Berbagi Cerita - Kisah Sukses

Asalamualaikum Wr, Wb. Hidup hanya sekali dan tidak akan berulang untuk ke duakalinya di bumi yang sama ini, Lalu apa tujuan hidup Kita? bagaimana kita menghadapinya untuk bisa mencapai cita-cita kita? dan jalan apa yang harus kita tempuh untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. Disini saya mencari artikel-artikel tentang kisah orang-orang yang telah sukses meniti karirnya dibidanganya masing-masing. Semoga ini bisa menjadi Inspirasi untuk kita semua dalam menjalani hidup didunia ini. Walaupun terkadang banyak sekali rintangan yang kita hadapi tetapi hendaklah kita bersabar untuk menjalaninya agar hidup kita menjadi lebih baik dan dari hari-hari sebelumnya, (baca dan resapi kisah perjuanganya, kemudian lakukan yang terbaik dalam hidup anda)Salam kenal dari Saya

Jumat, 06 Mei 2011

Yang Memberi... Pasti Menerima !

Oleh : Tung dasem waringin

Kedengarannya adalah kontroversial: Loh kok memberi, pasti menerima. Ketika saya paham ilmu ini, saya bisa mendapatkan kekayaan dengan sangat cepat, bahwa semakin banyak kita memberi nilai tambah, kita akan semakin banyak menerima uang. Semakin kita banyak memberi nilai tambah kepada banyak orang sekaligus yaitu dengan menggunakan faktor kali, maka kita akan mendapatkan uang lebih banyak dengan lebih cepat.

Ilmu saya adalah semakin banyak memberi, semakin banyak menerima. Ketika kita fokus membuat orang mendapatkan benefit, akhirnya kita akan mendapatkan manfaat dan kita akan mendapatkan benefit berikutnya. Di dalam ajaran agama Islam juga diajarkan bahwa semakin banyak kita memberi (sedekah), maka uang kita bukannya habis malah akan semakin bertambah. Inilah kuasa Tuhan.

Dalam hidup ini kita harus selalu buat nilai tambah, dan semakin banyak nilai tambahnya, yang tidak pernah terjadi di dalam perusahaan yang lain, ataupun barang-barang atau jasa yang lain, maka ketika Anda jual dengan harga yang layak, Anda bisa mendapatkan benefit yang luar biasa.

Sekali lagi saya kasih contoh nyata dari buku Financial Revolution, saya sertakan 2 CD Audio sebagai nilai tambah, kemudian saya tambah lagi dengan seminar gratis, saya memberikan something yang lebih, yang tidak pernah terjadi sepanjang sejarah penerbitan di Indonesia.

Sungguh tidak heran ketika buku tsb jadi Best Seller, karena saya buat nilai tambah yang begitu luar biasanya. Dan saya juga gunakan faktor kali, gunakan penerbit yang sangat-sangat bagus, kemudian toko buku yang sangat sangat bagus, menggunakan Mass Media untuk mengumumkan nilai tambahnya, karena percuma kalau nilai tambah begitu besarnya, tetapi ternyata tidak ada orang yang tahu, karena mereka tidak akan mengejar dan memberikan uangnya kepada saya. Fokus: Selalu beri nilai lebih dari yang kita terima. Kalau kita hanya menerima 100, dan juga kita memberikan hanya senilai 100, berarti kita pas dan layak untuk tidak naik gaji. Kalau kita mau mendapatkan banyak, kita harus beri lebih banyak lagi.

"Alam Semesta Itu Berlimpah, Tidak Ada Kekurangan, Kecuali di Dalam Pikiran Anda Sendiri"

Apa maksudnya? seperti di kitab suci, baik agama Kristen maupun Islam, disana disebutkan ketika Nabi Abraham atau Nabi Ibrahim mau mengorbankan salah satu anaknya (Ismail) dan diganti domba oleh Tuhan pada waktu itu, disebutkan bahwa "mulai hari ini engkau dan anak cucumu akan hidup berkelimpahan". That is True! Itu adalah Kebenaran.

