Berbagi Cerita - Kisah Sukses

Asalamualaikum Wr, Wb. Hidup hanya sekali dan tidak akan berulang untuk ke duakalinya di bumi yang sama ini, Lalu apa tujuan hidup Kita? bagaimana kita menghadapinya untuk bisa mencapai cita-cita kita? dan jalan apa yang harus kita tempuh untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. Disini saya mencari artikel-artikel tentang kisah orang-orang yang telah sukses meniti karirnya dibidanganya masing-masing. Semoga ini bisa menjadi Inspirasi untuk kita semua dalam menjalani hidup didunia ini. Walaupun terkadang banyak sekali rintangan yang kita hadapi tetapi hendaklah kita bersabar untuk menjalaninya agar hidup kita menjadi lebih baik dan dari hari-hari sebelumnya, (baca dan resapi kisah perjuanganya, kemudian lakukan yang terbaik dalam hidup anda)Salam kenal dari Saya
Tampilkan postingan dengan label Pengusaha muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengusaha muslim. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Agustus 2019

Kisah Sukses : Perancang Busana Muslim Nahara Bisnis Mendunia

Profil Pengusaha Sonya Ahmed


 Seorang pengusaha perempuan kelahiran Libya Kisah Sukses :  Perancang Busana Muslim Nahara Bisnis Mendunia

Perancang busana Muslim, Sonya Ahmed tinggal di London, dan juga bekerja sebagai dokter medis. Seorang pengusaha perempuan kelahiran Libya, yang orang tuanya orisinil Bangladesh, dan telah pindah ke Inggris sejak berusia 10.

Sebagai dokter perempuan manis telah bekerja untuk kesehatan selama beberapa tahun, dan sebagai wali amanat untuk amal medis, ia mempunyai kesempatan untuk melaksanakan perjalanan ke Mesir, Kenya, Turki, dan Pakistan. 

Dia selama perjalanan karir inilah tumbuh minat bisnis fashion. Ia ingin berbagi seni dan tekstil Islam. Sejak tahun 2011, Sonya menentukan untuk membagi waktunya anatar bekerja menjalankan tugas medisnya, serta mengabdikan sisa waktunya sebagai pendiri produk merk Nahara.

Apa itu Nahara, merk yang muncul dari kawasan asal, untuk mendefinisikan label busana muslim di seluruh dunia.

"Saya berangkat untuk membuat label yang mempunyai cita kontemporer, rasa minimalis, bersama- sama dengan beberapa aksen identitas Timur Asia dan Tengah, "tuturnya kepada aquila-style.com  

Pengusaha Wanita Muslim Mendunia


Secara khusus pengusaha ini merayakan keindahan desain tradisional. Dimana ia menghadirkan satu kesenian kontemporer Islam. Dalam kerangka berbagi label, ia telah berkolaborasi dengan seniman yang berbasis di London dan desainer lain.

Sonya berharap untuk berkolaborasi dengan banyak orang lain di Inggris dan di tempat- kawasan lain, untuk berbagi benar-benar kolaboratif, label pakaian artistik.

Cukup sering, stereotip perihal wangsit "pakaian ke- Timuran", yang melibatkan pakaian berwarna sangat cerah, berat dengan hiasan dan dengan biasa rujukan paisley usang. Pengusaha perempuan ingin menantang stereotip estetika ini yang telah menjadi, dan khususnya terkait hal- hal non-Barat.

Dia menentukan mengatakan aksen "pakaian ke- Timur" dalam cara yang jauh lebih halus -melalui pemotongan cairan, rujukan permukaan dan tekstil handwoven. Muslim di Inggris mengambil kultur dari aneka macam tempat, tidak melulu dari negara asalnya.

Mereka pun ada menggabungkan gaya mereka dengan kultur Inggris. Ia pun mengambil kesempatan seluas- luasnya bahwa negara Inggris yaitu negara yang mempunyai desain- desain gres global, daripada lokal. Khsusunya, di East End, dimana Nahara berbasis. 

Dengan para kaula muda mencampur dan mencocokkan gaya dalam segala macam cara yang menarik dan kreatif, sehingga benar-benar tempat yang bagus untuk menjadi dasar. 

