Berbagi Cerita - Kisah Sukses

Asalamualaikum Wr, Wb. Hidup hanya sekali dan tidak akan berulang untuk ke duakalinya di bumi yang sama ini, Lalu apa tujuan hidup Kita? bagaimana kita menghadapinya untuk bisa mencapai cita-cita kita? dan jalan apa yang harus kita tempuh untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. Disini saya mencari artikel-artikel tentang kisah orang-orang yang telah sukses meniti karirnya dibidanganya masing-masing. Semoga ini bisa menjadi Inspirasi untuk kita semua dalam menjalani hidup didunia ini. Walaupun terkadang banyak sekali rintangan yang kita hadapi tetapi hendaklah kita bersabar untuk menjalaninya agar hidup kita menjadi lebih baik dan dari hari-hari sebelumnya, (baca dan resapi kisah perjuanganya, kemudian lakukan yang terbaik dalam hidup anda)Salam kenal dari Saya

Rabu, 22 Mei 2019

Inilah Nyonya Meneer


Nyonya Meneer, perempuan keturunan Tionghoa kelahiran Sidoarjo tahun 1895 ini terlahir sebagai Lauw Ping Nio. Nama Meneer yang disandangnya bukan lantaran ia ialah istri seorang meneer Belanda, melainkan berasal dari nama beras menir, yaitu sisa butir halus penumbukan padi. Saat masih berada dalam kandungan, ibunya mengidam dan memakan beras ini sehingga anak ketiga dari lima bersaudara ini lalu diberi nama Menir. Karena efek bahasa Belanda, kata menir alhasil ditulis menjadi "Meneer".

Meneer lalu menikah dengan seorang laki-laki asal Surabaya berjulukan Ong Bian Wan. Setelah menikah, ia diboyong sang suami pindah ke Semarang, Jawa Tengah. Di awal abad-20, rakyat Indonesia berada di masa-masa yang amat memprihatinkan jawaban perlakuan kejam pemerintah kolonial Belanda. Suami Nyonya Meneer pun tak luput menjadi korbannya, ia jatuh sakit dan sulit sembuh. Namun justru ketika berada di tengah keterbatasan dan keprihatinan itulah, Nyonya Meneer menerangkan talenta dan kepiawaiannya meracik jamu. Ternyata ramuan itu mujarab padahal banyak sekali pengobatan tidak bisa memulihkan kondisi suami tercinta.

Setelah suaminya berhasil sembuh, ia semakin bersemangat untuk mengasah dan mempraktikan ilmu dan pengetahuan meracik jamu yang merupakan warisan dari orang tuanya. Nyonya Meneer yang ringan tangan dan sangat peduli pada orang-orang di sekitarnya ini dengan bahagia hati meracik jamu untuk keluarga, tetangga, kerabat maupun masyarakat sekitar yang demam, sakit kepala, masuk angin dan banyak sekali penyakit ringan lainnya. Sebagian besar dari mereka mengaku puas sehabis mencicipi khasiat jamu buatan Nyonya Meneer.

Seiring berjalannya waktu, Meneer semakin percaya diri meramu rempah-rempah dan tanaman mempunyai kegunaan lainnya. Perlahan namun pasti, jamu racikannya mulai merambah ke kota-kota lain di sekitar Semarang. Semakin banyak pula undangan yang tiba padanya untuk mengantarkan sendiri jamu racikannya itu. Kesibukan Nyonya Meneer di dapur tidak memungkinkan untuk memenuhi undangan itu. Dengan berat hati ia minta maaf dan sebagai gantinya, ia mencantumkan fotonya pada kemasan jamu buatannya. Tak ada yang keberatan, tak ada pula yang menerka bahwa di lalu hari, jamu dengan potret seorang 
perempuan ini begitu melegenda dan masih dipertahankan sampai sekarang sebagai simbol perusahaan.

Berbekal perabotan dapur biasa, perjuangan keluarga ini terus memperluas tempat penjualan. Hingga akhirnya, pada tahun 1919, demi mendukung kemampuan mengagumkan ibu empat anak ini dalam menolong orang lain dengan racikan jamunya yang mempunyai kegunaan tersebut, suami dan keluarganya mendukung pendirian sebuah perjuangan yang dinamai "Jamu Cap Potret Nyonya Meneer" di Semarang.

Untuk memperlihatkan pelayanan terbaik pada pelanggannya, Meneer juga membuka toko di Jalan Pedamaran 92, Semarang. Dengan sumbangan anak-anaknya, perusahaan itu terus berkembang pesat. Jamu Nyonya Meneer tercatat mulai merambah pasar Jakarta dikala putrinya yang berjulukan Nonnie pada tahun 1940 memutuskan untuk hijrah ke Jakarta dan membuka gerai Nyonya Meneer, di Jalan Juanda, Pasar Baru, yang merupakan salah satu sentra acara ekonomi. Jamu yang tadinya muncul dari keterbatasan dan keprihatinan ini pun masuk ke ibukota dan meluas sampai ke seluruh penjuru negeri.

Pada tahun 1967, Nyonya Meneer duduk sebagai 
Direktur Utama, meskipun secara formal perusahaan dipercayakan kepada salah satu putranya, Hans Ramana. Sedangkan tiga anak lainnya yakni Lucy Saerang, Marie Kalalo, dan Hans Pangemanan diangkat menjadi anggota dewan komisi perusahaan. Sementara itu, untuk model administrasi masih mengikuti model yang diajarkan sang pendiri yang berorientasi pada laba besar. Perusahaan juga masih memakai sistem pengelolaan yang sederhana dan tradisional.

Memasuki dekade 1970-an, persaingan di industri jamu mulai ketat. Banyak pesaing Nyonya Meneer yang bermunculan di pasar. Pertarungan sengit antar produsen jamu dari segi harga, peluncuran jenis produk yang serupa, sampai pertarungan untuk memperebutkan pangsa pasar terlihat sangat kentara pada masa itu. Dua perusahaan yang merupakan pesaing bergairah bagi jamu Cap Nyonya Meneer ialah PT Sido Muncul dan PT Air Mancur.

Oleh alasannya ialah itu, perusahaan Jamu Cap Nyonya Meneer yang awalnya hanya mengandalkan produk minuman jamu ibarat temulawak, abadi ayu, dan jamu habis bersalin, lambat laun mulai melaksanakan diversifikasi produk biar tidak tergilas roda persaingan usaha. Untuk memperkaya varian yang sudah ada, diciptakanlah beberapa jenis produk yang lain ibarat minyak pijat, pengharum badan, scrubb untuk mandi, bedak wajah, param, sampai buste cream. Produk perusahaan Nyonya Meneer sebagian besar merupakan produk untuk kepentingan 
wanita. Terdapat 254 merek mencakup 120 macam produk berbentuk pil, kapsul, serbuk, dan cairan dan terbagi dalam tiga jenis, untuk perawatan tubuh, kecantikan, dan penyembuhan. Semua produk itu dipasarkan ke daerah-daerah di seluruh penjuru Tanah Air. Di tangan ibu dan anak, Nyonya Meneer dan Hans Ramana, perusahaan jamu ini berkembang pesat.

Nyonya Meneer meninggal dunia di tahun 1978, menyusul kepergian putranya Hans yang meninggal terlebih dahulu pada tahun 1976. Operasional perusahaan lalu diteruskan oleh generasi ketiga yakni kelima cucu Nyonya Meneer. Keperkasaan dan kecemerlangan prestasi perusahaan yang mencapai perjuangan hampir 1 kala ini juga sempat diwarnai kisah perseteruan internal yang khas terjadi dalam sebuah perusahaan keluarga.

Konflik keluarga itu berawal di tahun 1985, dikala terjadi perseteruan di antara kelima orang cucu pewaris tahta perusahaan yang belakangan berubah nama menjadi PT. Nyonya Meneer itu. Imbasnya, ratusan karyawan kurang diperhatikan. Bahkan Cosmas Batubara, 
Menteri Tenaga Kerja dikala itu ikut turun tangan menjadi penengah. Konflik kedua terjadi semenjak tahun 1989 sampai 1994, yang berujung pelepasan saham anggota keluarga pada 1995. Kini perusahaan murni dimiliki dan dikendalikan salah satu cucu Nyonya Meneer yaitu Charles Saerang. Sedangkan keempat orang saudaranya menentukan untuk berpisah sehabis mendapatkan bab masing-masing.

