Biografi Miliarder Warren Buffett
Seorang biografi investasi Warren Buffett, yakni seorang pengusaha dan investor, kelahir 30 Agustus 1930, di Omaha, Nebraska. Dalam biografinya Warren Buffet, dirinya sudah berinvestasi semenjak umur 11 tahun. Dia dikenal menjalankan bisnis kecil- kecilan, sampai menginvastasikan karenanya dulu.
Berjalannya waktu ia bisa mendirikan firma bisnis. Yakni Buffet Partenership, di Omaha, dan mengabdikan dirinya dalam porfolio saha. Dia sukses besar sampai menjadi orang terkaya. Biografi investasi Warren Buffett, tahun 2006, menyumbangkan yang $61 juta untuk donasi.
Ini menjadi kontribusi terbesar di Amerika Serikat, meskipun begitu ia masih punya banyak uang untuk jadi orang terkaya di dunia.
Biografi Warren Buffett, berjulukan lengkap Warren Edward Buffet, merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya, Howard, bekerja sebagai broker saham dan seorang legislatif. Ibunya, Leila Stahl Buffett hanya seorang ibu rumah tangga biasa.
Biografi Warren Buffett Memperbaiki Kesalahan
Buffet yakni anak kedua dari tiga bersaudara. Buffett memang pertanda talenta besar di bidang ilmu ekonomi, terutamanya di bidang finansial dan bisnis. Sejak awal, ketika umurnya 11 tahun, ia sudah disebut- sebut mempunyai talenta atau prodigy di ilmu hitung.
Teman dan beberapa kenalan melihatnya bisa menghitung, mengingat angka- angka besar di kepalanya. Dia juga pertanda ketertarikan di bidang bisnis, terutama investasi, sampai selalu ikut dalam asosiasi bisnis.
Disela- sela waktu Buffet kecil sering mengunjungi kantor milik ayahnya, seorang broker, mencari tau segala sesuatu perihal table saham di dinding kantor. Ia memulai investasi pertamanya sesudah itu. Di umur 11 tahun, Buffet membeli saham Cities Service Preferred seharga $38 per- lembar.
Kaget alasannya harga sahamnya turun drastis di $200, tapi masih bertahan sampai mencapai $40. Dia menjual sahamnya dan mendapatkan sedikit untung. Dari sinilah, melalui Cities Service Preferred, ia berguru banyak perihal semoga selalu bersabar dahulu di dalam berbisnis investasi.
Biografi Investasi Warren Buffett
Umur 13 tahun, Buffet menjalankan bisnisnya sendiri sebagai loper koran untuk uang. Dia menjual selebaran nomor judi untuk pacuan kuda, menjualnya sendiri ditiap membagikan koran. Di tahun sama, ia berhasil menghasilkan uang lebih banyak dari biasanya.
Bahkan ia bisa membayar pajak pertamanya $35 untuk sepeda, inilah yang disebut pengusaha bijak taat pajak. Tahun 1942, ayahnya berpindah kiprah menjadi seorang legislatif dan harus pindah ke Fredricksburg, Virginia, lebih erat dengan kantor ayahnya.
Bahkan ia bisa membayar pajak pertamanya $35 untuk sepeda, inilah yang disebut pengusaha bijak taat pajak. Tahun 1942, ayahnya berpindah kiprah menjadi seorang legislatif dan harus pindah ke Fredricksburg, Virginia, lebih erat dengan kantor ayahnya.
Buffet bersekolah di Woodrow Wilson High School di Washington, D.C. Di kawasan baru, ia sudah bisa menemukan wangsit baru, dan mulai berbisnis ria. Sebelum sekolah dimulai lagi, ia dan temannya telah membeli sebuah mesin pinball seharga $25 saja.
Mereka memasangnya di salon, dan dalam beberapa bulan telah menghasilkan. Mereka kemudian memakai hasil uangnya untuk mesin sejenis lagi, kemudian memasarkannya kembali. Total Buffet bisa mempunyai tiga buah mesin menguntungkan.
Sayangnya, ia tak melihat prospek baru, memutuskan menjual ketiga mesinnya ke seorang veteran seharga $1.000. Dilanjut kuliah di University of Pennsylvania disaat 16 tahun, berguru mengenai bisnis. Tinggal disana selama dua tahun, kemudian ke University of Nebraska, untuk menuntaskan pendidikan.
Akhirnya, ia menuntaskan kuliahnya dan menghasilkan $10.000 dari segala bisnis di masa kuliah. Buffet pun masuk ke Columbia University melanjutkan pendidikannya lagi. Lulus di tahun 1956, ia telah mempunyai firma berjulukan Buffet Partnership di Omaha.
Investasinya sukses, umumnya bersumber dari aneka perusahaan murah tapi sahamnya mulai naik. Dia membelinya kemudian berkembang sampai menjadi seorang kaya raya. Oracle of Omaha sebutan untuknya kerena kebijakannya dalam mengambil keputusan.
