Berbagi Cerita - Kisah Sukses

Asalamualaikum Wr, Wb. Hidup hanya sekali dan tidak akan berulang untuk ke duakalinya di bumi yang sama ini, Lalu apa tujuan hidup Kita? bagaimana kita menghadapinya untuk bisa mencapai cita-cita kita? dan jalan apa yang harus kita tempuh untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. Disini saya mencari artikel-artikel tentang kisah orang-orang yang telah sukses meniti karirnya dibidanganya masing-masing. Semoga ini bisa menjadi Inspirasi untuk kita semua dalam menjalani hidup didunia ini. Walaupun terkadang banyak sekali rintangan yang kita hadapi tetapi hendaklah kita bersabar untuk menjalaninya agar hidup kita menjadi lebih baik dan dari hari-hari sebelumnya, (baca dan resapi kisah perjuanganya, kemudian lakukan yang terbaik dalam hidup anda)Salam kenal dari Saya
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Mei 2019

Inilah Blake Ross (Pembuat Browser Mozila Firefox)

Blake Ross yakni perjaka jenius yang membuat Mozilla, kemudahan penjelajah internet. Mozilla diluncurkan untuk umum pada November 2004. Saat itu, usia Blake gres 19 tahun! Mozilla lalu digabungkan dengan Firefox, agenda yang diciptakannya bersama Dave Hyatt. Maka, sehabis itu, namanya menjadi Mozilla Firefox. Dengan cepat, Mozilla Firefox diterima para pengguna internet di dunia. Ia, antara lain, dinilai lebih kondusif dan gampang digunakan (dibandingkan dengan para kompetitornya). Ia juga dinilai bisa merebut sebagian pasar kemudahan penjelajah internet, yang selama ini dikuasai oleh Microsoft Internet Explorer.


Banyak orang memuji kesuksesan Blake Ross

Direktur engineering Yayasan Mozilla, Chris Hoffman, mengatakan, "Dalam dunia 'Open Source', posisi seseorang tergantung pada keahliannya. Dan Blake Ross mempunyai semua keahlian yang dibutuhkan." Firefox telah mendapat perhatian yang sangat besar. Versi awal 1,0 dan terbarunya versi 3,53 semakin komlit, tuntaskan permasalahan..



Blake Aaron Ross (23 tahun/AS)

Blake Ross yakni perjaka jenius yang membuat Mozilla, kemudahan penjelajah internet. Mozilla diluncurkan untuk umum pada November 2004. Saat itu, usia Blake gres 19 tahun! Mozilla lalu digabungkan dengan Firefox, agenda yang diciptakannya bersama Dave Hyatt. Maka, sehabis itu, namanya menjadi Mozilla Firefox. Dengan cepat, Mozilla Firefox diterima para pengguna internet di dunia. Ia, antara lain, dinilai lebih kondusif dan gampang digunakan (dibandingkan dengan para kompetitornya).

Ia juga dinilai bisa merebut sebagian pasar kemudahan penjelajah internet, yang selama ini dikuasai oleh Microsoft Internet Explorer. Banyak orang memuji kesuksesan Blake Ross. Direktur engineering Yayasan Mozilla, Chris Hoffman, mengatakan, Dalam dunia 'Open Source', posisi seseorang tergantung pada keahliannya. Dan Blake Ross mempunyai semua keahlian yang dibutuhkan. Mozilla Firefox (aslinya berjulukan Phoenix dan lalu untuk sesaat dikenal sebagai Mozilla Firebird) yakni penjelajah web antar-platform gratis yang dikembangkan olehYayasan Mozilla dan ratusan sukarelawan. Versi 1.0-nya dirilis pada 9 November 2004. Dalam sejarahnya, Mozilla pada awalnya digunakan sebagai code name browser web Netscape Navigator. Jamie Zawinski, seorang pegawai Netscape CommunicationsCorporation lalu menawarkan wangsit nama Mosaic killer

Nama "killer" lebih popular diucapkan dengan kata "killa", yang lalu bermetamorfosis "illa". Kemudiandigabungkan dengan Mosaic menjadi Moz+illa, dan Zawinski berharap dengan nama tersebutdapat menempatkan Mosaic menjadi browser yang popular.Mozilla yakni mascot dari Netscape Communications Corporation, yang dulunya dikenaldengan nama Mosaic Communications Corporation.

