Berbagi Cerita - Kisah Sukses

Asalamualaikum Wr, Wb. Hidup hanya sekali dan tidak akan berulang untuk ke duakalinya di bumi yang sama ini, Lalu apa tujuan hidup Kita? bagaimana kita menghadapinya untuk bisa mencapai cita-cita kita? dan jalan apa yang harus kita tempuh untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. Disini saya mencari artikel-artikel tentang kisah orang-orang yang telah sukses meniti karirnya dibidanganya masing-masing. Semoga ini bisa menjadi Inspirasi untuk kita semua dalam menjalani hidup didunia ini. Walaupun terkadang banyak sekali rintangan yang kita hadapi tetapi hendaklah kita bersabar untuk menjalaninya agar hidup kita menjadi lebih baik dan dari hari-hari sebelumnya, (baca dan resapi kisah perjuanganya, kemudian lakukan yang terbaik dalam hidup anda)Salam kenal dari Saya

Minggu, 24 Juli 2011

Kisah Sukses Aburizal Bakrie


Pengusaha Aburizal Bakrie semakin kaya. Menko Kesra ini disebut sebagai orang terkaya se Asia Tenggara. Dia pengusaha yang terbilang paling gemilang pada sepuluh tahun reformasi di Indonesia. Selain bisa keluar dari krisis ekonomi yang mengancam perusahaannya Bakrie Grup, malah menduduki posisi penting di pemerintahan dan dalam tempo singkat semakin kaya.

Politisi Partai Golkar ini, sempat menjabat Menteri Koordinator Perekonomian sebelum menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Kabinet Indonesia Bersatu.

Mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (1999-2004) ini memang telah lama dikenal sebagai pengusaha yang cukup sukses, mewarisi kekayaan ayahnya. Tak heran, bila kini, Ical – demikian ia biasa disapa – disebut-sebut sebagai orang terkaya di Indonesia. Bahkan, Globe Asia, majalah ekonomi lokal berbahasa Inggris, menobatkan lelaki kelahiran Jakarta, 15 November 1946 itu sebagai orang terkaya se-Asia Tenggara. Kabarnya, kekayaan Ical mencapai 9,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 84,6 triliun.


Melimpah ruahnya kekayaan Ical, tentu tidak dikaitkan karena dirinya sebagai pejabat negara (Menko Kesra). Melainkan, karena ia adalah seorang pengusaha. Walaupun memang, semenjak menjadi menteri, penikmat lagu romantis ini tidak lagi terjun langsung dalam mengelola bisnis-bisnisnya. Tapi, Ical sudah mempersiapkan penggantinya.


“Itu semua sudah ada yang ngurus,” katanya sebagaimana dikutip Indo Pos (8/11/08). Namun, bukankah kapasitasnya sebagai pejabat tinggi negara bisa berpengaruh dalam memuluskan target-target bisnis-bisnisnya? “Saya akan bersikap profesional. Kepentingan negara tetap saya utamakan,” tambah Ical.

Menurut Globe Asia, dengan jumlah kekayaan sebanyak itu, berarti kekayaan mantan anggota MPR RI (1993-1998) ini lebih “wah” dibandingkan dengan harta kekayaan Robert Kuok (orang terkaya di Malaysia - memiliki 7,6 miliar dolar AS), Teng Fong (terkaya di Singapura - memiliki 6,7 miliar dolar AS), Chaleo Yoovidya (terkaya di Thailand - memiliki 3,5 miliar dolar AS), dan Jaime Zobel de Ayala (terkaya di Filipina – memiliki 2 miliar dolar AS).Dari manakah Ical memiliki kekayaan yang melimpah ruah?


Di bawah grup perusahaan Bakrie yang dipimpinnya, Ical mempunyai beragam bidang usaha: pertambangan batubara, perkebunan, minyak, properti, telekomunikasi, dan media massa. Di tahun 2008 ini saja, kabarnya, perusahaannya mendulang keuntungan yang tidak sedikit dari melonjaknya harga energi dan komoditas.


Mantan Presiden of Asean Chamber of Commerce & Industry ini, memang masih menghadapi masalah dengan salah satu perusahaannya (PT Lapindo Brantas) terkait meluapnya lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur. Namun, hal tersebut tidak membuat bisnis yang dijalankan keluarga Bakrie terhenti. Tampaknya, grup perusahaan Bakrie terlalu tangguh untuk bisa dilumpuhkan hanya dengan semburan lumpur panas. Dengan gagah, grup perusahaan Bakrie tetap melangkah, maju ke depan.


Menurut publisher Globe Asia Tanri Abeng, alumni ITB itu berhasil meraih kekayaan yang melimpah berkat strategi bisnis yang diterapkannya. Dengan kepiawaiannya mengelola aset yang dimiliki perusahaan, termasuk melalui modal pinjaman, Ical mampu membangun usaha demi usaha hingga bisnisnya menggurita.


