Berbagi Cerita - Kisah Sukses

Asalamualaikum Wr, Wb. Hidup hanya sekali dan tidak akan berulang untuk ke duakalinya di bumi yang sama ini, Lalu apa tujuan hidup Kita? bagaimana kita menghadapinya untuk bisa mencapai cita-cita kita? dan jalan apa yang harus kita tempuh untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. Disini saya mencari artikel-artikel tentang kisah orang-orang yang telah sukses meniti karirnya dibidanganya masing-masing. Semoga ini bisa menjadi Inspirasi untuk kita semua dalam menjalani hidup didunia ini. Walaupun terkadang banyak sekali rintangan yang kita hadapi tetapi hendaklah kita bersabar untuk menjalaninya agar hidup kita menjadi lebih baik dan dari hari-hari sebelumnya, (baca dan resapi kisah perjuanganya, kemudian lakukan yang terbaik dalam hidup anda)Salam kenal dari Saya

Kamis, 06 Juni 2019

Inilah Jusuf Kalla


Jusuf Kalla lahir di Watampone, Sulawesi Selatan pada 15 Mei 1942 . Dia menerima kesempatan menjabat menteri sebelum jadinya tokoh yang berpenampilan bersahaja ini maju sebagai seorang kandidat calon wakil presiden 2004.

Peluang Kalla cukup terbuka menjadi calon presiden, terutama sesudah Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung menyampaikan calon presiden dari Partai Golkar tidak harus ketua umumnya. Namun terbuka bagi semua kader Partai Golkar untuk diseleksi menjadi calon presiden. Segera gayung bersambut. Beberapa nama kemudian muncul ke permukaan. Salah satu nama yang paling mencuat dikala itu ialah Muhammad Jusuf Kalla, kader Golkar yang tengah menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Kabinet Gotong-royong.

Bebepara pengamat dan kader Golkar pun menilai, pengusaha sukses dan berpenampilan simpatik, ini sangat berpeluang memenangkan persaingan calon presiden dari Partai Golkar. Meskipun, laki-laki yang juga anggota Dewan Penasehat ISEI Pusat ini menolak sempat menolak membicarakan persolan tersebut.

Sebelum didaulat sebagai menteri pada pemerintahan Megawati, ia dipercaya memimpin Departemen Prindustrian dan Perdagangan. Kendati hanya enam bulan pada masa pemerintahan Gus Dur. Kalla bersama Meneg BUMN Laksamana Sukardi dipecat dengan alasan yang tidak jelas.

Awalnya alasan pemecatannya disebut lantaran keduanya tidak bisa berhubungan dengan tim ekonomi lainnya. Kemudian dalam rapat tertutup dengan DPR, Gus Dur menyebut alasan pemberhentiannya lantaran KKN. Namun semua tuduhan itu dibantah Jusuf Kalla dan Laksamana Sukardi. Dan Gus Dur sendiri tak bisa membuktikannya.

Pemecatan kader Golkar dan kader PDIP ini diyakini banyak pihak sebagai kesalahan politik terbesar Gus Dur, yang secara pribadi besar lengan berkuasa pada proses politik yang bermuara pada tergulingnya Gus Dur dari singgasana Presiden.

Mengenai bidang tugasnya sebagai Menko Kesra. Sesaat sesudah dilantik 19 Juli 2001, Kalla menyampaikan tujuan kita berbangsa dan bernegara ialah kesejahteraan rakyat (kesra). Akan tetapi, katanya, janganlah selalu memaknakan kesra itu dalam konteks bencana: gempa bumi, longsor, banjir dan gelombang pengungsian. Kesra yang ia maksudkan, jauh lebih luas dari itu, yakni membangun impian berbangsa yang bermuara kepada kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.

Dia juga menekankan kasus kebersihan aparat, di lingkungan kerja Menteri Koordinator Kesra. “Aparat yang korup, mengomersialkan jabatan, KKN, atau melaksanakan tindak kejahatan lainnya, tidak akan saya tolerir. Saya pun akan mengajak pegawapemerintah membuat suasana kondusif, contohnya dengan meningkatkan solidaritas pada golongan ekonomi lemah. Solidaritas itu, misalnya, bisa berupa mengurangi kebutuhan sekunder dan tersier,” janji menteri yang berlatarbelakang pengusaha sukses ini.

Secara politik ia juga dikenal tidak hanya bisa berkomunikasi dengan teman-teman separtainya. Ia bisa diterima di banyak sekali kelompok kepentingan. Ia bukan politisi sektarian. Ia seorang pengusaha dan politisi negarawan.


Kiprahnya dibidang perdamaian
Selain kiprhnya di bilang politik, ia juga sukses meletakkan kerangka perdamaian di kawasan konflik Poso dan Ambon. Melalui pertemuan Malino I, ia berhasil meredakan konflik di Poso. Kalla pun kemudian memprakarsai pertemuan Malino II.

Dalam pertemuan ini, ia bisa mengajak kelompok Islam dan Katolik yang bertikai di Ambon untuk menghentikan pertikaian.

Dengan merendah, ia menyampaikan upayanya dalam perjanjian Malino ialah sebagian dari tugasnya sebagai seorang menteri, pembantu presiden, dan untuk mengatasi kasus konflik dan kesejahteraan rakyat.

Dia melihat konflik dan perselisihan akan menimbulkan kemiskinan, baik dalam bentuk bahan ataupun non materi. Sehingga, kepada mereka yang bertikai, harus diberikan kesadaran untuk menghentikan konflik dengan cara tenang bukan melalui perang.

Kendati ia yakin bahwa konflik di Maluku bukanlah konflik agama, tapi awalnya dipicu oleh kasus ekonomi. Bahwa jadinya tampak sentimen agamanya yang dominan, menurutnya, itu lantaran orang tidak menelisiknya dari awal.

Dalam menangani konflik Poso dan Ambon, kalla termasuk berani mempersalahkan kedua belah pihak. Ia tidak hanya memuji dan membujuk mereka yang bertikai. Bahkan, “saya murka kepada keduabelah pihak itu,” katanya tulus.

Mengenai keyakinannya bahwa konflik Ambon bukan dipicu oleh urusan agama melainkan urusan ekonomi, ia mengatakan, sebanyak 75 persen konflik di dunia ini gara-gara kasus ketidakadilan dan kemiskinan.

Itulah sebabnya sebagian besar konflik terjadi di negara-negara yang tingkat pendapatan per kapitanya rendah, menyerupai Malaysia, Filipina, India, atau Sri Lanka.