Sebenarnya, ia menargetkan sebuah label atau merk untuk perempuan muslim yang stylist, khususnya mereka perempuan yang tinggal Eropa dengan gaya elegan dengan kepingan sederhana.

"Setelah bekerja pada koleksi pertama, saya telah mendapatkan umpan balik nyata dan bunga dari aneka macam sumber, dan kini saya merasa bahwa label mempunyai daya tarik yang lebih luas," ungkapnya.

Gaya dan motif telah mendapatkan banyak pengakuan. Tidak hanya tiba dari para perempuan juga pria, inilah Nahara yang membawa nilai berkualitas dalam kain dan penyelesaiaan pakaian, dan yang rela membayar untuk sebuah detail. 

Koleksi pertama juga mempunyai aksen khas, yang disebut Eternal Design. Hal ini telah tampil di beberapa bab - rok, atasan tunik dan syal sifon.

Jumat, 05 Juli 2019

Kisah Sukses : Hamzah Izzulhaq Wirausaha Berdikari Bimbel Sukses

Biografi Pengusaha Hamzah Izzulhaq



Siapa wirausaha berdikari Hamzah Izzulhaq ini. Pengusaha muda kelahiran 26 April 1993, yang semenjak memang lahir berjiwa wirausaha. Inilah biografi Hamzah Izzulhaq, atau Hamzah lebih akrabnya, beliau jadi salah satu pengusaha muda yang menarik perhatian media.

Dia mempunyai sifat easy going, membuatnya gampang dikenali. Dan melihat banyak sekali kisahnya, banyak cowok di penjuru Indonesia terinspirasi. Sosoknya itu gampang dikenali, dengan gaya bicaranya lugas terperinci dan gampang akrab.

Biografi Hamzah Izzulhaq telah bisa meyakinkan kita sebagai seorang pengambil resiko dan deal maker dari pengalamannya. Wirausaha berdikari itu lebig suka menjalin koneksi. Harus bisa untuk bisa bekerja sama di dalam situasi apapun tegas penulis.

Pemuda yang berani mengambil kegagalan lebih awal. Dibanding kita semua beliau sudah pernah gagal hingga puluhan juta. Kini, wirausaha mandiri, yang berhasil membuka 44 cabang bimbel dan sebuah bisnis sofabed di Tangerang, tetapi bukanlah bisnis pertamanya loh.

Usaha Pertama Hamzah Izzulhaq


Sejak masih sekolah banyak pula perjuangan pernah dilakoni. Sebut saja dari  menjual beberapa macam permainan mirip kelereng, petasan, dan banyak sekali macam permainan yang  sangat digemari anak- anak.Tidak hanya itu, beliau juga pernah berjualan koran, atau layanan ojek payung dikala hujan.

Tidak berhenti lagi beliau mengamen besama teman- teman. Pemuda yang gemar bersosialisasi tidak hanya bisa berhubungan dengan mereka yang "mapan". Dia tak lah segan membantu mereka yang tak mampu, berteman dan bekerja sama.

Di SMA, bisnisnya merambah ke bisnis online. Disela- sela acara santai mirip kegiatam bermain game online. Ia pun sigap game tersebut dibisniskan. Ketika itu Hamzah dikenal andal game sempai level tinggi diantara kawan- kawannya.

Dia menjual akun game miliknya sebesar Rp.1,2 juta. Lalu umur 18 tahun, mulalailah berbisnis serius ditekuni, kala itu bisnis berjualan pulsa dan buku sekolah. Caranya, Hamzah akan melobi pamannya yang kebetulan bekerja di sebuah toko buku besar di jakarta.

Pengusaha muda ini menjadi biro dengan diskon sebesar 30% per- buku. Ia kemudian menjual buku- buku itu ke sahabat dan kakak kelas setiap semester. Tipsnya biar laris Hamzah menjelaskan ringan: berikan saja mereka diskon 10% dari 30% diskon miliknya.

Jadilah harganya masih untung 20% cukup sebagai pancingan. Jika ikalkulasi pada setiap semester, ia kala itu akan menghasilkan Rp.950.000. Angka luar biasa untuk bisnis sekelas anak sekolahan. Uang kesudahannya kemudian gres beliau putar untuk bisnis pulsa.

