Berawal dari hobi semenjak 1997, Anton berguru mengembangbiakkan kelinci impor. Hingga ketika ini, peternakan kelinci Anton mempunyai 30 jenis kelinci hias yang sudah dipasarkan sampai keluar Jawa.
Kelinci hias tak sama dengan kelinci lokal atau yang biasa dikonsumsi. "Kelinci lokal hanya untuk dikonsumsi. Sedangkan kelinci hias atau impor mempunyai banyak jenis. Mereka lebih indah dan lucu. Ada yang berbulu lebat, berukuran mini atau besar," ujar Anton.
Anton lebih menentukan mengembangbiakkan kelinci dari jenis yang sama, daripada melaksanakan persilangan jenis. Ia menilai kelinci hias lebih unggul apabila dari perkawinan dari jenis yang sama tanpa persilangan. Pembeli kelinci Anton tiba dari kalangan penghobi maupun pedagang kelinci juga.
Tak jarang, orang yang awalnya berniat untuk mengoleksi, ketika koleksinya sudah bertambah banyak, timbul impian untuk memasarkannya. Hasilnya memuaskan. Ia mengaku dapat menabung sampai dapat menyekolahkan sang anak. Kuncinya giat dan tekun, itu saja.
Memelihara kelinci sampai menjadi sebuah penghasilan, tentu tak selalu mulus. Kendala yang biasa dihadapi biasanya berkaitan dengan cuaca yang tidak bersahabat. "Perubahan cuaca atau pancaroba itu berisiko menciptakan kelinci sakit. Bisa kembung, diare, atau flu. Tapi semuanya dapat diatasi dengan keuletan dan ketelatenan," ucapnya.
Sumber : tipssuksesberwirausaha.blogspot.com





0 Kometar:
Posting Komentar
Terimakasih atas kunjungan kalian semua.
Silahkan tinggalkan komentar anda dengan baik dan sopan.
Silahkan berikan saran dan kritik untuk membangun blog ini jauh lebih baik.
terimakasih