Interaksinya bersama kelompok masyarakat
Ia memang dikenal sebagai seorang anak bangsa, penganut agama Islam, yang berjiwa kebangsaan. Itulah sebabnya ia bisa dengan berani berbicara dengan kelompok-kelompok bertikai di Poso dan Ambon. Ia tidak berpihak kepada salah satu kelompok. Keikhlasan dan kejujurannya sudah dikenal oleh masyarakat setempat. Ia orang yang biasa menghargai orang lain, termasuk orang yang berbeda pandangan dan dogma dengannya.

ia pernah juga diisukan aktip dalam diskusi pembentukan kaukus Islam. “Ini perlu diluruskan. Pertemuan itu bukanlah kaukus. Kami cuma berdiskusi semoga tokoh-tokoh Islam sanggup memahami banyak sekali kasus secara fair dan mendalam. Pers yang sibuk sendiri, menafsirkan terlalu jauh, sama dengan info darurat militer di Ambon. Padahal, kami tak merasa membicarakan itu,” kata tokoh berlatarbelakang pengurus masjid, HMI, KAHMI dan ICMI ini.

Kiprahnya didunia usaha
Dari kecil ia memang sudah diasuh orang tuanya untuk hidup jujur dan menghargai orang lain. “Prinsip yang ditanamkan oleh orangtua saya bersama-sama sangat sederhana, yaitu menjadi orang yang bekerja sebaik-baiknya (bekerja keras), jujur dan menghormati orang lain. Salah satu dari perilaku jujur itu ialah tidak menjadi orang yang melupakan janji atau mencederai janji.

Ayahnya, H Kalla, seorang pengusaha. Usaha yang dirintis orang tuanya ini kemudian berkembang di tangan generasi keduanya yang dinakhodai Jusuf Kalla. Lulusan S1 Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanudin Makasar, 1967, ini dari semenjak usia muda memang sudah sering diikutsertakan dalam usaha, membantu orangtua. Sehingga ia sanggup mengerti kasus dalam dunia usaha.

Dalam dunia usaha, ia juga telah dididik untuk menjadi orang yang ulet, jujur, memperhatikan langganan, memiliki visi ke depan dalam menjalankan perjuangan bersama karyawan-karyawan yang lain. Itulah yang mengantarkannya bisa mengendalikan sejumlah perusahaan di antaranya sebagai Direktur Utama NV. Hadji Kalla, PT Bumi Karsa, PT. Bumi Sarana Utama, PT. Kalla Inti Karsa dan Komisaris Utama PT. Bukaka Singtel International dan PT. Bukaka Teknik Utama hingga tahun 2001 sebelum ia menjadi menteri.


Nama :

Drs. H. M Jusuf Kalla

Lahir:
Watampone, 15 Mei 1942

Jabatan Kenegaraan:
Wapres RI (2004-2009)
Menteri Koordinator Kesejahteraan Sosial Kabinet Gotong Royong (2001-2004)
Menteri Perindustrian dan Perdagangan Kabinet Persatuan Nasional (1999-2000)

Isteri:
Ny. Mufidah Jusuf (Lahir di Sibolga, 12 Februari 1943)

Anak:
1. Muchlisa Jusuf,
2. Muswirah Jusuf,
3. Imelda Jusuf,
4. Solichin Jusuf,
5. Chaerani Jusuf.

Pendidikan :
Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanudin Makasar, 1967
The European Institute of Business Administration Fountainebleu, Prancis (1977)

Pekerjaan
Agustus 2001 – 2004 : Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
1999 – 2000 : Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI
1968 – 2001 : Direktur Utama NV. Hadji Kalla
1969 – 2001 : Direktur Utama PT. Bumi Karsa
1988 – 2001 : Komisaris Utama PT. Bukaka Teknik Utama
1988 – 2001 : Direktur Utama PT. Bumi Sarana Utama
1993 – 2001 : Direktur Utama PT. Kalla Inti Karsa
1995 – 2001 : Komisaris Utama PT. Bukaka Singtel International

Organisasi
2000 – kini : Anggota Dewan Penasehat ISEI Pusat
1985 – 1998 : Ketua Umum KADIN Sulawesi Selatan
1994 – kini : Ketua Harian Yayasan Islamic Center AI-Markaz
1992 – kini : Ketua IKA-UNHAS
1988 – 2001 : Anggota MPR-RI
2004-2009: Ketua Umum DPP Partai Golkar

sumber : kaskus

Rabu, 05 Juni 2019

Kisah Sukses : Ukm Kerajinan Pohon Asam Menembus Pasar Ekspor

Profil Pengusaha Bambang Hariyono


 Pohon asam menembus pasar ekspor siapa sangka Kisah Sukses :  UKM Kerajinan Pohon Asam Menembus Pasar Ekspor
 
Pohon asam menembus pasar ekspor siapa sangka. Lewat UKM kerajinan pohon asam, pengusaha berjulukan Bambang Hariyono sukses diusia 40 tahun. Tidak ada kata terlambat untuk wirausaha. Sejak awal ia memang dikenal sebagai pengrajin seni dari apapun.

Salah satu penggiat kerajinan asal Kota Banyuwangi. Bambang selalu mencari ilham perihal kerajinan baru. Salah satu hasratnya merubah pohon asam menjadi penghasilan. Pasalnya tidak jarang orang yang melihat pohonnya sebagai limbah, padahal tekstur kayunya bagus.

Ia yang terbiasa bermain mengukir kayu. Tentu sudah paham mana yang cocok dijadikan kerajinan. Iseng ia menemukan pohon asam dan mengukirnya. Ada potensi besar pada pohon asam yang biasa terbengkalai.

UKM kerajinan pohon asam memperlihatkan lapangan pekerjaan. Aneka furnitur, kerajinan tangan, bisa dibentuk dari materi pohon ini. Siapa sangka pohon asam menembus pasar ekspor. Padahal masih ada kayu- kayu lain, tentu alasannya harganya lebih irit tetapi tidak kalah kuat.

Harapan UKM Kerajinan Pohon Asam

Jika pohon utama dijadikan aneka furnitur. Ketika limbahnya ada kemudian dijadikan furnitur. Tiga tahun silam ia bersemangat menggeluti kerajinan ini. Ada kekhasan unik katanya menyangkut kayu pohon asam.

Daripada menentukan memakai mesin untuk produksi. Dia menentukan menciptakan handmade, yang kemudian dibantu masyarakat Banyuwangi. Mengutaman pemberdayaan inilah prinsip Bambang Hariyono.

"Kayu pohon asam berdasarkan aku unik, menyerupai mempunyai ciri yang khas," ia membahkan.

Tekstur pohon ini mempunyai hal berbeda dibanding pohon lain. Setiap belahan menurutnya mempunyai serat tidak sama. Sehingga banyak penekspor dari Amerika dan Eropa berminat. Usaha ini yang ia namai Oesing Craft fokus memberdayakan sumber daya Banyuwangi.

Bayangkan dari UKM kerajinan pohon asam saja. Dia bisa mempekerjakan 250 orang pegawai. Para pegawai dirangkul dari Glagah, Kalipuro, dan Kabat. Untuk memaksimalkan ia bekerja sama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (Lapas) Banyuwangi.

"Kita rangkul lapas semoga napi- napi juga punya ketrampilan salam di dalam," papar pengusaha ini.

Minat akan produk ini sangat tinggi dibanding lokal. Oesing Craft bahkan mendapat kontrak dari perusahaan Jepang. Mereka dedikasikan menciptakan aneka produk kerajinan. Bambang bisa menjual berapapun produksi sanggup dijual.