Kasus perusahaan keluarga Nyonya Meneer itu lalu dibukukan sebagai studi kasus, versi bahasa Inggrisnya dipublikasikan Equinox dan dipergunakan sebagai studi masalah ilmu pemasaran dan administrasi di sejumlah universitas di Amerika. Buku yang berjudul "
bisnis Keluarga: Studi Kasus Nyonya Meneer, Sebagai Salah Satu Perusahaan Obat Tradisional di Indonesia yang Tersukses" (Family Business: A Case Study of Nyonya Meneer, One of Indonesia's Most Successful Traditional Medicine Companies) diluncurkan di Puri Agung, Hotel Sahid Jaya Jakarta bertepatan dengan perayaan 88 tahun berdirinya Perusahaan Nyonya Meneer.

Penerbitan buku yang menceritakan PT Nyonya Meneer dari perjuangan minoritas menjadi lebih banyak didominasi dan konflik yang terjadi di perusahaan keluarga ini kabarnya sempat ditentang oleh keturunan Meneer lantaran secara terang menceritakan seni administrasi pemasaran produk jamu tradisional itu sampai merambah ke banyak sekali belahan dunia.

Pada 18 Januari 1984 didirikan Museum jamu Nyonya Meneer di Semarang yang sekaligus menjadi museum jamu pertama di Indonesia. Pendirian museum ini selain ditujukan sebagai cagar budaya, juga merupakan sentra informasi, pendidikan, promosi, serta sebagai media untuk melestarikan warisan budaya tradisional, wacana jamu yang mempunyai kegunaan dimana semua bahannya didapat dari Tanah Air.



Museum yang menempati lahan seluas 150 m² ini menyimpan banyak sekali koleksi benda budaya wacana jamu serta koleksi eksklusif Nyonya Meneer berupa foto-foto dan sejarah cara pembuatan jamu dengan memakai alat-alat tradisional, ibarat lumpang dan alu, pepesan, cuwo, panel dan bothekan yakni tempat menyimpan resep orisinil ramuan jamu. Pengunjung juga sanggup menyaksikan pemutaran slide wacana tata cara proses pembuatan jamu serta sanggup mencoba Jamu Nyonya Meneer. Untuk mengunjungi museum yang dibagi menjadi dua bab ini, pengunjung tidak dipungut biaya.


Kini, PT. Nyonya Meneer telah dianggap sebagai ikon industri nasional jamu dan kosmetik tradisional terbesar dan tertua di Tanah Air. Pemasaran pun mulai dilakukan secara modern diubahsuaikan dengan perkembangan zaman. Salah satunya dengan mendirikan Meneer Cafe di Jalan Hasanuddin, Solo, yang dikala ini sudah mulai bertebaran di beberapa sentra perbelanjaan. Perusahaan tersebut juga telah melebarkan sayapnya ke pasar internasional dengan berusaha memenuhi undangan ekspor ke sejumlah negara. Pada tahun 2006, PT Nyonya Meneer berhasil memperluas pemasaran ke Taiwan sebagai bab perluasan perusahaan ke pasar luar negeri sehabis sebelumnya berhasil memasuki Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Australia, Belanda, Arab Saudi dan Amerika Serikat.

sumber : kakus

Minggu, 19 Mei 2019

Inilah Sejarah Bendera Merah Putih Indonesia


Dalam sejarah Indonesia terbukti, bahwa Bendera Merah Putih dikibarkan pada tahun 1292 oleh tentara Jayakatwang ketika berperang melawan kekuasaan Kertanegara dari Singosari (1222-1292). Sejarah itu disebut dalam goresan pena bahwa
Jawa kuno yang menggunakan tahun 1216 Caka (1254 Masehi), menceritakan ihwal perang antara Jayakatwang melawan R. Wijaya.

Mpu Prapanca di dalam buku karangannya Negara Kertagama mencerirakan ihwal digunakannya warna Merah Putih dalam upacara hari kebesaran raja pada waktu pemerintahan Hayam Wuruk yang bertahta di kerajaan Majapahit tahun 1350-1389 M. Menurut Prapanca, gambar-gambar yang dilukiskan pada kereta-kereta raja-raja yang menghadiri hari kebesaran itu majemuk antara lain kereta raja puteri Lasem dihiasi dengan gambar buah meja yang berwarna merah. Atas dasar uraian itu, bahwa dalam kerajaan Majapahit warna merah dan putih merupakan warna yang dimuliakan.

Dalam suatu kitab tembo alam Minangkabau yang disalin pada tahun 1840 dari kitab yang lebih renta terdapat ambar bendera alam Minangkabau, berwarna Merah Putih Hitam. Bendera ini merupakan pusaka peninggalan jaman kerajaan Melayu Minangkabau dalam periode ke 14, ketika Maharaja Adityawarman memerintah (1340-1347). Warna Merah = warna hulubalang (yang menjalankan perintah) Warna Putih = warna agama (alim ulama) Warna Hitam = warna budpekerti Minangkabau (penghulu adat) – Warna merah putih dikenal pula dengan sebutan warna Gula Kelapa. Di Kraton Solo terdapat pusaka berbentuk bendera Merah Putih peninggalan Kyai Ageng Tarub, putra Raden Wijaya, yang menurunkan raja-raja Jawa.

Dalam tebas tanah Jawa yang berjulukan babad Mentawis (Jilid II hal 123) disebutkan bahwa Ketika Sultan Agung berperang melawan negeri Pati. Tentaranya bernaung di bawah bendera Merah. Sultan Agung memerintah tahun 1613-1645.

Di serpihan kepulauan lain di Indonesia juga menggunakan bendera merah putih. Antara lain, bendera perang Sisingamangaraja IX dari tanah Batak pun menggunakan warna merah putih sebagai warna benderanya , bergambar pedang kembar warna putih dengan dasar merah menyala dan putih. Warna merah dan putih ini ialah bendera perang Sisingamangaraja XII. Dua pedang kembar melambangkan piso gaja dompak, pusaka raja-raja Sisingamangaraja I-XII.

Ketika terjadi perang di Aceh, pejuang – pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul-umbul dengan warna merah dan putih, di serpihan belakang diaplikasikan gambar pedang, bulan sabit, matahari, dan bintang serta beberapa ayat suci Al Quran.
Di jaman kerajaan Bugis Bone,Sulawesi Selatan sebelum Arung Palakka, bendera Merah Putih, ialah simbol kekuasaan dan kebesaran kerajaan Bone.Bendera Bone itu dikenal dengan nama Woromporang.

Pada umumnya warna Merah Putih merupakan lambang keberanian, kewiraan sedangkan warna Putih merupakan lambang kesucian.



Merah Putih Pada Abad 20

Bendera Merah Putih berkibar untuk pertama kali dalam periode XX sebagai lambang kemerdekaan ialah di benua Eropa. Pada tahun 1922 Perhimpunan Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih di negeri Belanda dengan kepala banteng ditengah-tengahnya. Tujuan perhimpunan Indonesia Merdeka semboyan itu juga dipakai untuk nama majalah yang diterbitkan.


Pada tahun 1924 Perhimpunan Indonesia mengeluarkan buku peringatan 1908-1923 untuk memperingati hidup perkumpulan itu selama 15 tahun di Eropa. Kulit buku peringatan itu bergambar bendera Merah Putih kepala banteng.

Dalam tahun 1927 lahirlah di kota Bandung Partai Nasional Indonesia (PNI) yang mempunyai tujuan Indonesia Merdeka. PNI mengibarkan bendera Merah Putih kepala banteng.
Pada tanggal 28 Oktober 1928 berkibarlah untuk pertama kalinya bendera merah putih sebagai bandera kebangsaan yaitu dalam Konggres Indonesia Muda di Jakarta. Sejak itu berkibarlah bendera kebangsaan Merah Putih di seluruh kepulauan Indonesia.



