Minggu, 13 Januari 2019

Inilah Sukses Kembangkan Produk Luhur

Indonesia yakni negara yang kaya akan rempah-rempah. Urusan kecanggihan teknologi, Indonesia masih sangat jauh bila dibandingkan dengan negara maju, tetapi untuk urusan kekayaan alam, Indonesia yakni jagonya. Terbukti, banyak ragam spesies tanaman dan binatang yang ada di bumi Nusantara ini dan banyak dikagumi oleh para hebat dari negara lain.

Bahkan bila dikelola dengan baik, kekayaan alam Indonesia mempunyai nilai bisnis yang menjanjikan untuk peningkatan perekonomian rakyat. Potensi nilai bisnis inilah yang banyak dimanfaatkan oleh pengusaha lokal di Indonesia untuk membuat penemuan gres yang berbasis tradisi budaya.

Salah satu pengusaha tersebut yakni Wisnu Sanjaya asal Yogyakarta yang semenjak tiga tahun terakhir mengembangkan bisnis produksi lulur dan ragam material spa dengan merek Kedaton. Sejak awal 2005 laki-laki jebolan diploma pemasaran di salah satu akademi tinggi di Yogyakarta mengusahakan penemuan di bidang produksi material spa yang semua resep ramuannya ia dapatkan dari sang nenek. "Ini merupakan warisan budaya nenek moyang yang ramuannya juga saya dapatkan dari eyang saya," ujar Wisnu menyerupai dikutip dari Harian Bisnis Indonesia.

Namun, bukan berarti proses memulai perjuangan itu tidak berkendala. Berawal dari bisnis Wisnu bidang jual beli mebel furnitur dan aneka handicraft, tetapi ambruk pasca krisis moneter. Hingga balasannya secara tidak sengaja Wisnu membaca salah satu majalah khusus perihal pemasaran yang mengulas perihal prospek bisnis. Di sana disebutkan bisnis spa akan booming beberapa tahun ke depan. Tidak mau ketinggalan start, Wisnu yang sudah mempunyai bekal kursus membuat aneka ragam materi kecantikan ini eksklusif berinisiatif membuat ramuan lulur yang ia dapatkan dari sang nenek.

Alhasil tiga produk berhasil ia buat, yaitu lulur boreh, lulur teh hijau, dan lulur madu. Ketiganya merupakan penemuan dari ramuan lulur tradisional yang dikombinasikan dengan ramuan lain. Tanpa ragu, ketiga produk tersebut diperkenalkan ke khalayak umum untuk pertama kalinya dalam pameran Festival Kesenian Yogyakarta pada 2005. Tanpa diduga, upaya perkenalan produk kecantikan tradisional yang diberi label Kedaton ini laris keras. Bahkan pasokannya kurang, alasannya yakni banyak pembeli dalam partai besar yang tertarik dengan hasil buatan Wisnu.

Dia membuat total 25 komponen material spa yang akan selalu diutak-atik dengan bermacam-macam penemuan terbaru. "Dari hasil korespondensi dengan sobat yang ada di Thailand, saya menerima buku perihal spa yang memperlihatkan pandangan gres baru dalam ramuan dan perlengkapannya," ujar Wisnu. Selain buku yang diperolehnya dari Thailand, Wisnu juga masih menyimpan dengan baik buku resep ramuan kecantikan tradisional yang ia dapatkan dari sang nenek tercinta.

Buku itu seakan menjadi primbon, apalagi tidak ada satu karyawan pun yang tahu apa ramuan yang ada dalam setiap masing-masing produk kecantikan dan material spa yang ia ciptakan. Akibatnya, perjuangan yang masih dilakukan secara manual dalam setiap prosesnya itu harus dikerjakan dengan tangannya sendiri, alasannya yakni tidak ada orang lain yang sanggup melakukannya tanpa Wisnu sendiri yang mengerjakannya.

"Karyawan lain hanya mengurusi bab packaging saja, tetapi untuk urusan mencampur ramuan masih saya sendiri dengan dibantu satu orang kepercayaan saya," ujarnya. Setiap bulannya, Kedaton memproduksi rata-rata 300 kilogram lulur dan masker yang siap diedarkan ke Padang, Palembang, Surabaya, Bali, Jakarta, dan Bandung.

Selain itu, Wisnu juga sudah mengekspor Kedaton sampai ke mancanegara menyerupai Australia dan Thailand. Ke depan, beberapa penemuan untuk semakin memperkaya produk kecantikan dan material spa gres sudah dipersiapkannya. Bahkan untuk persiapan pameran International Herbal Spa Exhibition 2009, ia sudah mempersiapkan 10 komponen gres material spa dan produk kecantikan tradisional. 

Tentu saja persiapannya tidak sembarangan, alasannya yakni Wisnu sudah berhubungan dengan beberapa mitra dari Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada Yogyakarta untuk urusan penelitian dan keamanan produknya sebelum dipasarkan. "Ini juga untuk membedakan produk Kedaton dengan yang lain, alasannya yakni ada jaminan keamanan yang sudah dikontrol secara ilmiah sebelum dipasarkan," ungkapnya menutup perbincangan. 

Sumber : bisnis.com

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan kalian semua.
Silahkan tinggalkan komentar anda dengan baik dan sopan.
Silahkan berikan saran dan kritik untuk membangun blog ini jauh lebih baik.
terimakasih

Baca Juga

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
close
Banner iklan   disini