Tidak cuma memasarkan ke Jepang, ada Swiss, Belanda, Jerman, Amerika, Hong Kong, Singapura dan Malaysia. Berapapun produksinya salu laku diborong eksportir. Untuk pengiriman juga tidak mempunyai batas minimum, tak ayal pengusaha Bambang mengantungi omzet miliaran.

Kunci sukses untuk pengusaha muda; jadilan sosok ulet dan kreatif. Sosok Bambang bisa menjadi pengusaha dan mendapat apresiasi dari nasional dan internasional. Salah satunya Unesco Award of Excellence for Handycraft di tahun 2012 silam.

Juga meraih penghargaan SMESCO Award tahun 2009 silam. Penghargaan ini untuk kategori Desain Cindera Mata Jatim 2009, dan Prabaswara Award bidang ekspor 2012 silam. Untuk sukses butuh satu kualitas terbaik.

Ketika pesanan banyak janganlah lengah. Harus tetap menjaga kualitas produksi kita. "Kalau kualitas jelek, niscaya konsumen lari," paparnya. Apalagi perlu disadarai bahwa Jepang sangat teliti. Kedepan ia berharap bisa mengajarkan ketrampilan ini kepada mantan PSK Dolly.

Senin, 03 Juni 2019

Kisah Sukses : Perempuan Berbisnis Tas Motif Aceh Menembus Pasar Ekspor

Profil Pengusaha Nailatul Amal


 Siapa sangka tas motif Aceh nya menembus pasar ekspor Kisah Sukses :  Wanita Berbisnis Tas Motif Aceh Menembus Pasar Ekspor
 
Siapa sangka tas motif Aceh nya menembus pasar ekspor. Dulu Nailatul Amal hanya memproduksi sedikit. Bisnis tas memang tidak gampang apalagi banyak pemain. Ia ingat betul bagaiman sukarnya, mengatakan tas produksinya kepada masyarakat.

Meskipun sukar tidak menyurutkan warga Desa Rayeuk, Kec. Nisam, Aceh Utara ini. Sekarang tidak hanya dipasarkan di Aceh, tetapi Sumatera, Jawa, dan luar negeri. Nailatul mengeskpor ke Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura.

Ke depan bahkan menyasar ke Norwegia, Spanyol, dan Denmark. Awal mula, tahun 2006, Nailatul sudah mulai  berbisnis namun tidak mudah. Pasang surut ia menjalankan bisnis tas motif Aceh, ia sama sekali tidak takut menghadapi persaingan produk yang sama.

"Saat itu saya hanya menciptakan manik- manik untuk jilbab yang biasa digunakan dan disukai konsumen," kenang pengusaha ini, yang tetap bekerja sambil berwirausaha.

Wirausaha tas merupakan satu bentuk passion baginya. Tidak gampang tetapi ia bertekad menjalankan, apapun resikonya sambil tetap bekerja.Tahun 2009 produknya mulai dilirik banyak pembeli. Waktu itu ia mengirim ke Medan, Sumatra Utara.

Pengusaha Wanita Berbisnis Tas Motif Aceh

Bisnis tanpa nama kawasan produksi tas milik Nailatul. Kini, nama Syirkatunnisa menjadi produk khas ekspor, ia memulai memproduksi dari sudut rumahnya. Dari mengerjakan semua sendiri, pengusaha perempuan ini bisa mempekerjakan sekitar 30 orang pegawai, memproduksi ratusan tas untuk dijual.

Ia juga pernah mencicipi rugi sebelum laku. Nailatul ingat bagaimana tidak lakunya tasnya ini. Mungkin sebab tas motif Aceh masih awam. Dibanding tas- tas bermotif batik yang sudah di pasaran. Namun, kini, ia berbangga hati sebab tas nya hingga ke Amerik Serikat.

Pasar menyukai tas etnik bermotif khas Aceh tersebut. Perusahaan kecil miliknya memproduksi tidak kurang 3000 buah. Pasarnya dijual baik di dalam negeri maupun luar negeri. Untuk kini ini ia menambahkan justru pesanan terbanyak tiba dari Amerik Serikat.

Pasar Amerika meminati produk tas besar dan dompet. Amerika mengatakan prospek besar baginya sekarang. "Alhamdulillah, undangan besar. Bu Iriana Jokowi juga pernah beli tas dan kain di sini tahun lalu," gembira pengusaha ini kepada pewarta Detik.com.

Disini di rumah tanpa plang nama mempekerjaka ibu rumah tangga. Produksi bukan sekala dalam negeri, tetapi sudah pangsa pasar ekspor. Omzet perbulan menyentuh Rp.250 juta hingga Rp.400 juta. Paling ramai jika masuk tahun baru, natal, valentin, dan paskah.

Wanita yang dekat dipanggil Mi Cut ini, menjelaskan apa itu motif Aceh. Menurutnya tas ini berbasis materi bordir. Motifnya khas mengandung perpaduan Arab dan India. Produknya bermacam- macam tas dari kecil hingga besar, dari tas keong hingga koper, diproduksi oleh Mi Cut.

Dia memafasilitasi masyarakat lokal. Harganya dari 10 ribu hingga 350 ribuan dinamis. Ia berharap pihak pemerintah memperhatikan UKM menyerupai dirinya. Karena kita tau UKM mengatakan efek yang besar. UKM mengurangi pengangguran dan mengurangi kriminalitas di jalanan Aceh.

Suksesnya Mi Cut ternyata memili dongeng lain. Soal marketing ia menambahkan tidak spesifik dalam promosi. Intinya mengutamakan kualitas desain dan pelayanan. Mengikuti program pameran menjadi satu cara ia menjalankan bisnisnya, itupun tidak memaksa harus menjual banyak.

Baginya produk sanggup tampil menarik perhatian orang. Lewat pameran internasional akan membuka celah ekspor. Disamping itu menjalankan perbaikan- perbaikan lagi. Sambil nanti akan menyiapkan kapasitas produk.

Inilah Biograafi Kristiani Herrawati Susilo Bambang Yudhoyono (Ibu Ani Yudhoyono)

Kristiani Herrawati Susilo Bambang Yudhoyono atau lebih dikenal dengan nama Hj. Ani Bambang Yudhoyono. Dia yaitu Ibu Negara Indonesia semenjak suaminya Dr. Susilo Bambang Yudhoyono dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada tanggal 20 Oktober 2004 hingga kini alasannya yaitu Presiden SBY terpilih kembali dalam PEMILU ke 2 tahun 2009. Ani terlahir di Jogjakarta pada tanggal 6 Juli 1952 sebagai anak ketiga dari tujuh bersaudara dari pasangan Jenderal Sarwo Edhie Wibowo dan Ny. Sunarti Sri Hadiyah.