Sang saka merah putih di bumi Indonesia

Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang dibuat pada tanggal 9 Agustus 1945 mengadakan sidang yang pertama dan memutuskan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia yang kemudian dikenal sebagai Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945).


Dalam Undang-Undang Dasar 1945, Bab I, pasal I, ditetapkan bahwa Negara Indonesia ialah Negara kesatuan yang berbentuk Republik. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 35 ditetapkan pula bahwa bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih. Dengan demikian , semenjak ditetapkannya Undang-Undang Dasar 1945 , Sang Merah Putih merupakan bendera kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sang Saka Merah Putih merupakan julukan kehormatan terhadap bendera Merah Putih negara Indonesia. Pada mulanya sebutan ini ditujukan untuk bendera Merah Putih yang dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, ketika Proklamasi dilaksanakan. Tetapi selanjutnya dalam penggunaan umum, Sang Saka Merah Putih ditujukan kepada setiap bendera Merah Putih yang dikibarkan dalam setiap upacara bendera.

Bendera pusaka dibuat oleh Ibu Fatmawati, istri Presiden Soekarno, pada tahun 1944. Bendera berbahan katun Jepang (ada juga yang menyebutkan materi bendera tersebut ialah kain wool dari London yang diperoleh dari seorang Jepang. Bahan ini memang pada ketika itu dipakai khusus untuk menciptakan bendera-bendera negara di dunia sebab populer dengan keawetannya) berukuran 276 x 200 cm. Sejak tahun 1946 hingga dengan 1968, bendera tersebut hanya dikibarkan pada setiap hari ulang tahun kemerdekaan RI. Sejak tahun 1969, bendera itu tidak pernah dikibarkan lagi dan hingga ketika ini disimpan di Istana Merdeka. Bendera itu sempat sobek di dua ujungnya, ujung berwarna putih sobek sebesar 12 X 42 cm. Ujung berwarna merah sobek sebesar 15x 47 cm. Lalu ada bolong-bolong kecil sebab jamur dan gigitan serangga, noda berwarna kecoklatan, hitam, dan putih. Karena terlalu usang dilipat, lipatan-lipatan itu pun sobek dan warna di sekitar lipatannya memudar.

Setelah tahun 1969, yang dikerek dan dikibarkan pada hari ulang tahun kemerdekaan RI ialah bendera duplikatnya yang terbuat dari sutra. Bendera pusaka turut pula dihadirkan namun ia hanya ‘menyaksikan’ dari dalam kotak penyimpanannya.



Makna Bendera Merah Putih

Bendera Indonesia mempunyai makna filosofis. Merah berarti berani, putih berarti suci. Merah melambangkan tubun utama dalam kuliner Indonesia, terutama di pulau Jawa. Ketika Kerajaan Majapahit berjaya di Nusantara, warna panji-panji yang dipakai ialah merah dan putih (umbul-umbul kakak putih). Sejak dulu warna merah dan putih ini oleh orang Jawa dipakai untuk upacara selamatan kandungan bayi sehabis berusia empat bulan di dalam rahim berupa bubur yang diberi pewarna merah sebagian. Orang Jawa percaya bahwa kehamilan dimulai semenjak bersatunya unsur merah sebagai lambang ibu, yaitu darah yang tumpah ketika sang jabang bayi lahir, dan unn utama dalam kuliner Indonesia, terutama di pulau Jawa. 

Ketika Kerajaan Majapahit berjaya di Nusantara, warna panji-panji yang dipakai ialah merah dan putih (umbul-umbul kakak putih). Sejak dulu warna merah dan putih ini oleh orang Jawa dipakai untuk upacara selamatan kandungan bayi sehabis berusia empat bulan di dalam rahim berupa bubur yang diberi pewarna merah sebagian. Orang Jawa percaya bahwa kehamilan dimulai semenjak bersatunya unsur merah sebagai lambang ibu, yaitu darah yang tumpah ketika sang jabang bayi lahir, dan unsur putih sebagai lambang ayah, yang ditanam di gua garba.

dikutip dari aneka macam sumber

Kamis, 16 Mei 2019

Inilah Ronny Lukito Pembuat Brand Eiger

EIGER didirikan oleh Ronny Lukito seorang pengusaha tas yang lahir pada tanggal 15 Januari 1962 di Bandung, Ronny Lukito yakni anak ketiga dari enam bersaudara. Ia satu-satunya anak pria yang lainnya yakni wanita dalam keluarga pasangan Lukman Lukito – Kumiasih. Ronny berdarah adonan Buton, Sumatera dan Jakarta itu mempunyai orang bau tanah yang menyambung hidup dengan cara berjualan tas. Ronny Lukito yakni seorang anak dari keluarga yang memprihatinkan . Orangtuanya bukanlah dari kaum berada. Di masa remajanya Ronny tinggal di Bandung. Dia yakni sebuah sosok cowok yang rajin dan tekun, ia bukan seorang lulusan perguruan tinggi tinggi negeri ataupun perguruan tinggi tinggi swasta favorit, ia hanyalah seorang lulusan STM (Sekolah Teknologi Menengah).

Sebenarnya ia sangat ingin sekali melanjutkan studinya di salah satu perguruan tinggi tinggi swasta terfavorit di Bandung, namun keinginannya itu tidak menjadi kenyataan lantaran terbentur dilema keuangan. Semenjak bersekolah di STM Ronny terbiasa berjualan susu yang dibungkus dengan plastik kecil, diikat dengan karet dan lalu ia jual ke rumah-rumah tetangga dengan sepeda motor miliknya. Masa sampaumur Ronny di Bandung dilewati dengan penuh kesederhanaan dan kerja keras yang jauh dari kehidupan serba ada. Hidup ditengah keluarga yang pas-pasan, tidak menciptakan Ronny mengalah pada keadaan. Orang tuanya yang mempunyai toko kecil khusus menjual tas, menciptakan Ronny terbiasa melihat secara pribadi proses produksi sebuah tas. Bahkan Ia beserta saudaranya sering terjun pribadi membantu orangtuanya dalam menjalankan bisnis tersebut. Dari mulai proses packing tas, merapikan tas-tas yang di display, serta menjadi kasir ketika ada pembeli yang membayar. Pengalaman itulah yang menjadi langkah awal Ronny untuk membuka Peluang bisnis tas, mengikuti jejak kedua orang tuanya. Saat masih sampaumur sebetulnya Ronny tak berpikiran untuk menjadi pengusaha. Ayahnya pun tak pernah mengarahkan Ronny semoga menjadi pengusaha. Namun setamat STM, ia harus berpikir realistis dalam melihat perekonomian keluarga. Ia kan memprioritaskan membantu orangtuanya jualan di toko.


Sejak tahun 1976, ketika Ronny duduk di kursi STM, toko ayahnya tersebut mulai menjual tas hasil karya sendiri. Saat itu merek tas produknya berjulukan Butterfly. Nama ini diambil dari merek mesin jahit buatan China yang mereka pakai. Ronny sendiri membantu membeli materi ke toko tertentu atau mengantarkan barang dagangan ke pelanggan mereka. Malahan, sebelum berangkat sekolah, Ronny jualan susu. Setelah pulang sekolah, Ronny kerja di bengkel motor sebagai montir. Jiwa entrepreneur yang dimilikinya semenjak duduk dibangku sekolah, menciptakan lelaki kelahiran Bandung ini gampang menyerap ilmu dari ayahnya. Tak usang sehabis bekerja di toko milik sang ayah, Ia pun memulai peluang bisnis pembuatan tas sendiri. 