Sayang, kali ini, usahanya gulung tikar, hanya sanggup bertahan 3 bulan saja. Hamzah mencatat ada duduk kasus alasannya ialah rekan usahanya sering menggunakan modal milik mereka sendiri -mengambil pulsa tanpa bayar.

Saat itu, Hamzah sempat down, tetapi pribadi berdiri dengan membaca- baca buku bisnis lagi. Modal sisa untung berjualan pulsa, ia gunakan kembali berbisis, kali ini dibelikan mesin pembuat pin, waktu itu ia masih duduk di dingklik kelas 2 SMA.

Pengusaha Muda Mandiri Bimbel Sukses


Namun, lagi- lagi usahanya gagal, Hamzah yang tak mengerti mesin justru mematahkan alat tersebut. Sang ayah sempat murka besar mendengarnya. Tapi, Hamzah masih ingin terus menyalurkan hasrat bisnisnya. Hamazah mengikuti aneka seminar guna meningkatkan pemahaman akan wirausaha.

Dimulai tahun 2004, sebuah seminar bisnis membuka mata Hamzah lebar, bagaimana sebuah bisnis bimbel seharusnya dikerjakan dan apa prospeknya. Itulah menjadi panggilan tersendiri baginya. Ia termasuk tipe berani mencoba tanpa harus ada embel embel passion coba saja.

Dia benar- benar selalu merasa pekerjaanya ialah passionya jadi bisnis -lah passionnya. Dia segera mencoba bertanya perihal bisnis bimbel langsung. Sebagai catatan menarik Hamzah bukanlah dari keluarga tidak mampu.

Ayahnya merupakan seorang dosen di Universitas Gunadarma, yang yakin sang anak bukan tipe pemalas jadi selalu mendukung langkahnya. Sejak awal sekolah dasar, Hamzah mulai mencari- cari embel-embel uang jajan.

Dia mulai mencari uang saku sendiri dari mengamen hingga ojek payung. Dia bahkan pernah menjadi seorang tukang parkir. Adanya ilham seminar bimbel, beliau benar- benar menginginkan bimbelnya sendiri, tapi tak membangunnya dari nol.

Kala itu si empunya Bimbel menunjukkan penawaran menggiurkan kepadanya. Tak ayal, dangan pasti, beliau meminjam uang 70 juta dari ayahnya tanpa ragu untuk sebuah bisnis. Berkaca dari kegagalan, dimana beliau pernah membuka bisnis pembuatan pin hingga mematahkan alatnya.

Ayah dan ibunya terlihat cukup ragu kala Hamzah mengutarakan niat. Tetapi, bukanlah Hamzah namanya kalau tidak ngotot meyakinkan ayah dan ibunya. Meyakinkan mereka bahwa bimbel merupakan jalan kesuksesannya.

Berhasil beliau pribadi menghubungi pembicara seminar untuk lebih lanjutan ketika ijin itu datang. Caranya? Langsung saja mempelajari serius marketing, keuangan, hingga prospek. Dia benar- benar ingin menekuni bimblenya ini.

Dia mengambil alih satu sistem, semua pengajar dan juga UTANG -nya. Untung, pemilik bimbel bukanlah tipe seorang memanfaatkan keseriusannya atau sejenis penipuan. Bisnis mengambil alih punya satu tantangan tersendiri, dan ini berbeda memulai dari nol teman.

Dia harus menjaga semuanya tetap stabil di awal- awal tahun. Dia harus memastikan dengan tiba sendiri ke bimbel kemudian berdiskusi bersama pengejarnya. Jika beliau benar- benar tidak berguru sudah dipastikan bimbel akan rutuh.

Maka Hamzah tidak mau setengah- setengah apalagi modalnya uang kendaraan beroda empat 70 juta. Dia fokus harus mengembalikan uang tersebut berbentuk kendaraan beroda empat untuk ayah dan bunya. Jika berhasil bertahan, bimbelnya akan terlihat kesudahannya lambat laun kalau tidak ada media promosi; bukan kasus mudah.