Ibu Ani menikah dengan Dr. Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 30 Juli 1976 dan hidup dalam 3 generasi kemiliteran yaitu: ayahnya, Jenderal Sarwo Edhie Wibowo, suami tercintanya, Dr. H. Susilo Bambang Yodhoyono, dan putra tertuanya , Kapten Inf. Agus Harimurti Yudhoyono.

Ibu Ani yaitu ibu dari dua orang putra. Putra tertuanya, Kapten Inf. Agus Harimurti Yudhoyono M.Sc, MPA, lahir di Bandung, pada tanggal 10 Agustus 1978. Menikah dengan Annisa Larasati Pohan pada tanggal 9 Juli 2005 dan memiliki seorang putri berjulukan Almira Tunggadewi Yudhoyono. Kapten Inf. Agus telah berhasil menuntaskan pendidikan Masternya di Nanyang University di Singapura, jurusan Pertahanan Strategi dan gres saja menuntaskan jadwal Master in Public Administration di John F. Kennedy School of Government, Harvard University pada bulan Juni 2010. Putra keduanya Edhie Baskoro Yudhoyono lahir di Bandung, pada tanggal 24 November 1980. Edhie Baskoro lulus sebagai Sarjana Perniagaan dari Universitas Teknologi Curtin, Perth Australia Barat dan juga memiliki gelar Master in International Political Economic dari Nanyang University di Singapura.

Ibu Ani yaitu seorang muslim semenjak lahir dan telah menjalankan ibadah haji serta umroh beberapa kali. Dalam mendidik anaknya, Ani menerapkan kehidupan yang Islami, yaitu bekerja keras, disiplin dan jujur dengan semboyan "Manusia boleh merencanakan, tapi Tuhanlah yang menentukan".

Ibu Ani yaitu seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nasrani Indonesia sebagaimana cita-citanya ingin menjadi seorang dokter. Dia terpaksa meninggalkan dingklik kuliah alasannya yaitu harus mengikuti ayahnya yang bertugas sebagai Duta Besar RI di Korea Selatan. Keinginannya untuk menimba ilmu tidak berhenti begitu saja sehingga ketika mendampingi suaminya studi di Amerika, Ibu Ani melanjutkan kuliah dan tahun 1998 Ibu Ani lulus dari Fakultas Ilmu Politik Universitas Terbuka (UT). Ibu Ani fasih berbicara, menulis, dan membaca dalam bahasa Inggris serta memahami bahasa Korea secara pasif.


Organisasi dan Aktivitas
Ibu Ani yaitu seorang perempuan yang cerdas dan menarik. Senyumnya yang manis memancarkan ketulusan dan kebaikan hatinya. Dia pernah bergabung dengan Partai Demokrat sebagai Wakil Ketua dan berperan aktif pada ketika kampanye Legislatif serta kampanye Pilpres untuk mendukung suaminya sebagai salah seorang kandidat Calon Presiden pada Pemilu 2004 lalu.


Untuk membantu jadwal pemerintah, Ibu Ani gotong royong dengan para istri Menteri Kabinet Indonesia Bersatu membentuk suatu perkumpulan dengan nama Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) untuk membantu masyarakat, khususnya belum dewasa dan kaum perempuan yang kurang beruntung dalam rangka memberdayakan mereka melalui jadwal "Indonesia Sejahtera" sesuai tujuan Millenium Development Goals.

Untuk mencapai Indonesia Sejahtera, SIKIB menjalankan program:
Indonesia Pintar, Indonesia Sehat, Indonesia Hijau, Indonesia Kreatif dan Indonesia Peduli.
1. Indonesia Pintar ( GEMAR MEMBACA MERAIH CITA-CITA).

Misi utama: Memberantas Buta huruf, Kebodohan dan Mensejahterakan kehidupan masyarakat Indonesia terutama kaum perempuan dan anak-anak.

Program Indonesia pandai menjangkau kawasan yang tidak terjangkau (To Reach The Unreached), dan jadwal ini diimplementasikan dalam agresi kasatmata dilapangan dalam bentuk: Mobil Pintar, Motor Pintar, Kapal Pintar dan Rumah Pintar.

Didalam jadwal Mobil Pintar, Kapal Pintar, Motor Pintar terdapat 4 Sentra yaitu: Sentra buku, Sentra Komputer, Sentra Alat Permainan Edukatif dan Sentra Audio Visual dan Panggung

Untuk Rumah Pintar, selain 4 pusat diatas ditambah Sentra Kriya yaitu tempat Pemberdayaan Masyarakat terutama untuk Ibu Rumah Tangga dan Remaja. Program ini dirancang untuk memperlihatkan ketrampilan hidup dan ketrampilan vokasional yang dikembangkan sesuai dengan potensi alam dan potensi sumber daya manusianya.

Konsep pembelajaran jadwal Indonesia Pintar dilakukan dengan pendekatan Multiple Intelligences dengan metode Joyful Learning dan Integrated Learning.


2. Program Indonesia Sehat (BANGSA SEHAT NEGARA KUAT).

Program Indonesia Sehat memperlihatkan penyuluhan wacana Kesehatan terutama Ibu dan Anak, juga memperlihatkan pelayanan kesehatan kalau mana diperlukan.

Dalam operasional di lapangan, jadwal Indonesia sehat melaksanakan pelayanan melalui Mobil Sehat dan Motor Sehat yang mengunjungi masyarakat secara berkala. Peran dan Fungsi Mobil Sehat dan Motor Sehat ini dimasudkan untuk melengkapi jadwal pemerintah yang sudah ada. Mobil Sehat juga melaksanakan pelayanan ke kawasan yang terkena bencana.

3. Program Indonesia Hijau (SELAMATKAN BUMI KITA)
Program Indonesia Hijau merupakan bentuk kasatmata kepedulian kaum perempuan terhadap pelestarian Lingkungan Hidup. Dalam gerakan perempuan tanam dan pelihara pohon yang dimulai pada Desember 2007 yang lalu. Dengan melaksanakan penanaman pohon pada setiap kelahiran "Satu Anak, Satu Pohon, One Child, One Tree".
Selain itu melaksanakan tebar benih ikan yang diarahkan kepada konsep ketahanan pangan keluarga dan pemeliharaan kebersihan lingkungan dan sanitasi.

4. Program Indonesia Kreatif (LESTARIKAN BUDAYA, PACU KREATIVITAS).
Suatu jadwal upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat sesuai potensi lokal dan potensi Sumber Daya Manusia, dengan penggunaan Metode One Village One Product yang dikembangkan di dalam Sentra Kriya yang ada diseluruh Rumah Pintar yang tersebar di Indonesia.

5. Program Indonesia Peduli (CINTA DAN PEDULI SESAMA).
Program ini bertujuan meningkatkan rasa kesetiakawanan sosial dan solidaritas penanganan korban musibah serta pemberdayaan ekonomi bagi kawasan bencana, kawasan konflik, kawasan terdepan yang dilakukan melalui banyak sekali jadwal sebagai wujud kepedulian kita kepada masyarakat.