Tahun 1979, Ronny ingin kuliah, menyerupai impiannya selama ini. Namun ia melihat bahwa orangtuanya tidak mampu membiayai dirinya kuliah.  Oleh alasannya itu, ia membantu perekonomian keluarga. Ronny mulai menyebarkan bisnis tersebut. ia mulai memasukkan tasnya ke Matahari. Meski hanya mendapat order sedikit Ronny kembangkan usahanya terus menerus. Dengan modal kurang dari satu juta rupiah, Ronny membeli dua mesin jahit, peralatan jahit, dan sedikit materi baku pembuatan tas. Dibantu dengan satu orang pegawai berjulukan Mang Uwon, Ronny memproduksi tas. sekitar tahun 83-84 Ronny berkeinginan memasukkan produk ke Matahari, ketika di awal awal mengajukan sebagai pemasok itu, Ronny ditolak terus oleh bab pembelian, gres hingga mengajukan ke 13, permohonan ronny memasukkan Produk tasnya diterima, ketika itu pun, nilai tas yang dijual tidak hingga 300 ribu.

Ronny terjun sendiri ke daerah-daerah untuk mencari mitra-mitra pengecer gres guna membuka pasar baru. Ia rajin keliling daerah. Dia membuang kemalasan dan sadar bahwa masa depannya ditentukan pada momen itu. Dia berangkat ke kota-kota lain untuk mempromosikan dan membangun jaringan pemasaran. Walaupun masih dalam tahap awal memulai usaha, ia merasa tidak begitu menguasai pengetahuan dunia usaha dan pemasaran sehingga ia putuskan untuk memakai jasa seorang konsultan. Ronny banyak berguru secara privat mengenai pengetahuan administrasi dan juga mengambil kursus administrasi keuangan. Bila ada seminar atau kursus yang menurutnya bagus, Ronny juga berusaha untuk menghadirinya. Membaca buku-buku yang relevan untuk pengembangan diri juga terus dilakukan.

Pada tahun 1984, alhasil Ronny membeli rumah perhiasan seluas 600m2 untuk menambah ruang produksinya. 2 tahun lalu tahun 1986 Ronny membeli tanah seluas 6000m2 untuk menambah lagi ruang produksi. Setelah menikah tahun 1986, ia merekrut marketing professional. Dengan usaha yang gigih dan tak mengenal lelah, ia mengetahui peluang pasar lantaran ia tahu persis luar dalam bisnis tas ini termasuk hal-hal di lapangan, ia tahu hambatan apa saja dan lika liku di lapangan. Akhirnya impian Ronny untuk menjadi pemain terbesar di dalam bisnis tas tercapai. Mulai dari Matahari, Ramayana, Gunung Agung, Gramedia, dan dept. store besar lainnya menjual produk Ronny menyerupai Eiger, Export atau Bodypack. Kalangan praktisi bisnis tas niscaya tahu bahwa kini B&B Inc. milik Ronny merupakan salah satu perusahaan nasional terbesar. Tak berhenti di situ, kini perusahaan Ronny juga sudah memproduksi jenis lain menyerupai dompet, sarung handphone, dan aneka macam jenis produk lain. Salah satu kebiasaan Ronny yang baik yakni kemauannya untuk berguru dan menyebarkan diri. Ia tak merasa aib atau gengsi untuk bertanya kalau memang ia tidak tahu. Dengan cara inilah ia bisa berkembang dan sukses hingga sekarang.


Eiger pertama kali diproduksi pada tahun 1993. Nama Eiger sendiri diambil dari nama Gunung Eiger di Swiss dan dicetuskan oleh pemilik Eiger, Ronny Lukito. Eiger ditujukan untuk peralatan acara outdoor, menyerupai mendaki gunung, kemah, panjat tebing dan aktifitas lainnya yang masih menyangkut dilema acara luar. Ketekunan dan kerja kerasnya dalam menjalankan usaha, mengantarkan lelaki lulusan STM ini menjadi pengusaha sukses yang luar biasa. Terbukti bukan hanya berhasil membawa tas merek exsport hingga mancanegara, namun kini dibawah naungan B&B Inc. Ronny berhasil membawahi empat anak perusahaan besar antara lain PT. Eksonindo Multi Product Industry (EMPI), PT. Eigerindo MPI, PT. EMPI Senajaya dan CV Persada Abadi. Sederet merek tas ternekal pun, menjadi bukti kasatmata keberhasilan Ronny Lukito dalam menguasai pasar tas baik lokal maupun internasional. Membidik aneka macam segmen pasar, Ronny pun menyebarkan sayapnya dengan memasarkan merek Eiger, Exsport, Neosack, Bodypack, Nordwand, Morphosa, World Series, Extrem, Vertic, Domus Danica serta Broklyn. Tak berhenti di situ, kini perusahaan Ronny juga sudah memproduksi jenis lain menyerupai dompet, sarung handphone, dan aneka macam jenis produk lain. Salah satu kebiasaan Ronny yang baik yakni kemauannya untuk berguru dan menyebarkan diri. Ia tak merasa aib atau gengsi untuk bertanya kalau memang ia tidak tahu. Dengan cara inilah ia bisa berkembang dan sukses hingga sekarang.

PT. Eksonindo Multi Product Industry milik Ronny Lukito telah berhasil menciptakan beberapa brand yang menguasai pasaran Indonesia dan luar negeri, menyerupai Libanon, Singapura, Filipina, dan Jepang. Masing-masing brand punya ciri khas dan sasaran pasar yang berbeda. Merk tersebut diantaranya adalah: Setiap tahun, perusahaan ini memproduksi 2.500.000 tas dengan 8.000 desain yang berbeda, yang mereka harapkan akan merajai pasaran. Dengan dikeluarkannya majemuk brand dengan fungsi dan nama yang lebih spesifik, diperlukan produk mereka tidak saling memakan dipasaran antara produk yang satu dengan yang lainnya. Maka tas yang digunakan untuk acara naik gunung tentu akan berbeda pula. Model-model yang sedang tren di blantika mode internasional menjadi pola perusahaan ini dalam mengeluarkan produk terbaru. Dengan derma para desainer jebolan dari aneka macam macam universitas menyerupai diantaranya, ITB maupun Universitas Trisakti. Perusahaan ini setiap bulan setidaknya bisa mengeluarkan 40 model tas dan produk lainnya.

sumber : kaskus

Senin, 13 Mei 2019

Inilah Charles Goodyear (Pendiri Perusahaan Goodyear)

Charles Goodyear yaitu seorang warganegara Amerika kelahiran Philadelphia yang telah berhasil mengolah getah karet menjadi benda yang amat penting bagi setiap kendaraan. Pengendara sepeda, pengemudi becak, pemilik kendaraan beroda empat atau pilot pesawat terbang sudah selayaknya mengucapkan terimakasih atas jasa-jasanya yang amat besar. Ia mengolah kami dari kepingan-kepingan karet hingga menjadi benda yang amat berguna. Begini kisah Kami getah karet:

Sekitar tahun 1830 perindustrian karet di Amerika menarik perhatian rakyat. Dapatlah dikatakan, di kala itu rakyat Amerika sedang demam karet. Tiap orang terpesona oleh getah yang keluar dari tubuh kami. Tetapi tak terduga-duga sedikitpun, kami dicemoohkan. Apa sebabnya? Ketika itu barang-barang yang dibentuk dari karet menjadi amat keras di ekspresi dominan salju dan menjadi lengket jika ekspresi dominan pabas. Rakyat Amerika marah, seolah-olah mereka ditipu oleh pabrik karet yang berjulukan Roxbury India Rubber Co. Tiap hari berpuluh-puluh macam barang yang dibentuk dari karet dikembalikan ke pabrik itu. Caci maki yang menodai nama pabrik berkumandang setiap hari.

Pada suatu hari sang Direktur menilik keadaan pabriknya. Setengah frustasi ia memerintahkan biar sejumlah besar karet yang telah lengket dan berharga tak kurang dari dua puluh ribu dollar itu dipendam dalam lubang raksasa. Di kala itu rata-rata pabrik-pabrik karet hanya sanggup bertahan hidupnya tak lebih dari 5 tahun. Suatu kerugian besar bagi penanam-penanam modal.