"Jadi, kalau dia awalnya punya aset 100, dijadikan jaminan untuk meminjam 400. Tapi, hasil dari 400 itu untungnya sangat besar. Itu yang digunakan untuk membayar," ujarnya.


Tanri, mantan manejer satu milyar Bakrie Grup mengakui, dirinya sama sekali tidak merasa heran melihat keberhasilan Ical menjadi orang terkaya di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Pasalnya, mantan Menko Perekonomian itu sangat lihai dalam melihat peluang investasi di Indonesia dan pandai dalam itung-itungan bisnis. "Dia itu pintar sekali itung-itungannya," puji Tanri.

Boleh Berbangga
Aburizal Bakrie boleh berbangga dengan penobatan dirinya sebagai orang terkaya di Indonesia dan se-Asia Tenggara. Tapi, yang menjadi kebanggaan itu sejatinya bukanlah semata-mata terletak dari besarnya kekayaan yang dimiliki. Melainkan, lebih kepada prestasi dalam membangun serta memajukan beragam bidang usaha.

Sebab, dengan begitu, berarti ia dan keluarganya telah menunjukan peran yang cukup besar dalam memajukan roda perekonomian nasional, khususnya menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.


Kalaulah kebanggaan itu hanya karena banyaknya kekayaan yang dimiliki, barangkali, seorang koruptorlah yang paling “pantas” merasakan kebanggaan tersebut. Pasalnya, ia memang hanya memikirkan dirinya. Dia, bagai benalu yang sama sekali tidak memberi manfaat. Malah, menimbulkan mudharat.


Sungguh, tidak ada yang salah menjadi orang terkaya selama ditempuh dengan cara-cara yang elegan. Apalagi, kedudukan menjadi orang terkaya itu tercapai melalui upaya yang profesional, serta berdampak pada manfaat yang bisa dirasakan orang banyak. Bukan malah sebaliknya. (Spn)

Trade Mark Kadin, Masih Melekat
Sebelum menjabat menteri, Aburizal Bakrie atau Ical, adalah trade mark-nya Kadin. Sebutan itu bukan tidak beralasan. Pasalnya, selama sepuluh tahun (1994-2004) ia dipercaya memimpin induk organisasi industri dan perdagangan itu. Seiring dengan itu pula namanya kian dikenal sebagai salah seorang pengusaha nasional terkemuka.


Selama menduduki Ketua Umum Kadin, Ical telah berhasil menjadikan Kadin sebagai organisasi yang sangat penting dalam mempengaruhi kebijakan pemerintah. Lebih dari itu, Kadin pun telah menunjukan kontribusi dan partisifasi konkret dan langsung menyentuh masyakat ketika misalnya terkait berbagai kasus penyelundupan gula, kayu, beras yang saat itu marak terjadi. Kadin, “menggandeng” pemerintah guna mengatasi masalah tersebut.


Reputasi Ical sebagai bos besar Kadin dan pengusaha yang cukup sukses, kiranya menjadi pertimbangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengangkatnya sebagai Menko Perekonimian. Namun, saat terjadi perombakan kabinet, Ical kemudian ditempatkan menjadi menteri yang tidak kalah pentingnya: Menko Kesra (sampai sekarang).


Ketika pertama kali dipanggil SBY terkait rencana pengangkatannya sebagai menteri, Ical, telah mengungkapkan berbagai langkah ekonomi yang harus dilakukan pemerintah dengan cepat. Tujuannya, kata dia, agar dunia usaha sebagai penopang ekonomi bisa tumbuh dengan baik.


Pengangkatan Ical sebagai menteri waktu itu sempat menimbulkan pro dan kontra. Namun baginya, reaksi seperti itu adalah wajar dan demokratis. Penggiat olahraga ini sempat menegaskan, dirinya akan berjalan dan bertindak sesuai kapasitasnya sebagai seorang menteri.


Memang, kini Aburizal Bakrie atau Ical sudah tidak lagi menjadi Ketua Umum Kadin. Ia telah menjadi seorang menteri. Namun, rasa-rasanya, nama besarnya itu masih tidak terpisahkan dari sejarahnya di Kadin. Jadi, orang terkaya di Indonesia dan Asia Tenggara itu adalah Aburizal Bakrie, mantan Ketua Umum Kadin itu lho.