Dia bisa diibaratkan mirip mengambil alih perusahaan utuh. Hamzah harus membayar mahal serta berguru keras mengikuti alur. Dengan kemampuan menganalisanya, ia yakin bisa melawan rasa takut kerugian.

Berhasil membuatkan perjuangan bimbelnya hingga total ada 44 cabang. Barapa yang beliau dapat? Ada 730 juta pertahun, sebuah nilai yang sangat tinggi untuk cowok 19 tahun. Tidak puas berbisnis bimbel, Hamzah merambah dunai sofabed mengambil alih perjuangan orang lain.

Cara yang hampir sama dengan bimbelnya. Mungkin juga inilah bakatnya untuk mengambil bisnis sudah jadi. Dengan pengalamannya mengelola bimbel, beliau mempunyai lebih kepercayaan tinggi untuk mengelolai perjuangan barunya.

Tak ayal, dar bisnis sofabed berkembang secara baik walau cukup tersendat di awal. Dikutip dari banyak sekali sumber, Hamzah Izzulhaq sang pengusahan muda, mempunyai prinsip tersendiri mengenai menjadi entrepreneur atau wirausahawan.

Hamzah ialah pengusaha muda, pemilik CV. Hamasa, yang mempunyai cabang perjuangan waralaba bimbel dan bisnis sofa bed.

Kunci Sukses Hamzah Izzulhaq


Dia menyebut lima prinsip juga akan berlaku bagi kita semua. Apa itu, itu adalah:

Pertama, memperbaiki kualitas hubungan dengan lingkungan. Lingkungan membangun abjad menjadi seorang entrepreneur. Mungkin, kita akan menemukan kata "ah, ngapain sih bisnis? nanti aja""sok renta loh hidup aja dulu".

Hamzah menekankan kita kalau berteman dengan orang pesimis mirip ini, maka kita akan ikut pesimis.

Kedua, bagi anda yang ingin memulai bisnis, jangan memulai dari nol. Dia berkata "kalau istilah tangga, ada tangga 1 hingga 5, maka kita bisa memulai dari tangga 4 atau lima. Misalnya, kita bisa meneruskan perjuangan yang dirintis orang lain."

Ketiga, jangan pernah jadi seorang NATO (No Action Talk Only). Jika punya kayakinan, kita harus bisa memperjuangkannya Kita membutuhkan action cepat. Hamzah mayakinkan bahwa perjuangan tanpa action sama saja berbohong kepada semuanya.

Keempat, perbaiki hubungan dengan Tuhan dan orang tua. Orang renta akan mendoakan kita yang terbaik hingga mencapai kesuksesan. Sedangkan, ketika dekat dengan Tuhan maka kita tidak akan terjebak kesombongan sesudah menjadi sukses.

Kelima, ingatlah kepada sesama. Kita dihentikan lupa power of giving, beramal akan membantu menjadi pengusaha sukses. Janganlah kita melihat siapa yang bicara tetapi isi yang dibicarakannya.

Senin, 03 Juni 2019

Kisah Sukses : Perempuan Berbisnis Tas Motif Aceh Menembus Pasar Ekspor

Profil Pengusaha Nailatul Amal


 Siapa sangka tas motif Aceh nya menembus pasar ekspor Kisah Sukses :  Wanita Berbisnis Tas Motif Aceh Menembus Pasar Ekspor
 
Siapa sangka tas motif Aceh nya menembus pasar ekspor. Dulu Nailatul Amal hanya memproduksi sedikit. Bisnis tas memang tidak gampang apalagi banyak pemain. Ia ingat betul bagaiman sukarnya, mengatakan tas produksinya kepada masyarakat.

Meskipun sukar tidak menyurutkan warga Desa Rayeuk, Kec. Nisam, Aceh Utara ini. Sekarang tidak hanya dipasarkan di Aceh, tetapi Sumatera, Jawa, dan luar negeri. Nailatul mengeskpor ke Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura.

Ke depan bahkan menyasar ke Norwegia, Spanyol, dan Denmark. Awal mula, tahun 2006, Nailatul sudah mulai  berbisnis namun tidak mudah. Pasang surut ia menjalankan bisnis tas motif Aceh, ia sama sekali tidak takut menghadapi persaingan produk yang sama.