Kegiatan Ibu Negara yang telah menerima ratifikasi dunia:

1. Pada tanggal 31 Juli 2007, Ibu Negara telah diundang sebagai salah satu narasumber pada jadwal UNESCO Regional Conferences In Support of Global Literacy, di Beijing, China.

2. Kegiatan Gerakan Perempuan Indonesia Tanam dan Pelihara 10.000.000 (sepuluh juta) pohon bersama 7 (tujuh) organisasi perempuan Indonesia pada tanggal 1 Desember 2007 menerima penghargaan dari "The United Nations Environment Program" (UNEP) berupa "Certificate of Global Leadership".

3. Ibu Ani juga pernah diundang sebagai pembicara utama dalam jadwal .Wanita Sebagai Pendorong Dalam Menangani Perubahan Iklim., yang merupakan jadwal sampingan dari jadwal COP-13 UNFCCC Bali pada bulan Desember 2007. Ibu Ani juga mendapatkan Global Leadership Award dari UNEP untuk kepemimpinan Ibu Ani dalam jadwal Penanaman dan Perawatan 10.000 pohon di seluruh Indonesia.

4. Pada tanggal 28 Juli 2008, pada jadwal Regional Microcredit Summit 2008, Ibu Negara menerima penghargaan berupa pin emas dari M Yunus (Pemegang nobel perdamaian tahun 2006 dan pendiri Grameen Bank, Bangladesh) alasannya yaitu kesepakatan Ibu Negara yang tanpa henti mendorong dan berbagi UKM dan Kredit Mikro Indonesia melalui jadwal PERKASSA (Program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera) dan Indonesia Kreatif. br />
5. Pada bulan Juli yang akan datang, atas seruan dewan perwakilan rakyat RI dan UNESCO, Ibu Negara akan berpidato di hadapan anggota perlemen Asia Pasific tanggal 7 Juli 2010 wacana jadwal Indonesia Sejahtera.



Ibu Ani juga aktif dalam banyak sekali organisasi, antara lain:

1. Yayasan Taman Bacaan Indonesia (MANCA)
2. "Women International Club" (WIC) Jakarta
3. Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS)
4. Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI)

Pelindung Utama PELINDUNG UTAMA
1. PKK
2. Mutumanikam Nusantara
3. Kebun Binatang Indonesia
4. Ikatan Perancang Kebaya Indonesia untuk Tahun 2009

Pembina Utama
1. Persatuan Istri Veteran Republik Indonesia (PIVERI)
2. Cita Tenun Indonesia (CTI)

Ketua Kehormatan
1. Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia

Ketua Umum
1. Ria Pembangunan


Pembina
1. Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB)


Ketua Dewan Pengarah
1. Program Sosial Indonesia Tersenyum (the Tempo Group)

Ketua Badan Pembina Nasional
1. Mitragender


Duta Nasional dan Icon
1. Duta HIV/AIDS
2. Duta ASI
3. Duta Peningkatan Mutu Perempuan dan Anak
4. Ibu Negara Peduli Autisme
5. Ikon Thalassameia Indonesia untuk tahun 2010

Sabtu, 01 Juni 2019

Kisah Sukses : Pembuat Games Fruit Ninja Melalui Kesederhanaan

Profil Pengusaha Shainiel Deo 


 yang memulai karir dari sebuah perusahaan kecil miliknya sendiri Kisah Sukses :  Pembuat Games Fruit Ninja Melalui Kesederhanaan

Pembuat game Fruit Ninja, Shainiel Deo, yang memulai karir dari sebuah perusahaan kecil miliknya sendiri. Perusahaan milinya fokus membuat game, atau huruf digital berjulukan Halfbrick Studio. Deo tidak pernah berpikir untuk menjadi jutawan.

Tentu tidak, entrepreneur hanya ingin melaksanakan pekerjaannya dangan passion. Dia, entrepreneur 23 tahun, seorang CEO perusahaan asal Australia. Perusahaanya Halfbrick Studio menghasilkan game kasual kelas dunia Fruit Ninja.

Pembuat game Fruit Ninja yang memperlihatkan rasa candu. Kenapa bisa sebab sangat gampang untuk dimainkan dan unik. Game yang fokusnya kepada ketajaman grafik, speed, serta details. Fruit Ninja hanya dijual seharaga 99 sen.

Di April 2010, sejak rilisnya lebih dari 10 juta pengguna telah mendowload game miliknya. Menurut Entertainment Software Association, game kasual mempunyai nilai pelepas stress yang tinggi. Mereka melangsir setidaknya 47persen game yang beredar merupakan game tipe ini.

Mereka mendominasi bisnis serta penjualan tertinggi. Terutama, bagi pengguna iPhone dan iPad yang terus tumbuh. Pemiliki gadget menginginkan game semacam Fruit Ninja. Banyak entrepreneur dan developer berlomba- lomba menjajal peruntungan.

Entrepreneur Game Dunia


Deo memembangun Halbrick di tahun 2001 di Brisbane, Australia, sebuah perusahaan yang dulunya tidak terfokus di game kasual. Mereka lebih sering membuat huruf anak- anak di televisi. Geme tersebut dimainkan di Xbox, Playstation serta aneka macam website; sebuah game umum.

Tetapi, iPhone menaikan nilai game kasual di 2007, membuat Halfbrick mencari jalannya. Halfbrick Studios meluncurkan Fruit Ninja, dan yang terbaru, meluncurkan Age of Zombies.

"Ketika mobile mengambil alih, pasarnya menyatu dengan kekuatan kami," beliau berkata.

App- Store memperlihatkan semacam kebebasan tanpa perantara. Mereka membuat kebebasan dalam pengembangannya designya. Kini, mereka  membuat peluang baginya Halfbrick Studios, sebagai perusahaan kecil.

Perusahaan tersebut berhasil memimpin menjadi multi jutawan. Formula sukses entrepreneur game Fruit Ninja? mudah, game mempunyai detail tetapi bisa meninggalkan jejak- jejak kecil. Game haruslah tidaklah menghabiskan banyak daya baterai.

Deo melihat kedepan juga untuk ponsel Android yang mulai marak. Lainnya, beliau dan perusahaan masih memegang kunci di game flash atau HTML5.

Deo percaya dilema lain cuma ada "bagaimana untuk masuk ke pasar". Dia menyebut segala hal gres segala perihal nexus, cloud computing dan sosial media, dimana Halfbrick perlu mengatur level tersendiri; bagaimana memasarkannya kepada para fans.

Terlihat lebih sulit, Deo kini hanya akan fokus memakai prinsip game kasual; mudah, langsung, membuat candu serta menghibur. Teknologi mobile memperlihatkan ravolusi di pengembangan dari segi bisnisnya.

Dimana Halfbrick Studio tidak lagi mendapat untung dari sekedar penjualan. Mereka bisa menghasilkan dari game gratis yang disuport oleh pengiklan, atau menjual produk virtual menyerupai senjata online.

Yah, Deo berkata penjualan di dalam gamenya sendiri merupakan yang tertinggi.

 "Pengembangan merupakan 50 persen darinya," ucap Deo.

