Berbagi Cerita - Kisah Sukses

Asalamualaikum Wr, Wb. Hidup hanya sekali dan tidak akan berulang untuk ke duakalinya di bumi yang sama ini, Lalu apa tujuan hidup Kita? bagaimana kita menghadapinya untuk bisa mencapai cita-cita kita? dan jalan apa yang harus kita tempuh untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. Disini saya mencari artikel-artikel tentang kisah orang-orang yang telah sukses meniti karirnya dibidanganya masing-masing. Semoga ini bisa menjadi Inspirasi untuk kita semua dalam menjalani hidup didunia ini. Walaupun terkadang banyak sekali rintangan yang kita hadapi tetapi hendaklah kita bersabar untuk menjalaninya agar hidup kita menjadi lebih baik dan dari hari-hari sebelumnya, (baca dan resapi kisah perjuanganya, kemudian lakukan yang terbaik dalam hidup anda)Salam kenal dari Saya
Tampilkan postingan dengan label Artis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Februari 2025

Biografi Msbreewc: Perjalanan Karier, Kontroversi, dan Penghasilan Fantastis (2025)


Msbreewc, atau yang dikenal dengan nama asli Bree Wales Covington, adalah seorang kreator konten yang telah menarik perhatian publik melalui berbagai platform media sosial. Lahir di Jakarta pada tahun 2001, ia memiliki latar belakang keturunan Tionghoa. Sejak kecil, Bree telah mengalami perjalanan pendidikan yang beragam, termasuk bersekolah di Australia untuk taman kanak-kanak dan melanjutkan pendidikan di Indonesia dari SD hingga SMA. Pengalaman hidupnya yang beragam ini membentuk karakter dan perspektifnya dalam menciptakan konten yang autentik dan menarik.

Perjalanan Karier dan Konten yang Diciptakan

Bree mulai dikenal luas setelah aktif di platform OnlyFans, di mana ia berbagi konten eksklusif untuk penggemarnya. Namun, namanya semakin melambung setelah berkolaborasi dengan Teguh Suwandi, seorang konten kreator asal Medan. Kolaborasi ini berhasil menarik perhatian netizen dan meningkatkan popularitasnya secara signifikan. Selain itu, Bree juga aktif di Instagram dengan nama pengguna @msbreewc.vip, di mana ia berbagi berbagai momen kehidupannya dan berinteraksi dengan penggemar.

Pendidikan dan Latar Belakang

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Indonesia, Bree memutuskan untuk melanjutkan studi di Singapura. Keputusan ini diambil setelah ia mengalami bullying di sekolah, yang membuatnya memilih jalur homeschooling sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan formal di luar negeri. Saat ini, Bree diketahui sedang fokus pada pendidikan S2 di Singapura, menunjukkan dedikasinya terhadap pengembangan diri dan pendidikan.

Penghasilan dan Sumber Pendapatan

Sebagai seorang kreator konten yang aktif di berbagai platform, Bree memiliki beberapa sumber pendapatan. Melalui akun OnlyFans-nya, ia mendapatkan penghasilan dari langganan bulanan penggemar yang ingin mengakses konten eksklusif. Selain itu, kolaborasinya dengan kreator lain dan kehadirannya di media sosial seperti Instagram juga berkontribusi pada pendapatannya, baik melalui endorsement maupun kerjasama lainnya.

Kontroversi dan Respons Publik

Meskipun berhasil meraih popularitas, perjalanan karier Bree tidak lepas dari kontroversi. Konten-kontennya sering kali menjadi perbincangan di kalangan netizen, terutama terkait kolaborasinya dengan Teguh Suwandi. Namun, Bree tetap konsisten dengan pilihannya dan terus menghasilkan konten yang sesuai dengan visinya. Ia juga aktif berinteraksi dengan penggemar, menjawab pertanyaan, dan memberikan klarifikasi jika diperlukan.

Kesimpulan

Bree Wales Covington, atau yang lebih dikenal sebagai Msbreewc, adalah contoh nyata bagaimana seseorang dapat memanfaatkan platform digital untuk mengekspresikan diri dan membangun karier. Dengan latar belakang pendidikan yang beragam dan pengalaman hidup yang kaya, ia berhasil menciptakan konten yang resonan dengan audiensnya. Meskipun menghadapi berbagai tantangan dan kontroversi, dedikasinya terhadap pendidikan dan pengembangan diri menunjukkan bahwa ia memiliki visi yang jelas untuk masa depannya.

Untuk informasi lebih lanjut tentang kisah sukses individu lain, Anda dapat membaca artikel berikut: Kisah Sukses Dr. Richard Lee: Dari Dokter Umum hingga Pengusaha Kecantikan.

Catatan: Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang tersedia hingga Februari 2025. Untuk pembaruan terbaru, disarankan untuk mengunjungi profil media sosial resmi Msbreewc.






******************************
Terimakasih Atas Kunjungan Anda
http://kisah-orangsukses.blogspot.com/search/label/Buku
Semoga Artikel Ini Bermanfaat
kisah-orangsukses.blogspot

Rabu, 12 Juni 2019

Inilah Iwan Fals

Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, kemudian ikut saudaranya di Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan. Selama di Jeddah itu, Iwan Fals selalu menyanyikan dua lagu utnuk hiburannya, yaitu Sepasang Mata Bola dan Waiya. Bermain gitar dilakukannya semenjak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Bicara perihal perjalanan karir musiknya, Iwan Fals mengaku semua dimulai ketika ia aktif ngamen di Bandung ketika masih berumur berumur 13 tahun atau masih duduk di dingklik SMP. Iwan Fals mencar ilmu memainkan gitar dari teman-teman nongkrong. Setiap kali teman-temannya bermain gitar dan memainkan lagu-lagu Rolling Stones, Iwan Fals suka memperhatikan hingga karenanya ia nekat memainkan gitar itu namun saying ia malah memutuskan salah satu senar hingga dimarahi teman-temannya. Sejak ketika itu, gitar ibarat terekam berpengaruh dalam ingatan seorang Iwan Fals. 

Untuk menarik perhatian teman-temannya, Iwan Fals menciptakan lagu-lagu yang liriknya lucu, humor, bercanda-canda, merusak lagu orang. Mulailah teman-temannya tetawa mendengarkan lagu-lagu yang ia bawakan. Setelah merasa bisa menciptakan lagu sendiri, apalagi bisa menciptakan orang tertawa, timbul harapan untuk mencari pendengar lebih banyak. Iwan Fals pun suka mengisi acaraa hajatan, kimpoian, atau sunatan. Dulu Iwan Fals memilki manajer berjulukan Engkos, seorang tukang bengkel sepeda motor. Karena kerja di bengkel yang banyak didatangi orang, ia selalu tahu jikalau ada orang yang punya hajatan. Karena itulah Iwan Fals un mulai sering tampil di acara-acara.

