Jumat, 04 Januari 2019

Inilah Yul Eko Yulianto Sukses Menggeluti Bisnis Outbond

OUTBOUND kini ini memang tengah digemari. Hal ini pun dilihat sebagai peluang oleh Yul Eko Rubianto. Sekarang ini, perusahaan-perusahaan kelas kakap pun bergantian menjadi klien yang memakai jasa outbound yang digawanginya, Binadika Outbound.

Ayah dua orang anak ini menyampaikan jikalau sejumlah perusahaan-perusahaan merupakan kliennya. Sebut saja PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Garuda Indonesia (Persero), serta PT Pertamina (Persero).
Tak hanya itu, sejumlah lembaga-lembaga negara juga merupakan kliennya. Mulai dari Kementerian Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan sejumlah lembaga negara lainnya. “Dalam seminggu sanggup ada dua hingga tiga proyek (outbound), jadi sebulan sekira 12 proyek," tuturnya kepada okezone belum usang ini.
Suami dari Lestariani ini menceritakan jikalau awalnya gabung ke bisnis ini pada 2005. Itu ialah awal booming-nya outbound di Indonesia. Di mana, pada ketika itu, sekolah-sekolah tengah gencar mengadakan outbound.
Selain itu, berdasarkan Eko, bisnis outbound ini tak melulu perihal keuntungan. Dari outbound ini, maka akan terlatih kebersamaan, integritas dan loyalitas. Peserta, maupun trainer juga akan lebih menaruh perhatian kepada lingkungan dan keadaan sekitar. "Karena kepekaan kita akan lingkungan dan alam sekitar juga diasah dengan outbound ini," ungkap dia.

Momentum itulah yang menciptakan laki-laki yang dekat disapa Eko ini menyampaikan jasa outbound ke sekolah-sekolah. Saat itu, Eko mangaku tidak mempunyai alat-alat outbound sendiri, lantas ia pun menyewa alat kepada salah seorang temannya. Tapi, ketika itu ‘keberanian’ Eko menyediakan jasa outbound gres hingga di level sekolah-sekolah, belum ke segmen perusahaan.

Pernah suatu waktu, ia menangani outbound sebuah sekolah di tempat Komplek Bank Mandiri, Cilandak. Kala itu, permainan khas outbound, flying fox pun ia gelar dengan sangat menarik. Tanpa disangka, salah satu orang bau tanah siswa sekolah itu, yang kebetulan merupakan salah satu Kepala Cabang Bank Mandiri sangat tertarik, dan menyampaikan Eko untuk mengelola outbound untuk kantornya.

Proyek yang ia sanggup dari orang itu pun tidak mengecewakan besar, ia lantas membeli peralatan sendiri yang tota nilainya sekira Rp20 juta untuk menangani proyek ini. “Baru dari situ semakin percaya diri untuk maju masuk ke pasar perusahaan-perusahaan,” ungkap dia.

Berkah Internet Marketing, Tapi, ternyata menjalankan bisnis ini tak semudah yang dibayangkannya. Awal Eko menggarap pasar outbound untuk segmen perusahaan, ia berusaha menyampaikan jasa outbound-nya dengan cara mengajukan anjuran  ke sejumlah perusahaan. “Tapi itu kayanya cuma nyangkut di satpam, enggak pernah hingga di tangan HRD-nya,” selorohnya.

Alhasil, dari belasan anjuran yang ia kirimkan hanya satu yang menerima respons. “Hanya satu yang telepon balik. Lalu saya presentasi di depan perusahaan itu, dan itu pun tidak tembus,” bebernya.
Tapi hal itu tak membuatnya patah semangat, ia pun mencari taktik gres untuk memasarkan jasa outbound-nya pun dilakukan. Kali ini, laki-laki kelahiran Jakarta 28 Juli 1979 ini memakai media internet. Website out bond-nya, http://www.binadikaoutbound.com, dimaksimalkannya sebagai alat promosi Binadika Outbound.
Dengan internet marketing ini, Eko melanjutkan jikalau ia tidak perlu membuang banyak energi. Selain itu ia juga menuturkan hal itu akan meminimalisir penggunaan kertas. “Website sudah dibuat, kemudian  digabung dengan internet marketing. Selanjutnya, kita kirim ke perusahaan-perusahaan yang ada emailnya. Lebih mudah, lebih murah, dan tidak perlu panas-panasan. Juga ramah lingkungan kan?” ungkap ayah dari Romzy dan Nakia ini.

Tampaknya, ini merupakan titik awal dari majunya Binadika Outbound yang dikelolanya. Dari situ, order dari sejumlah perusahaan mulai menghampirinya. ”Kita juga sering isi blog, sering mengadakan forum, kini Binadika Outbond sudah tidak absurd lagi di kalangan netter. Sejak itu kita tak pernah kirim email lagi. Klien biasanya klik http://www.binadikaoutbound.com, kemudian telepon, kami datang, presentasi, dan deal harga,” bebernya.

Kendati sudah menerima banyak job dari perusahaan-perusahaan kelas kakap, Eko juga tetap melayani proyek-proyek kecil yang umumnya berasal dari sekolah-sekolah. “Untuk sekolah masih jalan, ada satu taman kanak-kanak (TK) yang tiap tahun manggil kita untuk program perpisahannya. Tapi, alasannya nilainya kecil, tidak cukup kalau pakai trainer (profesional), kita pakai saja dewasa masjid untuk jadi trainer-nya,” pungkas Eko.

Sumber : economy.okezone.com

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan kalian semua.
Silahkan tinggalkan komentar anda dengan baik dan sopan.
Silahkan berikan saran dan kritik untuk membangun blog ini jauh lebih baik.
terimakasih

Baca Juga

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
close
Banner iklan   disini