Maskot Mozilla ini mempunyai beberapa bentuk termasuk astronot menggunakan helm atau spaceman, namun lambang mascot yang dipilih yakni gambar ibarat monster fiksi klasik, Godzilla, yang didesain oleh Dave Titus tahun 1994. Mozilla merupakan fitur dari website Netscape, lalu Mozilla berlanjut untuk digunakan di dalam Netscape, yang digambar di T-shirt untuk digunakan semua staff atau pekerja seni yang ada dikampus Netscpae, Mountain View,untuk browser-nya mozilla firefox menggunakan maskot serigala

Mozilla identik dengan software gratis atau open source project yang dibentuk ketika membuat Internet suite generasi berikutnya untuk Netscape. Mozilla Organization dibangun pada tahun 1998 untuk membuat Internet suite baru, dan lalu menjadi Mozilla Foundation.

Lalu Mozilla Foundation yang akan membuat dan me-maintain browser Mozilla Firefox dana plikasi email Mozilla Thunderbird. Trademark Mozilla telah diresmikan oleh Mozilla Foundation pada tahun 2006.Pada Agustus 2005, Mozilla Foundation mengumumkan akan membuat Mozilla Corporation,yang menjadi perusahaan profit Mozilla Foundation, yang lalu berfokus untuk meluncurkan Firefox ke user. Software Mozilla ibarat Firefox, Thunderbird, SeaMonkey,Bugzilla, Camino, Sunbird, Minimo, Flock, Songbird

Kelemahan dan Kelebihan Mozilla Firefox
Mozilla Firefox yakni sebuah browser yang nyaman dan gampang digunakan mempunyai fitur canggih ibarat integrated search toolbars and tabbed browsing. Kelebihan utama dibandingkan browsers lainnya, adalah: Ukuran aplikasi yang relative kecil,Mendukung banyak sekali jenis jalan pintas untuk aksi, baik yang berupa tombol pintasmisalnya Ctrl+T untuk membuka tab gres maupun gerakan mouse pintas (mousegesture).

Misalnya menekan tombol kanan mouse sambil menggeser mouse ke kirimenuju halaman sebelumnya.Penghentian pop up, yang secara otomatis telah terintegrasi dalam penginstalan awal.Mampu mematahkan pembatasan agresi pengguna, contohnya penyembunyian status kafe atau penguncian browser, sehingga pengguna tidak sanggup memperbesar ataumemperkecil ukuran browser.Penampilan halaman yang lebih lapang dengan area toolbar lebih ringkas. Fitur organisasi, bookmark, yang bisa mengorganisasi beberapa tab sekaligus.

Tampilan browser sanggup dikustomisasi menggunakan skin.Fitur menjelajah internet dengan tab. Fitur demikian akan memungkinkan penggunauntuk membuka beberapa URL sekaligus dalam satu jendela browser.Hasil cetak halaman secara otomatis diperkecil, sehingga tidak terpotong.Lebih aman, tidak ada lubang-lubang sekuritas.


MOZILLA FIREFOX JUGA MEMPUNYAI KELEMAHAN
 

Waktu proses halaman situs tertentu lebih lambat, diperkirakan alasannya duduk kasus kompatibilitas atau kesesuaian antara pengkodean halaman situs dengan browser Mozilla Firefox Tidak terintegrasi dengan Outlook maupun Outlook Express, beberapa kemudahan e-mail tidak bekerja dengan baik, ibarat melihat e-mail HTML maupun membuka link pribadi dari e-mail di Outlook.

Tidak mendukung sinkronisasi dengan Pocket PC Windows dan sinkronisasi USB-cradle, contohnya untuk men-download web calendar. Terdapat perbedaan penampilan halaman situs, terlebih apabila halaman situs dirancang untuk menampilkan halaman tersebut dengan benar. Instalasi plug-in tidak semudah pada Browser lain ibarat IE contohnya untuk menginstal Flash Player, Shockwave, Java Virtual Matchine diharapkan instalasi secara manual(tidak otomatis). Firefox juga tidak mendukung instalasi aplikasi Microsoft secaraonline, contohnya aktivasi Microsoft Reader. Beberapa formulir online tidak merespon pementingan tombol Enter sebagai jalan pintas untuk menekan tombol "submit" di layar.

dikutip dari banyak sekali sumber

Minggu, 07 April 2019

Inilah Jack Dorsey (Pendiri Twitter)

Jack Dorsey, Lahir di St Louis, Missouri tanggal 19 November 1976, merupakan salah satu dari tiga pendiri Twitter adalah Biz Stone, Evan Willliams, dan Jack Dorseysendiri.