Sabtu, 09 Juli 2011

katak dalam sumur


Dahulu kala, di sebuah sumur yang dangkal, hiduplah seekor katak. Setiap hari ia hidup nyaman, santai dan merasa ia benar-benar sangat beruntung. Suatu hari di jalan lewatlah seekor kura-kura, dan katak ini menyapanya dengan gembira, mengajaknya untuk bertamu ke rumahnya. Katak itu berkata, “Saya bisa bermain-main yang saya suka, ketika lelah beristirahat di sebuah lubang di dinding sumur. Disini ada udang kecil dan serangga untuk dimakan, ayo lihatlah sumurku, ini adalah surga saya di muka bumi.”

Mendengar cerita ini, kura-kura sangat ingin untuk pergi dan melihat tempat yang sepertinya sangat indah itu. Tapi saat sampai, ia terlalu gemuk, dan tidak bisa masuk ke dalam lubang sumur. Sambil mendesah ia berkata kepada katak cerita tentang laut,

"Laut, apakah kamu pernah melihat laut? Laut adalah hamparan besar biru. Kita bisa berenang menuju tempat-tempat jauh yang belum pernah anda bayangkan, kita bisa berenang ke bawah namun tidak pernah mencapai bagian paling dasarnya. Laut sangat dalam dan besar. Hanya ketika kita berada di laut dapat kita benar-benar merasa benar-benar bebas dan bahagia. " Katak mendengar ini tercengang. Dia begitu terkejut ia hanya bisa menatap dari kejauhan dengan matanya yang membesar.

Jadi adik-adik, kita harus memiliki visi hidup yang luas dan besar, tidak memiliki visi hidup seperti katak dalam sumur, hanya melihat surga kecilnya saja di muka bumi. Orang yang memiliki pikiran luas, siap menghadapi tantangan, rajin belajar dan selalu mengembangkan diri untuk maju.

Jumat, 08 Juli 2011

Serigala tanpa kaki

Ada seseorang melihat ada seekor serigala tanpa kaki. Walaupun serigala ini tidak mempunyai kaki, tetapi kelihatan serigala ini sangat gemuk dan sehat, kelihatannya dia tidak kekurangan makanan. Dia merasa sangat heran :”seekor srigala tanpa kaki bagaimana dapat hidup dihutan belantara dan memburu mangsa untuk makanannya? Pada saat ini, dia melihat seekor singa menggigit seekor rusa. Dengan sangat rakus dan tergesa-gesa singa ini mengerogoti mangsanya, lalu setelah perutnya kenyang, berlalu dari tempat itu: lalu baru kemudian serigala ini memakan remah-remah daging rusa yang ditinggalkan singa itu, dengan demikian dia mengisi perutnya sampai kenyang.

Keesokan harinya, kejadian ini berulang kembali. Rupanya setiap hari srigala ini mempertahankan hidupnya dari bekas sisa-sisa makanan singa. Ketika orang ini melihat kejadian ini, merasa Tuhan sangat adil dan berbelas kasih, terhadap seekor srigala tanpa kaki saja sudah diatur santapan yang dapat mengenyangkan perut setiap hari, sedangkan saya hanya dengan percaya kepada Tuhan, bergantung kepada Tuhan yang menciptakan segala yang ada didalam alam semesta ini pasti tidak akan kekurangan makanan dan minuman. Oleh sebab itu, mulai saat ini orang tersebut tidak mengerjakan pekerjaan apapun lagi, seperti ratu semut dengan begong dia diam saja tidak bekerja, menunggu Tuhan memberi dia makan.

Sesudah beberapa hari berlalu, Tuhan tidak memberi dia sebutir beras, teman dan saudaranya juga tidak datang menanyakan keadaannya, akhirnya dia menjadi kurus kering, pada saat dia merasa sangat lapar, dari arah dinding dia mendengar sebuah suara yang berkata :”Manusia! Engkau seharusnya seperti seekor singa itu menyisakan makanan untuk orang lain, kenapa harus sama dengan srigala yang tergantung kepada orang lain, menunggu belas kasihan orang lain memakan sisa makanan dari orang lain,? Selagi muda mempunyai tenaga harus bekerja dengan giat mencari makan dan membagi kepada orang lain, jangan hanya bermalas-malas menunggu belas kasihan dari orang lain, orang bijak harus giat bekerja untuk menghidupkan diri sendiri dengan begitu kehidupan yang dijalani akan berarti, hanya orang bodoh yang menunggu belas kasihan dan pemberian orang lain untuk kelangsungan hidupnya membuat dia menjadi orang yang tidak berguna dan diremehkan orang lain.















erabaru.net

Rabu, 29 Juni 2011

si jagung sehat


Di sebuah ladang jagung sedang diadakan kontes pemilihan jagung tersehat, semua berkumpul sibuk menentukan pilihannya masing-masing, “Satu....satu, aku pilih yang nomer satu”, “Tiga, . . .tiga. . yang nomer tiga baru ada perawakan raja”, jagung lainnya berkata, “Alaa..kita khan bukan sedang memilih raja”. Yang lainnya juga tidak mau kalah, “Lima…nomer lima , lihat bijinya berisi padat dan sehat itu adalah jagung yang paling hebat!” Suasana sangat ramai. Juri mulai menghitung dan mencatat hasilnya di papan. Para jagung menunggu dengan tegang, ingin jagoannya menang. Suasana makin ramai hingga ketua juri menenangkan mereka, “Perhatian, perhatian, terima kasih kalian telah mengikuti perlombaan pemilihan jagung sehat pada tahun ini. Juara akan diumumkan sebentar lagi, para hadirin diharap tenang!”

