokus pada pengembangan perangkat genggam dan komunikasi. Para engineer yang gila kerja, termasuk Rubin tentunya, berhasil mengembangkan sebuah peranti lunak berjulukan Magic Cap. Sayangnya, Magic Cap tidak mendapat sambutan dari perusahaan handset dan telekomunikasi. Beberapa yang menerapkan Magic Cap hanya melakukannya sebentar. General Magic pun hasilnya hancur.


Beberapa pengembang di General Magic, bersama beberapa veteran Apple, kemudian mendirikan Artemis Research. Perusahaan ini mengembangkan sesuatu berjulukan webTV, sebuah upaya awal untuk menggabungkan Internet dengan televisi. Rubin bergabung dengan Artemis untuk ikut mengembangkan webTV tersebut. Saat Microsoft membeli Artemis, di 1997, Rubin pun ikut bergabung dengan perusahaan raksasa itu. Episode gila khas Rubin kembali terjadi di Microsoft. Rubin membangun sebuah robot yang dilengkapi kamera untuk mengerjai rekan-rekannya. Gilanya, robot itu terhubung ke Internet dan pada satu bencana sempat dibobol oleh pihak di luar Microsoft. Pada tahun 1999, Rubin keluar dari webTV (dan artinya, ia tak lagi menjadi kar­yawan Microsoft). Ia kemudian me­nyewa sebuah toko di Palo Alto, California, dan menyebut toko itu sebagai laboratorium.



Di kawasan yang penuh dengan banyak sekali mainan robot koleksi Rubin, lahirlah sebuah inspirasi untuk produk baru. Bersama beberapa rekannya, Rubin kemudian mendirikan Danger Inc. Sukses diraih Danger melalui sebuah perangkat berjulukan Sidekick. Aslinya, perangkat ini dinamai Danger Hiptop, namun di pasaran ia dikenal sebagai T-Mobile Sidekick.

“Kami ingin menciptakan sebuah perangkat, kira-kira seukuran batang cokelat, dengan harga di bawah 10 dolar dan bisa dipakai untuk men-scan sebuah benda serta mendapat informasi soal benda itu dari Internet. Lalu, tambahkan perangkat radio dan transmiter, jadilah Sidekick,” tutur Rubin soal Sidekick.

Saat ini, Sidekick memang sudah terlihat usang, namun pada masanya, Sidekick yaitu sebuah benda yang ganjil dengan konsep teknologi yang melampaui zaman. Perangkat itu, berdasarkan Rubin, merupakan pengakses data dengan kemampuan telepon. Ketika muncul di pasaran, Sidekick harus menghadapi kenyataan bahwa PDA sedang kehilangan pasar. Namun, Rubin menegaskan bahwa Sidekick bukanlah PDA.

“Seharusnya, orang-orang bukan bertanya apakah ini PDA atau ponsel. Mereka harusnya bertanya, apakah ini platform untuk pengembang pihak ketiga? Ini yaitu hal yang baru. Ini yaitu untuk pertama kalinya sebuah ponsel dijadikan platform untuk pengembang pihak ketiga,” kata Rubin.

Sekarang, apa yang dikatakan Rubin bukan hal gila lagi. Lihat saja Apple de­ngan jutaan aplikasi pihak ketiga yang hadir di iPhone. Hal lain yang dilakukan Danger, yang pada masa itu belum terpikirkan, yaitu menjembatani antara pembuat handset dengan penyedia jaringan. Danger tetapkan untuk membuatkan laba dengan T-Mobile dalam layanan Sidekick. Dengan demikian, Danger tak me­ngandalkan penjualan handset sebagai sumber penghasilan satu-satunya, namun juga dari layanannya. Ini menciptakan perusahaan pembuat perangkat (Danger) mempunyai tujuan yang sama dengan penjual perangkat (operator telekomunikasi T-Mobile).

Rubin meninggalkan Danger pada tahun 2004. Pada
2008, perusahaannya itu dibeli oleh Microsoft. Sang raksasa rupanya tertarik untuk memasuki bisnis ponsel dengan lebih a­gresif lagi. Nilai yang ditawarkan pun tidak tanggung-tanggung. Menurut kabar yang beredar Microsoft membeli Danger de­ngan harga 500 juta dolar. Namun, pembelian Danger oleh Microsoft ternyata tidak membawa hasil yang berbunga-bunga. Para administrator yang tersisa dari Danger digabungkan oleh Microsoft ke dalam Mobile Communication Business, dari divisi Entertainment dan Devices. Kemudian, mereka diminta mengembang sebuah ponsel yang dikenal dengan sebutan Project Pink. Targetnya, ponsel ini harus bisa menjadi pesaing iPhone dan BlackBerry. Menurut ComputerWorld, Project Pink menderita penyakit klasik di sebuah per­usahaan besar. Karena proyeknya cukup bergengsi, ia diperebutkan oleh beberapa pihak. Dan lebih parahnya lagi, perkembangannya makin melenceng dari yang diinginkan. Contohnya, awalnya ponsel itu akan dikembangkan dengan basis Java namun kemudian diminta untuk memakai sistem operasi Microsoft.