Ketika di Sekolah Menengah Pertama 5 Bandung, Iwan Fals juga menjadi gitaris kelompok paduan bunyi sekolah. Suatu ketika, seorang guru menanyakan apakah ada yang bisa memainkan gitar. Meski belum begitu pintar, tapi alasannya yaitu ada anak wanita yang ahli memainkan gitar, Iwan Fals menunjukkan diri. Maka jadilah ia pemain gitar di paduan bunyi sekolahnya.

Banyak yang bertanya perihal asal nama Fals yang ia gunakan. Nama itu ternyata didapat sewaktu dalam perjanan dari Jeddah kembali ke Jakarta. Waktu pulang dari Jeddah pas animo Haji, di pesawat orang-orang pada bawa air zam-zam, Iwan hanya menenteng gitar kesayangannya. Melihat ada anak kecil bawa gitar di pesawat, menciptakan seorang pramugari heran. Pramugari itu kemudian menghampiri Iwan dan meminjam gitarnya. Tapi begitu gres akan memainkan, pramugari itu heran. Suara gitar milik Iwan terdengar fals. Setelah membetulkan steman nada gitar, pramugari itu kemudian mengajari Iwan memainkan lagu Blowing in the Wind-nya Bob Dylan. Peristiwa itulah yang menginspirasi Iwan menambahkan Fals di belakang namanya hingga kini populer dengan panggilan Iwan Fals.

Karir bermusik Iwan Fals makin terbentuk ketika ada orang tiba ke Bandung dari Jakarta yang mengenal produser musik. Waktu itu Iwan Fals gres sadar jikalau ternyata lagu-lagu yang ia ciptakan sudah populer di Jakarta. Jauh sebelumnya, Iwan Fals pernah rekaman di Radio 8 EH dan lagunya sering diputar di radio itu hingga karenanya radio itu kena bredel oleh Pemerintah. Waktu itu Iwan Fals masih sekolah di SMAK BPK Bandung. Ia kemudian menjual sepeda motornya untuk biaya menciptakan master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul. Tapi album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen. Setelah menerima juara di ekspo musik country, Iwan Fals ikut ekspo lagu humor. Oleh Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, Nana Krip dan diproduksi oleh ABC Records. Tapi juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan.

Akhirnya Iwan Fals melaksanakan rekaman di Musica Studio. Musiknya mulai digarap lebih serius. Setelah itu, lahirlah album bertajuk arjana Muda, yang musiknya ditangani Willy Soemantri dan menerima respon luar biasa. Namun, Iwan tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen dengan mendatangi rumah ke rumah, kadang di Pasar Kaget atau Blok M. Kemudian sempat masuk televisi sesudah tahun 1987. Waktu siaran program Manasuka Siaran Niaga di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI. Ketika anak kedua Iwan, Cikal lahir tahun 1985, kegiatan mengamen eksklusif dihentikan.

Saat bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989, nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits Bento dan Bongkar yang sangat fenomenal. Perjalanan karir Iwan Fals terus menanjak ketika ia bergabung dengan Kantata Takwa pada 1990 yang di dukung penuh oleh pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa ketika itu hingga kini dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia. Selama Orde Baru, banyak jadwal program konser Iwan yang tidak boleh dan dibatalkan oleh pegawanegeri pemerintah, alasannya yaitu lirik-lirik lagunya yang kritis.

Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga.

Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum ‘akar rumput’. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar di seluruh Nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan permintaan Oi. Yayasan ini mewadahi aktifitas para penggemar Iwan Fals. Hingga kini kantor cabang Oi sanggup ditemui setiap penjuru Nusantara dan beberapa bahkan hingga ke mancanegara.

Album-album karya Iwan Fals antara lain: Canda Dalam Nada (1979), Canda Dalam Ronda (1979), Perjalanan (1979), 3 Bulan (1980), Sarjana Muda (1981), Opini (1982), Sumbang (1983), Barang Antik (1984), Sugali (1984), KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan) (1985), Sore Tugu Pancoran (1985), Aku Sayang Kamu (1986), Ethiopia (1986), Lancar (1987), Wakil Rakyat (1988), 1910 (1988), Antara Aku, Kau Dan Bekas Pacarmu (1988), Mata Dewa (1989), Swami I (1989), Kantata Takwa (1990), Cikal (1991), Swami II (1991), Belum Ada Judul (1992), Hijau (1992), Dalbo (1993), Anak Wayang (1994), Orang Gila (1994), Lagu Pemanjat (bersama Trahlor) (1996), Kantata Samsara (1998), Best Of The Best (2000), Suara Hati (2002), In Collaboration with (2003), Manusia Setengah Dewa (2004), Iwan Fals in Love (2005), 50:50 (2007), Untukmu Terkasih (2009) - mini album, Keseimbangan - Iwan Fals (2010), Tergila-gila (2011).

sumber : kaskus

Minggu, 17 Maret 2019

Inilah Sylvester Stallone

Meskipun kini ketenaran Sylvester Stallone sudah memudar, di abad 80an dan 90an ia termasuk salah satu pemeran papan atas. Film-filmnya sukses dan meraup laba jutaan dollar.

Ia pun menjadi salah satu pemeran berkelahi Hollywood yang punya fans di seluruh dunia berkat filmnya ibarat Rocky, Rambo, Over the Top, dll. Tapi tahukah Agansista betapa berat perjuangannya?

1. Kecacatan Sejak Lahir
Sejak awal lahirnya saja, Sly, begitu panggilannya, sudah mengalami masalah. Ibunya mengalami kesulitan ketika melahirkannya, sehingga memaksa dokter untuk memakai sebuah alat berjulukan forcep.


Akibat kesalahan penggunaannya, terjadi sedikit keanehan di wajah Sly. Bagian bawah sisi kiri wajahnya lumpuh, termasuk bibir, lidah, dan dagunya. Tetapi keanehan ini justru menjadi ciri khasnya ketika ia ngetop.

2. Korban Bully dan Makara Anak Nakal
Saat di usia sekolah, Sly termasuk anak yang sering dibully alasannya badannya yang kecil dan ceking. Karena itu ia terpacu untuk membesarkan tubuhnya melalui latihan-latihan berat. Untuk menghemat ongkos, ia berlatih di daerah pembuangan besi tua, dengan memakai bagian-bagian rangka kendaraan beroda empat dan mesin sebagai barbelnya.