Para kontestan yang berada di panggung juga cukup tegang apalagi ketika lampu sorot di arahkan ke mereka secara bergantian, “Juara lomba jagung sehat pada tahun ini adalah . . . . nomer lima!!” Lampu sorot berhenti di nomer lima, penonton lantas bersorak, “Hore!! Hore! Hebat yah!” Ketua Juri menyerahkan piala kepada nomer lima berkata, “Nomer lima, anda layak terpilih jadi juara jagung sehat dari 300 peserta, semoga anda bisa memecahkan rekor dan mendapat harga jual tinggi, serta bisa menguntung nenek tani lebih banyak.” Para hadirin pun memberikan tepuk tangan.

Seketika Jagung sehat ini pun menjadi idola, dimanapun berada selalu menjadi pusat perhatian. Para tetangga berkata “Wah, bisa jadi tetangga sang juara, sungguh membanggakan.” Beginilah si Jagung sehat menjadi terkenal, dan dia juga dengan ramah menyapa semuanya. “Sstt, nenek tani datang, lihat tangannya membawa apa?” kata Jagung jambul. Jagung pendek menyahut, “Keranjang, hari ini adalah saat memetik jagung.” Kemudian para jagung menyiapkan diri sebaik mungkin agar dipetik oleh nenek tani. Setelah mendekat, nenek tani bergumam,“Hhmm kali ini kelihatannya jagung-jagung tumbuhnya sangat sehat.” Tak lama kemudian nenek tani membawa pergi sekeranjang penuh jagung. Tapi si Jagung sehat tidak dipetik, tentu para jagung keheranan, “Hei, mengapa nenek tidak memetik jagung yang paling baik?” Melihat wajah sedih Jagung sehat, yang lainnya menghibur, “Ah mungkin nenek tani tidak melihat jagung yang baik ini.” Keesokan hari, nenek tani datang lagi ke ladang, tetapi dia tetap tidak memetik jagung yang sehat itu. Para jagung tambah heran, “Kali ini nenek tani kenapa lagi?” si jambul ikut menghibur, “Besok, besok, saya tebak nenek tani pasti akan membawa jagung yang sehat ini.” Hari demi hari, di ladang jagung hanya tersisa si Jagung sehat itu, jagung yang semula padat berisi dan sehat telah berubah menjadi kering, menyusut dan keras. Si jagung pun menangis, ”Mengapa nenek tani tidak mau mengambil aku, bukankah aku adalah jagung yang paling sehat? Sekarang matahari telah membuatku jadi kering, susut dan keras, kelihatannya aku akan membusuk…hik..hik.”

Keesokan harinya, nenek tani datang lagi ke ladang dan berkata, “Ini adalah jagung yang benar-benar susah didapat, sudah besar cantik lagi, mengunakannya sebagai benih bibit unggul maka tahun depan seluruh ladang ini akan dipenuhi jagung hebat seperti dia. Sungguh luar biasa!” Mendengar itu si Jagung sangat terharu. Nenek tani lalu memetiknya dengan hati-hati dan tersenyum puas…

Setiap makhluk hidup yang dilahirkan didunia ini mempunyai talenta dan keunikannya masing-masing. Apa yang diberikan alam kepada diri kita pastilah ada maksud dan tujuannya. Karena itu selalu bersyukur atas segala pemberian Tuhan, itu yang paling utama.

keledai dan pemiliknya


Seekor keledai dituntun oleh pemiliknya melewati sebuah jalan yang sempit di pinggiran jurang. Sang Keledai tiba-tiba memutuskan untuk tidak memperdulikan tuntunan dari pemiliknya dan mencoba untuk memilih jalan yang diinginkannya. Dia bisa melihat jalan yang ada di bawah jurang, dan berpikir bahwa jalan yang tercepat untuk mencapai jalan di bawah jurang adalah dengan cara menuruni jurang tersebut. Saat dia ingin turun, pemiliknya dengan cepat menangkap ekornya dan menahan serta menarik mundur keledai tersebut agar tidak turun ke dalam jurang, tetapi sang Keledai yang keras kepala dan bodoh terus meronta-ronta sekuat tenaga.