Dia menambahkan lagi,"tetapi jikalau kita ingin sukses, promosi menempati kawasan lebih banyak. Kita harus mempunyai korelasi yang baik antara media dan platform. Kita juga membutuhkan viral video untuk sekedar promosi."

"Kita membutuhkan kontrol menejemen bagi komunitas pendukung untuk saling mempromosikan," ia melanjutkan

Teknologi mobile telah merubah developer berbisnis, menyerupai Halfbrick,  yang bebas mengontrol pendapatannya sendiri. Dulu, setiap orang membutuhkan lisensi serta orang ketiga memasukan ke pasar. Kini mereka bisa melaksanakan pemasaran eksklusif tanpa pihak ketiga.

Mereka bisa menjual tanpa memakai nama besar sebagai pendukung penjualan; bersaing dengan Nintendo, Gameloft, Sega. dll. Yang terpenting mereka bisa mencari celah ceruk peluang dari bisnis kasual.

Jumat, 31 Mei 2019

Inilah Eka Tjipta Wijaya (Pendiri Tjiwi Kimia)

Bersama ibu, saya ke Makassar tahun 1932 pada usia sembilan tahun. Kami berlayar tujuh hari tujuh malam. Lantaran miskin, kami hanya bisa tidur di kawasan paling jelek di kapal, di bawah kelas dek. Hendak makan kuliner enak, tak mampu. Ada uang lima dollar, tetapi tak bisa dibelanjakan, lantaran untuk ke Indonesia saja kami masih berutang pada rentenir, 150 dollar.

Tiba di Makassar, Eka kecil – masih dengan nama Oei Ek Tjhong – segera membantu ayahnya yang sudah lebih dulu tiba dan mempunyai toko kecil. Tujuannya jelas, segera mendapat 150 dollar, guna dibayarkan kepada rentenir. Dua tahun kemudian, utang terbayar, toko ayahnya maju. Eka pun minta Sekolah. Tapi Eka menolak duduk di kelas satu.

Tamat SD, ia tak bisa melanjutkan sekolahnya lantaran dilema ekonomi. Ia pun mulai jualan. Ia keliling kota Makassar, menjajakan biskuit dan kembang gula. Hanya dua bulan, ia sudah mengail keuntungan Rp. 20, jumlah yang besar masa itu. Harga beras saat itu masih 3-4 sen per kilogram. Melihat usahanya berkembang, Eka membeli becak untuk memuat barangnya.

Namun saat usahanya tumbuh subur, tiba Jepang menyerbu Indonesia, termasuk ke Makassar, sehingga usahanya hancur total. Ia menganggur total, tak ada barang impor/ekspor yang bisa dijual. Total keuntungan Rp. 2000 yang ia kumpulkan susah payah selama beberapa tahun, habis dibelanjakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Di tengah keinginan yang nyaris putus, Eka mengayuh sepeda bututnya dan keliling Makassar. Sampailah ia ke Paotere (pinggiran Makassar, kini salah satu pangkalan bahtera terbesar di luar Jawa). Di situ ia melihat betapa ratusan tentara Jepang sedang mengawasi ratusan tawanan pasukan Belanda. Tapi bukan tentara Jepang dan Belanda itu yang menarik Eka, melainkan tumpukan terigu, semen, gula, yang masih dalam keadaan baik. Otak bisnis Eka segera berputar. Secepatnya ia kembali ke rumah dan mengadakan persiapan untuk membuka tenda di bersahabat lokasi itu. Ia merencanakan menjual kuliner dan minuman kepada tentara Jepang yang ada di lapangan kerja itu.

Keesokan harinya, masih pukul empat subuh, Eka sudah di Paotere. Ia membawa serta kopi, gula, kaleng bekas minyak tanah yang diisi air, panggangan kecil berisi arang untuk menciptakan air panas, cangkir, sendok dan sebagainya. Semula alat itu ia pinjam dari ibunya. Enam ekor ayam ayahnya ikut ia pinjam. Ayam itu dipotong dan dibikin ayam putih gosok garam. Dia juga pinjam satu botol wiskey, satu botol brandy dan satu botol anggur dari teman-temannya.
Jam tujuh pagi ia sudah siap jualan. Benar saja, pukul tujuh, 30 orang Jepang dan tawanan Belanda mulai tiba bekerja.

Tapi hingga pukul sembilan pagi, tidak ada pengunjung. Eka memutuskan mendekati bos pasukan Jepang. Eka mentraktir si Jepang makan minum di tenda. Setelah merasakan seperempat ayam komplit dengan kecap cuka dan bawang putih, minum dua teguk whisky gratis, si Jepang bilang joto. Setelah itu, semua anak buahnya dan tawanan diperbolehkan makan minum di tenda Eka. Tentu saja ia minta izin mengangkat semua barang yang sudah dibuang.
Segera Eka mengerahkan belum dewasa sekampung mengangkat barang-barang itu dan membayar mereka 5 – 10 sen. Semua barang diangkat ke rumah dengan becak. Rumah berikut halaman Eka, dan setengah halaman tetangga penuh terisi segala macam barang. Ia pun bekerja keras menentukan apa yang sanggup digunakan dan dijual. Terigu misalnya, yang masih baik dipisahkan. Yang sudah keras ditumbuk kembali dan dirawat hingga sanggup digunakan lagi. Ia pun berguru bagaimana menjahit karung.

Karena waktu itu keadaan perang, maka suplai materi bangunan dan barang keperluan sangat kurang. Itu sebabnya semen, terigu, arak Cina dan barang lainnya yang ia peroleh dari puing-puing itu menjadi sangat berharga. Ia mulai menjual terigu. Semula hanya Rp. 50 per karung, kemudian ia menaikkan menjadi Rp. 60, dan risikonya Rp. 150. Untuk semen, ia mulai jual Rp. 20 per karung, kemudian Rp. 40.

Kala itu ada kontraktor hendak membeli semennya, untuk menciptakan kuburan orang kaya. Tentu Eka menolak, alasannya berdasarkan ia ngapain jual semen ke kontraktor? Maka Eka pun kemudian menjadi kontraktor pembuat kuburan orang kaya. Ia bayar tukang Rp. 15 per hari ditambah 20 persen saham kosong untuk mengadakan kontrak pembuatan enam kuburan mewah. Ia mulai dengan Rp. 3.500 per kuburan, dan yang terakhir membayar Rp. 6.000. Setelah semen dan besi beton habis, ia berhenti sebagai kontraktor kuburan.
Demikianlah Eka, berhenti sebagai kontraktor kuburan, ia berdagang kopra, dan berlayar berhari-hari ke Selayar (Selatan Sulsel) dan ke sentra-sentra kopra lainnya untuk memperoleh kopra murah.

Eka mereguk keuntungan besar, tetapi mendadak ia nyaris gulung tikar lantaran Jepang mengeluarkan peraturan bahwa jual beli minyak kelapa dikuasai Mitsubishi yang memberi Rp. 1,80 per kaleng. Padahal di pasaran harga per kaleng Rp. 6. Eka rugi besar.