Sayangnya, Windows Phone 7 yang seharusnya bisa dipakai untuk Project Pink, belum siap. Walhasil, ketika diluncurkan, ponsel yang hasilnya berjulukan Microsoft Kin ini memakai sistem operasi Windows untuk ponsel yang “lawas”. Sambutan pasar yang masbodoh pun menciptakan Kin hasilnya harus ditutup, hanya beberapa bulan semenjak diluncurkan. Nasib layanan Sidekick, yang diwarisi Microsoft dari Danger, juga tak terlalu baik. Dalam satu insiden, yang masih belum diketahui niscaya apa penyebabnya, pelanggan Sidekick tiba-tiba kehilangan semua data mereka. Satu hal yang perlu diketahui, semua data pada Sidekick memang disimpan ‘di awan’ (dalam hal ini pada server yang dikelola Microsoft dan bisa diakses melalui Internet). Nah, ketika server itu mengalami gangguan, semua data pengguna Sidekick pun lenyap.

Pada awal tahun 2002, Rubin sempat mengatakan sebuah kuliah di Stanford mengenai pengembangan Sidekick. Karena, meski penjualan Sidekick di pasaran tak meledak, perangkat itu dinilai cukup baik dari sisi engineering. Sebuah kebetulan bahwa Larry Page dan Sergei Brin, pendiri Google, ikut hadir dalam kuliah tersebut. Selepas kuliah, Page menemui Rubin untuk melihat Sidekick dari dekat. Rupanya, Page melihat, perangkat itu memakai search engine Google. “Keren,” ujar Page. Ini yaitu sebuah titik tolak bagi Page untuk sebuah inspirasi yang dalam beberapa tahun kemudian akan terwujud, sebuah ponsel Google. Kurang lebih dua tahun sesudah itu, Rubin telah meninggalkan Danger dan mencoba melaksanakan hal-hal baru. Termasuk di antaranya mencoba memasuki bisnis kamera digital sebelum hasilnya ia mendirikan Android.




Rubin menginkubasi Android ketika ia menjadi enterpreneur-in-residence bersama perusahaan modal ventura Redpoint Ventures di 2004. “Android berawal dari satu inspirasi sederhana, sediakan platform mobile yang tangguh dan terbuka sehingga bisa mendorong penemuan lebih cepat demi laba pelanggan,” ujar Rubin. Pada Juli 2005, 22 bulan sesudah Android berdiri, perusahaan itu ditelan oleh raksasa Google. Rubin pun menentukan untuk bergabung dengan Google. Ketika membeli Android Inc., Google tidak menyebutkan dengan rinci berapa harga yang dibayarkan dan apa yang i­ngin dilakukannya dengan perusahaan itu. Bahkan, Google menyebut pembelian itu sebagai akuisisi terhadap sumber daya insan dan teknologinya saja. Selain Andy Rubin, Google memang meraup banyak orang-orang brilian dari Android. Ini termasuk Andy McFadden (pengembang WebTV bersama Rubin, dan juga pengembang Moxi Digital); Richard Miner (mantan Vice President di perusahaan telekomunikasi Orange); serta Chris White (pendiri Android dan perancang tampilan serta interface WebTV).

Bersama Google, Android diberi kekuatan ekstra. Perusahaan asal Mountain View, California itu kemudian membentuk Open Handset Alliance untuk mengembangkan perangkat bagi Android.

“Google tak bisa melaksanakan segalanya. dan kami tidak perlu itu. Itulah mengapa kami membentuk Open Handset Alliance dengan lebih dari 34 rekanan,” ujar Rubin.

Perangkat Android yang hadir pasaran memang bukan buatan Google. Petarung kelas berat Android termasuk Motorola, Samsung, dan HTC masing-masing melemparkan ponsel Android andalan mereka ke pasaran.

“Sekadar melemparkan peranti lunak tidaklah cukup,” Rubin menjelaskan, “Anda perlu handset yang dikembanglan untuk peranti lunak ini dan penyedia jaringan yang mau memasarkannya.”

Di AS, Motorola Droid jadi salah satu senjata Verizon Wireless melawan AT&T dengan iPhone-nya. Sedangkan Nexus One, ponsel Android Google buatan HTC, hadir tanpa “ikatan dinas” pada satu operator tertentu.

Kehadiran Android nampaknya beru­saha menggoyang dominasi pasar ponsel di AS. Di Indonesia, Android pun nampak siap jadi primadona sesudah muncul de­ngan gegap gempita dalam Indonesia Celullar Show 2010.

“Saya tahu bakal ada FUD (fear, uncertainty, doubt). Namun, kami telah melihat beberapa kompetitor mengikuti apa yang kami lakukan. Makara sepertinya, kami memang di jalan yang benar,” ujar Rubin.