Jack Dorsey mulai tertarik pada dunia perangkat lunak (software) pada umur 14 tahun. Dia ingin membuat perangkat lunak Open Source aplikasi yang berafiliasi dengan rute taksi dan kurir pengiriman. Ia mulai menekuni dunia programming ketika masih sekolah di Bishop DuBourg High School. Setelah lulus, ia sekolah di Universitas New York. Ide untuk membuat twitter berawal dari keinginannya membuat sebuah situs yang menggabungkan cakupan luas piranti lunak pengirim dan keasyikan bertukar pesan pendek.

Setelah kuliah di University of Missouri dan di New York, ia pindah ke California. Pada ketika itu, pesan instan benar-benar mulai luar biasa, dengan AOL Instant Messenger layanan yang sangat populer. Dorsey melihat hal ini dan bertanya-tanya apakah ia sanggup menggabungkan ide-ide awalnya untuk menyediakan layanan pengiriman pesan status. “Bagaimana jikalau Anda sanggup membuatkan status Anda dengan semua teman-teman Anda benar-benar mudah, sehingga mereka tahu apa yang Anda lakukan, tapi Anda tidak ingin harus menulis seluruh blog entry atau Live Journal entry?”

Seiring berjalannya waktu dan Jack sedang sibuk bekerja pada sebuah solusi pengiriman berbasis web, ia menganggap apakah pesan teks SMS sanggup dimasukkan ke dalam konsep pesan status interaktif. Kemudian Evan Williams, seorang mantan direktur Google, menyediakan dana investasi dan bantu-membantu dengan Dorsey dan Stone untuk operasional twitter, Inc. Pada awal 2006 mereka sudah siap, tetapi tidak benar-benar mempunyai seni administrasi peluncuran yang aktif. Jejaring sosial Twitter kesannya berhasil diluncurkan oleh Jack Dorsey dengan santunan Biz Stone dan Evan Williams pada bulan Agustus tahun 2006 dengan alamatwww.twitter.com. Twitter termasuk layanan microblogging, sebab hanya menyediakan 140 aksara per post. Berbeda dengan Blogger, Wordpress, dan Multiply yang memperlihatkan kebebasan jumlah aksara per post.

Seperti jejaring sosial lainnya, Twitter diserbu oleh para calon anggotanya. Dorsey yang kewalahan ingin menfokuskan perhatiannya pada bisnis barunya tersebut. Dengan berat hati ia meninggalkan statusnya sebagai mahasiswa Universitas New York dan profesi sebelumnya adalah sebagai programmer di sebuah layanan pengiriman kurir dan taksi. Hingga ketika ini, jumlah anggota twitter melonjak drastis, sebab semakin pentingnya gosip dan teknologi.


Pendiri Twitter Ternyata Seorang Hacker 

Pendiri Twitter Jack Dorsey punya kisah unik sebelum membangun karier sebagai seorang teknopreneur. Jack menceritakan, sebelum mendirikan perusahaan, beliau melamar pekerjaan ke sebuah perusahaan bidang pengiriman terbesar dunia. "Saya masih kuliah ketika itu. Dan saya ingin sekali bekerja di industri pengiriman," kata Dorsey, ketika berbicara di kegiatan Techonomy Detroit, menyerupai dikutip Venture Beat.

Tapi Dorsey melakukannya dengan cara unik. Dia meretas atauhacking ke dalam sistem email perusahaan untuk mendapat informasi lebih mendetail wacana pekerjaan tersebut.

Tapi ketika mengecek situs milik perusahaan yang berbasis di New York itu, beliau menemukan celah: tak ada informasi wacana kontak yang sanggup dihubungi. "Kemudian saya menemukan lubang di server situs mereka dan menemukan email korporat. Saya lalu mengirim email kepada petinggi di perusahaan itu dan menyampaikan ada celah di lubang keamanan sistem mereka. Saya juga menjelaskan cara mengatasi duduk kasus itu," ucap laki-laki yang juga pendiri layanan transaksi online Square ini. Upaya Dorsey berhasil. Seminggu lalu Jack Dorsey diterbangkan ke New York, dan diterima bekerja di perusahaan itu.