Ia mencari peluang lain. Berdagang gula, kemudian teng-teng (makanan khas Makassar dari gula merah dan kacang tanah), wijen, kembang gula. Tapi saat mulai berkibar, harga gula jatuh, ia rugi besar, modalnya habis lagi, bahkan berutang. Eka harus menjual kendaraan beroda empat jip, dua sedan serta menjual pemanis keluarga termasuk cincin kimpoi untuk menutup utang dagang.
Tapi Eka berusaha lagi. Dari perjuangan leveransir dan aneka kebutuhan lainnya. Usahanya juga masih jatuh bangun. Misalnya, saat sudah berkibar tahun 1950-an, ada Permesta, dan barang dagangannya, terutama kopra habis dijarah oknum-oknum Permesta. Modal ia habis lagi. Namun Eka bangun lagi, dan berdagang lagi.

Usahanya gres benar-benar melesat dan tak jatuh-jatuh sehabis Orde Baru, kurun yang berdasarkan Eka, “memberi kesejukkan kurun usaha”. Pria bertangan hambar ini bisa membenahi aneka perjuangan yang tadinya “tak ada apa-apanya” menjadi “ada apa-apanya”. Tjiwi Kimia, yang dibangun 1976, dan berproduksi 10.000 ton kertas (1978) dipacu menjadi 600.000 ton kini ini.
Tahun 1980-1981 ia membeli perkebunan kelapa sawit seluas 10 ribu hektar di Riau, mesin serta pabrik berkapasitas 60 ribu ton. Perkebunan dan pabrik teh seluas 1.000 hektar berkapasitas 20 ribu ton dibelinya pula. Tahun 1982, ia membeli Bank Internasional Indonesia. Awalnya BII hanya dua cabang dengan aset Rp. 13 milyar. Setelah dipegang dua belas tahun, BII kini mempunyai 40 cabang dan cabang pembantu, dengan aset Rp. 9,2 trilyun. PT Indah Kiat juga dibeli. Produksi awal (1984) hanya 50.000 ton per tahun. Sepuluh tahun kemudian produksi Indah Kiat menjadi 700.000 ton pulp per tahun, dan 650.000 ton kertas per tahun. Tak hingga di bisnis perbankan, kertas, minyak, Eka juga merancah bisnis real estate. Ia bangun ITC Mangga Dua, ruko, apartemen lengkap dengan pusat perdagangan. Di Roxy ia bangun apartemen Green View, di Kuningan ada Ambassador.

“Saya Sungguh menyadari, saya bisa menyerupai kini lantaran Tuhan Maha Baik. Saya sangat percaya Tuhan, dan selalu ingin menjadi hamba Nya yang baik,” katanya mengomentari semua suksesnya kini.


Prinsip Eka Tjipta
"Hematlah..." tambahnya. Ia menyarankan, kalau hendak menjadi pengusaha besar, belajarlah mengendalikan uang. Jangan keuntungan hanya Rp. 100, belanjanya Rp. 90. Dan kalau untung Cuma Rp. 200, jangan coba-coba belanja Rp. 210,” Waahhh, itu cilaka betul,” katanya.

Saya juga pernah kerja non-stop 26 jam tanpa tidur.

Tapi berdasarkan saya kesulitan apa pun yang kita hadapi, asal kita punya keinginan untuk berjuang, niscaya semua kesulitan bisa diatasi.

Jujur, menjaga kredibilitas, tanggung jawab, baik terhadap keluarga, pekerjaan maupun terhadap sosial. Hidup hemat dan tidak berfoya-foya. Bila kita hidup hemat, uang yang ditabung bisa digunakan untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Dan, kita harus sebisa mungkin berusaha membantu orang lain yang kurang mampu, tanpa diskriminasi. Kemanusiaan itu tidak pandang bulu.

Di dalam agama diajarkan bahwa saat asisten memberi, tangan kiri tidak perlu tahu. Ketika saya berbuat kebajikan dengan membantu orang lain, saya tidak takut kelakuan saya ini tidak dikenal orang, biarkan Tuhan saja yang tahu.

Selasa, 28 Mei 2019

Inilah Sejarah Singkat Alat Tulis Pensil

Pensil ialah alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni. Penulisan dilakukan dengan menggoreskan grafit tersebut ke atas media. Namun grafit murni cenderung gampang patah, terlalu lembut, menawarkan dampak kotor ketika media bergesekan dengan tangan, dan mengotori tangan ketika dipegang. Karena itu kemudian diciptakan gabungan grafit dengan tanah liat semoga komposisinya lebih keras. Selanjutnya komposisi gabungan ini dibalut dengan kertas atau kayu.

Penggunaan timbal dan grafit sudah dimulai semenjak zaman Yunani. Keduanya menawarkan dampak tabrakan abu-abu, walaupun grafit sedikit lebih hitam. Grafit sangat jarang digunakan hingga kemudian pada tahun 1564 ditemukan kandungan grafit murni dalam jumlah besar di Borrowdale, sebuah lembah di Lake District, Inggris bab utara. Meskipun kelihatan menyerupai kerikil bara, mineral tersebut tidak sanggup terbakar, dan meninggalkan bekas berwarna hitam mengilap, serta gampang dihapus di atas permukaan yang sanggup ditulisi.

Pada masa ini istilah grafit masih disalahartikan dengan timah, timah hitam, dan plumbago, artinya “seperti timah” mengingat sifatnya yang hampir sama. Karena itu istilah lead pencil (pensil timah) masih digunakan hingga sekarang. 


Karena teksturnya berminyak, bongkahan dibungkus dengan kulit domba atau belahan kecil timah berbentuktongkat dibebat dengan tali. Tidak seorang pun tahu siapa yang mula-mula mempunyai wangsit untuk memasukkan timah hitam ke dalam wadah kayu, tetapi pada tahun 1560-an, pensil yang primitif sudah hingga di benua Eropa.

Tak usang kemudian, timah hitam ditambang dan diekspor untuk memenuhi ajakan para seniman; dan pada kurun ke-17, sanggup dikatakan timah hitam telah digunakan di mana-mana. Pada waktu yang sama, para pembuat pensil bereksperimen dengan timah hitam untuk menghasilkan alat tulis yang lebih baik. Karena murni serta gampang diekstrak, timah hitam dari Borrowdale menjadi incaran pencuri dan pedagang gelap.

Untuk mengatasinya, Parlemen Inggris mengeluarkan undang-undang pada tahun 1752 yang menetapkan bahwa pencuri timah hitam sanggup dipenjarakan atau dibuang ke suatu koloni narapidana.



Namun pada tahun 1779, spesialis kimia Carl W. Scheele meneliti dan menyimpulkan bahwa grafit mempunyai sifat kimiawi yang jauh berbeda dengan timbal. Grafit ialah komposisi molekul karbon murni yang lunak. Akhirnya pada tahun 1789, hebat Geologi Jerman, Abraham G. Werner menawarkan nama grafit, yang berasal dari perkataan Yunani graphein, yang berarti menulis. Jadi, isi pensil bukan timah.