Di sekolah sendiri, nilai nilainya selalu jeblok. Setelah tubuhnya jadi gede, ia berubah jadi pembangkang dan mulai suka berantem, bolos, main panah-panahan, mengerjai guru dll. Hal ini mengakibatkan ia harus pindah sekolah sebanyak 16 kali! Uniknya, ia tetap bertahan untuk melanjutkan sekolah hingga lulus.

3. Hidup Miskin
Saat berusia dewasa, Sly mulai tertarik dengan karir di dunia akting. Ia sempat main di beberapa drama teater. Tapi tugas yang ia dapatkan hanya peran-peran sampingan. Di masa ini Sly mencoba membiayai hidupnya secara mandiri, sambil menunggu keberuntungan tiba kepadanya. Ia pernah bekerja serabutan sebagai penjaga bioskop, pembersih sangkar singa (dan sempat dipipisin singa).


Saking miskinnya, ia terpaksa mendapatkan ajuan bermain dalam sebuah film mesum berjudul “The Party at Kitty and Stud” (yang kemudian juga dikenal dengan judul “Itallian Stallion”). Saat itu Sly memang hanya punya dua pilihan, mendapatkan ajuan itu, atau merampok semoga bisa makan.

Sebegitu miskinnya sampai-sampai ia tidak bisa membeli masakan untuk anjingnya yang berjulukan Butkus. Saat itu istrinya pun sedang hamil. Keadaan miskin ini menciptakan Sly harus menjual Butkus di sebuah toko. Ia berdiri usang di depan toko itu bersama Butkus. Berharap ada orang yang mau membeli dan merawat Butkus. Hal ini terjadi bukan alasannya Sly ingin mendapatkan uang dari penjualan Butkus, melainkan alasannya ia sendiri sudah tak bisa lagi merawatnya. Akhirnya Butkus terjual seharga $35.

4. Inspirasi
Saat Sly menonton pertandingan tinju antara Muhammad Ali dan Chuck Wepner, ia sangat terinspirasi oleh latar berlakang cerita pertarungan tinju itu. Ali ialah seorang juara dunia sedangkan Wepner hanyalah petinju papan bawah. Tetapi semangat Wepner untuk pertanda dirinya, menciptakan ia sanggup bertahan melawan Ali dan memukul jatuh juara dunia itu di ronde 9. Ali kemudian bangun dan menghajar Wepner hingga luka parah dan TKO di ronde 15.

Berdasarkan pertarungan ini, Sly mendapatkan inspirasi untuk menulis cerita perihal Rocky. Seorang petinju papan bawah yang hidup miskin dan harus menjadi debt collector. Tetapi hatinya baik dan banyak disukai orang. Rocky mendapatkan kesempatan terbaik dalam hidupnya ketika juara dunia berjulukan Apollo Creed mencari lawan tanding untuk menggantikan lawan sesungguhnya yang mengalami kecelakaan.

Sly menulis script ini dalam satu malam saja sehabis selesai menonton pertandingan Ali-Wepner. Istrinya yang sedang hamil membantunya mengetik naskah itu. Setelah selesai, Sly menawarkannya ke beberapa studio. Ada produser yang tertarik untuk membeli naskah itu seharga $350.000. Tetapi Sly menolaknya ketika ia tahu bahwa sang produser tidak ingin memakai Sly sebagai bintang utama. Padahal Sly ingin menjadi bintang utama di film ini.

Tawaran ini kemudian ditolaknya padahal ketika itu istrinya sedang hamil dan mereka benar-benar butuh uang. Di sinilah kepercayaan diri dan ketabahannya mulai diuji. Tetapi Sly yakin banget terhadap kemampuan dirinya. Ia tahu bahwa ia bisa memerankan Rocky dengan baik. Ia tahu bahwa naskah filmnya ini anggun banget dan bakalan sukses.

Karena itulah ia bersabar di dalam kemiskinannya. Bertahan di dalam segala kesulitan, alasannya ia yakin akan dirinya sendiri. Di masa-masa ini, Sly dan istrinya harus bertahan hidup dengan segala cara dan upaya, padahal ajuan untuk membeli naskah itu dengan harga mahal terus berdatangan. Tetapi Sly tak ingin menjualnya jikalau ia tidak diijinkan bermain sebagai pemeran utamanya.


5. Perubahan
Nasib baik hasilnya tiba juga. Ada produser yang oke untuk mengijinkan Sly menjadi bintang utama di naskah itu, tetapi sebagai kompensasinya, harga naskah itu menjadi jauh lebih murah dari penawaran manapun. Sly pun dibayar dengan sangat murah.

Meskipun begitu, Sly tetap berusaha profesional dan pertanda bahwa orang-orang telah melaksanakan kesalahan dengan meremehkan dirinya. Film Rocky kemudian berhasil diselesaikan dan meraup laba yang sangat besar dari modal yang sangat kecil. Nama Sly mulai dikenal dunia dan kehidupannya pun perlahan-lahan membaik.

Film Rocky sendiri menerima penghargaan sebagai film terbaik dan naskah terbaik di ajang Oscar, Sly pun menerima nominasi sebagai pemeran terbaik. Di sini ia pertanda bahwa keteguhan, ketabahan untuk bertahan, serta kesabaran akan membuahkan hasil yang baik.

6. Sukses Pun Datang Pada Akhirnya
Ketika ia mendapatkan bayaran dari naskah Rocky, hal yang pertama dibeli Sly ialah Butkus, anjing kesayangannya. Ia menanti selama 3 hari di depan toko daerah ia dulu menjual Butkus, berharap untuk bertemu dengan pembeli anjingnya itu. Ketika hasilnya ia bertemu dengan orang itu, ternyata orang itu tak ingin menjual Butkus kepadanya. Dengan sepenuh hati Sly memohon dan memohon, mengatakan harga puluhan kali lipat lebih tinggi dari harga awalnya. Ia hasilnya berhasil membeli Butkus kembali seharga $15.000, meskipun hal itu mengurangi jatah bayaran skripnya yang sangat besar.

Sly menjadi sangat sukses di Hollywood dan menjadi pemeran papan atas berkat film Rocky. Ia kemudian bermain di banyak film, salah satunya “Rambo” yang membuatnya jauh lebih populer lagi. Karirnya sangat kinclong di tahun 80 dan 90an untuk kemudian sangat meredup di tahun 2000an. Tetapi ia tetap sabar dan sabar serta berusaha untuk kembali menciptakan film berkualitas. Hal ini terbayar dengan suksesnya serial Rocky yang ke 6, dan serial Rambo ke 4. Ia juga menciptakan The Expendables yang tidak mengecewakan sukses.