Hingga kini pun Dorsey mengaku masih terkesima dengan New York. Bukan diam-diam pula kalau beliau pernah bermimpi menjadi walikota New York. Dorsey memang tumbuh dengan menyayangi kota dan peta. Kecintaan ini yang antara lain mendorong Dorsey membuat software untuk dipakai di industri pengiriman. Bahkan, salah satu software open source yang diciptakannya hingga ketika ini masih dipakai di sejumlah perusahaan taksi.

sumber : https://kisah-orangsukses.blogspot.com//search?q=jack-dorsey-pendiri-twitter,wikipedia, kaskus, http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/351005-pendiri-twitter-ternyata-seorang-hacker

Rabu, 27 Februari 2019

Inilah Andy Rubin Pembuat Os Android


Andy Rubin lahir pada tanggal 22 Juni 1946 di New Bedford, Amerika Serikat. Dia yaitu pengembang dari Android OS. Sejak kecil, Rubin sudah terbiasa melihat banyak gadget baru. Ini alasannya ayahnya, seorang psikolog yang banting setir ke bisnis direct marketing, menyimpan produk elektronik yang akan dijualnya di kamar Rubin. Ia mempunyai minat besar pada segala hal yang berbau robot. Di Carl Zeiss A.G., kawasan pertama kali ia bekerja sesudah lulus kuliah, Rubin ditempatkan di sebuah divisi robotika, tepatnya pada komunikasi digital antara jaringan dengan perangkat pengukuran dan manufaktur. Setelah dari Carl Zeiss, ia sempat bekerja di bidang robot di sebuah perusahaan di Swiss.

Karier Rubin di bidang robotika nampaknya semakin cerah, namun hidupnya berubah gara-gara liburan di Cayman Island pada tahun 1989. Saat sedang mengunjungi kepulauan tropis di Jamaika itu, Rubin tak sengaja bertemu dengan seorang berjulukan Bill Caswell. Pria ini sedang tidur di tepi pantai, terusir dari sebuah cottage sesudah bertengkar dengan pacarnya. Andy menunjukkan laki-laki itu kawasan tinggal dan sebagai balas budi, Casswell menawarkannya pekerjaan. Kebetulan yang menakjubkannya yaitu laki-laki itu bekerja di Apple. Di Apple, Rubin mengalami masa-masa yang menyenangkan. Pada ketika itu, Apple masih dalam kondisi baik berkat komputer Macintosh. Budaya Apple pun menular pada diri Rubin. Di sana ia sempat melaksanakan kejahilan, ibarat memprogram ulang sistem telepon sehingga ia bisa berpura-pura sebagai sang CEO, John Sculley. Lelucon ibarat itu mungkin akan disukai Steve Jobs, laki-laki yang gemar menciptakan dagelan lewat telepon, namun ketika itu yaitu periode Apple tanpa Jobs.

Dari cuilan manufaktur, Rubin pindah ke cuilan riset di Apple. Kemudian, pada tahun 1990, Apple melaksanakan spin off untuk membentuk sebuah perusahaan berjulukan General Magic dan Rubin ikut di dalamnya. General Magic berfokus pada pengembangan perangkat genggam dan komunikasi. Para engineer yang gila kerja, termasuk Rubin tentunya, berhasil mengembangkan sebuah peranti lunak berjulukan Magic Cap. Sayangnya, Magic Cap tidak mendapat sambutan dari perusahaan handset dan telekomunikasi. Beberapa yang menerapkan Magic Cap hanya melakukannya sebentar. General Magic pun hasilnya hancur.


Beberapa pengembang di General Magic, bersama beberapa veteran Apple, kemudian mendirikan Artemis Research. Perusahaan ini mengembangkan sesuatu berjulukan webTV, sebuah upaya awal untuk menggabungkan Internet dengan televisi. Rubin bergabung dengan Artemis untuk ikut mengembangkan webTV tersebut. Saat Microsoft membeli Artemis, di 1997, Rubin pun ikut bergabung dengan perusahaan raksasa itu. Episode gila khas Rubin kembali terjadi di Microsoft. Rubin membangun sebuah robot yang dilengkapi kamera untuk mengerjai rekan-rekannya. Gilanya, robot itu terhubung ke Internet dan pada satu bencana sempat dibobol oleh pihak di luar Microsoft. Pada tahun 1999, Rubin keluar dari webTV (dan artinya, ia tak lagi menjadi kar­yawan Microsoft). Ia kemudian me­nyewa sebuah toko di Palo Alto, California, dan menyebut toko itu sebagai laboratorium.