"Saat itu saya hanya menciptakan manik- manik untuk jilbab yang biasa digunakan dan disukai konsumen," kenang pengusaha ini, yang tetap bekerja sambil berwirausaha.

Wirausaha tas merupakan satu bentuk passion baginya. Tidak gampang tetapi ia bertekad menjalankan, apapun resikonya sambil tetap bekerja.Tahun 2009 produknya mulai dilirik banyak pembeli. Waktu itu ia mengirim ke Medan, Sumatra Utara.

Pengusaha Wanita Berbisnis Tas Motif Aceh

Bisnis tanpa nama kawasan produksi tas milik Nailatul. Kini, nama Syirkatunnisa menjadi produk khas ekspor, ia memulai memproduksi dari sudut rumahnya. Dari mengerjakan semua sendiri, pengusaha perempuan ini bisa mempekerjakan sekitar 30 orang pegawai, memproduksi ratusan tas untuk dijual.

Ia juga pernah mencicipi rugi sebelum laku. Nailatul ingat bagaimana tidak lakunya tasnya ini. Mungkin sebab tas motif Aceh masih awam. Dibanding tas- tas bermotif batik yang sudah di pasaran. Namun, kini, ia berbangga hati sebab tas nya hingga ke Amerik Serikat.

Pasar menyukai tas etnik bermotif khas Aceh tersebut. Perusahaan kecil miliknya memproduksi tidak kurang 3000 buah. Pasarnya dijual baik di dalam negeri maupun luar negeri. Untuk kini ini ia menambahkan justru pesanan terbanyak tiba dari Amerik Serikat.

Pasar Amerika meminati produk tas besar dan dompet. Amerika mengatakan prospek besar baginya sekarang. "Alhamdulillah, undangan besar. Bu Iriana Jokowi juga pernah beli tas dan kain di sini tahun lalu," gembira pengusaha ini kepada pewarta Detik.com.

Disini di rumah tanpa plang nama mempekerjaka ibu rumah tangga. Produksi bukan sekala dalam negeri, tetapi sudah pangsa pasar ekspor. Omzet perbulan menyentuh Rp.250 juta hingga Rp.400 juta. Paling ramai jika masuk tahun baru, natal, valentin, dan paskah.

Wanita yang dekat dipanggil Mi Cut ini, menjelaskan apa itu motif Aceh. Menurutnya tas ini berbasis materi bordir. Motifnya khas mengandung perpaduan Arab dan India. Produknya bermacam- macam tas dari kecil hingga besar, dari tas keong hingga koper, diproduksi oleh Mi Cut.

Dia memafasilitasi masyarakat lokal. Harganya dari 10 ribu hingga 350 ribuan dinamis. Ia berharap pihak pemerintah memperhatikan UKM menyerupai dirinya. Karena kita tau UKM mengatakan efek yang besar. UKM mengurangi pengangguran dan mengurangi kriminalitas di jalanan Aceh.

Suksesnya Mi Cut ternyata memili dongeng lain. Soal marketing ia menambahkan tidak spesifik dalam promosi. Intinya mengutamakan kualitas desain dan pelayanan. Mengikuti program pameran menjadi satu cara ia menjalankan bisnisnya, itupun tidak memaksa harus menjual banyak.

Baginya produk sanggup tampil menarik perhatian orang. Lewat pameran internasional akan membuka celah ekspor. Disamping itu menjalankan perbaikan- perbaikan lagi. Sambil nanti akan menyiapkan kapasitas produk.

Senin, 08 April 2019

Kisah Sukses : Haji Mualaf Kondusif Wirausaha Bakso Halal Sedap

Profil Pengusaha Haji Aman


 Haji mualaf Aman dikenal penduduk Kota Karawang dan luar Kisah Sukses :  Haji Mualaf Aman Wirausaha Bakso Halal Sedap
 
Haji mualaf Aman dikenal penduduk Kota Karawang dan luar. Wirausaha bakso halal sedap yang tersohor akan rasanya. Banyak sudah food blogger mengulas kuliner bakso miliknya. Nama usahanya Mie Kering Haji Aman, sosoknya sempat diragukan oleh pecinta kuliner Muslim.

