Kamis, 04 April 2019

Kisah Sukses : Dongeng Ponari Sang Dukun Cilik Dari Jombang Dan Kaitannya Dengan Efek Sugesti

 Fenomena Ponari sang dukun cilik dari Jombang terus bergulir Kisah Sukses :  KISAH PONARI  SANG DUKUN CILIK DARI JOMBANG DAN KAITANNYA DENGAN EFEK SUGESTI


Fenomena Ponari sang dukun cilik dari Jombang terus bergulir. Ponari yang lugu sebagai anak kampung biasa sekarang berubah kolam selebritis, penuh popularitas di tunggu banyak orang dan wartawan yang membutuhkan berita. Pendapatannya pun meningkat dari mengobati ribuan pasien yang berobat padanya. Menurut informasi yang beredar Ponari sanggup mendapatkan uang Jutaan rupiah setiap harinya. Cerita berawal dari seorang anak kelas 3 SD asal Jombang berjulukan Ponari yang menemukan kerikil Petir ketika dirinya bermain hujan. Suatu ketika ada tetangganya yang sakit dan meminta dukungan Ponari. Ponari mencelupkan kerikil tersebut pada air dan meminumkannya, entah kebetulan entah bukan tetengganganya sembuh dan semenjak ketika itu menyebarlah gosip tersebut dari ekspresi kemulut wacana kehebatan Ponari dan kerikil petirnya. Ribuan orang berbondong-bondong tiba mengharapkan kesembuhan tuah tangan Ponari dan kerikil petirnya. Akibat membludaknya masyarakat yang tiba hingga menjadikan jatuh korban jiwa alasannya yaitu berdesakan harus mengantri mendapatkan bab pengobatan yang konon tidak mematok tarif jasa pengobatannya itu.


Ya ... fenomena kerikil petir milik Ponari sangat luar biasa, walupun hal itu tidak sanggup dibuktikan secara medis tapi meski begitu tak menyurutkan niat masyarakat yang mau berobat pada Ponari. Disisi lain budaya masyarakat kita yang cenderung mau serba instan atau mungkin alasannya yaitu mahalnya biaya pengobatan secara medis sehingga lebih menentukan pengobatan alternatif yang kadang jauh dari sains dan kebanyakan sulit diterima oleh logika sehat.

Himbauan Mentri Agama biar masyarakat tidak menggantungkan kesembuhan lewat media yang tak terang supaya tidak terjadi penyelewengan aqidah pun tidak dihiraukan. Masyarakat masih saja mendatangi rumah Ponari untuk meminta pengobatan dari sang dukun cilik tersebut. Meskipun praktek pengobatan telah ditutup untuk sementara waktu dan masyarakat diminta pulang, tetap saja ada yang masih bertahan hingga menginap. Masyarakat juga mendatangi sekolah Ponari alasannya yaitu ponari sudah mulai masuk sekolah lagi, mereka sengaja tiba alasannya yaitu takut kehilangan kesempatan mendapatkan pengobatan dari ponari hingga rela mengejarnya hingga sekolah. Tak cukup hingga disitu, masyarakat pun mengambil air dari sumur dikediaman Ponari bahkan air comberan di sekitar rumah Ponari tak luput menjadi target media pengobatan.

Aneh memang, apakah sudah sedemikian rusak ahlak bangsa ini atau memang alasannya yaitu himpitan ekonomi sehingga mencari pengobatan murah yang jauh dari rasionalitas hingga menghalalkan segala cara dalam mencari sebuah kesembuhan? Ini mungkin menjadi pertanyaan dan agenda cukup berat bagi kita yang juga bab bangsa ini untuk memperbaikinya dimana sebagian masyarakat kita memang kerap mempercayai hal-hal yang berbau magis.

Sebenarnya fenomena semacam Ponari ini kalau dilihat dari tinjauan ilmiah yaitu hal itu tidak lebih dari imbas sugesti saja, dalam dunia kedokteran imbas sugesti juga dikenal dengan nama imbas placebo (bahasa latin : Saya menyenangkan ) yaitu dampak yang kadang menyembuhkan dari pengobatan pasif yang tergantung pada keyakinan pasien dan kemanjuranya. Para Dokter yang memakai imbas ini biasanya menunjukkan obat –obatan atau suntikan yang sebetulnya tidak ada hubungan secara pribadi dengan penyakit yang diderita pasien. Dokter biasanya hanya menunjukkan vitamin saja dan kadangkala dokternya bilang ”semoga lekas sembuh”, walhasil pasien merasa sudah diobati dan merasa baik yang nantinya membawa pada kesembuhan sebenarnya.