Di kawasan yang penuh dengan banyak sekali mainan robot koleksi Rubin, lahirlah sebuah inspirasi untuk produk baru. Bersama beberapa rekannya, Rubin kemudian mendirikan Danger Inc. Sukses diraih Danger melalui sebuah perangkat berjulukan Sidekick. Aslinya, perangkat ini dinamai Danger Hiptop, namun di pasaran ia dikenal sebagai T-Mobile Sidekick.

“Kami ingin menciptakan sebuah perangkat, kira-kira seukuran batang cokelat, dengan harga di bawah 10 dolar dan bisa dipakai untuk men-scan sebuah benda serta mendapat informasi soal benda itu dari Internet. Lalu, tambahkan perangkat radio dan transmiter, jadilah Sidekick,” tutur Rubin soal Sidekick.

Saat ini, Sidekick memang sudah terlihat usang, namun pada masanya, Sidekick yaitu sebuah benda yang ganjil dengan konsep teknologi yang melampaui zaman. Perangkat itu, berdasarkan Rubin, merupakan pengakses data dengan kemampuan telepon. Ketika muncul di pasaran, Sidekick harus menghadapi kenyataan bahwa PDA sedang kehilangan pasar. Namun, Rubin menegaskan bahwa Sidekick bukanlah PDA.

“Seharusnya, orang-orang bukan bertanya apakah ini PDA atau ponsel. Mereka harusnya bertanya, apakah ini platform untuk pengembang pihak ketiga? Ini yaitu hal yang baru. Ini yaitu untuk pertama kalinya sebuah ponsel dijadikan platform untuk pengembang pihak ketiga,” kata Rubin.

Sekarang, apa yang dikatakan Rubin bukan hal gila lagi. Lihat saja Apple de­ngan jutaan aplikasi pihak ketiga yang hadir di iPhone. Hal lain yang dilakukan Danger, yang pada masa itu belum terpikirkan, yaitu menjembatani antara pembuat handset dengan penyedia jaringan. Danger tetapkan untuk membuatkan laba dengan T-Mobile dalam layanan Sidekick. Dengan demikian, Danger tak me­ngandalkan penjualan handset sebagai sumber penghasilan satu-satunya, namun juga dari layanannya. Ini menciptakan perusahaan pembuat perangkat (Danger) mempunyai tujuan yang sama dengan penjual perangkat (operator telekomunikasi T-Mobile).

Rubin meninggalkan Danger pada tahun 2004. Pada
2008, perusahaannya itu dibeli oleh Microsoft. Sang raksasa rupanya tertarik untuk memasuki bisnis ponsel dengan lebih a­gresif lagi. Nilai yang ditawarkan pun tidak tanggung-tanggung. Menurut kabar yang beredar Microsoft membeli Danger de­ngan harga 500 juta dolar. Namun, pembelian Danger oleh Microsoft ternyata tidak membawa hasil yang berbunga-bunga. Para administrator yang tersisa dari Danger digabungkan oleh Microsoft ke dalam Mobile Communication Business, dari divisi Entertainment dan Devices. Kemudian, mereka diminta mengembang sebuah ponsel yang dikenal dengan sebutan Project Pink. Targetnya, ponsel ini harus bisa menjadi pesaing iPhone dan BlackBerry. Menurut ComputerWorld, Project Pink menderita penyakit klasik di sebuah per­usahaan besar. Karena proyeknya cukup bergengsi, ia diperebutkan oleh beberapa pihak. Dan lebih parahnya lagi, perkembangannya makin melenceng dari yang diinginkan. Contohnya, awalnya ponsel itu akan dikembangkan dengan basis Java namun kemudian diminta untuk memakai sistem operasi Microsoft.

Sayangnya, Windows Phone 7 yang seharusnya bisa dipakai untuk Project Pink, belum siap. Walhasil, ketika diluncurkan, ponsel yang hasilnya berjulukan Microsoft Kin ini memakai sistem operasi Windows untuk ponsel yang “lawas”. Sambutan pasar yang masbodoh pun menciptakan Kin hasilnya harus ditutup, hanya beberapa bulan semenjak diluncurkan. Nasib layanan Sidekick, yang diwarisi Microsoft dari Danger, juga tak terlalu baik. Dalam satu insiden, yang masih belum diketahui niscaya apa penyebabnya, pelanggan Sidekick tiba-tiba kehilangan semua data mereka. Satu hal yang perlu diketahui, semua data pada Sidekick memang disimpan ‘di awan’ (dalam hal ini pada server yang dikelola Microsoft dan bisa diakses melalui Internet). Nah, ketika server itu mengalami gangguan, semua data pengguna Sidekick pun lenyap.