Karena pemiliknya tidak kuat lagi untuk menahan keledai yang meronta-ronta ingin melompat ke jurang, pemiliknya lalu berkata "Baiklah, pergilah ke arah yang kamu mau, binatang bodoh, dan nanti kita lihat apa yang terjadi."

Saat pemiliknya melepaskan ekornya, sang Keledai melompat ke dalam jurang dan akhirnya meluncur sepanjang jurang yang terjal dengan kaki di atas dan kepala di bawah, terbentur sepanjang dinding jurang yang curam.

Moral dari cerita ini: Mereka yang tidak mau mendengarkan nasehat yang baik dari orang yang lebih bijaksana, akan mengalami nasib yang buruk.

Kisah ini adalah bagian dari Seri Dongeng Aesop
Aesop adalah seorang pendongeng yang konon hidup 600 tahun sebelum Masehi. Dongeng-dongengnya selalu mengajarkan kebaikan atau kebijakan untuk manusia.

jangan terputus ditengah jalan


Pada periode Warring, di negara bagian Wei, hiduplah seorang pemuda bernama Leyangtsi. Ia memiliki istri yang sangat baik dan berbudi luhur, yang sangat ia cintai.

Suatu hari, Leyang menemukan uang emas dalam perjalanan pulangnya, dan ia sangat gembira berlari pulang secepat mungkin dan memberikan uang itu kepada istrinya.

Anehnya, istrinya tidak mau menerimanya dan berkata dengan lembut, “Suamiku, seorang lelaki sejati tidak pernah minum air curian. Mengapa kamu membawa pulang emas yang bukan milik kita? Pasti sang pemilik sedang kebingungan mencari-cari barang ini di tempat yang tadi ia lewati." Leyang tersentuh akan kata-kata istrinya, dan ia mengembalikan uang emas itu ke tempat tadi ditemukan.

Setahun kemudian, Leyang menempuh studi lebih lanjut ke luar daerah, sehingga istrinya tinggal sendiri di rumahnya di desa. Di tengah-tengah masa studinya, Leyang merasa sangat rindu ingin bertemu sang istri, dan ia pulang ke rumah. Istrinya sedang menenun kain di kamar dan merasa kaget saat mengetahui suaminya pulang, bertanya mengapa ia kembali begitu cepat. Suaminya menjelaskan alasannya. Istrinya menjadi marah dan mengambil gunting, diguntingnya putus setengah dari kain tenunannya yang sudah susah payah dibuatnya tadi, membuat suaminya bingung. Istrinya berkata, “Bila sesuatu dihentikan di tengah jalan, bagaikan menggunting kain yang sedang ditenun. Kain hanya dapat berguna saat ia selesai ditenun. Namun kini ia tak berharga, sama seperti sekolahmu.”

Leyang sangat tersentuh akan nasihat istrinya. Ia segera kembali melanjutkan studinya, dan tidak pulang sampai ia lulus dan mendapat pekerjaan yang baik. Kisah ini sering diceritakan di kalangan rakyat Tiongkok agar anak-cucu memiliki semangat memperjuangkan cita-cita.

Selasa, 28 Juni 2011

kasih sayang anak & orang tua


she yue merupakan anak yang baik dan mengukir sebuah kebaikan yang
luhur pada zaman baheula, tanpa memikirkan keselamatan diri sendiri
she yue yang berusia 12 tahun ketika itu sering mengikuti ayahnya memasuki hutan untuk
mengumpulkan rotan yang melilit di pohon-pohon besar. hasil hutan tersebut setelah
di kumpulkan kemudian di jual kepada pengrajin rotan untuk mendapatkan sedikit uang
untuk menbeli makanan pengganjal hidup mereka sehari - hari.

she yue menbantu ayahnya mengumpulkan rotan-rotan yang telah dipotong-potong,
kemudian mengikat rotan-rotan tersebut menjadi beberapa gulungan rotan.
demikianlah sifat seorang anak yang baik yang telah menbantu ayahnya dalam usia yg masih kecil.