Sylvester Stallone ialah teladan eksklusif yang tabah, percaya kepada diri sendiri, serta sabar. Jika salah satu saja dari ketiga unsur ini hilang, dipastikan ia tak akan sesukses sekarang. Kisah ini bisa kita jadikan pelajaran di dalam hidup kita sendiri. Bahwa meskipun ketika ini kehidupan kita masih belum membaik, kita harus selalu tabah, percaya diri, dan sabar. Suatu ketika nanti, kesempatan baik itu akan datang, dan kehidupan akan membaik.
Terus berjuang!

sumber : http://www.kaskus.co.id/post/55b095da9e74048b5a8b456a#post55b095da9e74048b5a8b456a

Senin, 11 Maret 2019

Inilah Jon Bon Jovi

John Francois Bongiovi Jr. atau yang bersahabat dikenal dengan sebutan Jon Bon Jovi atau John, lahir di Perth Amboy, New Jersey, Amerika Serikat, pada tanggal 2 Maret 1962. Jon Bon Jovi lahir dari pasangan John Bongiovi, Sr.dan Carol Sharkley. Ayah Jon Bon Jovi  merupakan seorang tukang cukur yang dulunya yakni anggota angkatan bahari dan ibunya juga merupakan mantan angkatan bahari yang sehabis masa tugasnya bekerja pada bidang andal tanaman bunga. John memiliki dua saudara yaitu Anthony M. Bongiovi, dan Matthew Bongiovi. Ayah John sendiri yakni seorang yang berdarah Italia dan Slovakia sedangkan ibunya berdarah Rusia dan Jerman. John dibesarkan di keluarga Katolik.

Masa kecil Jon dihabiskan dengan menjual koran bersama dengan Kakek neneknya di Erie, Pennsylvania. John bersekolah di Sekolah Menengan Atas St Joseph di Metuchen, New Jersey dan kemudian pindah ke Sekolah Menengan Atas Sayreville War Memorial di Parlin , New Jersey.

Sejak kecil, John sudah bercita-cita menjadi rocker. Hal ini terlihat dari kebiasaannya menghabiskan waktu di klub malam lokal, Ashbury Park, hanya untuk sekedar hang out, mendengarkan musik atau jamming dengan musisi yang tampil.

Jon Bon Jovi mulai bermain piano dan gitar pada tahun 1975 di kelas tiga belas dengan band pertamanya 'meruntuhkan'.


John menghabiskan sebagian besar masa remajanya untuk mangkir sekolah karena menentukan musik sebagai gantinya, dan balasannya bermain bergabung di band-band lokal dengan teman-teman serta bersama sepupunya Tony Bongiovi , yang kemudian mempunyai perusahaan rekaman bunyi terkenal di New York yaitu The Power Station. Akibatnya, catatan akademisnya di sekolah buruk.

Pada tahun 1978 tepatnya ketika John berusia 16 tahun, John lebih sering lagi menghabiskan waktunya di klub-klub. Setelah itu ia bergabung dengan seorang keyboardist berjulukan David Bryan Rashbaum, yang bermain bersamanya dalam genreten-piece rhythm dan blues band bernama Atlantic City Expressway. John juga nergabung dengan band bernama The Rest, The Lechers, John Bongiovi, dan Wild Ones.

Pada pertengahan tahun 1982, keluar dari sekolah dan bekerja paruh waktu di toko sepatu perempuan ', Jon Bon Jovi mengambil pekerjaan di Power Station Studios, rekaman Manhattan kemudahan di mana sepupunya Tony Bongiovi yakni co-pemilik. Bon Jovi menciptakan beberapa demo - termasuk satu yang diproduksi oleh Billy Squier - dan mengirimnya ke perusahaan rekaman tapi gagal untuk menciptakan dampak. rekaman profesional pertama nya lead vokal dalam "R2-D2 Kami Berharap Kau Natal Merry," yang merupakan bab dari Natal di album Bintang co sepupunya yang diproduksi.

Pada Juni 1982, John merekam sebuah lagu berjudul "Runaway". Para musisi di studio yang membantu merekam "Runaway" - dikenal dengan sebutan The All Star Review. The All Star Review beranggotakan gitaris Tim Pierce, keyboardist Roy Bittan, drummer Frankie LaRocka, dan bassist Hugh McDonald. Lalu John pergi ke beberapa perusahaan rekaman, termasukAtlantic Records dan Mercury (PolyGram) , namun semuanya ditolak. John pun mengunjungi stasiun radio WAPP 103.5FM "Apple" di New York City . Dia berbicara eksklusif kepada Direktur promosi John Lassman, yang balasannya mendapatkan lagu "Runaway" untuk dikategorikan sebagai musik lokal. "Runaway" pun menjadi musik lokal terpopuler. Dari sinilah, Jon Bon Jovi mulai menulis lagu. Selama tiga tahun, pada 1980 sampai 1983, sekitar 50 judul lagu berhasil ditulisnya.

Ketenaran lagu Runaway menciptakan Jon Bon Jovi semakin yakin akan cita-citanya. Ia pun menghubungi, David Bryan, keyboardis Atlantic City Expressway. Kedua sahabat ini mempunyai niat yang sama, yaitu menjadi musisi handal di belantika musik dunia. Meskipun tidak seambisius Jon Bon Jovi, David Bryan sangat mendambakan berkarir di dunia musik. Buktinya, ketika Jon Bon Jovi menghubunginya untuk menciptakan band, David segera mengalihkan pendidikannya dari jurusan kedokteraan menjadi jurusan music di Julliard Music School, New jersey.

Pada tahun 1983, John aktif di sebuah grup band bernama Scandal sebagai seorang gitaris. Dia juga muncul dalam rekaman video Scandal tahun 1983 yaitu "Love Got A-Line On You" yang menempati urutan 59 di Amerika Serikat.

Mereka berdua kemudian membentuk Jon Bongiovi & The Wild Ones, cikal bakal Bon Jovi. Dengan nama panjang itu, kedua calon musisi ini tak lelah mengirimkan demo-demo lagunya ke sejumlah perusahaan rekaman sampai ke Los Angeles. Keberadaannya yang hanya berdua itu menghalangi untuk melaju ke dapur rekaman, karena sebuah band dianggap tak tepat bila hanya mempunyai dua personil. David dan John pun mulai mencari personil baru, sampai balasannya bertemu dengan drummer Frankie & The Knockouts, Tico Torres.