Pada awal tahun 2002, Rubin sempat mengatakan sebuah kuliah di Stanford mengenai pengembangan Sidekick. Karena, meski penjualan Sidekick di pasaran tak meledak, perangkat itu dinilai cukup baik dari sisi engineering. Sebuah kebetulan bahwa Larry Page dan Sergei Brin, pendiri Google, ikut hadir dalam kuliah tersebut. Selepas kuliah, Page menemui Rubin untuk melihat Sidekick dari dekat. Rupanya, Page melihat, perangkat itu memakai search engine Google. “Keren,” ujar Page. Ini yaitu sebuah titik tolak bagi Page untuk sebuah inspirasi yang dalam beberapa tahun kemudian akan terwujud, sebuah ponsel Google. Kurang lebih dua tahun sesudah itu, Rubin telah meninggalkan Danger dan mencoba melaksanakan hal-hal baru. Termasuk di antaranya mencoba memasuki bisnis kamera digital sebelum hasilnya ia mendirikan Android.




Rubin menginkubasi Android ketika ia menjadi enterpreneur-in-residence bersama perusahaan modal ventura Redpoint Ventures di 2004. “Android berawal dari satu inspirasi sederhana, sediakan platform mobile yang tangguh dan terbuka sehingga bisa mendorong penemuan lebih cepat demi laba pelanggan,” ujar Rubin. Pada Juli 2005, 22 bulan sesudah Android berdiri, perusahaan itu ditelan oleh raksasa Google. Rubin pun menentukan untuk bergabung dengan Google. Ketika membeli Android Inc., Google tidak menyebutkan dengan rinci berapa harga yang dibayarkan dan apa yang i­ngin dilakukannya dengan perusahaan itu. Bahkan, Google menyebut pembelian itu sebagai akuisisi terhadap sumber daya insan dan teknologinya saja. Selain Andy Rubin, Google memang meraup banyak orang-orang brilian dari Android. Ini termasuk Andy McFadden (pengembang WebTV bersama Rubin, dan juga pengembang Moxi Digital); Richard Miner (mantan Vice President di perusahaan telekomunikasi Orange); serta Chris White (pendiri Android dan perancang tampilan serta interface WebTV).

Bersama Google, Android diberi kekuatan ekstra. Perusahaan asal Mountain View, California itu kemudian membentuk Open Handset Alliance untuk mengembangkan perangkat bagi Android.

“Google tak bisa melaksanakan segalanya. dan kami tidak perlu itu. Itulah mengapa kami membentuk Open Handset Alliance dengan lebih dari 34 rekanan,” ujar Rubin.

Perangkat Android yang hadir pasaran memang bukan buatan Google. Petarung kelas berat Android termasuk Motorola, Samsung, dan HTC masing-masing melemparkan ponsel Android andalan mereka ke pasaran.

“Sekadar melemparkan peranti lunak tidaklah cukup,” Rubin menjelaskan, “Anda perlu handset yang dikembanglan untuk peranti lunak ini dan penyedia jaringan yang mau memasarkannya.”

Di AS, Motorola Droid jadi salah satu senjata Verizon Wireless melawan AT&T dengan iPhone-nya. Sedangkan Nexus One, ponsel Android Google buatan HTC, hadir tanpa “ikatan dinas” pada satu operator tertentu.

Kehadiran Android nampaknya beru­saha menggoyang dominasi pasar ponsel di AS. Di Indonesia, Android pun nampak siap jadi primadona sesudah muncul de­ngan gegap gempita dalam Indonesia Celullar Show 2010.

“Saya tahu bakal ada FUD (fear, uncertainty, doubt). Namun, kami telah melihat beberapa kompetitor mengikuti apa yang kami lakukan. Makara sepertinya, kami memang di jalan yang benar,” ujar Rubin.

Referensi :

- http://al-rasyid.blog.undip.ac.id/ta...rubin-android/
- http://en.wikipedia.org/wiki/Andy_Rubin
- http://www.crunchbase.com/person/andy-rubin

Baca Juga

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
close
Banner iklan   disini