Referensi :

- http://al-rasyid.blog.undip.ac.id/ta...rubin-android/
- http://en.wikipedia.org/wiki/Andy_Rubin
- http://www.crunchbase.com/person/andy-rubin

Jumat, 15 Februari 2019

Inilah Chester Flood Carlson Penemu Mesin Foto Copy


Chester Flood Carlson lahir 8 Februari 1906 dikawasan kota Seattle, Washington. Ayahnya mengidap penyakit TBC membuat beliau harus bekerja keras untuk mendapat biaya pengobatan. Pada ketika berusia 17 tahun Ibunya meninggal dan empat tahun sehabis ibunya meninggal ayah Carlson menyusul. Hal ini tidak membuat Carlson patah semangat untuk belajar. Dia bisa menuntaskan pendidikannya sampai dingklik kuliah yaitu di California Institute of Technology.

Carlson bekerja di sebuah perusahaan pembuat barang elektronik. Tugasnya ketika itu yaitu menyalin semua dokumen dan gambar paten ke dalam beberapa dokumen. Carlson merasa lelah dengan pekerjaan itu dan kemudian berfikir bagaimana caranya biar pekerjaannya itu gampang dilakukan dengan menemukan konsep elektrofotografi yang kini kita kenal dengan mesin fotocopy.
Usahanya dimulai pada tahun 1938 yaitu dengan bereksperimen yang memanfaatkan debu jelaga (karbon) dan penyinaran cahaya dan memindahkan suatu goresan pena dari medium satu ke medium lain. Selain konsep elektrofotografi Carlson juga memakai konsep hoto-conductivity, sebuah proses perubahan elektron kalau terkena cahaya. Intinya, dengan proses ini, gambar bisa digandakan dengan proses perubahan elektron tersebut.

Namun sebagian besar literatur menyebutkan bahwa Carlson membuat proses mengkopi dengan memakai energi elektrostatik, yaitu xenography. Xenography berasal dari bahasa Yunani yaitu “radical xeros” yang artunya kering dan “graphos” yang artinya menulis. Karena memang dalamprosesnya tidak melibatkan cairan kimia, tak menyerupai teknologi sebelumnya. Melalui teknik ini, Chester Carlson telah menemukan cara yang merombak paradigma penulis ulangan sebuah dokumen, yang nantinya akan menjadi proses yang disebut fotokopi. Teknik ini kemudian dipatenkan pada 6 Oktober 1942.

Selama beberapa tahun Carlson mencoba untuk menyempurnakan temuannya ini dan mencoba keberbagai perusahaan untuk menjual penemuannya itu. Namun alasannya yaitu pada ketika itu inovasi Carlson dianggap tidak mempunyai kegunaan dan tidak mempunyai masa depan yang menjanjikan mengakibatkan temuannya itu ditolak.

Setelah berusaha dengan sangat keras Carlson mendapat kawan pertamanya yaitu Batelle Memorial Institute yang bersedia memodali dengan dana dan usaha. Dengan kawan pertamanya itu Carlson berhasil meyakinkan Haloid, sebuah perusahaan menengah Haloid Corporation, New York yang menjual kertas foto menjadi mitranya untuk berbagi temuannya.

Haloid Company kemudian merubah nama mesin fotocopy pertama elektrofotografi dengan nama Xerography. Xerography menjadi komersial sehabis diadopsi oleh Xerox Corporation.

Salah satu produk awal Xerox yaitu Xerox 914, mesin foto kopi otomatis pertama yang memakai proses xenography. Dinamai Xerox 914 untuk merujuk pada kemampuan mesin dalam mengkopi kertas dengan ukuran 9 inci x 14 inci (229 mm x 356 mm) dan resmi pada tahun 1958 dengan nama Xeroz 914.

Xerox 914 sangat terkenal di kalangan masyarakat. Xerox 914 ini sanggup mengkopi sampai 100 ribu kertas per bulan. Produk ini menyumbang pendapatan perusahaan sampai 60 juta dolar AS. Hingga kini Xerox merupakan perusahaan mesin foto copy dan printer terkemuka di dunia. Produk yang dihasilkan perusahaan yang kini bermarkas di Stamford, Connecticut, AS itu pada 2006 kemudian berhasil membukukan pendapatan 15,9 miliar dolar AS. Jumlah karyawannya mencapai 53.700 orang, tersebar di dunia.

Chester Carlson meninggal pada 9 September 1968, di Rochester, New York alasannya yaitu penyakit hati yang kronis. Berkat temuannya melalui mesin fotocopy, Chester Carlson telah menemukan cara yang merombak paradigma penulis ulangan sebuah dokumen. Dengan inovasi Chester Carlson ini pula kini kita dengan mudah, murah dan cepat untuk menjiplak sebuah dokumen.

Sumber :https://kisahpenemu.wordpress.com/2010/02/27/penemu-mesin-fotocopy/

Baca Juga

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
close
Banner iklan   disini