suatu sore, ketika she yue dan ayahnya sedang memotong-motong rotan didalam hutan,
mereka bertemu dengan seekor harimau yg besar. harimau itu mengaum dengan keras sekali
seraya menatapi mereka berdua. sang ayah yg hendak melindungi anaknya dari bahaya,
segera menyuruh she yue memanjat pohon. she yue menuruti perintah ayahnya.
dia segera memanjat sebatang pohon yang ada di belakang mereka.
ternyata gerakan she yue menarik perhatian harimau itu, sehingga harimau tersebut
menerjang dengan ganas sekali kearah she yue. menyaksikan hal itu, sang ayah yang hendak menyelamatkan
anaknya dari amukan harimau segera menyerang harimau tersebut dengan parang di tangannya.
pergumulan antara harimau yang sedang marah dengan orang tua yang hendak melindungi anaknya tak dapat dihindarkan.
namum karena kekuatan yang tak seimbang, pertahanan sang ayah mulai terdesak serta-
jadi bulan bulanan harimau tersebut. beberapa cakaran harimau telah mengoyak pakaiaan
dan kulit ayah she yue sehingga darah segar mengalir deras dari tubuh ayah she yue.
hingga akhirnya harimau tersebut berhasil menggigit lengan ayah she yue dan menyeret
sang ayah yang telah tak berdaya. parang di tangan terlepas dan ia pun telah pasrah pada keadaan.
asal anaknya selamat, ia telah puas dan berbahagia.

she yue tidak tinggal diam menyaksikan ayahnya dalam berbahaya. narulinya sebagai anak manusia
untuk menbela orang tua memicu keberaniannya turun dari pohon dan mengambil parang
yang tergeletak di atas tanah. she yue segera menburu kearah harimau tersebut dan setelah
jarak mereka dekat, dengan seluruh tenaga she yue mengayunkan parang di tangannya kekepala harimau tersebut.
sang harimau mengaum kesakitan sehingga gigitannya terlepas.
she yue yang telah ketakutan sekali namum hendak menyelamatkan ayahnya,
mengayunkan parang ditangannya untuk kedua kalinya tepat mengenai wajah harimau tersebut.
ia terus menerus mengayunkan parang ke tubuh harimau itu,
sehingga harimau tersebut tergeletak di atas tanah tidak bernyawa dalam keadaan berlumuran darah.

beberapa saat kemudian, beberapa penduduk desa yang mengumpulkan kayu melewati mereka.
para penduduk segera menberikan pertolongan dan menbawa ayah she yue ke tabib.
beberapa minggu dalam perawatan tabib, akhirnya ayah she yue sembuh kembali.
namum tangan yang digigit harimau, telah lumpuh. sejak itu she yue lebih giat menbantu -
ayahnya mengumpulkan rotan-rotan di dalam hutan untuk biaya hidup keluarga mereka.
she yue menyadari dengan pasti apabila hari itu ayah tidak melindunginya dari amukan harimau,
ia telah lama terbaring dalam kematian. dan mengapa sang ayah rela berkorban demi
untuk dirinya ? tak lain karena cinta dan kasih sayang sebagai orang tua terhadap anaknya.

she yue berjanji tak akan menyia-yiakan pergorbanan kedua orang tuanya
yang mencintai dan telah banyak menberikan kasih sayang kepadanya sejak ia di lahirkan.
kepada dirinya sendiri ia berjanji akan menbalas kebaikan orang tuanya dengan cara berbakti,
menyayangi dan melindungi mereka hingga akhir hayatnya.


pembaca yang luhur, tindakan ayah she yue untuk melindungi anaknya
merupakan ungkapan cinta kasih orang tua terhadap anaknya, sekalipun nyawa jadi taruhannya.
sedangkan keberanian she yue menyerang harimau tersebut merupakan bukti dan ciri-ciri
seorang anak yang berbakti, yang selalu berusaha menbahagiakan orang tuanya,
melindungi mereka dari mara bahaya serta merawat mereka di hari tua.

marilah kita meneladaninya dan mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

























Berbuat baiklah kepadaorang tua kalian, karena sebesar apapun balas budi yang kita lakukan pada orang tua, itu tidak akan pernah bisa melebihi kebaikan orang tua yang telah mendidik kita, kita hidup karena mereka, dan anugrah terbesar adalah hidup.














Milis Motivasi

kodok dan kerbau



Seekor kerbau datang ke sebuah kolam yang penuh dengan alang-alang untuk minum. Ketika dia menginjakkan kakinya yang berat ke atas air, secara tidak sengaja dia menginjak seekor kodok kecil sehingga masuk ke dalam lumpur. Ibu kodok yang tidak melihat kejadian itu selanjutnya mulai merasa kehilangan satu anakknya dan bertanya kepada anak kodok yang lainnya apa-apa saja yang terjadi dengan anak kodok itu.

"Satu makhluk yang sangat besar," kata salah satu dari anak kodok , "menginjak saudaraku dengan kakinya yang sangat besar!"

"Besar katanya!" kata ibu kodok, sambil meniup dirinya sendiri sehingga menggelembung menjadi besar. "Apakah dia sebesar ini?"

"Oh, jauh lebih besar!" kata mereka serempak.

Ibu kodok kembali menggelembungkan dirinya lebih besar lagi.