Perkembangan
Selama bertahun-tahun, grafit Inggris memonopoli industri pembuatan pensil alasannya ialah cukup murni untuk digunakan tanpa perlu diproses lagi. Karena grafit Eropa kurang bermutu, pabrik-pabrik pensil di sana bereksperimen dengan aneka macam cara untuk memperbaiki isi pensil. 


Insinyur Prancis Nicolas-Jacques Conté mencampur bubuk grafit dengan tanah liat, membentuk gabungan itu menjadi batang-batang, dan membakarnya dalam perapian. Dengan mengubah-ubah perbandingan grafit terhadap tanah liat, ia sanggup menciptakan isi pensil yang menghasilkan aneka macam gradasi warna hitam, proses yang digunakan hingga sekarang.

Pada kurun ke-19, pembuatan pembuatan pensil menjadi bisnis besar. Grafit ditemukan di beberapa tempat, termasuk Siberia, Jerman, dan yang kini disebut Republik Ceko. Di Jerman dan kemudian di Amerika Serikat, sejumlah pabrik dibuka. Mekanisasi dan produksi massal menekan harga, dan pada awal kurun ke-20, bahkan bawah umur sekolah memakai pensil.


Awalnya pensil grafit diberi balutan kertas yang dirobek sesuai impian pemakainya. Namun kemudian ditemukan cara lebih mudah dan efisien dengan menyelimuti seluruh batang grafit dengan dua bilah kayu yang ditoreh untuk menyediakan kawasan bagi batang grafit dan kemudian disatukan. Rautan pensil sebagai pemanis alat tulis. Peraut mekanis mempermudah pengguna ketika meraut pensil.

Grafit murni mungkin lebih disukai seniman alasannya ialah karakteristiknya yang lebih lugas. Namun untuk penggunaan sehari-hari, diharapkan grafit yang berkualitas lebih rendah semoga lebih fleksibel. Pada tahun 1795, hebat kimia Perancis, Nicolas Jacques Conté, menemukan cara mencampur grafit dengan tanah liat semoga dihasilkan pensil yang lebih baik dan praktis. Salah satu produk turunannya ialah pensil Konte.

Rautan pensil sebagai pemanis alat tulis



Pada 30 Maret 1858 Hymen Lipman dari Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat mematenkan pensil dengan ujung penghapus. Namun kemudian paten ini dibatalkan dengan alasan sebanenarnya tidak ada inovasi hal gres dari pensil tersebut. Peraut mekanik ditemukan pada tahun 1880 dan dengan cepat menjadi sangat populer.


Sabtu, 25 Mei 2019

Inilah Sejarah Sepak Bola

Berbicara perihal olahraga Sepak Bola, tentunya satu hal yang terlintas di benak kita yakni sebuah olahraga termurah yang paling digemari oleh banyak sekali kalangan di hampir seluruh pelosok dunia yang dimainkan oleh banyak sekali jenis usia baik bau tanah maupun muda. Salah satu jenis olahraga murah meriah yang sangat ‘merakyat’ di dunia ini. Kurang pas rasanya kalau kita bermain sepak bola tanpa mengetahui sejarah awal mula dan asal muasal permainan atau olahraga ini, kebanyakan orang menerka lahirnya sepak bola ini berasal dari Negara Inggris. Pada dasarnya, banyak sekali banyak sekali golongan dan individu yang mengutarakan asal muasal dari sepak bola.

Seorang pakar sejarah sepak bola misalnya, Bill Muray, menuliskan sebuah buku The World Game: A History of Soccer menyampaikan bahwa sepak bola sudah dimainkan semenjak awal Masehi, orang-orang di era Mesir Kuno telah mengenal permainan ini dengan cara membawa dan menendang bola yang terbuat dari buntalan kain linen. Kemudian, dalam sejarah Yunani Purba mencatatkan juga terdapat sebuah permainan yang disebut Episcuro (permainan dengan memakai bola) sebutan mereka untuk permainan sepak bola ini terbukti dari gambar relief pada dinding museum yang mengisahkan perihal seorang anak muda yang sedang memegang bola bundar dan memainkannya dengan pahanya. Terdapat juga sebuah versi sejarah kuno perihal asal muasal sepak bola lainnya yang berasal dari Negeri Sakura, Jepang, semenjak kurun ke 8, masyarakat Jepang menyebutnya dengan sebutan Kemari (bola yang dipakai terbuat dari kulit kijang yang ditengah-tengahnya terdapat lubang yang berisi udara).

Dikarenakan banyaknya versi dan bermacam-macam pendapat dari banyak sekali kalangan inilah maka pada awal tahun 1900-an  atau tepatnya tahun 1904, didirikanlah sebuah organisasi tertinggi sepak bola dunia atau yang kita kenal sebagai FIFA. Secara resmi pun FIFA menyatakan bahwa olahraga sepak bola pada awalnya berasal dari daratan Cina yaitu tepatnya pada kurun ke-2 sampai kurun ke-3 SM pada masa pemerintahan Dinasti Han, pada waktu itu dikenal dengan sebutan ‘Tsu-chu’  (Tsu yang artinya menerjang bola dengan kaki, sedangkan chu mempunyai arti bola dari kulit dan berisi) ibarat yang dikutip pada sebuah blog.

Sesungguhnya sepak bola memang telah ditemukan semenjak 3000 tahun yang kemudian di banyak sekali pelosok dunia namun dalam bentuk yang berbeda-beda. Jika kelahiran sepak bola modern memang pertama kalinya lahir di Inggris yang biasanya di gunakan sebagai olahraga ‘perang’ yang terjadi pada tahun 1863 pada sebuah pertemuan di Freemason’s Tavern, kemudian dibentuklah sebuah asosiasi sepak bola Inggris yang berjulukan Football Association (FA) yang sampai ketika ini berfungsi untuk menciptakan aturan-aturan yang sah dalam olahraga sepak bola sehingga olahraga ini menjadi menarik dan sangat digemari banyak sekali kalangan dan selanjutnya pada tahun 1886 dibuat lagi sebuah asosiasi untuk mengeluarkan peraturan sepak bola modern seluruh dunia yang disebut International Football Association Board (IFAB) ibarat dikutip dalam sebuah situs shalimow.com.

Menurut sumber di wikipedia, di Indonesia sendiri sejarah olahraga ini diawali dengan lahirnya sebuah organisasi Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta pada 19 April 1930 yang dipimpin oleh Soeratin Sosrosoegondo yang disebutkan bahwa olahraga ini di kenalkan ketika masa penjajahan Belanda. Sosok Soeratin lah yang telah menciptakan olahraga ini berkembang pesat di Indonesia, bahkan demi menghargai jasanya diadakan kejuaraan sepak bola Piala Soeratin (Soeratin Cup) mulai tahun 1966an yang sampai ketika ini menimbulkan olahraga sepak bola menjadi populer dan sangat digemari oleh hampir seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Baca Juga

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
close
Banner iklan   disini