Bergabungnya Tico Torres, menciptakan langkah Jon Bon Jovi dan David Bryan semakin mantab untuk membentuk deretan band yang akan masuk dapur rekaman. Jelas saja, alasannya yakni Tico Torres mengusulkan seorang basis Jersey, berjulukan Alec John Such. Menurutnya, permainan Alec sangat cocok dengan gaya bermusik Jon Bon Jovi. Tico meyakinkan bahwa dirinya menganal betul permainan Alec John Such, alasannya yakni pernah main bareng di Phantom’s Opera.

Untuk membentuk sebuah band rock, John masih membutuhkan seorang gitaris. Akan tetapi, di tak mau tergesa-gesa. Sementara, ia hanya mengajak seorang tetangga rumahnya berjulukan Dave Sabo, yang kelak menjadi gitaris Skid Row.

Alasan Jon Bon Jovi merekrut Dave Sabo, sebagai gitaris tanpa audisi, yakni ada proposal manggung dalam konser para pendukung album kompilasi radio WAPP. Dan, lagu Runaway mereka bawakan dengan mantap sehingga mendapatkan sambutan cukup antusias dari para penonton. Meskipun demikian, Jon Bon Jovi masih belum bisa mendapatkan Dave Sabo sebagai gitaris tetap, karena umurnya masih terlalu muda.

Kelima orang dalam deretan ini benar-benar sempurna, sehingga tak heran bila bisa masuk dapur rekaman Derek Shulman dengan PolyGram-nya. Mereka hanya membutuhkan tiga tahun, semenjak terbentuk, untuk mencapai puncak karir tinggi di blantika musik dunia.


 
Setelah band ini mulai bermain menampilkan dan membuka untuk talenta lokal, mereka menarik perhatian administrator rekaman Derek Shulman, yang menandatangani mereka ke Mercury Records dan yang merupakan bab dari perusahaan PolyGram. Karena Jon Bon Jovi menginginkan nama grup, Pamela Maher, seorang sahabat Richard Fischer dan seorang karyawan Doc McGhee, menyarankan mereka menyebut diri mereka Bon Jovi, mengikuti pola yang terkenal lainnya dua band kata menyerupai Van Halen. Nama ini dipilih bukan orisinil dari wangsit Johnny Electric. saran Pamela nama disambut dengan antusias kecil, tetapi dua tahun kemudian mereka memukul grafik di bawah nama itu. Cover art untuk Runaway.

Album pertama grup band rock, Bon Jovi dinamai Bon Jovi. Album ini dirilis pada tanggal 21 Januari 1984. Album yang menghasilkan hits Runaway dan She Don't Know Me ini meraih penghargaan gold platinum karena berhasil terjual kurang lebih 500 ribu keping.

Dengan tunjangan manajer gres mereka Doc McGhee mereka merekam debut album band ini, Bon Jovi, yang dirilis pada tanggal 21 Januari 1984. Album ini termasuk hit pertama band single, "Runaway", mencapai Top 40 di Billboard Hot 100 diikuti dengan "Dia Don't Know Me" yang merupakan lagu Mercury diminta merekam John dan termasuk di album ini sebagai bab dari kesepakatan itu.

Sampai ketika ini, lagu yang tetap di jalur satunya yang pernah masuk dalam album Bon Jovi yang Jon tidak mempunyai kredit penulisan. Kelompok tersebut menemukan diri mereka membuka untuk Scorpions di AS dan untuk Kiss di Eropa. Pada bulan Agustus tahun 1984 band ini menciptakan penampilan di Super Rock Festival sebagai tamu Istimewa di Jepang.

Namun, "Runaway" menjadi hit dan Bon Jovi menarik perhatian di Jepang. Bon Jovi menerima disk emas pertama untuk album pertama mereka di Jepang. Album ini memuncak di # 43 di Billboard 200 album chart di Amerika Serikat dan satu tahun sehabis rilis, itu bersertifikat Emas oleh RIAA.

Setelah merilis album Bon Jovi (1984) dan “7800◦Fahrenheit (1985), mereka merilis album masterpiece, Slippery When Wet (1986) yang laku 10 juta kopi di seluruh dunia. Band ini merilis tiga single "Only Lonely", "Dalam Dan Out Of Love" dan kidung "Silent Night". Album ini memuncak di # 37 di Billboard 200 dan Emas bersertifikat di AS Sementara album tidak melaksanakan serta mereka harapkan dalam hal penjualan, hal itu diperbolehkan Bon Jovi untuk keluar di jalan tur lagi.

Pertunjukan pertama mereka di Jepang sebagai headliner yang telah dilakukan segera sehabis rilis album dan delapan mengatakan secara total menjadi terjual habis semua, dan album hit Gold Top 5 dan bersertifikat di Jepang.

Pada bulan Mei 1985, Bon Jovi berjudul kawasan di Inggris dan Eropa. 7800 Fahrenheit memuncak di # 28 di Inggris dan # 40 di Jerman. Pada simpulan dari tur Eropa, band ini mulai lari 6-bulan sebesar US tourdates mendukung Ratt. Di tengah tur bahwa mereka berhasil menciptakan penampilan di Jam Texas dan Monster's Castle Donnington konser Rock di Inggris. Jon Bon Jovi juga melaksanakan penampilan solo di Farm Aid pertama tahun 1985.


Pada tanggal 29 April 1989, John menikah dengan Dorothea Hurley. Anak pertama mereka, Stephanie Rose lahir pada tanggal 13 Maret 1993, Jesse James Louis lahir tanggal 19 Februari 1995, Jacob Hurley 7 Mei 2002, dan Romeo Jon 29 Maret 2004.


Album-album berikutnya, menyerupai New Jersey (1988), Keep The Faith (1992), dan kompilasi Cross Road (1994), meraup laba besar. Nama Bon Jovi pun sangat termahsyur, sehingga ketika Alec John Such keluar dari deretan pada 1994 tidak begitu menghipnotis eksistensinya. Bahkan, Bon Jovi pun terus melahirkan album-album dahsyat, menyerupai These Days (1995), Crush (2000), Bounce (2002), dan This Left Feeling Right (2004). "Always" yakni sebuah lagu terpopuler Bon Jovi . Ini dirilis sebagai single dari album mereka tahun 1994, Cross Road dan kemudian menjadi single terlaris, dengan satu juta eksemplar terjual di Amerika Serikat dan lebih dari 3 juta di seluruh dunia. Lagu ini menempati posisi 4 di Billboard AS, posisi 2 di Mainstream Top 40 dan juga merupakan hit internasional posisi 1 di Australia, posisi 2 di Inggris dan posisi 4 di Jerman.