Alam semesta begitu berlimpahnya, begitu luar biasanya. Laut begitu banyak ikannya, hutan-hutan begitu banyak hasil alamnya, matahari berlimpah, tidak ada kekurangan kecuali dalam pikiran kita sendiri. Banyak sekali orang yang merasa kekurangan energi, minyak habis.
Coba lihat disekitar kita, sekarang teknologi dengan pikiran kita bisa menemukan teknologi tenaga surya, yang makin hari makin murah, dan kemudian juga teknologi bahan bakar dengan menggunakan air (H2+O), dan kemudian yang terjadi adalah sisa pembuangannya adalah H2O, pembuangannya adalah air. Begitu berlimpahnya tenaga yang ada di sekitar kita, dan alam semesta yang begitu berkelimpahan, sekali lagi yang membatasi hanya pikiran kita sendiri. Dikatakan oleh rekan saya yang sangat sangat kaya, Robert Kiyosaki, dia ngomong begini, bahwa kekayaan di alam semesta ini seperti samudra yang begitu luasnya, yang tidak akan habis-habisnya kalau kita ambil karena masih akan ada hujan, masih ada air sungai, masih ada air tanah yang akhirnya kembali ke kekayaan tadi. Dan dikatakan oleh Robert Kiyosaki bahwa tolong dipastikan ketika kita ngambil air dari samudra tadi atau mengambil kekayaan tadi, Please deh… setidaknya Anda bawa ember, Ember itulah pikiran Anda. Jangan mengambil dengan sendok teh, karena kalau Anda ambil dengan sendok teh, nanti cucu anda akan omong: loh kok Anda dari jaman dulu tidak kaya-kaya, karena Anda bawanya pake sendok teh sih… Nah, sendok teh ini adalah pikiran kita, kalau pikiran kita sekecil sendok teh maka kekayaan kita adalah sesendok teh. Jadi terserah kita ambil dari samudra pakai apa, pakai sendok teh, dia akan tetap ada banyak, pakai ember dia juga tetap ada banyak, selama kita membuat nilai tambah. Pake Container, pake Pompa, demikian banyak bahkan ratusan lalu kita sedot, tetap saja kekayaan itu ada selama kita membuat nilai tambah.

Seperti cerita tadi di awal, inspirasi dari nabi Abraham, yang bagaimana dia mengubah 2 kambing jadi 10 kambing, karena dia buat nilai tambah. Gandum 1 genggam menjadi berpuluh-puluh kilogram, kilogram menjadi berpuluh-puluh ton bibitnya, karena dia membuat nilai tambah. Jadi selama Anda membuat nilai tambah sedemikian banyak dan mengambil kekayaan di alam semesta ini, Anda akan tetap berkelimpahan.

Kamis, 05 Mei 2011

Belajar Bukan Menyalahkan (BEJ)


Oleh: tung dasem waringin

BEJ adalah singkatan dari:

B, dari Blame: menyalahkan Orang lain

E, dari Excuse: beralasan

J, dari Justify: Menghakimi/ Membenarkan

Orang-orang yang miskin, ketika terjadi sesuatu hal di dalam hidupnya, maka dia sibuk BEJ.

Blame: Dia menyalahkan lingkungannya, dia menyalahkan negara, menyalahkan presidennya, bahkan menyalahkan orang tuanya, bahkan pula menyalahkan engkongnya, karena dilahirkan miskin makanya sekarang dia merasa sebagai turunannya orang miskin, atau menyalahkan pendidikannya, menyalahkan umurnya, menyalahkan bahwa dia merasa tidak ada peluang, dia selalu menyalahkan.


Lalu dia juga Excuse/Beralasan: Saya masih muda, saya masih belum belajar, saya belum pengalaman. Ini yang menyedihkan, orang-orang yang selalu BEJ seringkali yang dia katakan adalah kebenaran, tetapi saya tegaskan sekali lagi bahwa kebenaran itu TIDAK ADA MANFAATNYA!

Satu-satunya Manfaatnya untuk dia adalah MENGHENTIKAN DIA UNTUK MENJADI KAYA, Menghentikan dia untuk Take Action/ Bertindak untuk menjadi lebih baik, menghentikan dia untuk belajar menjadi lebih baik.

Kemudian Justify/ menghakimi/ membenarkan:Ketika ada orang lain yang lebih sukses daripada dia, dia bilang: "o.. terang saja, tidak heran, sudah layak dan sepantasnya". Dia selalu justify orang lain yang lebih sukses daripada dia tanpa BELAJAR. Ketika ada orang yang kaya, dia selalu omong: "terang saja dia kaya, dia anaknya orang kaya..., sekolah di luar negeri.., bahasa inggris lancar.., kenal anak menteri, dimodalin BMW.., ya terang saja dia sekarang sukses dalam usahanya..".


Pertanyaan saya: "Ada tidak anaknya orang miskin yang sekarang SUKSES & Kaya?

Jawabannya selalu: Ada.

Tapi ketika ada orang yang terbiasa men-Justify/ Membenarkan orang lain lebih hebat daripada dia, Maka dia akan ngomong bagaimana? "Oh terang saja, dia anaknya orang miskin toh.. saya tahu kenapa dia bisa kaya. Ya karena dia daya juangnya kuat. Dan ya terang saja, anaknya orang miskin daya juangnya harus kuat."

Ketika kita tanya: "lah kamu kenapa?" Dia jawab: "lah saya anaknya orang menengah sih.., makanya daya juang saya menengah.."