Disinilah letak imbas itu bekerja dimana pikiran yang faktual dari pasien ditambah keyakinan yang ada pada dirinya alasannya yaitu ” merasa sudah diobati”, maka gen-gen faktual dalam badan yang membantu penyembuhan suatu penyakit bereaksi sehingga menjadikan meningkatnya sistem pertahan dan metabolisme tubuh.

Para ilmuwan dan dokter juga telah menciptakan semacam obat plasebo yang obatnya sendiri sama sekali tidak mengandung materi obat-obatan. Obat placebo yaitu obat yang memang tidak memiliki imbas atau akhir apapun pada badan kita menyerupai pil gula dan sejenisnya. Dokter hanya menyampaikan ke pasien bahwa obat ini yaitu obat untuk penyakit yang dideritanya dan memiliki imbas menyembuhkan penyakitnya. Lalu apa yang terjadi yaitu obat placebo mempunyao imbas yang sama dalam menyembuhkan kalau tidak lebih efeknya dibandingkan kadang-kadang dengan obat orisinil yang sebetulnya juga memiliki imbas yang sama. Disini terang bahwa pedoman insan memiliki peranan penting dalam kesembuhan penyakit bahkan sanggup lebih baik hasilnya bukan diakibatkan oleh media menyerupai kerikil petir milik Ponari yang kalau dikaji lebih dalam lagi tidak memiliki dasar sains sama sekali.

Dalam kasus Ponari dan kerikil petirnya, mungkin saja kesembuhan yang dirasakan para pasien yang berobat padanya yaitu dampak dari pedoman faktual dan keyakinan si pasien itu sendiri sehingga menyebabkan imbas faktual dalam tubuhnya menyerupai imbas plasebo.

Dikisahkan juga dalam film the secret oleh Lee Brower seorang guru yang menemukan sebuah kerikil dijalanan, Lee kemudian berfikir bahwa setiap kali ia memegang kerikil itu maka beliau akan memikirkan sesuatu yang beliau sukuri. Maka setiap hari beliau membawa kerikil itu dalam saku celananya. Setiap merogoh saku beliau memegang kerikil itu dan mengucapkan sukur atau memikirkan sesuatu yang beliau sukuri. Suatu ketika temannya dari Afrika melihat kerikil itu terjatuh dari saku celananya kemudian menanyakan kerikil itu. Lee kemudian menjelaskan kerikil tersebut yaitu Batu penghargaan. Dua ahad kemudian Lee mendapatkan email dari temannya dari afrika tersebut yang mengabarkan bahwa anak laki-lakinya menderita penyakit langka yang mematikan yaitu semacam penyakit hati /hepatitis dan meminta tolong untuk mengirimkan tiga kerikil penghargaan, Lee bilang tentu, kerikil tersebut beliau temukan dijalanan, jadi bukan hal sulit. Lee kemudian mencari kerikil di pinggir sungai dan mengirimkan pada temannya tersebut. Lima bulan kemudian beliau mendapatkan email lagi dari temannya yang mengabarkan bahwa anaknya pria semakin sehat dan beliau baik-baik saja berkat kerikil penghargaan. Ya itulah imbas seugesti untuk menghipnotis pikiran dan keyakinan si pasien menyerupai fenomena Ponari dan kerikil petirnya.

Sebenarnya dalam masyarakat kita tersebar pengobatan alternatif yang sebetulnya tidak lebih dari imbas plasebo atau pemberian sugesti kepada pasien. Dan masyarakat kita juga kerap gampang mempercayainya walau tanpa dasar medis sekalipun bahkan lebih cenderung bersifat magis. Ini merupakn cermin dari lemahnya pengetahuan dan kerusakan mental dari masyarakat kita.

Dalam upaya berikhtiar mencari kesembuhan bagi suatu penyakit yaitu hak setiap insan bahkan kita diwajibkan tidak berputus asa dalam mencapai kesembuhan, tapi alangkah lebih bijaksana sendainya kita lebih mengedepankan sisi rasionalitas dalam suatu pengobatan dan tidak mengharapkan pada keajaiban tanpa dasar ilmiah dan yang lebih jauh lagi malah membawa kita pada kemusyrikan alasannya yaitu menyandarkan kekuatan pada kekuatan selain Allah SWT.

Dari banyak sekali sumber.

1 komentar:

DEWAPK^^ agen judi terpercaya, ayo segera bergabungan dengan kami
dicoba keberuntungan kalian bersama kami dengan memenangkan uang jutaan rupiah
ditunggu apa lagi segera buka link kami ya :) :) :* :*

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan kalian semua.
Silahkan tinggalkan komentar anda dengan baik dan sopan.
Silahkan berikan saran dan kritik untuk membangun blog ini jauh lebih baik.
terimakasih

Baca Juga

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
close
Banner iklan   disini