Sukses lainnya, ia berhasil membantu Solomon Brother dalam satu agresi ambil untung (1987), dan menjalankan New York City (1992) bangun sesudah skandal trading. Di Juni 2006, ia mengumumkan mendonasikan uangnya ke Bill and Melinda Gates, nilainya 85% kekeyaan miliknya.
Kekayaan itu kebanyakan tiba dari bisnisnya di Berkshire Hathaway, perusahaan dimana ia menjadi pemegang saham terbesar sekaligus CEO. Berkshire Hathaway sendiri merupakan sebuah perusahaan korporasi milik Buffet.
Dimana usahanya tak spesifik pada satu bidang, tetapi banyak hal dikerjakan. Tapi taukah kau bahwa bergotong-royong perusahaan ini hanyalah sebuah perusahaan tekstil. Perusahaan ini kini memegang kepemilikan beberapa perusahaan penting, yang sebelumnya gulung tikar dijual kembali.
Mereka memasangnya di salon, dan dalam beberapa bulan telah menghasilkan. Mereka kemudian memakai hasil uangnya untuk mesin sejenis lagi, kemudian memasarkannya kembali. Total Buffet bisa mempunyai tiga buah mesin menguntungkan.
Sayangnya, ia tak melihat prospek baru, memutuskan menjual ketiga mesinnya ke seorang veteran seharga $1.000. Dilanjut kuliah di University of Pennsylvania disaat 16 tahun, berguru mengenai bisnis. Tinggal disana selama dua tahun, kemudian ke University of Nebraska, untuk menuntaskan pendidikan.
Akhirnya, ia menuntaskan kuliahnya dan menghasilkan $10.000 dari segala bisnis di masa kuliah. Buffet pun masuk ke Columbia University melanjutkan pendidikannya lagi. Lulus di tahun 1956, ia telah mempunyai firma berjulukan Buffet Partnership di Omaha.
Investasinya sukses, umumnya bersumber dari aneka perusahaan murah tapi sahamnya mulai naik. Dia membelinya kemudian berkembang sampai menjadi seorang kaya raya. Oracle of Omaha sebutan untuknya kerena kebijakannya dalam mengambil keputusan.
"Saya selalu tahu saya akan kaya raya. Saya merasa tidak pernah mencurigai itu disetiap menitnya," sebuah kata bijak legendaris Warren Buffet
Sukses lainnya, ia berhasil membantu Solomon Brother dalam satu agresi ambil untung (1987), dan menjalankan New York City (1992) bangun sesudah skandal trading. Di Juni 2006, ia mengumumkan mendonasikan uangnya ke Bill and Melinda Gates, nilainya 85% kekeyaan miliknya.
Tidak Bisa Jatuh Miskin
Kekayaan itu kebanyakan tiba dari bisnisnya di Berkshire Hathaway, perusahaan dimana ia menjadi pemegang saham terbesar sekaligus CEO. Berkshire Hathaway sendiri merupakan sebuah perusahaan korporasi milik Buffet.
Dimana usahanya tak spesifik pada satu bidang, tetapi banyak hal dikerjakan. Tapi taukah kau bahwa bergotong-royong perusahaan ini hanyalah sebuah perusahaan tekstil. Perusahaan ini kini memegang kepemilikan beberapa perusahaan penting, yang sebelumnya gulung tikar dijual kembali.
Perusahaan ini mempunyai GEICO, BNSF, Lubrizol, Dairy Queen, Buah Loom, Helzberg Diamonds dan NetJets, mempunyai setengah dari Heinz, mempunyai persentase yang dirahasiakan sahamnya Mars Incorporated dan mempunyai beberapa saham minoritas signifikan di perusahaan- perusahaan besar; American Express, The Coca-Cola Company, Wells Fargo, dan IBM.
"Anda harus berguru menjadi investor, kalau anda mau kaya raya," ungkapnya.
Berkshire juga mempunyai aneka macam bisnis komoditi dan infastruktur, mencakup bisnis gula, ritel, kereta api, perabot rumah tangga, ensiklopedi, produsen pembersih vakum, penjualan perhiasan, penerbitan surat kabar, pembuatan dan distribusi seragam, serta ada perusahaan beberapa utilitas listrik dan gas regional.
Sejarahnya, perusahaan ini merupakan satu perusahaan manufaktur tekstil di Oliver Chace di 1839. Warren Buffet membeli saham kepemilikan di tahun 1962, ketika ia melihat pertumbuhan yang bagus.
Kamu tau, sekitar tahun 2010, ia mengaku membeli keseluruhan perusahaan tersebut, tetapi berdasarkan ia Berkshire Hathaway merupakan kesalahan besarnya. Daripada membeli saham semuanya, ia seharunya menentukan investasi di asuransi, bukan tekstil.
Meski begitu, Buffet berhasil mengembalikan kerugian sekitar $200 juta, dan untung darinya meski 45 tahun kemudian. Jika dibeli itu keseluruhan yakni kesalahan. Maka kesalahan terbesarnya yakni alasannya berinvestasi alasannya marah.