Album These Days dibentuk tahun 1995, di mana pada tahun itu pula Bon Jovi memulai World Tour-nya, di mana ketika itu mereka juga menyempatkan diri tampil di Jakarta. Sejak album ini, Bon Jovi bermain tanpa Alec John Such sang pencabik bass terdahulu, yang dikeluarkan dari band akhir ketergantungan pada obat terlarang, digantikan oleh Huge McDonald. Album ini menghasilkan beberapa hit menyerupai This Ain't A Love Song dan Lie To Me.

Di tengah perjalan karir band ini, vokalis sekaligus gitaris Bon Jovi, Jon Bon Jovi, pernah mempunyai proyek solo, yaitu album Blaze Of Glory, sountrack film Young Guns II, yang berhasil meraih predikat “The Best Sountrack Album“. Selain itu, pada 1997, Jon Bon Jovi juga mengeluarkan album solo keduanya yang berjudul Destination Anywhere.

Crush yakni album studio ketujuh grup band Bon Jovi yang dirilis pada tanggal 13 Juni 2000. Album ini dibentuk sehabis kelompok ini empat tahun vakum (1996-1999) di belantika musik dunia karena anggotanya menyerupai Jon Bon Jovi, Richie Sambora, dan David Bryan sibuk mengerjakan album solo mereka. Album Crush berisikan beberapa hit menyerupai It's My Life dan Thank You for Loving Me. Album ini telah terjual lebih dari 15 juta kopi di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri telah terjual lebih dari 200 ribu keping.

Pada animo semi tahun 2002, kelompok ini masuk studio untuk memulai rekaman studio untuk album kedelapan , berjudul, Bouncing. Album ini merupakan semangat buat Amerika Serikat untuk bangun kembali dari serangan World Trade Center. Album ini juga disebut Bon Jovi, sebagai penyemangat kemampuan band ini untuk bangun kembali lagi dan lagi, selama bertahun-tahun. Bounce mewakili Band Bon Jovi untuk kembali ke Bon Jovi yang dulu dengan Richie Sambora bermain gitar sangat terdistorsi, vokal serak oleh Jon, dampak keyboard dan piano oleh David Bryan dan drum Tico Torres booming oleh. Single pertama dari album "Everyday", dinominasikan pada Grammy Awards tahun 2003 untuk Best Pop Performance oleh Duo atau Grup dengan Vokal.


Band ini melanjutkan Tour Bouncing untuk album ini, di mana mereka menciptakan sejarah sebagai band terakhir yang melaksanakan koser di Veterans Stadium di Philadelphia sebelum dirobohkan. Menyusul simpulan Tour Bounce pada bulan Agustus 2003, Bon Jovi memulai sebuah proyek, awalnya berniat untuk menghasilkan sebuah album yang terdiri dari pertunjukan live akustik, band ini balasannya melaksanakan penulisan ulang, pencatatan dan reinventing 12 dari hits terbesar mereka dalam album yang baru.

Tahun berikutnya, band ini merilis sebuah album yang berjudul 100.000.000 Bon Jovi Fans Can't Be Wrong. Isi album ini terdiri dari empat CD dikemas dengan 38 lagu yang belum pernah dirilis dan 12 lagu yang langka, serta sebuah DVD. Album ini menandai 100 juta album Bon Jovi dan juga memperingati 20 tahun semenjak  dirilisnya album pertama band ini pada tahun 1984. Pada bulan November 2004 band ini juga dihormati dengan Penghargaan of Merit di American Music Awards.

Pada September 2005, Bon Jovi balasannya merilis album Have A Nice Day yang salah satu lagunya berjudul Who Says You Can’t Go Home, meraih penghargaan Grammy, yaitu “The Best Country Collaboration With Vocal“. Pada 2007, mereka kembali menciptakan album berjudul Lost Highway yang kebanyakan lagunya berunsur rock yang ditambah dengan musik country di sana-sini. Nuansa rock dalam album ini serba tanggung, karena tidak terlalu keras, juga tidak terlalu pelan. Dalam album ini, Bon Jovi berkolaborasi dengan dua musisi country, yaitu Big & Rich dan Le-Ann Rimes. Album ini menghasilkan hits berjudul Make A Memory dan Lost Highway.


Bon Jovi telah dikenal memakai gaya yang berbeda dalam musik mereka, yang meliputi negara untuk tahun 2007 album mereka Lost Highway. Album terbaru mereka, The Circle, dirilis pada tanggal 10 November 2009 di Amerika Serikat. Sepanjang karir mereka, band ini telah merilis sebelas album studio, tiga album kompilasi dan satu album live, dan telah terjual 130 juta album di seluruh dunia.

Mereka telah melaksanakan lebih dari 2.600 konser di lebih dari 50 negara selama lebih dari 34 juta fans, dan dilantik ke Inggris Music Hall of Fame pada tahun 2006. Sebagai penulis lagu dan kolaborator, Jon Bon Jovi dan Richie Sambora dilantik menjadi penulis lagu Hall of Fame pada tahun 2009. Pada tanggal 28 September 2010, Bon Jovi dinominasikan untuk Rock and Roll Hall of Fame.

Jon Bon Jovi juga yakni seorang pemeran dalam film Moonlight and Valentino, The Leading Man, Destination Anywhere Homegrown, Little City, ada Looking Back, Row Your Boat, Vampires Los Muertos, U-571, Cry Wolf, National Lampoon yang pucked, dan New Year's Eve. Dia juga mempunyai kiprah pendukung dalam film Pay It Forward, di mana ia bermain sebagai suami Helen Hunt .


Penampilan serial TV-nya meliputi Sex and the City, 30 Rock, Las Vegas, The West Wing. Dia juga ikut dalam film Young Guns II tahu 1990. Pada tanggal 24 Januari 2011, Jon berperan dalam film New Year's Eve, dirilis simpulan tahun itu, yang menceritakan John sebagai bintang rock yang sukses yang terhubung dengan huruf Katherine Heigl.

Ada yang Aneh dan Unik disetiap penampilan konser Bon Jovy. Yang Jumlah penonton wanitanya mendominasi penonton pria, padahal rata-rata di setiap musik heavy metal, penggemar terbanyak yakni kaum pria.

sumber : https://kisah-orangsukses.blogspot.com//search?q=jon-bon-jovi-legend-of-rock

Jumat, 08 Maret 2019

Inilah Ben Affleck

Benjamin Geza Affleck atau lebih dikenal dengan nama Ben Affleck lahir di Berkeley, California, Amerika Serikat pada 15 Agustus 1972. Ben tidak lahir dari keluarga yang mempunyai latar belakang seniman atau artis, namun talenta dan keinginannya yang keras membuatnya bisa menyebabkan dirinya sebagai salah satu bintang film ternama Hollywood (kelak jejaknya ini diikuti pula oleh adiknya, Casey Affleck).