Secara Pak Aman ialah keturunan Tionghoa. Tetapi sudah masuk Islam dan berhaji. Seorang Haji mualaf Aman semakin populer. Pasalnya sasaran pasarnya meluas dibanding sebelum ini. Tentu bukan pasal bisnis Aman berpindah keyakinan.

Sudah 28 tahun dirinya menjadi mualaf sebab terpanggil. Dulu ayahnya seorang penjual mie kering keliling. Resep warisan leluhur yang membawa kedainya naik daun. Bakmi buatan Haji mualaf Aman rasanya gurih dan teksturnya lembut loh.

"Tidak asin, juga tidak tawar. Rasanya pas dan tidak bikin enek," tutur pengusaha ini.

Merupakan warisan keluarga sampai sekarang. Dari berjualan keliling Aman bisa membuka kedai sendiri. Pria berjulukan orisinil Hermawan, begitu sudah mualaf langusng merubah resep. Walaupun begitu rasanya masih tetap kok.

Artikel bersponsor:Info Haji Sejarah Masjid Bersejarah Dunia

Pengusaha Kuliner Terkenal Khas Singkawang

Menu andalan tentulah bakmis berbahan mie kuning, taoge, ayam semur, bakso dan heikang. Untuk penyajian memakai kuah kaldu sungguh lezat. Ada taoge dan daginya besar sebagai sumber protein dan kelezatan utama.

Orang tuanya dulu pedagang mie khas Singkawang. Minyak bawang memakai biasa. Tidak ada adonan minyak lain. Cara memasak dan pengolahan tidak tercampur materi non- halal. Daging juga dibentuk memakai materi ayam dan sapi tanpa campuran.

Banyaknya orang Muslim yang berminat kuliner Chinese food. Maka itulah sasaran Haji mualaf Aman untuk kedepan. Walaupun begitu beliau tidak jarang diragukan sebab penampilan. Bagi mereka yang sudah tau bahwa dirinya sudah Mualaf, ya, menjadi pelanggan tetap mie buatan Haji Aman.

Semua materi diolahnya sendiri, termasuk mie bukanlah buatan pabrik. Dia menciptakan semua sendiri tanpa materi perhiasan kimia. Menu andalan pengusaha mie kering ini ya tentunya mie tanpa kuah. Menu lainnya yakni bakmie kuah, dihidangkan pribadi dengan kuah olahan mienya.

Bakmi kering ada rasa asam- asam sebab diberi cuka. Walupun diberi kuah rasanya tetap asam kok. Porsi dibentuk sengaja ukuran besar untuk mengenyangkan pembeli. Bakmie Haji Aman bisa dijadikan sarapan atau makan siang.

Untuk pangsit beliau menyediakan dua jenis: Pangsit kering dan pangsit rebus. Pangsit rebus pribadi dimasukan ke kuah. Sedangkan kering bisa dimakan terpisah layaknya kerupuk. Kebanyakan lebih menentukan mie kering sebanyak 99% pembelinya.

Sehari menjual 200 porsi seharga 14 ribu- 16 ribuan. Pesanan melonjak 400- 600 porsi saat haris khusus ibarat Cap Go Meh. Pengusaha 52 tahun ini gres menciptakan hanya empat menu. Kenapa cuma mempunyai empat jenis. Pasalnya Haji Aman ingin mempermudah pilihan dan mempercepat proses.

Dalam waktu satu jam bisa melayani 70 porsi pembeli. Meskipun banyak karyawan, Haji Aman berani melayani sendiri. Prinsip wirausaha Haji Aman ialah menjaga kualitas rasa. Selain itu dalam hal kecepatan harus bisa mengimbangi kebutuhan pembeli.

Wirausaha ini juga mengundang waralaba bagi pemodal. Sudah ada 10 kedai yakni dari Pontianak, Mempawah, Singkawan, dan lainnya. Namun hanya beberapa pewaralaba bisa bertahan. Pasalnya mereka tidak bisa menjaga pelayanan dan kualitas sesuai standar Haji Aman.

Baca Juga

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
close
Banner iklan   disini