Tahun politik tahun 2018-2019 menjadi pesta demokrasi paling riuh di dunia terjadi di Indonesia. Perhelatan pilkada dan hakekat arti pemilu ialah pertarungan memperebutkan kekuasaan, merebut sesuai dengan peraturan dan perundangan alias konstitusional. Maka semua pihak yang terlibat berusaha dengan segala cara untuk memenangkan kudeta itu, kudeta itu diyakini akan berhasil melalui kampanye (campaign).
Bagi anda para tim sukses, calon walikota, calon bupati dan calon gubernur beserta wakilnya, atau bahkan anda para bakal calon anggota dewan mungkin sebagian besar kurang begitu bersemangat atau hanya menyediakan ruang kampanye dengan tim ‘seadanya’ untuk menggarap kampanye online bernama media social, malah saya yakin sebagian besar dari tim atau para kandidat ialah generasi ‘gaptek’ alias gagap teknologi.
Sebagian besar tentunya masih menempatkan alat peraga berupa baliho, spanduk, stiker, kalender atau blusukan sebagai senjata utama. Tidak ada yang salah dalam hal itu, namun data berikut ini mungkin akan membuka cakrawala anda, mengapa kampanye pilkada, pemilu dan calon legislative di media umum menjadi salah satu kunci kemenangan:
1. Indonesia menduduki peringkat ke-4 dunia dengan pengguna facebook paling aktif. Ini hasil riset dari Linked pada April 2017 dengan judul We Are Social dan Hootsuite.
2. Jumlah pengguna internet di Indonesia : 132 juta
3. Jumlah pengguna facebook : 112 juta
4. Akses Internet / media social melalui HP / Smartphone 70%
5. Akses melalui Laptop atau PC (personal Computer), termasuk warnet 30%
6. Usia pengakses internet = 80% generasi kelahiran tahun 1980, 1990, 2000 (kelahiran tahun 2000 yang di sebut Generasi Kid Jaman Now dan merupakan pemilih pemula)
7. 15% pengakses kelahiran tahun 1960-1970 dan 5% kelahiran tahun lebih awal
8. Penelitian dalam negeri dari APJII (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia) juga menggambarkan hal yang sama :
9. Jumlah 86,3 juta pengguna internet ada di pulau jawa, sisanya adalah:
20,7 juta atau 15,7 persen di Sumatera.
8,4 juta atau 6,3 persen di Sulawesi.
7,6 juta atau 5,8 persen di Kalimantan.
6,1 juta atau 4,7 persen di Bali dan NTB.
3,3 juta atau 2,5 persen di Maluku dan Papua.
APJII bekerja sama dengan Lembaga Polling Indonesia untuk melaksanakan survei tersebut. Proses survei dilakukan melalui tatap muka dengan metode multistep random sampling atau secara bertahap.
Dalam penelitian tersebut juga tercatat kenaikan pengguna internet sebesar 51,8% dari tahun 2014 sampai 2017 atau setiap tahun 19%, kalau anda membaca artikel ini tahun 2018 maka akan terdapat sekitar 160 juta pengguna internet dan akan berada pada angka 180 juta pengguna internet di tahu 2019 di Indonesia, wow ! sebuah pangsa pasar dan pangsa konstituen yang sangat besar.
Apa pengaruhnya? Pada jaman kini (khususnya generasi muda) mereka tidak tertarik dengan baliho, spanduk, banner, poster dan sejenisnya (mereka kurang peduli alias cuek). Namun kalau mereka mendengar kata calon atau caleg maka dengan cepat mereka akan mencari tahu dari gadget, mengetik sesuatu di google lalu search. Disinilah kunci ‘memperkenalkan diri’ dan jadwal yang diusung. Bisa anda bayangkan jika apa yang mereka cari tidak mereka temukan atau hanya sedikit informasi dan referensi, apalagi malah seringkali gosip negative ihwal anda atau partai anda.
Anda harus ada dan tercatat cukup banyak informasi saat seseorang search google atau menjalankan facebook, twitter, instagram, Linked, G+ dan seluruh kanal media social untuk sanggup memenangkan pertarungan kampanye digital atau kampanye media social. Contoh yang berhasil memanfaatkan media umum dan internet dalam kampanye ialah Barrack Obama, Jokowi dan Ridwan Kamil, tentu saja masih banyak lainnya. Pertimbangan utama kampanye digital atau kampanye medsos ialah : Efektifitas dan Biaya Murah !
Untuk anda yang berminat meningkatkan cakupan pangsa pasar maupun jangkauan calon konstituen, terutama dari kalangan generasi muda atau pemilih pemula dan generasi kelahiran tahun 1980, 1990, 2000 (pemilih pemula dan konsumen aktif belanja online) silahkan menghubungi kami di 0812 8420 4419 untuk jasa konsultasi professional.






0 Kometar:
Posting Komentar
Terimakasih atas kunjungan kalian semua.
Silahkan tinggalkan komentar anda dengan baik dan sopan.
Silahkan berikan saran dan kritik untuk membangun blog ini jauh lebih baik.
terimakasih