Kenapa ia menyebut bahwa ini yakni satu investasi terburuk, jawabanya adalah:
Ceritanya selepas membeli sahamnya di tahun 1962. Kala itu Buffett muda membaca sahamnya tengah naik. Ia sendiri kurang memahami bisnisnya. Yang ia tau yakni membeli sedikit- sedikit saja saham untuk laba semata.
Sahamnya selalu saja naik ketika perusahaan selesai berproduksi tekstil. Hingga, suatu ketika, ia sadar bahwa berbisnis tekstil itu sia- sia. Dan meskipun naik, tak menyerupai diharapkannya dulu, perjuangan tekstil tak segairah di masa depan dan tidak akan berkembang lebih besar.
Pada tahun 1964, tiba- tiba ada pengumuman mengejutkan. Pihak perusahaan ketika itu, yang diwakili oleh sang pemilik Stanton, tengah mengungumkan tender (terucap) akan membeli balik saham milik Buffett. Tak tanggung- tanggu ia akan membeli $11 1/2 per- share miliknya.
Tergiur akan untung itulah Buffett sepakat saja. Namun, kenyataanya, dalam perjanjian tertulisnya, ia cuma mendapatkan $11 1/8 per- share untuk buy back dan tak mengakui ucapanya diatas. Buffett mengaku ini kecil (mungkin tidak bagi orang awam) dari harga seharusnya; ia pun murka!
Bukannya mendapatkan saja harga yang lebih rendah itu; Buffett terpancing menggila. Dia malah jadi ulet membeli semakin banyak saham dan tanpa sadari diri, kini, ia telah menguasai perusahaan Berkshire Hathaway, kenapa dibeli kalau tidak punya masa depan?
Ketika itu terjadi ia pun melampiaskan kemarahannya dengan memecat si Stanton ini. Akan tetapi, ia pun menyadari dirinya terjebak di dalam perusahaan yang akan gulung tikar itu. Sejujurnya Buffett telah mencoba mempertahankan produksi tekstilnya.
Namun, pada 1967, ia menentukan untuk berbisnis lain dengan nama tetap. Dia mulai menjual asuransi dari perusahaan tekstilnya. Buffett juga mulai melaksanakan investasi lain. Untuk investasi pertamanya melalui Berkshire, ia membeli saham milik National Indemnity Company, dimana basis bisnisnya yakni asuransi.
Warren Buffett Perbaiki Kesalahan
Di tahun 1970 -an, ia mendapatkan saham equitas di perusahaan milik pemerintah. Yaitu di perusahaan Government Employees Insurance Company (GEICO). Dimana asuaransi lah perjuangan inti dari usahanya sekarang. Disinilah pula ia mengumpulkan pundi- pundi dollar untuk investasi lain.
Tahun 2010, Buffett lantas menyatakan dalam sebuah seminar bahwa pembelian Berkshire Hathaway yakni kesalahan investasi terbesar yang pernah dibuat, dan mengklaim perusahaan ini mengkekang ia dengan investasi dipersulit.
Dimana ia cuma mendapatkan untung cuma sekitar $ 200 miliar selama 45 tahun. Tidak sebanding investasi lain selepas ia membeli perusahan ini. Ia lantas menyatakan seharusnya menginvestasikan uangnya eksklusif ke bisnis asuransi, daripada membeli penuh Berkshire Hathaway.
Akhirnya investasi tersebut hanya terbayar beberapa ratusan. Dia yakin hal ini akan sedikit berbeda kalau bisa kembali ke jamannya. Dia akan menghasilkan lebih banyak daripada melalui ini. Namun, tetap saja, berdasarkan Forbes Global 2000, Berkshire Hathaway malah menjadi perusahan publik nomor 10 di seluruh dunia.
Tetapi secara perjuangan perusahaan ini tak menghasilkan produk tekstil. Pada Februari 2013, Buffett membeli HJ Heinz sebesar $ 28 miliar melalui saham privat milik 3G Capital, sebuah perusahaan AS-Brasil, yang juga mempunyai Burger King dan sebagian dari Anheuser-Busch InBev.
Menurut TIME, Buffett memuji Heinz alasannya menciptakan "produk yang menggiurkan" dan produknya yakni administrasi yang baik selama beberapa tahun terakhir. Pada awal 2013, Buffett dinilai No 15 perihal "Most Powerful People Dunia" daftar majalah Forbes.
Meski disebutnya kegagalan malah mengakibatkan bersemangat. Tujuan utama Buffett tetap memegang namanya Berkshire Hathaway ternyata sentimentil. Selain dikarenakan hasratnya sebagai investor juga kenyataan bahwa ia telah mempertaruhkan semuanya disana.
Dan, disana pula ada orang- orang yang bekerja keras bersama. Ada rasa tanggung jawab ketika sebuah pembicaraan membahas alasan dirinya sukses. Awalnya ia sukses alasannya alasan pribadi, tetapi, sesudah punya perusahaan itu beda cerita.





0 Kometar:
Posting Komentar
Terimakasih atas kunjungan kalian semua.
Silahkan tinggalkan komentar anda dengan baik dan sopan.
Silahkan berikan saran dan kritik untuk membangun blog ini jauh lebih baik.
terimakasih