"Dia tidak mungkin lebih besar dari ini," katanya kembali. Tetapi kodok-kodok yang kecil itu mengatakan bahwa makhluk tersebut jauh lebih besar dan ibu kodok tersebut terus meniup dan menggelembungkan dirinya lagi dan lagi hingga dia meledak.

Pesan Moral: Jangan mencoba melakukan sesuatu yang tidak mungkin.

Kisah ini adalah bagian dari Seri Dongeng Aesop
Aesop adalah seorang pendongeng yang konon hidup 600 tahun sebelum Masehi. Dongeng-dongengnya selalu mengajarkan kebaikan atau kebijakan untuk manusia.











milis motivasi

Kakek Bodoh Memindahkan Gunung


Alkisah, di sebuah desa terpencil, tinggallah seorang kakek bersama dengan keluarga besarnya. Desa tempat mereka tinggal itu terletak di antara dua gunung besar. Bila keluarga sang kakek itu hendak pergi ke desa lain, mereka harus berjalan kaki berhari-hari lamanya memutari gunung. Tentu itu sangat melelahkan dan menyita banyak waktu.

Suatu saat, sang kakek tua dengan pemikirannya yang lugu dan sederhana mengemukakan tekadnya. Ia mengajak segenap keluarganya untuk bahu-membahu memindahkan gunung. Pada hari yang telah ditentukan, keluarga sang kakek pun mulai menggali tanah lereng gunung. Hari demi hari dipenuhi dengan bekerja menggali-menggali dan menggali lereng gunung. Melihat kesibukan tersebut, beberapa hari kemudian para tetangga berdatangan. Salah seorang pemuda begitu penasaran dan bertanya pada si kakek.

"Kakek dan seluruh keluarga besar setiap hari terlihat begitu sibuk! Dari pagi sampai sore, menggali lereng gunung. Sebenarnya, apa maksud dan tujuan kakek?"

Si kakek menghentikan kerjanya. "Kami menggali untuk memindahkan gunung ini, Nak," jawabnya mantap.

"Hah, memindahkan gunung?? Mana mungkin, Kek?!" tanya si pemuda tidak percaya.

"Gunung sebesar itu kok mau dipindahkan," lanjutnya. "Kakek kan sudah tua. Saya yakin, sebelum gunung bisa dipindahkan, kakek pasti sudah meninggal lebih dulu. Dengan begitu, bukankah kakek mengerjakan sesuatu yang sia-sia belaka?"

Si kakek menjawab dengan lantang, "Kakek memang sudah tua. Tapi bila kakek meninggal, ada anak-anakyang meneruskan, ada cucu-cucu yang akan menggantikan, begitu seterusnya... Selama kami punya tekad, mau bekerja keras, penuh kesungguhan hati, dan konsisten, kakek yakin suatu hari kelak, gunung ini pasti bisa dipindahkan. Dan jalan kehidupan kita semua akan lebih mudah!"

Tekad si kakek dan keluarganya yang begitu kuat, menggoyahkan hati masyarakat sekitar situ. Maka, mereka pun berbondong-bondong bergantian, dengan peralatan yang seadanya, bahu membahu mulai ikut bersama-sama bekerja menggali lereng gunung itu.

Singkat cerita, hati para dewa di khayangan pun akhirnya tergerak ketika melihat tekad si kakek dan semangat warga desa. Kemudian, mereka sepakat membantu sang kakek untuk memindahkan gunung itu. Dan haaap, tangan para dewa sibuk melambai bekerja sama.Dalam sekejap, terjadilah keajaiban! Gunung pun berpindah tempat dan jalan terbentang luas menuju kemana pun masyarakat desa itu hendak pergi.

Netter yang luar biasa,

Di Tiongkok, kisah legenda ini terkenal dengan sebutan "Kisah si Kakek Bodoh Memindahkan Gunung."

Walau cerita itu hanya sekadar legenda, namun pesan moral tentang kekuatan tekad dan kesungguhan hati ini sungguh luar biasa!! Kita tahu, kemajuan peradaban manusia tidak akan seperti sekarang, jika dunia ini tidak dihuni oleh manusia-manusia yang memiliki tekad seperti kakek tua tadi. Saat ini, tak terhitung jumlah penemuan baru dan teknologi modern sebagai karya-karya spektakuler dari manusia-manusia bertekad baja. Sulit dibayangkan, apa jadinya dunia ini jika tidak ada manusia-manusia yang memiliki cita-cita besar, tekad membaja, konsistensi, dan persistensi yang luar biasa.