Di kala rakyat sudah tak mau lagi mempedulikan barang-barang yang dibentuk dari karet, muncullah seorang pedagang besi yang sudah bangkrut, yaitu Charles Goodyear. Hatinya tertarik juga akan keajaiban getah kami. Dan rupanya ia ingin mengadu nasibnya menciptakan sendiri barang-barang dari karet.

Pertama-tama ia menciptakan pentil. Sayang sekali usahanya yang pertama ini gagal lantaran tak laku. Terpaksa ia harus pulang ke kota kelahirannya, Philadelphia. Namun semangat usahanya walaupun hasil usahanya sendiri tak laku, tak kunjung padam. Ia hanya heran mengapa orang-orang tak mau membeli pentilnya, padahal benda itu banyak gunanya.

Nasib si Charles betul-betul sedang sial. Menjadi pedagang besi bangkrut, berdagang karet tak laris dan di daerah kelahirannya pun ia mengalami nasib lebih jelek lagi. Ia ditangkap dan dipenjarakan lantaran tak bisa lagi melunasi hutang-hutangnya. Setelah beberapa hari mendekam dalam sel penjara ia minta kepada istrinya biar dikirimkan beberapa bungkal karet mentah. Ia bertekad selama berada di dalam penjara akan mengadakan percobaan-percobaan dengan karet mentah itu. Setelah mendapatkan sebungkal karet yang masih mentah sama sekali, ia mulai mengadakan percobaan. Berjam-jam ia duduk di kursi kecil sambil meremas-remas bungkalan karet. Dalam pikirannya muncul suatu pertanyaan yang membesarkan hatinya. Jika sifat karet ini rekat mengapa tidak bisa diberi gabungan serbuk untuk menghisap kerekatan itu? Di ketika itu juga ia teringat akan serbuk magnesia yang amat halus menyerupai bedak. Ia terus mengadakan percobaan sambil menunggu waktu dibebaskan dari penjara.

Setelah keluar dari penjara ia mencoba mempraktekkan hasil penemuannya. Dengan sumbangan bekas sobat sekolahnya, istrinya dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil ia menciptakan beberapa pasang sepatu karet. Usahanya mulai kelihatan hasilnya. Tetapi kegembiraannya cepat sekali berganti dengan kesedihan. Sebab, sebelum sepatunya sanggup dijual, datang ekspresi dominan panas. Semua sepatu berubah lagi bentuknya menjadi bungkalan karet yang amat lengket.

Temannya, istri dan anak-anaknya bingung. Tetapi Charles Goodyear damai saja menghadapi kejadian yang aneh itu. Sekarang ia akan mencampurkan dalam karet yang meleleh itu dua macam zat pengering, yaitu serbuk magnesia dan kapur sirih. Setelah adonan tercampur benar-benar, kemudian dimasak hingga mendidih. Apa hasilnya? Karet itu tak meleleh lagi walau hari amat panas. Beberapa hari kemudian hasil percobaannya itu diberi banyak sekali warna yang menarik. Pada suatu hari ia kan mengadakan sati percobaan lagi. Karena kehabisan bahan, terpaksa ia mengambil benda pola yang lama. Untuk menghilangkan warna perunggu, ia mencoba membubuhi asam sendawa. Di luar dugaannya sama sekali, warna itu tidak hilang, malah menjadi hitam pekat. Tanpa dipikir panjang lagi sebungkal karet hitam itu dibuang ke keranjang sampah. Tiga hari kemudian ia teringat lagi dengan benda hitam yang dibuangnya ke keranjang sampah. Ia berpikir sejenak sehabis ia ingat dan sadari bungkalan karet yang dicampur dengan asam sendawa itu sifatnya bermetamorfosis lebih halus. Akhirnya benda yang telah dibuang itu dicari lagi. Benar juga apa yang dipikirkannya. Bungkalan karet itu menjadi lebih halus dan kering menyerupai kain. Mulailah terbuka pikirannya, bahwa karet betul-betul sanggup dijadikan banyak sekali barang yang amat berkhasiat bagi manusia. Sekarang ia ingin mempraktekkan hasil percobaannya dengan sungguh-sungguh. Ia ingin membuktikan, bahwa karet sanggup dimanfaatkan menjadi barang-barang yang berharga.

Baru saja seorang pengusaha di New York berjanji akan menunjukkan sumbangan uang untuk usahanya, pada tahun 1873 Amerika dilanda krisis keuangan. Hancurlah semua perjuangan dan angan-angannya. Dengan perasaan kecewa, karenanya pindahlah, keluarga Goodyear ke pabrik karet yang sudah kosong di Staten Island. Di sana ia hidup dari menangkap ikan. Tentu saja penghasilan yang diperolehnya tidak mencukupi untuk makan sekeluarga. Lima tahun lamanya keluarga Goodyear hidup melarat. Karena merasa kasihan, beberapa orang petani di Woburn menunjukkan sumbangan susu dan kentang kepada anak-anaknya, walaupun kentang itu belum bau tanah benar. Tanpa sumbangan mereka, tidaklah tidak mungkin belum dewasa Goodyear akan lebih menderita lagi.

Setelah melewati masa-masa yang suram, di ekspresi dominan salju pada tahun 1839 terjadi suatu kejadian yang tidak terduga-duga. Goodyear mulai mengadakan percobaan dengan karet. Dan kali ini sebagai materi gabungan dipergunakannya welirang dan hasilnya mengagumkan sekali. Dalam bulan Februari 1839 ia menunjukkan kepada pemilik sebuah toko di Woburn rumus karet dan belerangnya. Apa hasilnya? Pemilik toko itu hanya mentertawakan dan mengejek saja. Goodyear yang selalu damai rupanya tak sanggup menahan kesabarannya lagi lantaran selalu diejek. Sambil menggenggam sebungkal karet dilampiaskanlah amarahnya. Apa yang terjadi kemudian? Karet yang digenggamnya terlepas dan jatuh di atas tungku api yang amat panas.

Ketika ia membungkukkan badannya hendak mengoreknya dari tungku; karet itu tidak mencair, hanya hangus saja menyerupai kulit. Di sekitar daerah yang hangus itu tampak tepi bingkas berwarna kecoklat-coklatan. Zat ini memang karet juga. Tetapi sudah sedemikian rupa, hingga merupakan zat yang gres sama sekali. Inilah yang kemudian menjadi karet tahan iklim, tidak berubah sifatnya oleh panas maupun dingin.

Nah, kini Goodyear tahu panas dan welirang sanggup merubah sifat karet. Walau begitu ia belum puas, lantaran belum tahu berapa usang harus dipanaskan dan berapa derajat tinggi panas itu. Dengan penuh kesabaran ia memperabukan karet dalam pasir panas, kemudian ditaruh dalam uap panas. Kemudian digencet di antara dua batang besi panas pula.

Sementara itu hidup Goodyear sekeluarga betul-betul melarat sekali. Tiba-tiba timbul kekhawatirannya akan mati dengan demikian maka belakang layar pembuatan karetnya terbawa dalam kubur. Inilah yang selalu mengganggu jiwanya. Untuk menyambung hidup mereka, terpaksa ia menjual barang-barangnya. Hari ini arlojinya dijual, besok atau lusa perabotan rumahtangganya pindah ke tangan tukang loak. Dan ketika piring makan sudah habis pula dijual, terpaksa ia menciptakan piring dari karet.

Dengan hati duka ia pergi ke Boston dengan maksud meminta pertolongan kepada teman-temannya. Kasihan sekali nasibnya. Bukan pertolongan yang diterimanya, melainkan ia dijebloskan ke dalam penjara; alasannya yaitu ia tak sanggup membayar rekening hotel sebesar 5 dollar. Sementara itu sudah 6 dari 12 orang anaknya meninggal dunia lantaran kelaparan.

Kalian tentu tahu dan sanggup mencicipi pula betapa pedih hati Goodyear menghadapi peristiwa alam yang amat berat itu. Namun ia tetap berkeras hati hendak mewujudkan apa yang pernah ia lakukan dengan percobaan-percobaannya.