Lihat cara berpikirnya. Ketika orang tidak berhasil, dia akan selalu Tell Story, dia akan menceritakan Blame, Excuse, atau Justify. Nah Ilmu Milyarder yang diceritakan disini adalah SELALU BELAJAR, bukan menyalahkan.

Ketika dia belum berhasil, dia selalu tanya: apa yang harus saya pelajari dari kejadian ini yang akan membuat saya jadi lebih baik, lebih hebat, lebih dahsyat, lebih kuat, lebih kaya, lebih langsing, lebih harmonis, lebih tahan lama, lebih dari apapun.. sehingga kita maju selangkah lebih baik dibanding orang yang menyalahkan?

Pertanyaan saya: sudah BELAJAR apa Anda hari ini? Belajar apa yang akan membuat Anda jadi lebih baik? Selalu tanya hal ini tiap hari, sehingga apapun yang terjadi dalam hidup ini, kita beri arti yang akan membuat kita menjadi lebih baik.

Be, Do, Have !

Oleh: Tung dasem waringin

Inilah Ilmu ke 4 Para Milyarder, yang telah terbukti sukses & digunakan oleh Orang-orang

kaya di dunia: Be, Do, Have !

Be=> Menjadi

Do=> Melakukan

Have=> Mempunyai

Banyak sekali orang yang langsung ingin kaya, ingin langsung Have, langsung mempunyai.

Percaya tidak, kalau seseorang tidak Menjadi (Be) dulu dan Melakukan (Do) dahulu

untuk menjadi Kaya (Have), dan tiba-tiba langsung kaya, maka dia akan tetap miskin.

Kalau dia secara mental, mindset, tingkah lakunya, habitnya, atau do-nya adalah orang

miskin walaupun sekarang kaya, maka dia akan tetap miskin juga. Contoh: Mike Tyson,

seumur hidupnya dia membuat uang sekitar 300 Juta USD, tepatnya 312 Juta USD atau

3000 milyar rupiah. Ternyata baru umur 40 tahun, Mike Tyson sudah menyatakan bangkrut

dan masih utang 35 Juta US atau 350 Milyar Rupiah.

Dia bisa Have, tapi kalau Do-nya atau action-nya atau habit-nya masih habit-nya orang

miskin, dan Be-nya, dalam arti mindsetnya/ pola pikirnya: dia tidak menjadi orang kaya

dulu dan kebiasaannya adalah masih kebiasaan orang miskin, maka dia akan tetap miskin.

Orang-orang yang kaya dan mencerahkan, dia tahu persis bahwa dia perlu menjadi kaya

dulu dalam pikiran dia, di dalam sikapnya sehari-hari, dalam tindakannya sehari-hari, baru

dia benar-benar memiliki kekayaan tadi.

Sikap-sikap apa yang membuat kita menjadi kaya dan Tindakan-tindakan apa yang

membuat kita jadi kaya? Kita harus terus belajar. Banyak sekali.

Contoh Be untuk menjadi kaya adalah upaya kita terus membuat Nilai Tambah tadi, dan

kemudian habitnya habit orang kaya, dia selalu melakukan investasi-investasi di tempat

yang tepat, bukannya konsumsi terus menerus di tempat yang salah.

Contoh Do juga dengan mempunyai ilmu menunda kesenangan dan akhirnya nanti senang

sekali, dan dia melakukan aset alokasi dan investasinya digulung terus dan ditambahkan

lagi. Dengan Do seperti itu, berapapun income Anda sekarang, kalau Anda terus

menyisihkan dalam sekian tahun kemudian, Anda akan pasti jadi kaya.

Tapi berapapun income Anda hari ini, ketika Anda konsumsi lebih dari yang Anda dapatkan,

dan terus menerus melakukannya, pasti akhirnya Anda akan miskin.

Sekali lagi, Be: Jadilah, mempunyai sikap & watak, cara berpikir orang-orang yg kaya

kemudian lakukan tindakan-tindakan dan lakukan juga kebiasaan-kebiasaan orang menjadi

kaya, baru kita bisa memiliki kekayaan tadi dengan aman & terus berkembang.

Peluang Ada Di Mana-Mana!

Oleh : Tung Dasem Waringin

Apapun yang kita lihat sebetulnya bisa menghasilkan uang bagi orang lain ataupun

bagi kita. Contohnya: Apa yang kita lihat sekarang?

Kalau misalkan kita lihat ada wallpaper, sudah pasti ada orang yang mendapatkan

uang karena wallpaper ini. Kemudian kita melihat lantai, lantai juga menghasilkan

uang untuk orang yang membuat lantai dan memasang lantainya.

Kita lihat rambutnya, rambut juga sama. Rambut menghasilkan uang untuk orang

yang jualan shampo, untuk salonnya.

Nah, kita harus selalu sadar bahwa apapun yang kita lihat bisa menghasilkan uang:

Peluang ada dimana-mana.