Legenda di atas mengajarkan kepada kita, bahwa kemajuan pribadi-pribadi, kemajuan masyarakat, dan kemajuan sebuah bangsa sangat dipengaruhi oleh kekuatan tekad. Tekad merupakan sumber motivasi yang menggerakkan manusia menuju cita-citanya. Tekad merupakan kekayaan sekaligus modal bagi kemajuan dan kemakmuran. Bagi mereka yang memiliki tekad yang sangat kuat, tidak ada yang mustahil di dunia ini. Nothing is impossible under the sun.

Selama memiliki tekad, kesungguhan hati, keyakinan dan konsistensi, kita akan mampu mewujudkan apa yang kita cita-citakan.
















Salam Sukses
Milis Motivasi

Bibit yang tak bisa bertunas


Alkisah, di sebuah kerajaan. Karena raja tidak memiliki putra penerus, maka raja menganggap perlu mencari dan memilih calon penggantinya. Untuk itu, dibuatlah sayembara pemilihan ke seluruh negeri, agar diseleksi per daerah hingga ujian terakhir yang akan ditentukan oleh baginda raja sendiri.
Babak akhir, tersisa delapan orang yang memiliki kepandaian setara dan lulus seleksi. Di ibu kota kerajaan, mereka harus menjalani prosestes terakhir oleh sang raja. Raja dengan seksama menyeleksi mereka satu persatu. Di hadapan mereka raja berpesan, "Anak-anakku. Tugas sebagai abdi negara bukanlah hal yang mudah. Itu adalah amanah yang harus diemban dengan tanggung jawab penuh. Kalian berdelapan terpilih sebagai calon yang terbaik. Nah, sebagai tes terakhir, ini kuberi tiap orang 5 butir biji bibit tanaman. Tanam dan rawatlah seperti engkau nantinya harus memelihara kerajaan dan rakyat negeri ini. Pulanglah dan datanglah 2 minggu kemudian kemari beserta hasil tanaman yang kalian bawa pulang ini."

Dua minggu kemudian, di hadapan raja, 7 pemuda dengan bangga memperlihatkan tanaman yang mulai tumbuh bertunas. Tiba giliran pemuda yang ke-8, dengan wajah malu dan kepala tertunduk, ia melihat ke arah pot yang dibawanya dan berkata, "Ampun baginda, maafkan hamba. Biji yang baginda berikan telah saya tanam, saya rawat dengan hati-hati, tetapi hingga hari ini bibit ini tidak mau tumbuh seperti yang diharapkan. Saya telah gagal menjalankan perintah baginda! Saya tidak mengerti dimana kesalahan saya, tetapi setidaknya saya telah berupaya maksimal. Saya serahkan semua keputusan di tangan baginda."

Terlihat senyum penuh kepuasan kemudian disusul tawa terbahak-bahaksang baginda. "Hahaha...!" Semua yang hadir disitu saling berpandangan heran melihat reaksi raja seperti itu.

Lalu, Raja menepuk pundak si pemuda, dan berkata, "Terima kasih anak muda. Bagindasenang dan puas. Ternyata harapanku tidak sia-sia. Masih ada pemuda calon pemimpin bangsa di antara seluruh rakyat negeri ini!"

Sambil berpaling kepada semuanya, raja melanjutkan," Dengar baik-baik. Pemuda ini telah memenuhi harapan terakhirku. Dia pemuda yangjujur, calon pemimpin kerajaan ini di masa depan. Memang tanamannya tidak tumbuh, sepertinya dia gagal! Tetapi sebenarnya, biji yang aku berikan kepada semua peserta telah aku rebus terlebih dahulu, jadi ..ya pasti tidak mungkin bisa tumbuh tunas walaupun dirawat sebaik apapun, karena biji itu telah mati. Aku kecewa sekali saat melihat tumbuhnya tunas yang dibawa anak-anak muda ini. Hai...kalian 7 pemuda, tidak jujur! Kalian pantas dihukum karena berani menipu baginda!"

Segera ketujuh pemuda itu berlutut memohon ampun, namun baginda raja langsung memerintahkan untuk menangkap dan menghukum berat ketujuh pemuda itu. Sungguh tragis, ambisi mereka untuk meraih jabatan tersandung karena ketidakjujuran .

Netter yang luar biasa,

Kejujuran adalah mutiara pribadi yang harus kita miliki dan pelihara dengan baik!

Kejujuran adalah "mata uang" yang berlaku di mana-mana. Walaupun kita hidup tidak berkelimpahan harta, namun dengan kejujuran, hidup kita akanbebas dari perasaan waswas, takut, dan cemas. Sehingga, kita akan menikmati kehidupan ini dengan tentram, damai, dan bahagia.



























Kejujuran adalah yang terbaik dalam hidup

takan ada penyesalan yang mendalam jika kita jujur

jangan takut untuk mengatakan kejujuran

meskipun itu akan mencelakaan kamu






sumber dongen motivasi

Baca Juga

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
close
Banner iklan   disini