Suatu hari ia menemukan, bahwa karet yang dipanasi oleh uap selama 4 hingga 6 jam dengan suhu 270 derajat Fahrenheit akan menunjukkan hasil seragam yang memuaskan. Penemuannya yang gilang-gemilang itu menciptakan orang lain kaya raya, tetapi tidaklah demikian bagi Goodyear. Dalam perjuangan dagangnya ia tidak semaju menyerupai dalam lapangan penemuannya. Orang-orang lainlah yang memetik hasil yang lebih besar dari inovasi itu. Memang, waktu diadakan Pameran Perdagangan Dunia di London dan Paris pada tahun 1850 ia menerima penghargaan Silang Legium Kehormatan dari Kaisar Napoleon III, tetapi ketika ia meninggal dunia (tahun 1860) ia meninggalkan hutang sebesar dua ratus ribu dollar. Tetapi honorarium yang diperolehnya sehabis ia meninggal dunia menciptakan keluarganya hidup bahagia. Salah seorang anaknya, Charles Yr, mewarisi talenta bapaknya yang lebih berharga. Ia berhasil menciptakan mesin-mesin pembuat sepatu. Dari hasil penemuannya ini ia hidup berbahagia.

Sebagai penghormatan atas jasa-jasanya, perusahaan karet terbesar sedunia diberi nama Goodyear Tire & Rubber Co.


sumber : kaskus

Jumat, 10 Mei 2019

Inilah Sejarah Berdirinya Perusahaan Rip Curl

Olahraga yaitu salah satu aktivitas yang menjadi sentra perhatian masyarakat dunia dimana hampir semua golongan masyarakat melakukannya.Dalam suatu olahraga, perlengkapan olahraga yaitu penunjang yang menjadi prioritas utama.Ripcurl hadir sebagai salah satu dari sekian banyak perusahaan yang menyediakan banyak sekali perlengkapan olahraga.

Bagi anda yang hobi berolahraga khususnya olahraga air dan olahraga ekstrem lainnya, produk-produk yang dicipakan Ripcurl sanggup jadi bukan lagi sesuatu yang asing.Pencarian peralatan olahraga yang sanggup menunjang kenyamanan anda dalam melaksanakan aktivitas olahraga tentu merupakan suatu kebutuhan yang penting.Peralatan yang berkualitas dan memadai akan menciptakan aktivitas berolahraga anda menjadi sangat menyenangkan.Ripcurl pun mencoba mengambil hati para para pencinta olahraga khususnya olahraga air.Ripcurl juga mulai memproduksi barang-barang lain, salah satunya yaitu kaos.

Tahun 1969 yaitu tahun yang bersejarah bagi perusahaan Ripcurl, di tahun inilah Ripcurl berdiri bersama dengan mendaratnya Neil Amstrong ke bulan.Pada tahun tersebut, olahraga surfing menjadi salah satu hal yang dibicarakan oleh masyarakat Australia.Olahraga surfing atau sanggup disebut berselancar menjadi sebuah olahraga yang banyak diminati dan berkembang di negara tersebut.

Produsen penyedia banyak sekali perlengkapan olahraga air itupun mulai banyak berkembang.Dua tahun sebelumnya, pada tahun 1967, sebuah dewan revolusi singkat atau masyarakat Australia mengenalnya dengan istilah The Short Board Revolution telah melahirkan banyak sekali experimen mengenai desain-desain papan selancar dan teknik bagaimana berselancar dengan baik.

Pada dikala itu, di kawasanVictoria yang beriklim cuek terjadilah proses pembangunan sebuah perusahaan pembuatan banyak sekali perlengkapan untuk berselancar berjulukan Ripcurl.Kawasan tersebut yaitu tempat berlakunya banyak sekali keseriusan masyarakat Australia dalam mendesain papan selancar serta mempelajari teknik berselancar dengan baik.Namun tempat cuek menyerupai itu ternyata tidak cukup baik untuk membangun semangat para perselancar.

Dua orang tokoh yang berdiri di balik keberhasilan Ripcurl sampai dikala ini yaitu Charlie Sartlett dan Brian Singer.Mereka yaitu dua orang penduduk orisinil Torquay, sebuah tempat di Australia yang bersahabat dengan daerah pantai.Mereka yaitu dua perselancar muda pelopor berdirinya perusahaan Ripcurl ini.Berada di tempat pinggir pantai menciptakan dua orang tersebut menjadi perselancar yang tangguh.Mereka sama sekali jauh dari kehidupan sampai bingar di tengah kota Australia.Baru sehabis hal-hal yang bekerjasama dengan dunia perselancaran, tempat di sekitar tempat mereka mulai banyak dikunjungi.Kawasan pinggir pantai Australia menjadi tempat favorit bagi sebagian masyarakat di sana.

Dalam euforia antuasiasme serta penemuan yang dibarengi dengan kualitas serta keahlian teknis dalam pembuatan papan selancar, Ripcurl masih masih konsisten menghasilkan banyak sekali barang yang hanya akan dipasarkan secara lokal.Pada tahun 1970, Ripcurl menyewa sebuah rumah bau tanah di Torquay.Kerjasama skala kecilpun mulai mulai dilakukan, Ripcurl berkerjasama dengan banyak pihak dan mulai memperbanyak jumlah karyawannya.Barang produksi dari Ripcurl pun bertambah.Selain papan selancar yang populer revolusioner, Ripcurl juga memproduksi pakaian selam yang terbuat dari karet.

Selasa, 07 Mei 2019

Inilah Blake Ross (Pembuat Browser Mozila Firefox)

Blake Ross yakni perjaka jenius yang membuat Mozilla, kemudahan penjelajah internet. Mozilla diluncurkan untuk umum pada November 2004. Saat itu, usia Blake gres 19 tahun! Mozilla lalu digabungkan dengan Firefox, agenda yang diciptakannya bersama Dave Hyatt. Maka, sehabis itu, namanya menjadi Mozilla Firefox. Dengan cepat, Mozilla Firefox diterima para pengguna internet di dunia. Ia, antara lain, dinilai lebih kondusif dan gampang digunakan (dibandingkan dengan para kompetitornya). Ia juga dinilai bisa merebut sebagian pasar kemudahan penjelajah internet, yang selama ini dikuasai oleh Microsoft Internet Explorer.


Banyak orang memuji kesuksesan Blake Ross

Direktur engineering Yayasan Mozilla, Chris Hoffman, mengatakan, "Dalam dunia 'Open Source', posisi seseorang tergantung pada keahliannya. Dan Blake Ross mempunyai semua keahlian yang dibutuhkan." Firefox telah mendapat perhatian yang sangat besar. Versi awal 1,0 dan terbarunya versi 3,53 semakin komlit, tuntaskan permasalahan..



Blake Aaron Ross (23 tahun/AS)

Blake Ross yakni perjaka jenius yang membuat Mozilla, kemudahan penjelajah internet. Mozilla diluncurkan untuk umum pada November 2004. Saat itu, usia Blake gres 19 tahun! Mozilla lalu digabungkan dengan Firefox, agenda yang diciptakannya bersama Dave Hyatt. Maka, sehabis itu, namanya menjadi Mozilla Firefox. Dengan cepat, Mozilla Firefox diterima para pengguna internet di dunia. Ia, antara lain, dinilai lebih kondusif dan gampang digunakan (dibandingkan dengan para kompetitornya).

Ia juga dinilai bisa merebut sebagian pasar kemudahan penjelajah internet, yang selama ini dikuasai oleh Microsoft Internet Explorer. Banyak orang memuji kesuksesan Blake Ross. Direktur engineering Yayasan Mozilla, Chris Hoffman, mengatakan, Dalam dunia 'Open Source', posisi seseorang tergantung pada keahliannya. Dan Blake Ross mempunyai semua keahlian yang dibutuhkan. Mozilla Firefox (aslinya berjulukan Phoenix dan lalu untuk sesaat dikenal sebagai Mozilla Firebird) yakni penjelajah web antar-platform gratis yang dikembangkan olehYayasan Mozilla dan ratusan sukarelawan. Versi 1.0-nya dirilis pada 9 November 2004. Dalam sejarahnya, Mozilla pada awalnya digunakan sebagai code name browser web Netscape Navigator. Jamie Zawinski, seorang pegawai Netscape CommunicationsCorporation lalu menawarkan wangsit nama Mosaic killer

Nama "killer" lebih popular diucapkan dengan kata "killa", yang lalu bermetamorfosis "illa". Kemudiandigabungkan dengan Mosaic menjadi Moz+illa, dan Zawinski berharap dengan nama tersebutdapat menempatkan Mosaic menjadi browser yang popular.Mozilla yakni mascot dari Netscape Communications Corporation, yang dulunya dikenaldengan nama Mosaic Communications Corporation.