Begitu banyaknya orang, begitu bangun sampai tidur selalu berkata: "ah, saya tidak

menemukan peluang" atau "dalam hidup ini tidak ada peluang". Sebetulnya hal itu

salah, karena yang benar adalah Peluang ada dimana-mana.

Jadi pertanyaan saya, dalam ilmu yang ke 3 ini, Apa peluang yang Anda lihat hari ini?

Test, buka mata Anda, buka pikiran. Peluang tidak dilihat dengan mata, tapi Peluang

dilihat dengan pikiran kita. Pikirkan, bahwa benar tidak, apapun yang kita lihat,

sebetulnya itu adalah peluang untuk membuat uang.

Gunakan Faktor Kali

Oleh: Tung Dasem Waringin


Yang dimaksud faktor kali adalah sesuatu hal yang sekali kita sentuh akan berefek multiplier. Entah itu yayasan, entah itu orang, entah itu perusahaan, entah itu negara, entah itu teknologi, entah itu mass media yang sekali kita sentuh, akan membuat nilai tambah kita mendadak membuat efek Multiplier kepada banyak orang sekaligus seketika.

Contoh orang yang kaya, Ia mempunyai nilai tambah dan ia menggunakan faktor kali.Orang biasa mempunyai nilai tambah, tapi ia lupa faktor kali. Contohnya ada orang yang mempunyai bengkel, Ia membuat bengkelnya sedemikian bagusnya: servicenya bagus, cepat, bersih, dan murah. Itu adalah nilai tambah yang luar biasa, akibatnya bengkelnya ramai.Tapi ia lupa faktor kali, ketika begitu banyak pelanggan datang, ia tidak bisa tangani dengan baik karena ia mempunyai kapasitas tertentu.

Bisakah ia kaya? Ya, Ia bisa kaya. Kaya sekali? Tidak.

Orang-orang yg kaya sekali menggunakan nilai tambah dan faktor kali.

Misalnya bengkel tadi, ia menggunakan karyawan tambahan, ia memperluas bengkelnya, ia menggunakan teknologi sehingga ia bisa melayani dengan sangatsangat lebih cepat dan lebih baik lagi, kemudian ia juga membuka cabang, kemudian ia menjual franchise, itu adalah faktor kali. Dan faktor kali berikutnya ketika franchisenya jaya dan omzetnya begitu besarnya, kemudian ia Go Public, sehingga banyak orang mendapatkan keuntungan / nilai tambah dari saham perusahaannya. Itulah faktor kali akibatnya ia menjadi sangat kaya, lebih kaya dibandingkan dengan satu orang yang mempunyai bengkel satu.

Namun harus hati-hati, orang yang celaka didalam hidup, mereka tidak mempunyai nilai tambah dan mereka tidak mempunyai faktor kali. misalnya mereka bekerja sehari-hari dan terus bekerja dengan biasa saja, yang fungsi mereka bisa digantikan dengan orang lain, otomatis ia tidak mempunyai nilai tambah, karena bisa digantikan oleh orang lain.

Kalau ia tidak bisa digantikan oleh orang lain dalam pekerjaannya, otomatis sebetulnya ia sudah mempunyai nilai tambah yang lebih dibanding orang lain. Ketika ia bisa digantikan dengan mudah oleh siapapun dalam pekerjaannya, misalnya seperti orang bukakan pintu dan dia hanya bukakan pintu saja, pekerjaan ini bisa digantikan oleh siapapun yang masih hidup dan normal.

Jadi ia tidak mempunyai nilai tambah, dan kemudian ia tidak punya faktor kali, karena ia hanya melayani satu orang, atau satu perusahaan saja, akibatnya ia hidupnya akan biasa-biasa saja.

Lalu, orang yang pembawa bencana adalah orang yang lupa nilai tambah dan ia sibuk mengalikan. Seperti orang yang membeli satu perusahaan dan kemudian ia merekayasa keuangan perusahaan itu, kemudian sahamnya digoreng naik dan dijual kepada banyak orang, seolah-olah orang lain mempunyai nilai tambah dan mendapatkan nilai tambah dari perusahaan tadi.

Tetapi ternyata dalam beberapa saat perusahaannya jadi hancur, bahkan jadi kosong/ nol karena ia jual lagi sahamnya dan ia dapat uang yang banyak. Betul ia bisa kaya dengan cara seperti itu, tapi orang ini adalah pembawa bencana, dan ia bukan Milyarder yang mencerahkan.

Sekali lagi saya tekankan disini, Orang-orang yang sangat kaya mempunyai Nilai Tambah, dan ia Kalikan sedemikian sehingga orang banyak bisa merasakan Nilai Tambah tersebut.

Baca Juga

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
close
Banner iklan   disini