Jumat, 01 Maret 2019

Inilah Bisnis Sandal Dari Limbah Kelapa Laku Manis


Purbalingga – Kejelian menangkap bisnis kerap kali menciptakan orang sukses menjadi wirausahawan. Hal ini lah yang dialami oleh Unardi perajin sandal dari limbah tempurung kelapa asal Purbalingga, Jawa Tengah. Unardi mengungkapkan, wangsit menciptakan sandal tempurung kelapa muncul begitu saja. Inspirasinya berawal ketika melihat potongan sisa tempurung yang telah dibentuk banyak sekali macam kerajinan. Daripada potongan tempurung kecil-kecil tidak dipakai, ia lantas dimanfaatkan dengan cara dirangkai secara vertikal dan direkatkan dengan rem. ”Kebanyakan pesanan sandal tempurung untuk souvenir. Selain itu juga sejumlah pedagang dari luar kota ibarat dari Bali, Jakarta dan Bandung, memesan sandal tempurung dari kami,” kata Unardi, Jumat (08/04/2011).

Selama ini bantalan kaki sandal kebanyakan dibentuk dari karet atau materi plastik. Produk milik Unardi ini justru mempunyai ciri khas tersendiri, sehingga tak heran sandal Made in Purbalingga ini laku bagus di banyak kota di Tanah Air. Sandal ini ternyata  diminati konsumen dari luar kota ibarat Jakarta, Bandung dan Bali. Sementara di penjualan lokal, tidak begitu banyak dikenal. Bisa jadi, sandal tempurung buatan Purbalingga ini justru tidak banyak diketahui jikalau orang berasal dari Purbalingga.

Unardi menuturkan meski berbahan dasar sebagian besar dari tempurung kelapa, namun cuilan bantalan sandal tetap memakai materi karet atau plastik, sesuai selera konsumen. Sementara cuilan pengikat kaki, juga sama dengan sandal lainnya. Tempurung hanya digunakan pada pelapis bantalan sandal. Harga sepasang sandal ini juga tidak begitu mahal, cukup merogoh Rp 25.000, anda sudah sanggup membawa pulang sepasang sandal unik ini. Harga itu berlaku  untuk jenis sandal ukuran apa saja. ”Kami juga terus didorong oleh Disperindagkop Kabupaten Purbalingga untuk terus menciptakan produk-produk yang unik dan belum ada di masyarakat. Seperti sandal tempurung, juga meja tempurung, daerah tisue, kap lampu, asbak, daerah minuman dan sejumlah produk lainnya,” katanya.

Ketua kelompok pengrajin tempurung ‘Manunggal Karya’ Sutrisno menyampaikan  kini ia mempunyai 42 orang anggota. Setidaknya ada 34 macam hasil kerajinan yang diproduksi dan dijual ke pasaran di sejumlah kota besar. Hasil kerajinan ini sebagian besar untuk keperluan rumah tangga ibarat irus, centong, sendok kayu kelapa, piring kayu, ciri dan penghalus sambal, jam tempurung dan sebagainya. Bahan dasar yang digunakan selain limbah tempurung, juga potongan kayu kelapa (glugu), dan potongan kayu melinjo. ”Kami secara terus menerus menerima pemberian promosi dari Pemerintah Kababupaten Purbalingga melalui Disperindagkop Kabupaten Purbalingga, dan juga melalui Bank Jateng,” kata Sutrisno.

Sumber : usahasatriamandala.blogspot.com

0 Kometar:

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan kalian semua.
Silahkan tinggalkan komentar anda dengan baik dan sopan.
Silahkan berikan saran dan kritik untuk membangun blog ini jauh lebih baik.
terimakasih

Baca Juga

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
close
Banner iklan   disini