Maskot Mozilla ini mempunyai beberapa bentuk termasuk astronot menggunakan helm atau spaceman, namun lambang mascot yang dipilih yakni gambar ibarat monster fiksi klasik, Godzilla, yang didesain oleh Dave Titus tahun 1994. Mozilla merupakan fitur dari website Netscape, lalu Mozilla berlanjut untuk digunakan di dalam Netscape, yang digambar di T-shirt untuk digunakan semua staff atau pekerja seni yang ada dikampus Netscpae, Mountain View,untuk browser-nya mozilla firefox menggunakan maskot serigala

Mozilla identik dengan software gratis atau open source project yang dibentuk ketika membuat Internet suite generasi berikutnya untuk Netscape. Mozilla Organization dibangun pada tahun 1998 untuk membuat Internet suite baru, dan lalu menjadi Mozilla Foundation.

Lalu Mozilla Foundation yang akan membuat dan me-maintain browser Mozilla Firefox dana plikasi email Mozilla Thunderbird. Trademark Mozilla telah diresmikan oleh Mozilla Foundation pada tahun 2006.Pada Agustus 2005, Mozilla Foundation mengumumkan akan membuat Mozilla Corporation,yang menjadi perusahaan profit Mozilla Foundation, yang lalu berfokus untuk meluncurkan Firefox ke user. Software Mozilla ibarat Firefox, Thunderbird, SeaMonkey,Bugzilla, Camino, Sunbird, Minimo, Flock, Songbird

Kelemahan dan Kelebihan Mozilla Firefox
Mozilla Firefox yakni sebuah browser yang nyaman dan gampang digunakan mempunyai fitur canggih ibarat integrated search toolbars and tabbed browsing. Kelebihan utama dibandingkan browsers lainnya, adalah: Ukuran aplikasi yang relative kecil,Mendukung banyak sekali jenis jalan pintas untuk aksi, baik yang berupa tombol pintasmisalnya Ctrl+T untuk membuka tab gres maupun gerakan mouse pintas (mousegesture).

Misalnya menekan tombol kanan mouse sambil menggeser mouse ke kirimenuju halaman sebelumnya.Penghentian pop up, yang secara otomatis telah terintegrasi dalam penginstalan awal.Mampu mematahkan pembatasan agresi pengguna, contohnya penyembunyian status kafe atau penguncian browser, sehingga pengguna tidak sanggup memperbesar ataumemperkecil ukuran browser.Penampilan halaman yang lebih lapang dengan area toolbar lebih ringkas. Fitur organisasi, bookmark, yang bisa mengorganisasi beberapa tab sekaligus.

Tampilan browser sanggup dikustomisasi menggunakan skin.Fitur menjelajah internet dengan tab. Fitur demikian akan memungkinkan penggunauntuk membuka beberapa URL sekaligus dalam satu jendela browser.Hasil cetak halaman secara otomatis diperkecil, sehingga tidak terpotong.Lebih aman, tidak ada lubang-lubang sekuritas.


MOZILLA FIREFOX JUGA MEMPUNYAI KELEMAHAN
 

Waktu proses halaman situs tertentu lebih lambat, diperkirakan alasannya duduk kasus kompatibilitas atau kesesuaian antara pengkodean halaman situs dengan browser Mozilla Firefox Tidak terintegrasi dengan Outlook maupun Outlook Express, beberapa kemudahan e-mail tidak bekerja dengan baik, ibarat melihat e-mail HTML maupun membuka link pribadi dari e-mail di Outlook.

Tidak mendukung sinkronisasi dengan Pocket PC Windows dan sinkronisasi USB-cradle, contohnya untuk men-download web calendar. Terdapat perbedaan penampilan halaman situs, terlebih apabila halaman situs dirancang untuk menampilkan halaman tersebut dengan benar. Instalasi plug-in tidak semudah pada Browser lain ibarat IE contohnya untuk menginstal Flash Player, Shockwave, Java Virtual Matchine diharapkan instalasi secara manual(tidak otomatis). Firefox juga tidak mendukung instalasi aplikasi Microsoft secaraonline, contohnya aktivasi Microsoft Reader. Beberapa formulir online tidak merespon pementingan tombol Enter sebagai jalan pintas untuk menekan tombol "submit" di layar.

dikutip dari banyak sekali sumber

Sabtu, 04 Mei 2019

Inilah /Sejarah Blangkon

Blangkon yaitu tutup kepala yang dipakai oleh kaum laki-laki sebagai bab dari pakaian tradisional jawa. Blangkon bahwasanya bentuk mudah dari iket yang merupakan tutup kepala yang dibentuk dari batik. Tidak ada catatan sejarah yang sanggup menjelaskan asal mula laki-laki jawa menggunakan ikat kepala atau epilog kepala ini.

Pada masyarakat jawa jaman dahulu, memang ada satu kisah Legenda perihal Aji Soko. Dalam kisah ini, keberadaan iket kepala pun telah disebut, yaitu dikala Aji Soko berhasil mengalahkan Dewata Cengkar, seorang raksasa penguasa tanah Jawa, hanya dengan menggelar sejenis sorban yang sanggup menutup seluruh tanah Jawa. Padahal ibarat kita ketahui , Aji Soko kemudian dikenal sebagai pencipta dan perumus permulaan tahun Jawa yang dimulai pada 1941.

Ada sejumlah teori yang menyatakan bahwa pemakaian blangkon merupakan imbas dari, budaya Hindu dan Islam yang diserap oleh orang Jawa. Menurut para ahli, orang Islam yang masuk ke Jawa terdiri dari dua etnis yaitu keturuan cina dari Daratan Tiongkok dan para pedagang Gujarat. Para pedagang Gujarat ini yaitu orang keturunan Arab, mereka selalu mengenakan sorban, yaitu kain panjang dan lebar yang diikatkan di kepala mereka. Sorban inilah yang meng-inspirasi orang jawa untuk menggunakan iket kepala ibarat halnya orang keturunan arab tersebut.

Ada teori lain yang berasal dari para sesepuh yang menyampaikan bahwa pada jaman dahulu, iket kepala tidaklah permanen ibarat sorban yang senantiasa diikatkan pada kepala. Tetapi dengan adanya masa krisis ekonomi akhir perang, kain menjadi satu barang yang sulit didapat.

Oleh alasannya itu , para petinggi keraton meminta seniman untuk membuat ikat kepala yang menggunakan separoh dari biasanya untuk efisiensi Maka terciptalah bentuk epilog kepala yang permanen dengan kain yang lebih ekonomis yang disebut blangkon.

Pada jaman dahulu, blangkon memang hanya sanggup dibentuk oleh para seniman andal dengan pakem (aturan) yang baku. Semakin memenuhi pakem yang ditetapkan, maka blangkon tersebut akan semakin tinggi nilainya. Seorang andal kebudayaan berjulukan Becker pernah meneliti tata cara pembuatan Blangkon ini, ternyata pembuatan blangkon memerlukan satu keahlian yang disebut virtuso skill. Menurut nya : That an object is useful, that it required virtuso skill to make neither of these precludes it from also thought beatiful. Some craft generete from within their own tradition a feeling for beauty and with it appropriete aesthetic standards and common of taste.