                Perkenalan pertamanya dengan dunia akting dimulai dikala Ben Affleck menjadi bintang iklan komersial Burger King pada tahun 1981. Setelah menjadi figuran di film The Dark End of the Street (1981) yang merupakan film pertamanya, Ben mendapatkan tugas penting di sebuah serial televisi berjudul The Voyage of the Mimi (1984). Hampir sepuluh tahun ia malang melintang di dunia pertelevisian baik membintangi beberapa serial televisi maupun film televisi. Ben Affleck mendapatkan kesempatan bermain di film layar lebar berjudul Dazed and Confused (1993), di film inilah Ben mendapatkan tugas yang bukan lagi sekedar figuran, sesudah itu ia memulai langkahnya secara serius berakting di film layar lebar selain tetap juga mendapatkan ajuan bermain di televisi.

                Bosan dengan peran-peran yang diterimanya, Ben Affleck bersama sahabatnya Matt Damon menulis sebuah skenario film yang merupakan mimpi besar mereka untuk menciptakan film dimana mereka berdua yang akan menjadi pilar utamanya. Setelah skenario tersebut selesai ditulis, Ben dan Matt kemudian menawarkannya kebeberapa studio di Hollywood, ialah Castlerock yang mendapatkan skenario tersebut pertama kali namun sebab pihak dari Castlerock tidak menyetujui apabila Ben dan Matt memegang kontrol penuh terhadap produksi film ini risikonya kolaborasi itu gagal. Kemudian Kevin Smith, sutradara sekaligus sobat mereka berdua, memperlihatkan skenario tersebut ke Miramax yang ternyata tertarik dan menyetujui persyaratan yang diajukan oleh Ben dan Matt. Akhirnya pada Desember 1997, film yang dibentuk dari skenario yang mereka tulis dirilis dengan judul Good Will Hunting (1997) dan tak disangka film tersebut menuai kebanggaan dimana-mana bahkan Ben Affleck dan Matt Damon meraih piala Oscar untuk kategori Penulis Skenario Terbaik.

                Dampak dari hasil positif yang diterima oleh Ben Affleck melalui film Good Will Hunting (1997) ini menciptakan nama Ben Affleck melambung, dan tawaran-tawaran untuk membintangi film dari studio-studio populer di Hollywood pun berdatangan. Ben Affleck pun bermain di film-film blockbuster seperti; Armageddon (1998), Shakespeare In Love (1998), dan Pearl Harbour (2001). Ben Affleck bisa menandakan dirinya bisa untuk masuk ke jajaran bintang film elit Hollywood, bahkan sampai dikala ini Ben Affleck masih konsisten berkarir.  

Ben Affleck Memerankan Batman pada film Batman v Superman
Ben Affleck, yang akan menjadi Batman dalam film Batman v Superman: Dawn of Justice pada animo panas tahun depan, mengaku khawatir mengenai perannya.

“Bila saya mengingat semua bintang film yang memainkan tugas ini sebelumnya, bisa-bisa saya menolak ajuan ini,” katanya kepada penggemar yang berkerumun di Comic-Con San Diego.
Namun sutradara Zack Snyder meyakinkan bahwa dirinya “sempurna” memerankan Bruce Wayne.
“Dia sudah putus asa. Dia lebih tua, ia lelah...Anda tepat untuk itu” kata Synder kepada Affleck.
Affleck yang telah dua kali memenangi Piala Oscar itu mengikuti jejak Michael Keaton, Val Kilmer, George Clooney dan Christian Bale, sebagai Batman.

Dalam film kali ini, Affleck kebagian jatah istimewa sebab ia harus bertarung dengan Superman yang diperankan Henry Cavill.

Berbicara di Comic-Con, daerah cuplikan gres film tersebut ditontonkan, Affleck mengungkapkan pertemuan tak terduganya dengan Bale – mantan pemeran Batman – di sebuah toko di Los Angeles.

sumber : https://kisah-orangsukses.blogspot.com//search?q=ben-affleck-sebuah-skenario-merubah

Sabtu, 02 Maret 2019

Inilah Eminem


Marshall Bruce Mathers  (lahir di Detroit, Michigan, Amerika Serikat, 17 Oktober 1972; umur 42 tahun), lebih dikenal dengan nama panggung Eminem (sering ditulis dengan EMINÆŽM), dan ia juga mempunyai kepribadian ganda yang biasa disebut dengan nama Slim Shady, yakni seorang rapper paling terkenal, dan juga bekerja sebagai produser rekaman dan pemeran dari Amerika. Popularitasnya membawa grup rapnya yang berjulukan D12 menjadi grup hip hop yang sukses pula. Selain menjadi bab dari D12, Eminem juga merupakan member dari grup rap Bad Meets Evil, yang beranggotakan ia dan Royce Da 5'9". Eminem menjadi artis dengan penjualan album terbanyak pada tahun 2000. Eminem mendapat peringkat perrtama sebagai artis terbaik sepanjang masa oleh beberapa majalah dan mendapat peringkat 82 dalam "The 100 Greatest Artists of All Time" oleh majalah Rolling Stone. Dia dinobatkan oleh Raja Hip Hop oleh majalah yang sama. Dia mendapat 10 album dengan penjualan terbanyak dalam Billboard 200 (Termasuk proyeknya dengan Bad Meets Evil dan D12). Dia telah menjual 42 juta track dan 41.5 juta album di Amerika Serikat dan 90 juta lebih di seluruh dunia.

Pada tahun 1996, ia justru lebih menentukan memulai karier solo dengan Album Debutnya yang berjudul Infinite. Dan ia mulai mendapat popularitas pada tahun 1999 dengan album The Slim Shady LP , yang memenangkan Grammy Award untuk Best Rap Album . Album berikutnya, The Marshall Mathers LP , menjadi menjual solo album dengan penjualan tercepat dalam sejarah Amerika Serikat. Ketiga album itu memenangkan Grammy Awards dan menciptakan Eminem memenangkan Best Rap Artist selama tiga kali berturut turut. The Marshall Mathers LP disebut sebut sebagai album Eminem terbaik dan tersukses secara keseluruhan. Kemudian Eminem vakum sesudah touring pada tahun 2005. Dia merilis albumnya pada tahun 2004 dengan judul Encore dan Relapse pada tahun 2009. Dan pada tahun 2010 ia merilis albumnya yang ketujuh dengan judul Recovery yang mendapat kesuksesan di seluruh dunia. Recovery juga disebut sebut sebagai album tersukses di seluruh dunia bersama dengan albumnya yang telah dirilis sebelumnya, The Eminem Show yang menjadi best seller pada tahun 2002. Eminem memenangkan Grammy Awards pada Relapse dan Recovery yang membuatnya telah memenangkan total 13 Grammy Awards. Eminem menyatakan bahwa Masta Ace, Big Daddy Kane, Newcleus, the Beastie Boys, Dr. Dre, Tupac Shakur, AZ, Nas, dan Ice-T sebagai artis yang menghipnotis musiknya.

Dia telah membuka pintu kesuksesan lain sesudah namanya mendobrak industri musik. Ia mendirikan label rekaman sendiri yang berjulukan Shady Records dengan managernya Paul Rosenberg. Dia juga mempunyai channel radio sendiri yang berjulukan Shade 45. Dia memulai karier aktingnya pada tahun 2002 pada dikala dimana ia memulai aktingnya dalam film drama Hip-Hop, 8 Mile. Karena itu ia memenangkan Academy Award for Best Original Song, yang membuatnya menjadi artis rap pertama yang memenangkan nominasi itu. Dia juga pernah tampil dalam film lain diantaranya The Wsh (2001), Funny People (2009) dan Entourage pada season 7. Dia juga dikabarkan akan tampil pada film Shady Talez dan Have Gun, Will Travel pada tahun 2013 mendatang.

Kehidupan awal

1972-91 :Kehidupan awal dan Pemula
Eminem Lahir dengan nama Marshall Bruce Mathers III pada tanggal 17 Oktober 1972 di Saint Joseph, Missouri,anak tunggal dari pasangan Deborah R. Nelson Mathers-Briggs and Marshall Bruce Mathers, Jr. Dia mempunyai 5 ras yaitu Inggris, Jerman, Swiss, olish, dan Luxemburg. Saat masih berusia 18 bulan, ayahnya meninggalkan mereka, dan Ia pun hidup dibesarkan seorang diri oleh ibunya dalam kemiskinan. Saat berusia 12 tahun, Mathers dan ibunya seringkali berpindah-pindah tempat tinggal di antara kota-kota di Missouri (termasuk Saint Joseph, Savannah dan Kansas City), sebelum karenanya menetap di Warren, Michigan, sebuah kawasan pinggiran di Detroit.

Pada dikala kecil, ia sangat tertarik ketika dibacakan kisah anak anak dan sampai karenanya ia bercita cita menjadi seorang penulis komik (sebelum ia menemukan jati dirinya sebagai seorang rapper). Hingga karenanya pada dikala ia berusia 11 tahun, ia dikenalkan oleh pamannya Ronald "Ronnie" Nelson dengan musik rap dengan memberikannya single Ice-T yang berjudul "Reckless". Setelah ia memperoleh album Beastie Boys, Licensed to III ia menjadi tertarik memulai karier dalam bidang musik dan lalu ia memulai kariernya pada usia 14 tahun (1986) sebagai member grup rap yang berjulukan Bassmint Productions dan merilis album EP mereka yang berjudul Steppin' onto the Scene. Eminem pada awalnya diragukan kemampuannya dalam bidang rap, alasannya yakni ada anggapan bahwa rapper hanya bisa dilakukan oleh orang negroid. Pada tahun 1989 mereka mengubah nama grup rapnya dengan nama Soul Intent. Pada tahun 1992, Soul Intent merilis EP mereka lagi dengan judul Still in the Bassmint. Dan pada tahun 1995 mereka merilis EP mereka lagi dengan nama Soul Intent dan merilis single pertama mereka dengan judul "Fuckin' Backstabber" dibawah label rekaman Mashin' Duck Records. Meskipun ia terdaftar di Lincoln High School di Warren, ia sering ikut serta dalam freestyle battle di Osborn High School (sekarang sudah tidak berfungsi) pada sisi timur Detroit. Meskipun usaha terdokumentasi dengan baik dan berhasil dalam industri yang didominasi Afrika-Amerika, ia mendapat persetujuan dari khalayak hip hop underground. Setelah mengulangi kelas sembilan sebanyak dua kali alasannya yakni nilai yang buruk, pembolosan dan hampir turun kelas, ia di drop out dari Sekolah Menengah Pertama pada usia 17 tahun.

Pada tahun 1991, Mathers hancur alasannya yakni pamannya yang bunuh diri. Kemudian ia menciptakan tato bertuliskan "Ronnie R.I.P." di lengan atas kirinya yang didedikasikan untuk pamannya, Ronnie. Ronnie disebut-sebut dalam lagu "Stan", "Cleanin 'Out My Closet", dan "My Dad Gone Crazy".

1992-99: Karier awal Infinite dan The Slim Shady EP
Salah satu mentor awal Mathers, rapper lokal yang berjulukan Champtown, yang mendapat Mathers untuk pergi ke studio untuk pertama kalinya; Mathers menciptakan penampilan musik video pertamanya dalam video klip Cartoon yang berjudul "Scooby Doo " pada tahun 1984. Mathers dan Champtown lalu tidak akur. Mathers pada awalnya ditandatangani untuk FBT Productions pada tahun 1992, yang dijalankan oleh Jeff dan Mark Bass bersaudara. Mathers juga mempunyai pekerjaan dengan upah minimum memasak dan mencuci piring di restoran Lodge Gilbert di kawasan Shores St Clair untuk beberapa waktu. Pada tahun 1996 debut album Infinite, yang direkam di Bassmint, sebuah studio rekaman milik Bass bersaudara, dirilis di bawah label rekaman Independen mereka, Web Entertainment. Eminem bercerita, "Jelas, saya masih muda dan dipengaruhi oleh artis lain, dan saya mendapat banyak umpan balik menyampaikan bahwa saya terdengar menyerupai Nas dan AZ. 'Infinite' ini memperlihatkan saya dimana saya mencoba untuk mencari tahu dan menciptakan bagaimana gaya rap saya yang saya inginkan, bagaimana saya ingin terdengar di mic dan menampilkan diri itu yakni tahap pertumbuhan. Saya merasa menyerupai 'Infinite' (Tak terbatas) menyerupai demo yang gres saja dipublikasikan." Topik yang dibahas dalam Infinite termasuk perjuangannya dalam membesar.

sumber : http://www.kaskus.co.id/post/54acc7b496bde6380b8b457d#post54acc7b496bde6380b8b457d

Baca Juga

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
close
Banner iklan   disini