Penilaian mengenai keindahan blangkon, selain dari pemenuhan terhadap pakem juga tergantung sejauh mana seseorang mengerti akan standard cita rasa serta ketentuan- ketentuan yang sudah menjadi standar sosial. Pakem yang berlaku untuk blangkon, ternyata bukan hanya harus dipatuhi oleh pembuatnya, tetapi juga oleh para penggunanya. Seperti yang diungkapkan oleh Becker sebagai berikut: By accepting beauty as a criterion, participants in craft activities on a concern characteristic of the folk definition of art. That definition includes an emphasis on beauty as typified in the tradition of some particular art, on the traditions and conserns of the art world itself as the source of value, on expression of someones thoughts and feelings, and on the relative freedom of artist from outside interference with the work.

Blangkon pada prinsipnya terbuat dari kain iket atau udeng berbentuk persegi empat bujur sangkar. Ukurannya kira-kira selebar 105 cm x 105 cm. Yang dipergunakan bahwasanya hanya separoh kain tersebut. Ukuran blangkon diambil dari jarak antara garis lintang dari pendengaran kanan dan kiri melalui dahi dan melaui atas. Pada umumnya bernomor 48 paling kecil dan 59 paling besar.

Blangkon terdiri dari beberapa tipe yaitu : Menggunakan mondholan, yaitu tonjolan pada bab belakang blangkon yang berbentuk ibarat Onde-onde. Blangkon ini disebut sebagai blangkon gaya Yogyakarta. Tonjolan ini menerangkan model rambut laki-laki masa itu yang sering mengikat rambut panjang mereka di bab belakang kepala, sehingga bab tersebut tersembul di bab belakang blangkon. Lilitan rambut itu harus kencang semoga tidak gampang lepas.

Model trepes, yang disebut dengan gaya Surakarta. Gaya ini merupakan modifikasi dari gaya Yogyakarta yang muncul lantaran kebanyakan laki-laki kini berambut pendek. Model trepes ini dibentuk dengan cara menjahit pribadi mondholan pada bab belakang blangkon. Selain dari suku Jawa (sebagian besar berasal dari provinsi Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur), ada beberapa suku laindi Indonesia yang menggunakan iket kepala yang ibarat dengan blangkon jawa yaitu : suku Sunda (sebagian besar berasal dari provinsi Jawa Barat dan Banten), suku Madura, suku Bali, dan lain-lain. Hanya saja dengan pakem dan bentuk ikat yang berbeda-beda.

Rabu, 01 Mei 2019

Inilah Levi Strauss (Pencipta Celana Jeans)

Celana Jeans menjadi musim orang modern ketika ini, tetapi tahukah anda bahwa celana jeans dulunya yaitu celana yang hanya digunakan oleh para pekerja tambang di Amerika Serikat? Di mana celana ini dahulunya mengatakan status pemakainya, sehingga disebut pernah menerima julukan "celana kelas pekerja. 

Ialah seorang yang berjulukan Levi Strauss yang memulai dongeng ini, seorang cowok berumur 20 tahun yang berasal dari Bavaria (Jerman), Eropa. Strauss berangkat ke San Fancisco pada tahun 1847 dengan bermodal beberapa potong tekstil yang akan dijual ke Barat. Pada ketika itu di Amerika sedang demam tambang emas, dan Strauss mencoba peruntungannya dengan menjual tekstilnya kepada para penambang emas. Strauss berhasil menjual seluruh barangnya kecuali tenda-tenda yang terbuat dari kanvas.


Kemudian dari sisa potongan kanvas tersebut, Strauss membuat beberapa potong celana untuk kemudian dijual kembali kepada para pekerja tambang. Dan ternyata para pekerja tambang tersebut menyukai celana kanvas buatan Strauss, hal ini disebabkan celana kanvas tahan lama, tidak gampang rusak ataupun sobek. Karena celana kanvas buatan Strauss laris keras, ia mulai berimprovisasi dengan memakai materi yang lain yang ia pesan dari Genoa, Italia. Para pemintal di Genoa menyebut materi yang ia pesan tersebut dengan nama “genes” dan oleh Strauss diubah menjadi “ bluejeans” sesudah ia mencelupnya dengan warna indigo.


Dari sinilah Strauss mulai memproduksi calana jeans dalam jumlah yang banyak, dan para penambang pun ketagihan dengan celana buatan Strauss hingga muncul istilah “those pants of Levi’s” (celana si Levi). Setelah itu tercetuslah brand dagang berjulukan “Levi’s”, yang merupakan brand dagang celana jeans pertama di dunia.


Dalam waktu singkat celana Levi’s menjadi celana resmi para penambang, dan celana ini kian popular di kalangan pekerja tambang, Sehingga balasannya menjadi simbol status ekonomi yang diasosiasikan dengan celana kelas pekerja. Di tahun 1920, Levi’s Waist Overalls menjadi produk celana kerja yang paling laris di potongan Selatan Amerika, dan walau kini bahannya sudah digantikan dengan denim namun banyak orang masih menyebutnya sebagai celana jeans.


Popularitas jeans semakin melebar sesudah adanya film cowboy pada tahun 1930-an, film ini sangat mendongkrak kepopuleran jeans dikarenakan para pemain pada film cowboy memakai materi jeans untuk kostumnya. Dalam waktu yang relatif singkat para lelaki baik renta maupun muda berusaha menggandakan satria mereka dengan ikut mengenakan jeans. Jeans naik daun kala itu dan membuat gambaran jeans yang dulu hanya menjadi celana kelas pekerja menjadi sebuah simbol penampilan yang casual.

Penggunaan jeans semakin meluas pada masa perang dunia, dimana para serdadu Amerika kala itu mengenakannya sebagai seragam selagi tidak bertugas. Dan sesudah perang dunia lebih tepatnya pada tahun 1950-an jeans mendadak menjadi ”must have item” di kalangan anak muda Amerika, hal ini dipicu lantaran penampilan artis James Dean yang terlihat keren dengan jeansnya dan membuat musim gres di kalangan anak muda. Trend kembali bergulir di tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an. Gaya hidup menggelandang ala hippy membuat kreasi baru. Gadis-gadis hippy suka mengenakan jeans yang dihiasi dengan sulaman atau lukisan cat.


Dan dongeng jeans tidak berhenti di situ, jeans benar-benar menjadi musim berkualitas sesudah pada tahun 1980-an para perancang top dunia menyerupai Armani, Klein dan Versace mulai mengangkat jeans sebagai materi yang bisa tampil bagus dengan rancangan mereka. Kini penggunaan jeans benar-benar meluas dan bahkan telah hingga untuk seragam santai (dress down friday) yang biasa digunakan setiap jum’at untuk ke kantor.


Saat ini jeans telah menjadi potongan dari kehidupan kita, dan tidak hanya dimonopoli oleh kalangan pekerja tambang menyerupai pada zaman dahulu. Kini jeans telah benar-benar sanggup masuk ke seluruh kalangan masyarakat tanpa memadang statusnya. Dan secara tidak eksklusif Levi Strauss telah membuat sejarah pada peradaban manusia, yakni membuat sebuah musim mode yang bisa diterima oleh semua kalangan. Tidak salah bila Levi Strauss menjadi sebuah legenda hidup yang akan selalu diingat di dunia fashion.


Fungsi Saku Kecil Pada Celana Jeans
Karena diperuntukkan bagi para penambang, saku ini tentu bukan untuk bergaya-ria. Tetapi saku imut-imut ini dirancang untuk menyimpan butiran-butiran emas yang berukuran kecil. Meski kini jeans diproduksi dalam banyak sekali merek dan bukan hanya untuk para penambang, tetapi saku imut-imut itu masih tetap ada. Tentu saja kini fungsinya kini tidak lagi digunakan sebagai daerah menyimpan butiran emas.

Jika tak memakai saku kecil itu untuk menyipan butiran emas pecinta jeans tentu saja sanggup menggunakannya sebagai daerah menyimpan barang-barang kecil, misalkan saja uang receh/koin, atau selembar kertas kecil penting yang memang perlu disisihkan di daerah yang khusus. 


Sumber : kaskus

http://forum.kompas.com/teras/44723-misteri-saku-kecil-pada-celana-jeans-tahukah-anda.html


Baca Juga

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
close
Banner iklan   disini